Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Wejangan Plt Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sumsel Saat Lantik Ketua AGSI Sumsel

Wejangan Plt Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sumsel Saat Lantik Ketua AGSI Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
  • visibility 2.276
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan H. Awaludin, S.Pd., M.Si  mewakili Pj Gubernur Sumsel melantik Kepengurusan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (AGSI) periode 2024-2029 dibawah pimpinan  Ferallia Eka Putri, S.Pd., Gr., M.Pd di ruang serba guna Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Palembang, Sabtu (28/9). Didampingi Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Pusat Dr H Sumardiansyah Perdana Kusuma, S.Pd, Ia memberi wejangannya.

 

Menurutnya guru-guru sejarah punya wadah untuk bertukar informasi,bertukar best practice di sekolah masing-masing.

 

“Harapan kita dalam wadah itu ada brain stroming, ada olah pikir, ada diskusi  yang pada  akhirnya bermuara pada dua hal pembelajaran sejarah lebih efektif,menjadi menyenangkan dan berhasil mampu meningkatkan kualitas pembelajaran,”katanya.

Selain itu, ungkapnya Sumsel  kaya dengan local wisdom (kearifan lokal) yaitu sejarah lokal, kuliner lokal, seni lokal .

 

“ Hari ini untuk mewujudkan itu semua kita hadirkan Komunitas Batang Hari Sembilan (Kobar) sebagai pengisi acara tadi, kita juga mendengarkan pantun karya pak Fir Azwar, itu semua bentuk –bentuk kebudayaan yang ada di Sumsel,”katanya.

 

Dia memaparkan,jika kualitas pembelajaran sudah baik , local wisdom sudah tergali pihaknya berharap ada peningkatan hasil  belajar siswa.

 

Ia berharap lagi,  guru sejarah di seluruh Sumsel  betul –betul memanfaatkan wadah ini yang punya ide, kreativitas , inovasi dalam pembelajaran. “Ini wadahnya agar guru memanfaatkan secara maksimal,” katanya.

 

Ketua AGSI Sumsel  Ferallia Eka Putri, S.Pd., Gr., M.Pd acara ini diikuti guru sejarah dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.

 

“ Hari ini ramai yang datang karena ada Presiden AGSI langsung dan tadi pelantikan  dipimpin pak Awaludin dan  ada narasumber pak Syafruddin Yusuf,” katanya.

 

Kedepan pihaknya akan melakukan evaluasi kegiatan hari ini apa yang perlu dibenahi dan tentu saja menjadi momentum guru sejarah untuk berkolaborasi  disini kita mendapatkan keluh kesah bagaimana kesejahteraan guru sejarah bagaimana dan bagaimana .

 

“ Yang dilantik hari ini ada 79 orang  karena terlalu banyak yang dipanggil hanya Kepala Departemen dan Wakil Departemen,” katanya.

 

Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Pusat Dr H Sumardiansyah Perdana Kusuma, S.Pd, melihat mengapa mata pelajaran sejarah coba di hilangkan oleh pemerintah, kemudian di reduksi fungsinya, tapi selalu di pidatokan.

 

Pehaman sejarah

“Kita jadi bertanya sebetulnya bagaimana pemahaman sejarah pemerintah terhadap sejarah. Di sini saya ingin buka sedikit program pemerintah yang baru terpilih yakni Prabowo Subianto, poin pertama jelas yakni memperkuat ideologi, memperkuat demokrasi, dan memperkuat asas manusia, kemudian lalu diikuti poin ke delapan. Lalu kalau kita bicara ideologi sebetulnya pintu masuknya dari mana, dan pintu masuknya yakni dari sejarah,” katanya.

 

Menurutnya sejarah juga memiliki kelemahan, apabila tidak diisi dengan ilmu, dengan metologi, maka ideologi yang dibangun pada hari ini akan menjadi alat oleh pengambil kebijakan, alat bagi penguasa bangsa, tapi apabila ideologi isinya ilmu pengetahuan, diisi value/nilai, di sinilah ideologi akan menjadi penuntun yang mana kita sebut sebagai Pancasila.

 

“Jadi tugas kita itu bukan berpuas diri, tapi ke depan penggantian Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Dinas, maka sejarah harus on the track, sejarah harus mengimbangi bagi semua,”katanya.

 

Selain itu menurutnya tidak pernah ada sejarahnya sejarah tidak menjadi mata pelajaran wajib pada dasarnya itu fakta.

 

“Di sini saya mau menyampaikan perspektif Undang-undang, kita itu menabrak Undang-undang, dan sejarah itu disebut sebagai pelajaran wajib di dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989,”urainya.

