2 Ton Sampah Dipilah, Bank Sampah Jadi Solusi Kurangi Limbah Kota
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto ; Pusri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengelolaan sampah berbasis masyarakat memiliki nilai efektif untuk mengurangi timbunan limbah sehingga dapat menciptakan lingkungan lebih bersih. Melalui pemilahan sejak dari sumbernya, sampah tidak hanya berkurang volumenya di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
Penerapan konsep ini terlihat dalam aksi bersih lingkungan yang digelar di kawasan Kampung Sehati, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang belum lama ini.
Kegiatan yang melibatkan masyarakat, pemerintah setempat, Bank Sampah Beringin, dan PT Pusri Palembang berhasil mengumpulkan sekitar 2 ton sampah dari sejumlah titik di lingkungan permukiman.
Berbeda dengan kegiatan bersih lingkungan pada umumnya, sampah yang terkumpul tidak seluruhnya dibuang ke TPA.
Sampah juga dipilah berdasarkan jenisnya untuk selanjutnya dikelola melalui bank sampah sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume limbah sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.
Selain melakukan pembersihan lingkungan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya memilah sampah rumah tangga.
Warga diperkenalkan dengan mekanisme pengelolaan melalui bank sampah agar limbah yang masih bernilai dapat didaur ulang, sementara sampah organik dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, PT Pusri Palembang menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada masyarakat untuk mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pusri Palembang, Rahmawati, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momen untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap pengelolaan lingkungan.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dilakukan satu pihak saja. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat sangat penting sehingga diperlukan untuk membangun budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Apresiasi juga datang dari Lurah Sungai Selayur yang menilai sinergi berbagai pihak menjadi modal penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku warga agar lebih aktif memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Melalui kolaborasi pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada pengangkutan limbah, juga mengedepankan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai.
Diharapkan kedepannya masalah ini dapat memperkuat penerapan ekonomi sirkular sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
