Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Jembatan Lalan & Tongkang Batubara, Kisah Terlalu Sering Bertabrakan

Jembatan Lalan & Tongkang Batubara, Kisah Terlalu Sering Bertabrakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERAIRAN Sungai Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) Sumatera Selatan  (Sumsel) yang arusnya tenang terdengar suara mesin tongkang, tongkang angkutan batubara menjadi sahabat sungai itu bahkan mungkin lebih akrab dari bunyi dayung perahu warga.

Sungai itu menjadi jalur sibuk industri batubara, siang malam, kapal-kapal besar hilir mudik membawa muatan hitam dari hulu menuju pelabuhan.

Meski demikian, masalahnya, sungai itu tidak ikut melebar. Begitu pula Jembatan Lalan. Ia tetap berdiri dengan ukuran yang sama, sementara tongkang-tongkang yang melintas di bawahnya terasa makin besar dan makin padat. Akibatnya, benturan demi benturan pun terjadi. Bukan sekali. Bukan dua kali. Tapi sudah lima kali.

Kalau ini pertandingan tinju, mungkin wasit sudah lama menghentikan laga.

Insiden terbaru itulah yang akhirnya membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turun tangan. Gubernur Sumsel H. Herman Deru menggelar rapat koordinasi khusus bersama Bupati Musi Banyuasin H. Toha Tohet dan Asosiasi Pengusaha Batubara Jalur Lalan (AP6L), Selasa (19/5/2026).

Hasil rapatnya cukup jelas ukuran tongkang harus diperkecil maksimal 230 feet, pengaman jembatan atau fender wajib dipasang, dan jadwal lalu lintas sungai akan diatur lebih ketat.

“Kita sepakat proses ini harus dipercepat dengan solusi konkret. Jalan keluarnya adalah memperkecil ukuran kapal serta membangun pagar pengamanan yang memadai,” ujar Herman Deru.

Keputusan itu terdengar teknis. Tapi sebenarnya, persoalan di Sungai Lalan jauh lebih besar daripada sekadar ukuran kapal.

Ini adalah cerita tentang sungai yang berubah terlalu cepat.

Di banyak daerah penghasil sumber daya alam, pembangunan sering melaju seperti truk tanpa rem. Aktivitas ekonomi tumbuh pesat, lalu lintas industri makin ramai, sementara infrastruktur lama dipaksa menyesuaikan diri dengan beban baru.

Sungai Lalan adalah salah satu contohnya.

Kini ia bukan lagi sekadar aliran air tempat warga mencari ikan atau jalur transportasi kecil antardesa. Sungai itu perlahan menjelma menjadi “tol air” bagi industri tambang. Tongkang besar datang silih berganti, membawa batubara dalam jumlah besar demi memenuhi denyut ekonomi yang terus bergerak.

Namun di tengah sibuknya arus industri itu, ada masyarakat yang ikut menanggung rasa cemas.

Warga sebenarnya sempat mendesak agar jalur sungai ditutup total. Kekhawatiran mereka bukan tanpa alasan. Sebab setiap kali insiden terjadi, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Mobilitas tersendat, rasa aman menurun, dan muncul ketakutan kalau benturan berikutnya akan lebih parah.

Bupati Muba H. Toha Tohet pun mengakui keresahan tersebut. Karena itu, pembatasan ukuran tongkang diharapkan menjadi jalan tengah antara kepentingan ekonomi dan keselamatan masyarakat.

Dan memang, mencari titik tengah di Sungai Lalan bukan perkara mudah.

Penggera ekonomi

Batubara masih menjadi salah satu penggerak ekonomi penting, aktivitas pengangkutan tidak mungkin dihentikan begitu saja. Tapi di sisi lain, jembatan juga bukan benda yang bisa terus diuji ketahanannya tanpa batas.

Sebab jembatan bukan cuma dibangun dari tiang dan pondasi besi dan beton.

Di atasnya ada anak sekolah yang berangkat pagi-pagi. Ada pedagang kecil yang membawa dagangan ke pasar. Ada warga yang harus melintas untuk bekerja, berobat, atau sekadar pulang ke rumah.

Ketika jembatan terganggu, denyut kehidupan masyarakat ikut terguncang.

Karena itu, pemasangan fender dan pembatasan ukuran tongkang sebenarnya bukan sekadar proyek teknis. Ini adalah pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya menghitung untung rugi ekonomi, tetapi juga harus menjaga ruang hidup masyarakat.

Apalagi lima kali tabrakan bukan angka kecil.

Kalau sebuah gelas jatuh lima kali dari meja, orang mungkin mulai sadar ada yang salah dengan cara meletakkannya. Maka ketika jembatan ditabrak berulang kali, publik tentu berharap evaluasi dilakukan lebih serius, bukan sekadar menunggu insiden berikutnya.

