Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Haji Nonkuota Jangan Dijual Sebelum Visa Terbit, Menhaj Soroti Uang Jemaah

Haji Nonkuota Jangan Dijual Sebelum Visa Terbit, Menhaj Soroti Uang Jemaah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Haji nonkuota kembali menjadi perhatian pemerintah. Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf meminta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tidak menjanjikan keberangkatan kepada masyarakat sebelum visa benar-benar terbit dan dapat diverifikasi melalui sistem resmi Arab Saudi.

Pesan tegas itu disampaikan Irfan Yusuf saat menghadiri Mukernas III Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) di Malang, Jawa Timur, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Menhaj, kepastian visa harus menjadi batas penting sebelum penyelenggara meminta masyarakat menyerahkan dana dalam jumlah besar. Jangan sampai jemaah sudah membayar mahal, tetapi status keberangkatannya belum memiliki kepastian.

“Jangan ada lagi jemaah haji nonkuota yang membayar tanpa kepastian visa,” tegas Irfan Yusuf.

Haji nonkuota bukan soal janji berangkat

Pemerintah menyoroti pola pemasaran haji nonkuota yang menjanjikan keberangkatan jauh sebelum dokumen visa dapat dipastikan. Praktik seperti ini dinilai berisiko merugikan jemaah.

PIHK diminta memastikan setidaknya empat hal sebelum menawarkan layanan kepada calon jemaah, yakni kepastian visa, kejelasan penyelenggara, keamanan dana, serta pemenuhan layanan sesuai kesepakatan.

Menhaj juga mengingatkan agar istilah seperti haji furoda, mujamalah, maupun visa undangan tidak digunakan untuk membangun persepsi bahwa keberangkatan otomatis sudah terjamin.

Intinya, nama paket atau istilah yang digunakan penyelenggara tidak boleh menggantikan bukti kepastian visa.

“Jangan menerima dana besar dari masyarakat untuk sesuatu yang kepastian keberangkatannya belum ada,” ujar Menhaj.

Data jemaah nonkuota akan diperkuat

Untuk memperketat pengawasan, pemerintah akan memperkuat registrasi jemaah nonkuota. Data yang disiapkan tidak hanya menyangkut identitas jemaah, tetapi juga pihak penyelenggara dan layanan yang dijanjikan.

Registrasi tersebut mencakup data jemaah, penyelenggara, jenis visa, paket layanan, hingga pihak yang bertanggung jawab selama jemaah berada di Arab Saudi.

Langkah ini penting agar ketika muncul persoalan, posisi jemaah tidak berada dalam kondisi tanpa kejelasan mengenai siapa penyelenggara dan siapa yang harus bertanggung jawab.

Bagi PIHK, transparansi juga menjadi bagian dari ukuran profesionalitas. Harga paket dan pengelolaan dana jemaah harus dijelaskan secara terbuka, bukan sekadar mengandalkan promosi keberangkatan cepat.

Persiapan Haji 2027 dimulai dari sekarang

Pemerintah tidak ingin persiapan Haji 1448 H/2027 M dilakukan secara mendadak. Evaluasi penyelenggaraan Haji 1447 H menjadi salah satu pijakan untuk memperbaiki layanan pada musim berikutnya.

Validasi data dan dokumen, kesiapan pembimbing, serta kesiapan layanan di Arab Saudi harus mulai dikerjakan sejak sekarang.

PIHK juga diminta mengikuti regulasi dan timeline yang berlaku di Arab Saudi. Dengan demikian, penyelenggara tidak hanya fokus mencari dan merekrut jemaah, tetapi memastikan seluruh rangkaian pelayanan dapat dipenuhi.

Menhaj menegaskan, keberhasilan penyelenggara bukan diukur dari banyaknya calon jemaah yang berhasil dihimpun.

“Ukuran keberhasilan penyelenggara bukan jumlah jemaah yang direkrut, tetapi terpenuhinya seluruh hak jemaah sesuai kontrak,” tegasnya.

Manasik haji harus lebih realistis

Persiapan jemaah juga tidak berhenti pada urusan dokumen dan keberangkatan. Manasik diminta diarahkan agar jemaah semakin mandiri ketika menghadapi kondisi nyata di Tanah Suci.

Materi manasik perlu membekali jemaah menghadapi Armuzna, kepadatan, kondisi cuaca ekstrem, penggunaan sistem digital di Arab Saudi, serta kebutuhan khusus lansia dan penyandang disabilitas.