 

Saat Megawati Soekarno Putri naik jadi Presiden Republik Indonesia lalu disahkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 di sana terjadi kekacauan konstitusi, yang disebut pelajaran wajib bukan lagi sejarah, Matematika, Bahasa Indonesia, Agama dan Budi Pekerti, PPKN IPA, dan IPS, tidak ada nomenklatur sejarah,”tutupnya.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trend Otomatisasi di Dunia Politik

    Trend Otomatisasi di Dunia Politik

    • calendar_month Rabu, 30 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.005
    • 0Komentar

    Otomatisasi adalah proses di mana pekerjaan yang dulunya dipegang oleh manusia sudah mulai bisa digantikan oleh tenaga mesin atau robot. Otomatisasi ini tentu terdengar lebih mengancam karena masyarakat dan pemerintah sudah melihat kemampuan teknologi yang semakin canggih dapat melakukan berbagai kegiatan yang biasanya dikerjakan manusia sehingga hal ini akan mengubah dunia kerja manusia untuk selamanya. […]

  • Jasa Kurir Paket  Jalur Udara  Dongkrak Omzet Pos Indonesia

    Jasa Kurir Paket  Jalur Udara  Dongkrak Omzet Pos Indonesia

    • calendar_month Jumat, 25 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.607
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – PT Pos Indonesia mengklaim jasa kurir paket pengiriman cargo jalur udara  mendongkrak omzet, meskipun pada Awal Januari adanya penyesuaian  tarif yang diberlakukan antara 30%-40%. Manager Marketing PT Pos Palembang, Paridu mengatakan kenaikan omzet tersebut didominasi dari paket ekpress, terutama pada jenis makanan, salah satunya oleh-oleh empek-empek. “Mau tidak mau, pengiriman oleh-oleh empek […]

  • Pastikan Ketersediaan Energi, Satgas Rafico Pertamina Siap Berjuang di Tengah Pandemi Covid 19

    Pastikan Ketersediaan Energi, Satgas Rafico Pertamina Siap Berjuang di Tengah Pandemi Covid 19

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.969
    • 0Komentar

    Aktivitas  umat Islam pada Ramadhan 1441 Hijiriah [tahun 2020] memang sangat terbatas ditengah pandemik COVID-19 yang melanda bukan saja di Indonesia, melainkan seluruh Dunia.     NAMUN, Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri Pertamina tetap semangat bertugas untuk  memastikan ketersediaan energi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami tetap bekerja,  dan tetap patuh dengan protokol kesehatan, seperti […]

  • Meski Anggaran Terbatas, Prov.Sumsel Datangkan Pangan & Alat Berat ke OKUS-OKUT

    Meski Anggaran Terbatas, Prov.Sumsel Datangkan Pangan & Alat Berat ke OKUS-OKUT

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    BENCANA banjir bandang yang melanda Kabupaten OKU Selatan dan OKU Timur, langsung sigap diantisipasi Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Dengan anggaran yang tak terbatas, Ia memastikan segera memback up kebutuhan alat berat hingga pangan bagi ribuan warga yang menjadi korban. “Anggaran kita tak terbatas untuk yang begini, dan kita juga ada bantuan tidak terduga yang bisa digunakan. […]

  • Densus 88 Kembali Tangkap 4 Terduga Teroris

    Densus 88 Kembali Tangkap 4 Terduga Teroris

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 645
    • 0Komentar

    TIM Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lagi empat terduga teroris di wilayah Lampung. Mereka diketahui terafiliasi dengan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI). “Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Satgaswil Lampung pada, Jum’at tanggal 5 November 2021 telah melakukan penangkapan di beberapa tempat,” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, […]

  • “AI Bantu Naikkan PAD, Tapi Jangan Sampai Jadi PAD (Pusing Akibat Data)”

    “AI Bantu Naikkan PAD, Tapi Jangan Sampai Jadi PAD (Pusing Akibat Data)”

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.503
    • 0Komentar

    ADA pepatah lama menyebutkan, “Tak ada rotan, akar pun jadi”, tapi di era digital sekarang ini pepatahnya itu berubah menjadi “Tak ada otak, AI pun jadi,” Begitulah kira-kira suasana ketika PT Masa Depan Indonesia (MDI) sowan ke Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, belum lama ini, mereka datang bukan mau jualan gorengan, tapi jualan kecerdasan, […]

expand_less
WordPress Archive BookPro – Appointment Booking WordPress Plugin Bookshelf for Real3D Flipbook Addon Bookshop Storefront WooCommerce Theme Bookup Book Store Elementor Template Kit Bookworm – Bookstore & Bookshop WooCommerce Theme Boom – Single Product Shopify Theme BoomBox – Viral Magazine WordPress Theme Boomi – Environment & Ecology WordPress Theme Boos – Business Elementor Template Kit Boosin – Book Store WordPress Theme