Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Hari Kebangkitan Nasional 2026: Ketika Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Ketika Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M. Ikhsan Rivaldi
Ketua HMI BADKO Sumatera Bagian Selatan
SETIAP tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Momentum yang lahir dari kesadaran kolektif bahwa perubahan hanya dapat diwujudkan melalui persatuan, perjuangan, dan keberanian menghadapi tantangan zaman.
Namun, Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia harus menjadi ruang refleksi untuk bertanya: *bagaimana keadaan Indonesia hari ini?* dan *apakah cita-cita kebangkitan yang diwariskan para pendahulu benar-benar sedang kita jalankan?*
Di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026, Indonesia sedang menghadapi situasi yang tidak sederhana. Berbagai indikator menunjukkan bahwa bangsa ini berada dalam fase yang penuh tantangan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kepercayaan publik.
Secara makro, perekonomian Indonesia memang masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang tahun 2025, ekonomi nasional tumbuh sekitar **5,11 persen**. Angka tersebut sering dipandang sebagai sinyal optimisme di tengah perlambatan ekonomi global. Namun pertumbuhan itu belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Sebab di balik angka pertumbuhan tersebut, ketimpangan dan tekanan ekonomi masih nyata dirasakan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin Indonesia per September 2025 masih mencapai **23,36 juta jiwa** atau sekitar **8,25 persen dari total penduduk**. Angka ini menunjukkan bahwa jutaan masyarakat Indonesia masih hidup dalam kondisi rentan dan belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
Di sisi lain, persoalan ketenagakerjaan juga belum menemukan titik terang. Jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2025 tercatat sekitar **7,46 juta orang** dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar **4,85 persen**. Angka ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai.
Kondisi tersebut semakin terasa bagi generasi muda. Setiap tahun ribuan lulusan memasuki dunia kerja dengan harapan besar, tetapi tidak sedikit yang harus berhadapan dengan keterbatasan kesempatan, tingginya persaingan, hingga ketidakpastian masa depan.
Persoalan lain yang turut memperberat keadaan adalah pelemahan nilai tukar rupiah. Pada Mei 2026, nilai tukar rupiah sempat menyentuh kisaran **Rp17.670–Rp17.720 per dolar Amerika Serikat**, menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah nilai tukar Indonesia. Pelemahan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga energi, tekanan pasar keuangan internasional, hingga dinamika geopolitik dunia.
Namun bagi masyarakat, pelemahan rupiah bukan sekadar angka ekonomi. Ketika rupiah melemah, dampaknya menjalar langsung pada kehidupan sehari-hari. Harga barang impor meningkat, biaya produksi naik, tekanan inflasi membesar, daya beli masyarakat tergerus, dan beban ekonomi rumah tangga semakin berat.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga menghadapi persoalan sosial yang tidak kalah penting. Ketimpangan akses pendidikan masih terjadi. Biaya pendidikan terus menjadi beban bagi sebagian keluarga. Di banyak daerah, kualitas pendidikan dan fasilitas belajar belum sepenuhnya merata. Sementara itu, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia yang jauh lebih adaptif.
Belum lagi tantangan terhadap kualitas demokrasi dan kepercayaan publik yang terus diuji. Polarisasi sosial, penyebaran disinformasi, serta berbagai persoalan tata kelola menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Keadaan ini membawa kita pada satu kesimpulan: **Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja.**
Namun kalimat tersebut bukan untuk menumbuhkan pesimisme. Justru sebaliknya, ini adalah panggilan untuk membangkitkan kesadaran bersama. Sebab kebangkitan nasional tidak lahir ketika keadaan sedang nyaman. Kebangkitan lahir ketika bangsa berani mengakui persoalan, mengevaluasi arah perjalanan, dan bersama-sama mencari jalan keluar.
Sejarah telah membuktikan hal itu. Tahun 1908, para pendahulu bangsa membangun kesadaran kebangsaan bukan dalam situasi ideal. Mereka bergerak di tengah keterbatasan, ketidakadilan, dan tekanan zaman. Tetapi dari kondisi itulah lahir semangat persatuan dan kebangkitan.
Hari ini, tantangan kita berbeda, tetapi semangatnya harus tetap sama. Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Mahasiswa, pemuda, akademisi, dan masyarakat sipil harus kembali mengambil peran sebagai penjaga nilai, pengawal demokrasi, serta penggerak perubahan sosial.
Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, **“Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,”** menjadi pengingat bahwa menjaga masa depan bangsa tidak cukup dengan slogan.
Menjaga tunas bangsa berarti memastikan generasi muda memperoleh pendidikan yang layak, akses pekerjaan yang adil, ruang demokrasi yang sehat, dan kesempatan untuk tumbuh secara bermartabat.
Kebangkitan nasional hari ini bukan hanya tentang mengenang sejarah.
Kebangkitan nasional adalah keberanian untuk memperbaiki ketimpangan.
Keberanian untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Keberanian untuk menjaga demokrasi.
Dan keberanian untuk memastikan bahwa pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat.
Indonesia mungkin sedang tidak baik-baik saja.
Namun sejarah bangsa ini selalu membuktikan bahwa harapan tidak pernah lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian untuk bangkit bersama.
**Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026.**
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Minta Ikatan Alumni UII Berperan Aktif Bangun Daerah

