Kemenperin Bidik Pasar Besar Bisnis Service HP
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Kemenperin.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID -Bisnis service HP diproyeksikan menjadi salah satu sektor usaha yang terus berkembang menyusul meningkatnya penggunaan smartphone di Indonesia. Bertambahnya jumlah pengguna perangkat seluler tidak hanya mendorong penjualan ponsel, tetapi juga memperbesar kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbaikan, perawatan, hingga penggantian komponen. Melihat peluang itu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai memperkuat kompetensi teknisi agar mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh.
Peluang usaha jasa perbaikan telepon seluler dinilai kian menjanjikan, karena perangkat smartphone telah menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Saat ini, banyak pengguna memilih memperbaiki ponsel yang mengalami kerusakan dibanding membeli perangkat baru, terutama untuk kerusakan seperti layar, baterai, konektor pengisian daya, hingga komponen utama lainnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri nasional.
Menurutnya, tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar akan mampu menghasilkan layanan yang lebih profesional sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usaha jasa service HP.
Kebutuhan terhadap teknisi yang memiliki keahlian memadai diperkirakan akan terus meningkat.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 229 juta orang atau sekitar 80 persen dari total penduduk.
Bahkan sebagian besar aktivitas digital tersebut dilakukan melalui smartphone, sehingga permintaan terhadap layanan perbaikan perangkat diperkirakan ikut meningkat dari tahun ke tahun.
Melihat besarnya peluang itu, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggelar pendampingan teknis sertifikasi bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) jasa service HP di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Program yang dilaksanakan pada 21 Juli 2026 itu diikuti oleh 12 pelaku usaha jasa perbaikan telepon seluler.
Ciptakan lapangan kerja
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, menilai Brebes memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan usaha jasa service HP. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbaikan perangkat elektronik juga terus meningkat, sehingga membuka peluang munculnya usaha baru sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Dalam pendampingan tersebut, peserta memperoleh pembekalan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Materi yang diberikan meliputi kemampuan mendiagnosis kerusakan, melakukan perbaikan perangkat, mengganti komponen, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Pelaksana Tugas Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (LMEA), Budi Setiawan, mengatakan pembekalan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme teknisi sekaligus memberikan jaminan kompetensi kepada konsumen.
Menurut Budi, sertifikasi tidak hanya menjadi bukti kemampuan seorang teknisi, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing usaha, memperluas peluang memperoleh pelanggan, serta memperkuat posisi pelaku IKM di tengah persaingan industri jasa perbaikan perangkat elektronik yang semakin berkembang.
Program pendampingan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes sebagai bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor industri.
Selain memberikan pendampingan teknis, Ditjen IKMA Kemenperin terus menjalankan berbagai program peningkatan daya saing IKM, mulai dari sertifikasi kompetensi, sertifikasi produk, restrukturisasi mesin dan peralatan, hingga transformasi digital.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lebih banyak teknisi service HP yang kompeten sehingga dapat mendukung pertumbuhan industri elektronika nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbaikan perangkat yang semakin tinggi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
