Kemenperin Dorong IKM Logam Karawang-Bekasi Tembus Pasar Industri Besar
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemenperin.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong IKM logam Karawang-Bekasi menembus pasar industri besar melalui perluasan akses kemitraan dan peluang bisnis. Sebanyak 30 IKM dari dua wilayah tersebut dipertemukan dengan sejumlah perusahaan besar untuk membuka peluang kerja sama komersial.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, IKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian serta menyerap tenaga kerja. Oleh sebab itu, akses pelaku IKM terhadap perusahaan besar perlu diperluas agar mereka mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing.
“Penguatan kemitraan antara IKM dan industri besar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja IKM sekaligus memperkuat ketahanan industri manufaktur nasional,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8).
Menurut Agus, industri logam memiliki peluang besar karena produknya digunakan oleh berbagai sektor, mulai dari otomotif, alat berat, alat kesehatan, konstruksi hingga permesinan. Kondisi tersebut membuka ruang bagi IKM logam untuk menjadi pemasok komponen maupun penyedia jasa pendukung bagi perusahaan besar.
“Ketika IKM mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri besar, baik BUMN maupun swasta, sekaligus terlibat dalam program vendor development, peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi akan semakin besar,” katanya.
Untuk membuka akses tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menggelar Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar di Jawa Barat pada 29–30 Juli 2026.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) itu diawali dengan kunjungan ke sejumlah IKM logam di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Calon mitra industri besar melihat langsung proses produksi, kualitas produk, kapasitas, serta kesiapan IKM memenuhi kebutuhan perusahaan.
Sejumlah perusahaan yang mengikuti kunjungan tersebut antara lain PT Perkebunan Nusantara, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, dan PT Sarandi Karya Nugraha.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Temu Bisnis IKM Logam dengan Industri Besar di Karawang pada 30 Juli 2026. Forum ini mempertemukan pelaku IKM dengan calon mitra untuk membahas kebutuhan produk, spesifikasi, standar kualitas, kapasitas produksi, hingga peluang kerja sama.
Dirjen IKMA Reni Yanita mengatakan, peluang IKM logam tidak hanya berada pada pembuatan komponen. Pelaku usaha juga dapat mengembangkan bisnis pada jasa perawatan, perbaikan, dan rekayasa mesin serta peralatan produksi yang digunakan industri besar.
“Melalui dialog dan penjajakan peluang bisnis secara langsung, IKM dapat memahami kebutuhan industri, meningkatkan kesiapan usahanya, serta membuka peluang untuk menjadi pemasok bagi industri besar,” kata Reni.
Sebanyak 30 IKM logam dari Karawang dan Bekasi mengikuti kegiatan tersebut dengan kemampuan yang beragam, mulai dari fabrikasi logam, machining, pembuatan komponen hingga jasa pendukung industri.
Kemenperin berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada penjajakan bisnis, tetapi berlanjut menjadi kerja sama komersial yang konkret. Dengan akses pasar yang semakin terbuka, IKM logam diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap industri manufaktur nasional. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
