Sekolah Rakyat Perkuat Kesehatan Mental Siswa Lewat Konselor Sebaya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemenso.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kesehatan mental siswa Sekolah Rakyat menjadi salah satu fokus diperkuat pemerintah pada tahun ajaran baru. Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN guna menyiapkan sistem pendampingan mencakup konselor sebaya, deteksi dini, hingga rujukan kepada tenaga profesional apabila ditemukan persoalan psikologis pada peserta didik.
Kolaborasi disiapkan lantran siswa Sekolah Rakyat berasal dari beragam latar belakang kehidupan.
Pemerintah menilai dukungan terhadap kesehatan mental perlu berjalan beriringan dengan proses belajar, agar para siswa mampu berkembang secara optimal selama menempuh pendidikan.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan kerja sama antarkementerian diperlukan untuk menjawab tantangan yang dihadapi para siswa, termasuk persoalan yang lazim dialami remaja.
“Karena memang latar belakang siswa ini istimewa ya. Kemudian ada aspek-aspek lain, seperti aspek-aspek problem keremajaan itu terjadi dan ini yang kita membutuhkan sinergi antara Kemensos dengan BKKBN,” kata Agus Jabo saat menerima audiensi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka beserta jajaran di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Menurut Agus, kedua kementerian kini mematangkan konsep dan mekanisme pelaksanaan program.
Langkah awal jelasnya akan diawali dengan uji coba di sejumlah Sekolah Rakyat sebelum dilanjutkan melalui penandatanganan nota kesepahaman agar program bisa segera diterapkan pada tahun ajaran ini.
“Supaya kemudian di tahun ajaran ini kita langsung bisa operasional. Lebih cepat lebih baik. Ini anak-anak kita yang harus kita urus bersama-sama, tidak hanya Kemensos,” ujarnya.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan pembangunan kualitas sumber daya manusia perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
Oleh sebab itu, BKKBN menawarkan sejumlah program yang dapat diintegrasikan untuk mendukung siswa Sekolah Rakyat.
Salah satu program disiapkan itu adalah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Melalui program tersebut, siswa akan didampingi konselor sebaya yang dilatih untuk menjadi tempat berbagi cerita sekaligus membantu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental.
Menurut Isyana, pendekatan melalui teman sebaya dinilai lebih efektif karena remaja umumnya lebih nyaman mengungkapkan persoalan kepada orang yang seusia dengan mereka.
“Karena kalau kita berbicara anak-anak remaja, biasanya mereka lebih cenderung ingin berbicara dengan teman sebaya. Oleh karena itu, Pusat Informasi dan Konseling Remaja ini menyediakan apa yang disebut sebagai konselor sebaya. Supaya mereka bisa pada saat sebelum mereka ada permasalahan mental, bisa dideteksi sejak dini,” paparnya.
Apabila hasil pendampingan, tambah dia menemukan siswa membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka akan diarahkan ke psikolog atau tenaga profesional sesuai kebutuhan.
Skema ini diharapkan membuat persoalan kesehatan mental dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Selain PIK-R, Organisasi Generasi Berencana (Genre) juga akan dilibatkan untuk melatih pendidik sebaya dan konselor sebaya di lingkungan Sekolah Rakyat. Pemerintah berharap keberadaan mereka dapat memperkuat sistem pendampingan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan saling mendukung.
Isyana menambahkan, penguatan kesehatan mental siswa nantinya juga akan diintegrasikan dengan Program Sekolah Siaga Kependudukan sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
