Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penyintas penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) dinilai tidak hanya diarahkan untuk pulih melalui rehabilitasi. Pemerintah juga mendorong agar mereka mampu kembali produktif, bekerja, dan menjalani kehidupan secara mandiri di tengah masyarakat.

Langkah ini diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kerja sama ini mengintegrasikan penanganan penyintas Napza mulai dari rehabilitasi hingga pemberdayaan dan pengembalian ke dunia kerja.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan baru-baru ini, melakukan  kerja sama lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar penanganan penyintas dilakukan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan terukur.

Menurut Gus Ipul, pemerintah akan menggunakan basis data yang sama dalam menangani penyintas Napza.

Penyelarasan tersebut dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga data yang digunakan BNN, Kemensos, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Ketenagakerjaan dapat terintegrasi.

Dengan data yang sama, masing-masing kementerian dan lembaga dapat menjalankan intervensi sesuai tugas dan kewenangannya. Pola tersebut diharapkan membuat proses pemulihan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu rangkaian layanan yang berkelanjutan.

Gus Ipul mengatakan tujuan akhirnya adalah membuat penyintas mampu kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut sekitar 4,15 juta penduduk usia produktif terpapar penyalahgunaan Napza pada periode 2023-2025.

Angka tersebut membuktikan persoalan Napza tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan produktivitas masyarakat.

Suyudi mengatakan pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan kasus. Penyintas yang mengalami masalah akibat penyalahgunaan Napza perlu mendapatkan kesempatan untuk pulih, kembali produktif, memperoleh penghasilan, dan membangun kembali kepercayaan dirinya.

“Harapan kita saudara-saudara kita yang sakit ini bisa kembali pulih, produktif, bisa berpenghasilan dan kembali percaya diri di masyarakat,” kata Suyudi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pembagian peran antarlembaga diperlukan untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi penyintas. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan berat dapat memperoleh penanganan melalui Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, kasus dengan kondisi sedang dapat ditangani melalui layanan BNN maupun Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Adapun penyintas dengan kondisi lebih ringan dapat diarahkan kepada layanan yang berada di bawah Kemensos.

Setelah kondisi kesehatan dan sosialnya pulih, penyintas kemudian dapat diarahkan ke tahap berikutnya, yakni kembali bekerja dan menjalani kehidupan produktif.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Kemenaker siap membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah menjalani pemulihan dari penyalahgunaan Napza. Salah satu bentuk dukungan dilakukan melalui peningkatan keterampilan agar penyintas memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kemenaker juga menyiapkan dukungan untuk penempatan kerja berdasarkan keterampilan yang dimiliki. Dengan demikian, proses pemulihan tidak berakhir ketika penyintas selesai menjalani rehabilitasi, tetapi berlanjut hingga mereka memiliki aktivitas produktif.

Selain bekerja di perusahaan, pemerintah juga menyiapkan jalur kewirausahaan bagi penyintas yang ingin membangun usaha secara mandiri. Pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu alternatif agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan.

Kerja sama empat lembaga tersebut mencakup enam ruang lingkup. Di antaranya rehabilitasi medis dan sosial secara terintegrasi, pemanfaatan data pemulihan berbasis NIK, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar, penempatan kerja pascarehabilitasi, serta optimalisasi sarana dan prasarana.

Penyintas Napza diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai penerima layanan rehabilitasi. Mereka juga diposisikan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, mandiri, dan produktif.

Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut benar-benar berjalan di lapangan. Dukungan pemerintah daerah, lembaga rehabilitasi, dunia usaha, serta lingkungan sosial diperlukan agar penyintas yang telah pulih tidak kembali terjebak dalam stigma dan kesulitan memperoleh pekerjaan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasai Medali Emas, Muba Masih Puncaki Klasemen

    Kuasai Medali Emas, Muba Masih Puncaki Klasemen

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.211
    • 0Komentar

    RAIHAN medali emas oleh Kontingen Muba pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XII di Kota Prabumulih terus bertambah. Hingga Senin (18/11/2019) sedikitnya kontingen Muba sudah mengantongi 18 medali emas. “Saat ini Kontingen Muba masih pada posisi teratas klasemen dan di urutan kedua diduduki Kontingen Palembang,” ungkap Ketua Kontingen Muba, Drs H Apriyadi MSi. Dikatakan, adapun […]

