Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penyintas penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) dinilai tidak hanya diarahkan untuk pulih melalui rehabilitasi. Pemerintah juga mendorong agar mereka mampu kembali produktif, bekerja, dan menjalani kehidupan secara mandiri di tengah masyarakat.

Langkah ini diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kerja sama ini mengintegrasikan penanganan penyintas Napza mulai dari rehabilitasi hingga pemberdayaan dan pengembalian ke dunia kerja.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan baru-baru ini, melakukan  kerja sama lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar penanganan penyintas dilakukan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan terukur.

Menurut Gus Ipul, pemerintah akan menggunakan basis data yang sama dalam menangani penyintas Napza.

Penyelarasan tersebut dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga data yang digunakan BNN, Kemensos, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Ketenagakerjaan dapat terintegrasi.

Dengan data yang sama, masing-masing kementerian dan lembaga dapat menjalankan intervensi sesuai tugas dan kewenangannya. Pola tersebut diharapkan membuat proses pemulihan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu rangkaian layanan yang berkelanjutan.

Gus Ipul mengatakan tujuan akhirnya adalah membuat penyintas mampu kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut sekitar 4,15 juta penduduk usia produktif terpapar penyalahgunaan Napza pada periode 2023-2025.

Angka tersebut membuktikan persoalan Napza tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan produktivitas masyarakat.

Suyudi mengatakan pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan kasus. Penyintas yang mengalami masalah akibat penyalahgunaan Napza perlu mendapatkan kesempatan untuk pulih, kembali produktif, memperoleh penghasilan, dan membangun kembali kepercayaan dirinya.

“Harapan kita saudara-saudara kita yang sakit ini bisa kembali pulih, produktif, bisa berpenghasilan dan kembali percaya diri di masyarakat,” kata Suyudi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pembagian peran antarlembaga diperlukan untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi penyintas. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan berat dapat memperoleh penanganan melalui Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, kasus dengan kondisi sedang dapat ditangani melalui layanan BNN maupun Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Adapun penyintas dengan kondisi lebih ringan dapat diarahkan kepada layanan yang berada di bawah Kemensos.

Setelah kondisi kesehatan dan sosialnya pulih, penyintas kemudian dapat diarahkan ke tahap berikutnya, yakni kembali bekerja dan menjalani kehidupan produktif.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Kemenaker siap membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah menjalani pemulihan dari penyalahgunaan Napza. Salah satu bentuk dukungan dilakukan melalui peningkatan keterampilan agar penyintas memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kemenaker juga menyiapkan dukungan untuk penempatan kerja berdasarkan keterampilan yang dimiliki. Dengan demikian, proses pemulihan tidak berakhir ketika penyintas selesai menjalani rehabilitasi, tetapi berlanjut hingga mereka memiliki aktivitas produktif.

Selain bekerja di perusahaan, pemerintah juga menyiapkan jalur kewirausahaan bagi penyintas yang ingin membangun usaha secara mandiri. Pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu alternatif agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan.

Kerja sama empat lembaga tersebut mencakup enam ruang lingkup. Di antaranya rehabilitasi medis dan sosial secara terintegrasi, pemanfaatan data pemulihan berbasis NIK, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar, penempatan kerja pascarehabilitasi, serta optimalisasi sarana dan prasarana.

Penyintas Napza diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai penerima layanan rehabilitasi. Mereka juga diposisikan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, mandiri, dan produktif.

Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut benar-benar berjalan di lapangan. Dukungan pemerintah daerah, lembaga rehabilitasi, dunia usaha, serta lingkungan sosial diperlukan agar penyintas yang telah pulih tidak kembali terjebak dalam stigma dan kesulitan memperoleh pekerjaan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerajaan Arab Saudi Kirim Nota Diplomatik , Izinkan Jemaah Umrah Indonesia

    Kerajaan Arab Saudi Kirim Nota Diplomatik , Izinkan Jemaah Umrah Indonesia

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.496
    • 0Komentar

    KABAR gembira untuk Muslim Indonesia. Kerajaan Arab Saudi telah mengirimkan nota diplomatik tertanggal 8 Oktober 2021 yang intinya mengizinkan umrah bagi jemaah asal Indonesia. Hanya saja, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. “Nota diplomatik tersebut (tertanggal 8/10/2021) menyebutkan, mempertimbangkan masa periode untuk karantina selama 5 hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan […]

  • Mertua Gubernur Sumsel Meninggal, Walikota  : Semoga Almarhum Diberikan Tempat Terbaik di Sisi Allah

    Mertua Gubernur Sumsel Meninggal, Walikota  : Semoga Almarhum Diberikan Tempat Terbaik di Sisi Allah

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.533
    • 0Komentar

    KABAR duka yang menyelimuti masyarakat Palembang atas meninggalnya Mantan Walikota Palembang periode 1993-2003 yakni H Husni, nampaknya juga menjadi duka bagi Walikota Palembang, H. Harnojoyo. Ayah mertua dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru tersebut diketahui wafat pada hari ini pukul 05.47 WIB di Palembang dalam usia 84 tahun, Selasa (11/1/2022). “Secara pribadi, keluarga dan segenap […]

  • Jalur Khusus Batubara di Muba, Akhiri Konflik Jalan Umum

    Jalur Khusus Batubara di Muba, Akhiri Konflik Jalan Umum

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN jalur khusus batubara di Musi Banyuasin mulai dilakukan sebagai upaya memindahkan angkutan tambang dari jalan umum yang selama ini memicu berbagai persoalan lalu lintas. Selama bertahun-tahun, truk batubara yang melintas di jalan publik di Sumatera Selatan sering memicu kerusakan jalan, kemacetan, hingga risiko kecelakaan. Jalur khusus yang kini mulai dibangun di wilayah Sungai Lilin […]

  • Pemenang Wine Pinnacle Awards 2022 Diakui di Resorts World Sentosa

    Pemenang Wine Pinnacle Awards 2022 Diakui di Resorts World Sentosa

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.770
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Acara bergengsi Black-tie Soirée, Wine Pinnacle Awards Gala Dinner & Awards Ceremony 2022 merayakan 18 pemenang Wine Pinnacle Awards edisi kedua yang dipersembahkan oleh Resorts World Sentosa (RWS). Gelar yang paling didambakan dari ‘Pilihan Komite Teknis’ diberikan dengan suara bulat kepada Barbara Banke, Ketua dan Pemilik Jackson Family Wines.   Anggota […]

  • Pemuda Goyang Gedung Kesenian Palembang!

    Pemuda Goyang Gedung Kesenian Palembang!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.284
    • 0Komentar

    GEDUNG Kesenian Palembang mendadak heboh! Bukan karena konser dangdut, tapi karena para pemuda dan seniman tumplek blek merayakan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Dengan tema “Bersatu, Berkarya, dan Berbudaya,” acara ini jadi ajang unjuk semangat, tawa, dan karya. Dari puisi sampai tari tradisi, semua berbaur kayak cuko dan pempek beda rasa tapi satu wadah: bikin nagih […]

  • Kemarin, Nihil Penambahan Kasus Covid-19 di Muba

    Kemarin, Nihil Penambahan Kasus Covid-19 di Muba

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (8/1/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus COVID-19. “Tidak ada penambahan kasus per 8 Januari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 8 Januari 2021 ada sebanyak 768 kasus diantaranya 654 kasus sembuh, 84 masih dirawat, dan 30 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data […]

expand_less
WordPress Archive Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Niro – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Nitan – Fashion WooCommerce WordPress Theme Nito – A Clean & Minimal Multi-purpose WordPress Theme Nixe | Hotel and Yachting WordPress Theme NMI Payments for WooCommerce nMon – Website, Service & Server Monitoring Nobility – Charity Nonprofit Multipurpose WordPress Theme NobleUI – HTML Bootstrap 5 Admin Dashboard Template Noha – A modern Agency WordPress Theme for Creatives