Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Digitalisasi Bansos, Prabowo, Rakyat Tak Perlu Lagi Berulang Kali Serahkan Data ke Negara

Digitalisasi Bansos, Prabowo, Rakyat Tak Perlu Lagi Berulang Kali Serahkan Data ke Negara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 26 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Digitalisasi bansos menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya menyederhanakan pelayanan perlindungan sosial. Prabowo menegaskan masyarakat tidak semestinya terus diminta menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki negara.

Pesan itu disampaikan Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026), ketika memaparkan perkembangan digitalisasi perlindungan sosial.

“Rakyat tidak mampu tidak boleh membayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki negara,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, digitalisasi perlindungan sosial tidak sebatas mengubah proses pendaftaran dari layanan konvensional menjadi sistem digital. Langkah itu diarahkan untuk membuat pelayanan lebih sederhana sekaligus mengurangi waktu, biaya, dan beban administratif masyarakat.

Digitalisasi pendaftaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako kini telah berjalan di 153 kabupaten dan kota yang tersebar di 38 provinsi.

Lebih dari 3 juta keluarga telah masuk dalam sistem tersebut. Pemerintah menargetkan cakupan mencapai 49 juta keluarga ketika implementasi dilakukan secara nasional, atau lebih dari 50 persen keluarga Indonesia.

Dalam penerapannya, digitalisasi juga mempercepat proses pemeriksaan kelayakan penerima bantuan. Prabowo menyebut proses yang sebelumnya dapat membutuhkan waktu 75 hingga 200 hari kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit.

Manfaat lainnya berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat. Sebelum proses digital diterapkan, keluarga yang mengakses pendaftaran bantuan sosial dapat mengeluarkan sekitar Rp150 ribu untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, hingga waktu kerja yang hilang.

Melalui sistem digital, proses pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya tersebut.

Pemerintah juga menyiapkan perluasan digitalisasi untuk mencakup seluruh program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan subsidi. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi agenda Pro Kesra Terintegrasi.

Prabowo menilai perluasan tersebut penting untuk meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, sekaligus memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan perlindungan sosial.

Meutya: Teknologi Harus Benar-Benar Memudahkan Masyarakat

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan transformasi digital harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Meutya, keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari keberadaan sistem atau aplikasi. Teknologi harus mampu memangkas proses yang selama ini membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, teknologi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Digitalisasi bukan sekadar memindahkan proses ke sistem digital, tetapi bagaimana teknologi memangkas waktu, biaya, dan beban administratif yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujar Meutya.

Kementerian Komunikasi dan Digital, kata Meutya, terus memperkuat ekosistem serta infrastruktur digital sebagai fondasi transformasi pelayanan publik.

Konektivitas yang semakin luas, infrastruktur digital yang andal, serta ekosistem digital yang aman dan terpercaya dinilai penting agar layanan pemerintah berbasis digital dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Meutya mencontohkan, manfaat digitalisasi dapat dirasakan ketika masyarakat tidak perlu berkali-kali datang untuk mengakses layanan pemerintah, mengeluarkan biaya perjalanan, atau menyerahkan kembali data yang sebenarnya sudah dimiliki negara.

Transformasi tersebut sekaligus mendorong pemanfaatan data pemerintah secara lebih efektif. Informasi yang telah tersedia dapat digunakan kembali dalam proses pemeriksaan kelayakan sehingga masyarakat tidak harus berulang kali memberikan informasi yang sama.

Pemerintah akan terus memperluas transformasi digital lintas sektor agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada pembangunan sistem, tetapi menghasilkan pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan mudah diakses.

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan digitalisasi perlindungan sosial akan terus diperluas hingga mencakup berbagai program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan subsidi.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SFC Berhasil Jinakan Bhayangkara 2-1   

    SFC Berhasil Jinakan Bhayangkara 2-1  

    • calendar_month Sabtu, 12 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    Serangan ke dua kesebelasan tersebut sama-sama kandas, dan pada akhirnya babak pertama ke dua kesebelasan bermain kacamata.