Dengan pola persiapan tersebut, jemaah diharapkan tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap menghadapi situasi operasional selama berada di Arab Saudi.

Pesan pemerintah untuk penyelenggara pun semakin jelas: jangan menjual kepastian sebelum visa benar-benar pasti.

Bagi calon jemaah, kehati-hatian menjadi penting. Sebelum menyerahkan dana, status penyelenggara, dokumen, jenis visa, paket layanan, serta pihak yang bertanggung jawab perlu dipastikan secara jelas.

Haji bukan sekadar soal mendapatkan tempat berangkat. Di balik biaya besar yang dikeluarkan jemaah, ada hak atas kepastian, keamanan dana, pelayanan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadikan Hari Raya Idul Adha, Sebagai Momentum Untuk Terus Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah 

    Jadikan Hari Raya Idul Adha, Sebagai Momentum Untuk Terus Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah 

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Penjabat Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi Mahmud melaksanakan Shalat Idul Adha bersama dengan Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah dan juga masyarakat Muba di Halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (29/6/2023). “Allahu akbar Allahu akbar, Laa ilaha illallahh wallaahu akbar, Allaahu akbar walillahil hamd. Pada hari ini semua Umat Islam merayakan Hari […]

  • Tri Patri Abadi Buka Pintu untuk Wujudkan KEK TAA 

    Tri Patri Abadi Buka Pintu untuk Wujudkan KEK TAA 

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.380
    • 0Komentar

    SETELAH melalui perjalanan panjang dan kerja keras untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) menjadi kenyataan, kini masyarakat Sumsel bisa sedikit lega. Pasalnya PT. Tri Patria Abadi telah membuka pintu seluas-luasnya dan ingin bekerjasama dalam mewujudkan KEK TAA dalam waktu dekat. Direktur Operasional PT. Tri Patri Abadi, Hasanuddin Ariandi mengaku dalam menjadikan KEK […]

  • Kasus Covid Muba Hari Ini, Bertambah 24 Kasus Sembuh, 21 Positif, 2 Meninggal Dunia

    Kasus Covid Muba Hari Ini, Bertambah 24 Kasus Sembuh, 21 Positif, 2 Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba mengkonfirmasi bahwa ada penambahan 24 kasus sembuh, 21 positif, dan 2 meninggal dunia pada Rabu (11/8). “Ada penambahan 24 kasus sembuh, 21 positif, dan 2 meninggal dunia per 11 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan kasus positif […]

  • Ajak Masyarakat Gotong Royong Santuni Korban Kebakaran Ulak Teberau

    Ajak Masyarakat Gotong Royong Santuni Korban Kebakaran Ulak Teberau

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    PERISTIWA kebakaran yang melanda warga Dusun IV Desa Ulak Teberau Kecamatan Lawang Wetan, Rabu (29/6/2022) siang mengundang keprihatinan Pj Bupati Drs Apriyadi MSi.   Kebakaran yang disebabkan oleh kecelakaan tunggal mobil yang membawa olahan minyak tersebut menyambar sedikitnya empat unit rumah milik warga.   “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan hari ini saya ingin warga […]

  • Bintang Toedjoe – BNN Ajak Eks Pengguna Narkoba dan Petani Budidaya Jahe Merah, Apa Manfaatnya ?

    Bintang Toedjoe – BNN Ajak Eks Pengguna Narkoba dan Petani Budidaya Jahe Merah, Apa Manfaatnya ?

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    Melalui pelatihan jahe merah mencari petani-petani baru yang kelak dijadikan supplier jahe merah. “Melalui pemberian bibit kami mencari petani yang berkomitmen dalam budidaya jahe merah,”

  • Kebakaran Lahan Tembus 50 Kasus, Palembang Tetapkan Status Siaga

    Kebakaran Lahan Tembus 50 Kasus, Palembang Tetapkan Status Siaga

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Jumlah kebakaran lahan di Kota Palembang menembus 50 kasus sepanjang Juni hingga Juli 2026 seiring meningkatnya intensitas musim kemarau. Menyikapi lonjakan tersebut, Pemerintah Kota Palembang menetapkan Status Siaga Bencana guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan di lapangan. Berdasarkan data BPBD Kota Palembang, hanya terdapat sembilan kasus kebakaran lahan pada periode Januari hingga Mei […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress BuddyPress MemberPress Campaign Monitor MemberPress Constant Contact MemberPress Corporate Accounts Addon MemberPress Courses MemberPress Developer Tools MemberPress Downloads MemberPress Drip – Tags Version MemberPress GetResponse MemberPress Importer