Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penyintas penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) dinilai tidak hanya diarahkan untuk pulih melalui rehabilitasi. Pemerintah juga mendorong agar mereka mampu kembali produktif, bekerja, dan menjalani kehidupan secara mandiri di tengah masyarakat.

Langkah ini diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kerja sama ini mengintegrasikan penanganan penyintas Napza mulai dari rehabilitasi hingga pemberdayaan dan pengembalian ke dunia kerja.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan baru-baru ini, melakukan  kerja sama lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar penanganan penyintas dilakukan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan terukur.

Menurut Gus Ipul, pemerintah akan menggunakan basis data yang sama dalam menangani penyintas Napza.

Penyelarasan tersebut dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga data yang digunakan BNN, Kemensos, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Ketenagakerjaan dapat terintegrasi.

Dengan data yang sama, masing-masing kementerian dan lembaga dapat menjalankan intervensi sesuai tugas dan kewenangannya. Pola tersebut diharapkan membuat proses pemulihan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu rangkaian layanan yang berkelanjutan.

Gus Ipul mengatakan tujuan akhirnya adalah membuat penyintas mampu kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut sekitar 4,15 juta penduduk usia produktif terpapar penyalahgunaan Napza pada periode 2023-2025.

Angka tersebut membuktikan persoalan Napza tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan produktivitas masyarakat.

Suyudi mengatakan pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan kasus. Penyintas yang mengalami masalah akibat penyalahgunaan Napza perlu mendapatkan kesempatan untuk pulih, kembali produktif, memperoleh penghasilan, dan membangun kembali kepercayaan dirinya.

“Harapan kita saudara-saudara kita yang sakit ini bisa kembali pulih, produktif, bisa berpenghasilan dan kembali percaya diri di masyarakat,” kata Suyudi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pembagian peran antarlembaga diperlukan untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi penyintas. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan berat dapat memperoleh penanganan melalui Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, kasus dengan kondisi sedang dapat ditangani melalui layanan BNN maupun Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Adapun penyintas dengan kondisi lebih ringan dapat diarahkan kepada layanan yang berada di bawah Kemensos.

Setelah kondisi kesehatan dan sosialnya pulih, penyintas kemudian dapat diarahkan ke tahap berikutnya, yakni kembali bekerja dan menjalani kehidupan produktif.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Kemenaker siap membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah menjalani pemulihan dari penyalahgunaan Napza. Salah satu bentuk dukungan dilakukan melalui peningkatan keterampilan agar penyintas memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kemenaker juga menyiapkan dukungan untuk penempatan kerja berdasarkan keterampilan yang dimiliki. Dengan demikian, proses pemulihan tidak berakhir ketika penyintas selesai menjalani rehabilitasi, tetapi berlanjut hingga mereka memiliki aktivitas produktif.

Selain bekerja di perusahaan, pemerintah juga menyiapkan jalur kewirausahaan bagi penyintas yang ingin membangun usaha secara mandiri. Pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu alternatif agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan.

Kerja sama empat lembaga tersebut mencakup enam ruang lingkup. Di antaranya rehabilitasi medis dan sosial secara terintegrasi, pemanfaatan data pemulihan berbasis NIK, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar, penempatan kerja pascarehabilitasi, serta optimalisasi sarana dan prasarana.

Penyintas Napza diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai penerima layanan rehabilitasi. Mereka juga diposisikan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, mandiri, dan produktif.

Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut benar-benar berjalan di lapangan. Dukungan pemerintah daerah, lembaga rehabilitasi, dunia usaha, serta lingkungan sosial diperlukan agar penyintas yang telah pulih tidak kembali terjebak dalam stigma dan kesulitan memperoleh pekerjaan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Ayam Berulat, Owner Rumah Makan Ini Sebut Ada Indikasi Persaingan Bisnis

    Viral Ayam Berulat, Owner Rumah Makan Ini Sebut Ada Indikasi Persaingan Bisnis

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.405
    • 0Komentar

    WARGA Kayuagung baru-baru ini , Kabupaten OKI dihebohkan dengan ayam berulat yang diduga dibeli di rumah makan sederhana Kayuagung. Menanggapi hal tersebut Owner Rumah Makan Sederhana, Bakri Tarmusi mengatakan, dirinya kurang tahu persis apakah ayam yang di videokan tersebut dari rumah makannya atau bukan. Karena menurutnya, hanya satu potong daging ayam yang ditemukan berulat oleh […]

  • Kemenag  Miliki Andil Besar Ciptakan  Toleransi  Beragama di Sumsel

    Kemenag Miliki Andil Besar Ciptakan Toleransi Beragama di Sumsel

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-76 tingkat Provinsi Sumsel yang dipusatkan di istana Gubernur Griya Agung Palembang, Senin (3/1/). Dalam upcaya yang diikuti para pegawai dilingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumsel tersebut Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutan […]

  • Genjot Produksi Beras

    Genjot Produksi Beras

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.476
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengaku salut kepada petani Provinsi Sumsel yang berhasil panen hingga 2 kali ditengah kemarau, atas kerja keras para petani tersebut Herman Deru memberikan hadiah berupa  unit peralatan pertanian, distribusi pupuk, serta membuatkan sodetan hingga  ke lokasi persawahan menggunakan pompa submersible. “Kita sudah menyaksikan bagaimana hebatnya petani disini […]

  • Modex mengambil manajemen strategis FIFA+ Collect, Koleksi Piala Dunia Antarklub FIFA Arab Saudi 2023™ tersedia di FIFA+ Collect

    Modex mengambil manajemen strategis FIFA+ Collect, Koleksi Piala Dunia Antarklub FIFA Arab Saudi 2023™ tersedia di FIFA+ Collect

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    Drop menandai kolaborasi baru saat Modex mengambil manajemen strategis FIFA+ Collect. Barang koleksi baru akan diluncurkan di platform selama turnamen, barang koleksi paling langka menawarkan peluang tiket unik. Peluncuran tambahan akan tersedia melalui jaringan Polygon pada platform OpenSea. Sumselterkini.co.id, JENEWA, SWISS – Media OutReach Newswire – 12 Desember 2023 – FIFA+ Collect meluncurkan koleksi digital […]

  • Bupati Muba Akan Beri Wejangan di Fakultas Hukum Unsri

    Bupati Muba Akan Beri Wejangan di Fakultas Hukum Unsri

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    “Selain itu akan ada penyerahan bantuan satu unit bus kepada Fakultas Hukum UNSRI,”

  • Peduli  Perangkat Desa, Herman Deri  Dianugerahi PIN oleh  Ketua  PPDI Pusat

    Peduli  Perangkat Desa, Herman Deri  Dianugerahi PIN oleh  Ketua  PPDI Pusat

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 610
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru didaulat sebagai Bapak Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Sumsel oleh pengurus pusat PPDI. Ditunjuknya Gubernur Herman Deru sebagai Bapak PPDI ditandai dengan penyematan PIN  kehormatan kepada Herman Deru yang diwakili PLT Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Nelson Firdaus oleh Ketua PPDI Pusat, Moch Tahir. Ketua PPDI Sumsel Agus Sumantri […]

expand_less
WordPress Archive Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Niro – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Nitan – Fashion WooCommerce WordPress Theme Nito – A Clean & Minimal Multi-purpose WordPress Theme Nixe | Hotel and Yachting WordPress Theme NMI Payments for WooCommerce nMon – Website, Service & Server Monitoring Nobility – Charity Nonprofit Multipurpose WordPress Theme NobleUI – HTML Bootstrap 5 Admin Dashboard Template Noha – A modern Agency WordPress Theme for Creatives