  • Harumnya Masakan Padang Sampai di Festival Asian Eats di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City 

    Harumnya Masakan Padang Sampai di Festival Asian Eats di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City 

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.975
    • 0Komentar

    Harumnya masakan Padang sampai di Festival Asian Eats di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City, Manila, Filipina. Itu bukti salah satu kuliner daerah di Indonesia terkenal hingga penjuru duni. Bahkan, untuk memahami suatu negara dan nuansa budayanya adalah melalui makanannya. Contohnya, pada 28-30 April 2023 bertempat di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City, KBRI Manila telah menyelenggarakan kegiatan promosi […]

  • Banyuasin Bakal Punya Islamic Center, Askolani : Insya Allah Jadi Ikon Peradaban Islam

    Banyuasin Bakal Punya Islamic Center, Askolani : Insya Allah Jadi Ikon Peradaban Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.594
    • 0Komentar

    “BAZNAS, Rumah Tapiz dan Islamic Center merupakan wujud dari kabupaten Banyuasin religius, muda-mudahan dengan bersedekah, infak dan melantunnya ayat-ayat suci Al-Qur’an kabupaten Banyuasin selalu mendapatkan berkah dari Allah SWT, tanpa berkah darinya apalah arti usaha kita sebagai manusia”

  • Dukung Bangun Pabrik Semen Baturaja II, Bank Sumsel Babel Ikut Salurkan Kredit Sindikasi

    Dukung Bangun Pabrik Semen Baturaja II, Bank Sumsel Babel Ikut Salurkan Kredit Sindikasi

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.079
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel bersama Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan beberapa BPD lainya kembali menyalurkan kredit sindikasi kepada PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada pembangunan pabrik Semen Baturaja II dengan total nominal senilai Rp 1,7 triliun. Hal tersebut merupakan sebagai bentuk sinergi antar BNI dan Bank Sumsel Babel dalam menjaga rantai produksi PT Semen Baturaja, sebagai mitra pada sindikasi kali ini Bank […]

  • Sungai Ceper OKI Bikin Acara Sunatan Massal & Perobatan Gratis

    Sungai Ceper OKI Bikin Acara Sunatan Massal & Perobatan Gratis

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.579
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir bekerjasama dengan sejumlah donatur yang tergabung dalam LP3UI Lampung, Baitul Maal Amanah Lampung, Media Sahabat Ummat (MSU) Lampung, dan Rumah Dakwa Nusantara RDN) Jakarta menggelar acara sunatan massal dan perobatan gratis. Acara tersebut digelar dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu disana. Bakti sosial itu […]

  • AFP Dan Aspov PSSI Sumsel Gelar Kursus Lisensi Pelatih Futsal Level 1 Nasional

    AFP Dan Aspov PSSI Sumsel Gelar Kursus Lisensi Pelatih Futsal Level 1 Nasional

    • calendar_month Selasa, 22 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.048
    • 0Komentar

    SEBANYAK 28 peserta yang terdiri dari berbagai daerah ambil bagian kursus lisensi pelatih Futsal Level 1 Nasional di Palembang 18-21 Desember 2020. Kegiatan yang diselenggarakan Sriwijaya Sport Science Indonesia yakni sebuah lembaga kelolahragaan yang bergerak di bidang sport management, sport course, dan sport consultant yang kehadirannya mampu berkolaborasi dalam peningkatan mutu SDM di bidang olahraga […]

expand_less
WordPress Archive Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Niro – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Nitan – Fashion WooCommerce WordPress Theme Nito – A Clean & Minimal Multi-purpose WordPress Theme Nixe | Hotel and Yachting WordPress Theme NMI Payments for WooCommerce nMon – Website, Service & Server Monitoring Nobility – Charity Nonprofit Multipurpose WordPress Theme NobleUI – HTML Bootstrap 5 Admin Dashboard Template Noha – A modern Agency WordPress Theme for Creatives