Untungnya, langkah cepat mulai terlihat.

Setidaknya kini ada upaya memperbaiki tata kelola lalu lintas sungai, memperketat ukuran tongkang, dan memasang pengaman tambahan. Meski belum tentu langsung menyelesaikan semua persoalan, langkah itu memberi sinyal bahwa keselamatan publik mulai ditempatkan di depan.

Sungai Lalan pada akhirnya bukan cuma soal batubara dan tongkang. Ia juga tentang bagaimana sebuah daerah menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keselamatan warganya.

Sebab ekonomi memang penting. Tapi jembatan yang berdiri kokoh, rasa aman masyarakat, dan perjalanan warga yang tidak dihantui rasa waswas, itu juga tidak kalah penting. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Batik Nasional, Dharma Pertiwi Bawa Batik Mendunia

    Peringati Hari Batik Nasional, Dharma Pertiwi Bawa Batik Mendunia

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.396
    • 0Komentar

    TANGGAL 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, hal ini terkait dengan ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 silam. Selain sebagai warisan budaya, batik juga memiliki nilai ekonomi khususnya bagi para pengelola usaha, perajin, dan juga pedagang. Usaha batik juga dapat memberikan kontribusi yang cukup […]

  • Ada ribuan honorer di Pemkab Muba, PJ Bupati tanya solusi apkasi terkait soal ini

    Ada ribuan honorer di Pemkab Muba, PJ Bupati tanya solusi apkasi terkait soal ini

    • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    SURAT Edaran Menpan-RB terkait penghapusan tenaga honorer mulai 28 November 2023 nanti menjadi perhatian serius Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi. Betapa tidak, tercatat ada ribuan honorer atau PTT di lingkungan Pemkab Muba, hal ini membuat keprihatinan Pj Bupati Muba Apriyadi apabila penghapusan tenaga honorer mulai di implementasikan. “Jadi harus ada pertimbangan terkait surat edaran […]

  • Coca-Cola Hong Kong bersertifikat sebagai Great Place to Work®

    Coca-Cola Hong Kong bersertifikat sebagai Great Place to Work®

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.008
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – HONG KONG SAR – Media OutReach – 6 Maret 2023 – Coca-Cola Hong Kong hari ini mengumumkan bahwa perusahaan telah disertifikasi sebagai Great Place to Work®, yang divalidasi oleh karyawannya. Sertifikasi ini sebagai pengakuan atas komitmen berkelanjutan Coca-Cola Hong Kong untuk menciptakan pengalaman kerja yang luar biasa berdasarkan kebijakan dan praktik budayanya […]

  • Tawarkan Sistem Penyertaan Modal, Gubernur Beri Solusi Persoalan Lahan RS Khadijah

    Tawarkan Sistem Penyertaan Modal, Gubernur Beri Solusi Persoalan Lahan RS Khadijah

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    UNTUK kesekian kalinya Gubernur Sumsel H.Herman Deru menerima audiensi rombongan Pengurus Yayasan Islam Siti Khadijah di Pemprov Sumsel. Kali ini audiensi masih membahas soal hibah lahan untuk RS Siti Khadijah. Menurut HD pada dasarnya Ia sangat mendukung setiap perkembangan RS Siti Khadijah yang menjadi salah satu rumah sakit kebanggaan di Sumsel. Namun demikian Ia meminta […]

  • “Ketika Si Buta dari Goa Hantu jadi Livery Mobil Balap”

    “Ketika Si Buta dari Goa Hantu jadi Livery Mobil Balap”

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang mobil balap cuma buat ngebut di sirkuit dan bikin jantung netizen naik-turun seperti saham gorengan, tolong suruh dia datang ke Panca Fest 2025, di sana, mobil balap bukan cuma soal kecepatan, tapi juga soal kreativitas, identitas, dan tentu saja… kekayaan intelektual alias IP, bukan IP address, ya. IP ini […]

  • Pastikan pelayanan kesehatan & Pendidikan,  Pj Amar blusukan ke beberapa SD & Puskemas daerah pinggiran

    Pastikan pelayanan kesehatan & Pendidikan, Pj Amar blusukan ke beberapa SD & Puskemas daerah pinggiran

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.291
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Asmar Wijaya M.Si kembali melakukan kunjungan kerja ke beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Sungai Menang, Jumat (27/9/2024). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kabupaten OKI terus terjaga.   Dalam kunjungan kali ini, […]

expand_less
WordPress Archive Pharmaton – Medical and Pharmacy WordPress Theme Phlox Pro – Elementor MultiPurpose WordPress Theme PHLY – Versatile Coming Soon Template PhoneRepair – Mobile Device Shop WordPress Theme Photas – Email Marketing Company Elementor Template Kit Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin Photographer WordPress Theme Photography Addons for WPBakery Page Builder – Photobakery