Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

Penyintas Napza, Pulih Saja Tak Cukup, Tantangan Besarnya Kembali Bekerja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penyintas penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) dinilai tidak hanya diarahkan untuk pulih melalui rehabilitasi. Pemerintah juga mendorong agar mereka mampu kembali produktif, bekerja, dan menjalani kehidupan secara mandiri di tengah masyarakat.

Langkah ini diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kerja sama ini mengintegrasikan penanganan penyintas Napza mulai dari rehabilitasi hingga pemberdayaan dan pengembalian ke dunia kerja.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan baru-baru ini, melakukan  kerja sama lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar penanganan penyintas dilakukan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan terukur.

Menurut Gus Ipul, pemerintah akan menggunakan basis data yang sama dalam menangani penyintas Napza.

Penyelarasan tersebut dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga data yang digunakan BNN, Kemensos, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Ketenagakerjaan dapat terintegrasi.

Dengan data yang sama, masing-masing kementerian dan lembaga dapat menjalankan intervensi sesuai tugas dan kewenangannya. Pola tersebut diharapkan membuat proses pemulihan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu rangkaian layanan yang berkelanjutan.

Gus Ipul mengatakan tujuan akhirnya adalah membuat penyintas mampu kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut sekitar 4,15 juta penduduk usia produktif terpapar penyalahgunaan Napza pada periode 2023-2025.

Angka tersebut membuktikan persoalan Napza tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan produktivitas masyarakat.

Suyudi mengatakan pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan kasus. Penyintas yang mengalami masalah akibat penyalahgunaan Napza perlu mendapatkan kesempatan untuk pulih, kembali produktif, memperoleh penghasilan, dan membangun kembali kepercayaan dirinya.

“Harapan kita saudara-saudara kita yang sakit ini bisa kembali pulih, produktif, bisa berpenghasilan dan kembali percaya diri di masyarakat,” kata Suyudi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pembagian peran antarlembaga diperlukan untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi penyintas. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan berat dapat memperoleh penanganan melalui Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, kasus dengan kondisi sedang dapat ditangani melalui layanan BNN maupun Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Adapun penyintas dengan kondisi lebih ringan dapat diarahkan kepada layanan yang berada di bawah Kemensos.

Setelah kondisi kesehatan dan sosialnya pulih, penyintas kemudian dapat diarahkan ke tahap berikutnya, yakni kembali bekerja dan menjalani kehidupan produktif.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Kemenaker siap membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah menjalani pemulihan dari penyalahgunaan Napza. Salah satu bentuk dukungan dilakukan melalui peningkatan keterampilan agar penyintas memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kemenaker juga menyiapkan dukungan untuk penempatan kerja berdasarkan keterampilan yang dimiliki. Dengan demikian, proses pemulihan tidak berakhir ketika penyintas selesai menjalani rehabilitasi, tetapi berlanjut hingga mereka memiliki aktivitas produktif.

Selain bekerja di perusahaan, pemerintah juga menyiapkan jalur kewirausahaan bagi penyintas yang ingin membangun usaha secara mandiri. Pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu alternatif agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan.

Kerja sama empat lembaga tersebut mencakup enam ruang lingkup. Di antaranya rehabilitasi medis dan sosial secara terintegrasi, pemanfaatan data pemulihan berbasis NIK, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar, penempatan kerja pascarehabilitasi, serta optimalisasi sarana dan prasarana.

Penyintas Napza diharapkan tidak lagi dipandang hanya sebagai penerima layanan rehabilitasi. Mereka juga diposisikan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, mandiri, dan produktif.

Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut benar-benar berjalan di lapangan. Dukungan pemerintah daerah, lembaga rehabilitasi, dunia usaha, serta lingkungan sosial diperlukan agar penyintas yang telah pulih tidak kembali terjebak dalam stigma dan kesulitan memperoleh pekerjaan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Paripurna ke -82 DPRD Prov. Sumsel,  6 Rapenda usulan Gubernur  Sumsel yang masuk Propemperda

    Rapat Paripurna ke -82 DPRD Prov. Sumsel,  6 Rapenda usulan Gubernur  Sumsel yang masuk Propemperda

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Setelah menjalankan Rapat paripurna LXXXI (81) DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan agenda penyampaian pengantar laporan keterangan pertanggung jawaban Gubernur Sumsel (LKPJ) tahun  anggaran 2023 serta pembentukan pansus berdasarkan komposisi komisi-komisi diruang rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan, DPRD Prov. Sumsel melanjutkan  Rapat Paripurna ke-82, senin [25/3/2024]. Adapun agenda adalah perubahan dan penambahan program […]

  • Jangan Bedakan Kasta Dalam Pelayanan BPJS

    Jangan Bedakan Kasta Dalam Pelayanan BPJS

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    GUBERNUR Terima Audiensi Plh. Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumsel, Kepulauan Babel dan Bengkulu. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang berkeadilan dengan tidak  membeda-bedakan status sosial dan status ekonomi masyarakat artinya siapapun dia yang membutuhkan  pelayanan, berikan layanan  yang terbaik. Harapan itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru kepada jajaran Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumsel, Kepuluan […]

  • “Kisah KAMMI: Anak Muda yang Tak Cuma Bisa Demo tapi Juga Bawa Asa”

    “Kisah KAMMI: Anak Muda yang Tak Cuma Bisa Demo tapi Juga Bawa Asa”

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Kalau mahasiswa itu ibarat cabe rawit, maka KAMMI adalah tipe cabe yang kecil-kecil tapi kalau digigit bisa bikin air mata netes, bukan karena pedas doang, tapi karena penuh cita-cita. Ya, begitulah kira-kira cerita tentang Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia alias KAMMI, organisasi yang kalau dikira-kira, sudah seperti warteg di sekitar kampus ada di […]

  • Selain Covid-19, Bupati OKI  Ingatkan 2 Penyakit Ini Jangan Lupa Dipantau Bro…

    Selain Covid-19, Bupati OKI Ingatkan 2 Penyakit Ini Jangan Lupa Dipantau Bro…

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE secara resmi menyatakan daerahnya harus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus corona [covid-19] di wilayah Bumi Bende Seguguk. Pemkab OKI pun langsung membentuk Satuan Tugas atau Gugus Tugas yang secara intens akan dikomandoi BPBD Kabupaten OKI. “Gugus Tugas agar melakukan upaya antisipasi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan identifikasi […]

  • Covid-19 & Defisit Malu Bangsa

    Covid-19 & Defisit Malu Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.235
    • 0Komentar

    SAMPAI tulisan ini dituangkan, sudah 2,3 juta jiwa penduduk Indonesia terpapar Covid-19. 1,9 juta dinyatakan sembuh dan 62 ribu diklaim meninggal. Kurang dari 1% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 271 juta jiwa. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun ikut terdampak. Defisit tak mampu dielakkan. Sri Mulyani pada 5 Juli 2021 lalu mengaku, defisit […]

  • Agar Tidak Tumpang Tindih Kebijakan, Pengelolaan Hutan Harus Ada Koordinasi

    Agar Tidak Tumpang Tindih Kebijakan, Pengelolaan Hutan Harus Ada Koordinasi

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan Ir H. Mawardi Yahya menerima audensi Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Bambang Supriyanto di  Griya Agung Palembang, kemarin. Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya menyambut baik kedatangan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI teraebut terlebih […]

expand_less
WordPress Archive Nirmala – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Niro – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Nitan – Fashion WooCommerce WordPress Theme Nito – A Clean & Minimal Multi-purpose WordPress Theme Nixe | Hotel and Yachting WordPress Theme NMI Payments for WooCommerce nMon – Website, Service & Server Monitoring Nobility – Charity Nonprofit Multipurpose WordPress Theme NobleUI – HTML Bootstrap 5 Admin Dashboard Template Noha – A modern Agency WordPress Theme for Creatives