Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ciptakan Ketahanan Pangan, Negara G20 Sepakat Saling Buka Akses

Ciptakan Ketahanan Pangan, Negara G20 Sepakat Saling Buka Akses

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
  • visibility 730
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIREKTUR Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, meminta antar negara G20 sepakat saling membuka akses pangan masing-masing supaya tercipta ketahanan pangan dunia.

Hal itu untuk membantu negara importir besar di dunia. Dalam hal pangan, yang terjadi saat ini adalah soal kenaikan harga secara tiba-tiba dan merugikan negara importir.

“Seharusnya ada kebijakan diantara negara G20 untuk mengantisipasi kenaikan harga yang merugikan terutama bagi negara berpenduduk besar,” katanya, Senin (4/4/2022).

Dicontohkan, harga gandum saat ini mengalami kenaikan akibat konflik Ukraina. Sehingga produksi gandum berkurang dan harganya melonjak. Sementara negara penghasil gandum lainnya juga tidak mau melepas produknya untuk ketahanan pangan negara lain.

“Ini yang harusnya ada kesepakatan diantara negara-negara anggota G20 sehingga stabilitas harga juga terjaga. Misalnya konsumsi dan impor tinggi di Indonesia, saya rasa harus ada kepastian soal itu sehingga harga relatif terjangkau,” ujarnya.

Tauhid juga menyarankan agar disekapati perihal Non Tariff Measures (NTMs) diantara negara G20. Menurutnya, standarisasi NTMs diantara negara G20 saat ini belum terjadi kesamaan.

“Menurut saya, misalnya NTMs dengan negara G20 harusnya ada yang bisa menjadi acuan. Sehingga tidak ada yang seenaknya negara-negara maju memerlukan NTMs untuk pangan sehingga kita tidak bisa ekspor dalam jumlah yang besar. Harus saling sinergi lah diantara negara G20 ini dalam hal pangan,” ucapnya.

Belum adanya kesepakatan soal NTMs kata Tauhid berdampak pada terhambatnya pemenuhan kebutuhan suplay pangan di negara importir. Ditegaskan, negara-negara yang memiliki cadangan pangan cukup diminta dengan sukarela membuka akses bagi negara lain terutama dalam kondisi krisis.

Dicontohkan, negara yang memiliki cadangan pangan 1,6 tahun dalam kondisi krisis harus menurunkan cadangannya menjadi setahun saja. Dengan asumsi, cadangan enam bulan yang dimiliki diberikan untuk negara lain. “Ini diperlukan keterbukaan dan semacam kesediaan membuka akses pangan bagi negara lain untuk pemenuhan ketahanan pangan,” katanya.

Dalam Presidensi G20 ini, negara-negara anggota diminta bersepakat soal hal itu. Selanjutnya, diminta agar pangan jangan dijadikan alat untuk ‘tawar-menawar’ oleh negara. Hal itu akan memberatkan negara yang tidak memiliki akses dan berdampak bagi warganya.

“Intinya harus ada keikhlasan untuk tidak menjadikan sebagai alat bargain. Misalnya ada semacam ancaman menghentikan pasokan pangan karena alasan tertentu pada negara lain. Itu tidak boleh terjadi karena akan berdampak pada banyak orang yang tidak bisa mengakses makanan dan menyebabkan kematian,” pungkasnya.InfoPublik (***)

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Bagikan Dana Rp10 T, Untuk BOP RA dan BOS Madrasah

    Kemenag Bagikan Dana Rp10 T, Untuk BOP RA dan BOS Madrasah

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

    KEMENAG tahun ini mengalokasikan anggaran Biaya Operasional (BOP) Raudlatul Athfal (RA) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Madrasah hingga mencapai Rp10,077 triliun. Jumlah itu terdiri atas Rp7,319 triliun untuk madrasah swasta yang dicairkan oleh Ditjen Pendidikan Islam, Rp1,958 triliun untuk madrasah negeri dan anggarannya sudah ada di masing-masing satker madrasah negeri, serta Rp800,670 miliar untuk RA […]

  • Vaksin Terbukti Manjur Cegah Penyakit Tertentu

    Vaksin Terbukti Manjur Cegah Penyakit Tertentu

    • calendar_month Minggu, 8 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    SEJAK ditemukan pada tahun 1796, vaksin diakui dan terbukti dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu. Vaksin sendiri adalah zat aktif pada virus dan bakteri yang apabila disuntikkan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau penyakit tersebut. Kontribusi vaksin pada turunnya angka penularan penyakit tertentu sangat besar. Beberapa vaksin berhasil […]

  • Gubernur Sumsel Serahkan Pemenang Investment Award 2018

    Gubernur Sumsel Serahkan Pemenang Investment Award 2018

    • calendar_month Rabu, 15 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyerahkan pemenang Investment Award 2018. Pemenang Investment Award 2018 terdiri dari 3 kategori, yakni kategori Perusahaan Terbaik ada tiga perusahaan diraih oleh PT. Semen Baturaja, PT. Hindoli, dan PT. OKI Pulp and Paper,  kemudian, kategori Tata Kelola CSR diraih oleh PT. Pupuk Sriwijaya. Sementara itu, kategori penyelenggara […]

  • JWS Bikin Training Manajemen Desa Wisata

    JWS Bikin Training Manajemen Desa Wisata

    • calendar_month Rabu, 10 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.327
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Lonardo SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebagai upaya untuk meningkatkan potensi desa wisata yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jejaring Wisata Sumatera Selatan (JWS), melakukan kegiatan training manajeman desa wisata, salah satunya di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. “Kegiatan training ini untuk memberikan materi manajeman tentang desa wisata,”ungkap Ketua JWS, […]

  • Perlu belajar dengan DPRD OKI terkait bikin perda ini, DPRD Lamteng studi banding, Bapemperda : Pastikan pemerintah hadir untuk lindungi hak-hak hukum masyarakat miskin

    Perlu belajar dengan DPRD OKI terkait bikin perda ini, DPRD Lamteng studi banding, Bapemperda : Pastikan pemerintah hadir untuk lindungi hak-hak hukum masyarakat miskin

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.407
    • 0Komentar

    SEJUMLAH anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Tengah mendatangi sekretariat DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tujuannya untuk melakukan study banding terkait Perda bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin. Kasubbag Humas DPRD OKI, Bomantara mengatakan, bahwa kedatangan sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah ini untuk study banding terkait Perda pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin. […]

  • “AI Bantu Naikkan PAD, Tapi Jangan Sampai Jadi PAD (Pusing Akibat Data)”

    “AI Bantu Naikkan PAD, Tapi Jangan Sampai Jadi PAD (Pusing Akibat Data)”

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    ADA pepatah lama menyebutkan, “Tak ada rotan, akar pun jadi”, tapi di era digital sekarang ini pepatahnya itu berubah menjadi “Tak ada otak, AI pun jadi,” Begitulah kira-kira suasana ketika PT Masa Depan Indonesia (MDI) sowan ke Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, belum lama ini, mereka datang bukan mau jualan gorengan, tapi jualan kecerdasan, […]

expand_less
WordPress Archive Monity – CCTV & Security WordPress Theme Monkey Budget Planner Monkey VAT & TAX Calculator Monni – A Creative Multi-Concept Theme for Agencies and Freelancers Mono – A Modular Blogging Theme for WordPress Mono – Multi-Purpose HTML5 Template Monolit | Responsive Architecture WordPress Theme MonsterInsights – Ads Tracking Addon MonsterInsights – AMP Addon MonsterInsights – Dimensions Addon