  • Jalan Mulus, Energi Baru, Gubernur  : Itu Kado HUT OKUS

    Jalan Mulus, Energi Baru, Gubernur  : Itu Kado HUT OKUS

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Selatan kemaren merayakan HUT ke -16. Dalam sidang paripurna istimewa HUT OKUS ke-16, di Gedung DPRD, Bupati Kabupaten OKU Selatan Popo Ali Martopo memberikan sambutan, hampir seluruh ruas jalan Bumi Serasan Seandanan memang masuk kewenangan provinsi. Sehingga mereka sangat bergantung dengan keberpihakan Pemprov untuk penyediaan akses jalan. “Walaupun sering […]

  • Kisah Repli Agustiar, Anak Petani yang Kini Jadi Influencer & Aktor Muda

    Kisah Repli Agustiar, Anak Petani yang Kini Jadi Influencer & Aktor Muda

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.384
    • 0Komentar

    PROFESI influencer dan aktor merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan di era digital seperti saat ini, dengan menjadi influencer dan aktor seseorang bisa meraup penghasilan yang cukup besar dengan cara mengiklankan produk-produk orang lain atau menerima endors. Menjadi seorang influencer dan aktor tentu saja bukan hal yang mudah, untuk menjadi seorang influencer dan aktor beberapa orang rela […]

  • Awas, 227 Fintech Tidak Berizin, OJK : Masyarakat Hati-hati Berinvestasi

    Awas, 227 Fintech Tidak Berizin, OJK : Masyarakat Hati-hati Berinvestasi

    • calendar_month Jumat, 27 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,- Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan setidaknya 227 platform financial technology (fintech) yang tidak terdaftar dan berizin. Temuan itu didapatkan melalui Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi. Untuk itu, OJK mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran kegiatan penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis […]

  • OKI Perbolehkan Warga Sholat Ied di Masjid & Lapangan, Patuhi Protokes, Tapi untuk Kegiatan Dua Ini Tak Diperbolehkan..

    OKI Perbolehkan Warga Sholat Ied di Masjid & Lapangan, Patuhi Protokes, Tapi untuk Kegiatan Dua Ini Tak Diperbolehkan..

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

      PENULARAN Covid-19 di Ogan Komering Ilir dalam status terkendali atau rendah. Untuk itu pada pelaksanaan sholat ied 1442 H mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir mengizinkan warganya melaksanaan shalat ied baik di masjid atau pun lapangan. “Boleh melaksanakan shalat ied asal patuhi protokol kesehatan,” ucap Bupati Ogan Komering Ilir,  melalui sekretaris Daerah, H. […]

  • Ciptakan Ketahanan Pangan, Negara G20 Sepakat Saling Buka Akses

    Ciptakan Ketahanan Pangan, Negara G20 Sepakat Saling Buka Akses

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    DIREKTUR Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, meminta antar negara G20 sepakat saling membuka akses pangan masing-masing supaya tercipta ketahanan pangan dunia. Hal itu untuk membantu negara importir besar di dunia. Dalam hal pangan, yang terjadi saat ini adalah soal kenaikan harga secara tiba-tiba dan merugikan negara importir. “Seharusnya ada […]

expand_less
WordPress Archive Becipe – Recipe Blogging WordPress Theme Beeta – Multipurpose WooCommerce Theme Beetrix – Pet Clinic & Hospital Elementor Template Kit Before After Image Pro Addon for WPBakery Page Builder Bege – Responsive WooCommerce WordPress Theme BeGreen – Multi-Purpose WordPress Theme for Planter – Landscaping- Gardening Behanceomatic Post Generator Plugin for WordPress BeHealth – Multi-Purpose WordPress Theme for Yoga – Health – Beauty – Shop Behold – Personal Blog WordPress Theme Beige – Pet Shop Woocommerce Elementor Template Kit