Prabowo: ASN Tak Korupsi, Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 40 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : Puspen Kemendagri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan masyarakat membutuhkan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja secara profesional, jujur, dan bebas dari praktik korupsi. Menurutnya, pelayanan publik yang lamban dan birokrasi yang berbelit-belit sudah tidak lagi sesuai dengan harapan rakyat.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat melantik Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Dalam arahannya, Prabowo mengingatkan para pamong praja muda bahwa status sebagai aparatur negara bukan hanya mengejar jabatan atau kebanggaan pribadi. Tugas utama seorang ASN, kata dia, adalah melayani masyarakat serta menjadi representasi kehadiran negara di tengah rakyat.
“Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo.
Ia menilai masyarakat kini menginginkan birokrasi yang mampu bekerja cepat, bersih, dan memberikan solusi nyata.
Oleh sebab itu, aparatur negara dituntut memiliki integritas tinggi serta keberanian mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat.
“Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya. Rakyat membutuhkan, bahkan rakyat menuntut, aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan perilaku setiap aparatur akan memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap negara.
ASN paparnya merupakan wajah pemerintah di daerah, sehingga sikap dan kinerjanya akan menjadi ukuran bagi masyarakat dalam menilai negara.
Ia menegaskan lagi, ketika aparatur menjalankan tugas dengan baik, kepercayaan publik akan semakin kuat. Sebaliknya, jika aparatur mengecewakan masyarakat, dampaknya bukan hanya pada nama pribadi, tetapi juga mencoreng citra negara.
Selain mengingatkan pentingnya integritas, Prabowo mengapresiasi para praja IPDN yang telah diterjunkan membantu penanganan bencana di Aceh selama sebulan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Pengalaman itu dinilai menjadi bekal penting agar calon aparatur terbiasa hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Seorang pamong praja, sebut presiden harus mampu menjadi sumber harapan bahkan pemimpin yang memberikan solusi ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Di akhir arahannya, Prabowo berharap para Pamong Praja Muda IPDN mampu membangun pemerintahan yang efisien, disiplin, profesional, serta bebas dari korupsi.
Ia juga mengingatkan lagi agar kepentingan rakyat selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