    Gubernur Minta Ikatan Alumni UII Berperan Aktif Bangun Daerah

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengatakan ikatan alumni memiliki potensi besar dalam membantu pemerintah dalam membangun daerah. Sebab itu, Herman Deru kerap memberikan dukungan di setiap kegiatan yang dilakukan ikatan alumni di Sumsel. “Ikatan alumni ini punya andil besar dalam membantu membangun Sumsel ini. Mereka menempuh pendidikan di luar daerah dan membawa ilmu kembali itu […]

  • Ada 78 Ton, Menperin Temukan Penyimpangan Minyak Goreng

    Ada 78 Ton, Menperin Temukan Penyimpangan Minyak Goreng

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 579
    • 0Komentar

    MENTERI Perindustrian (Menperin) dan jajaran Bersama Satgas Pangan Polri Kamis (14/4/2022) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua distributor (D1 dan D2) yang menyalurkan Minyak Goreng Curah Bersubsidi dan diduga ada penyimpangan. Dalam sidak itu hasilnya, terjadi penyimpangan atau ketidakpatuhan yang dilakukan para distributor tersebut sehingga Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya diterima masyarakat serta pelaku […]

  • Pelaksanaan Juli, Pemprov Sumsel Launching 100 Hari Tanda Dimulai FORNAS VI

    Pelaksanaan Juli, Pemprov Sumsel Launching 100 Hari Tanda Dimulai FORNAS VI

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    MENANDAI 100 hari menjelang digelarnya event Festival  Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VI pada bulan Juli  2022 di Sumatera Selatan Pemprov melakukan Launching. Lauching 100 hari menuju Fornas VI 2022  oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru yang ditandai dengan  senam bersama, penekanan touchscreen 100 hari jelang Fornas dan pelepasan  balon udara  yang dipusatkan  di halaman […]

  • Pedagang Kaki Lima di Keluang Ngaku Kecipratan Rezeki di Grasstrack

    Pedagang Kaki Lima di Keluang Ngaku Kecipratan Rezeki di Grasstrack

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    MESKI even Grasstrack Piala Bupati Muba Dodi Reza Alex (DRA) Cup 2020 di Sirkuit Central Jaya A3, Desa Mekarjaya, Kecamatan Keluang, akhir pekan lalu hanya sesaat, namun para pedagang kali lima umumnya mengaku puas dan kecipratan rezeki berlipat ganda. Mereka berharap kejuaraan – kejuaraan nasional dapat digelar kembali daerahnya sehingga dapat membantu meningkatkan omzetnya. Seperti […]

  • Warga Dapat Bantuan Perangkat STB, Bengkulu Jadi Saksi Sejarah Migrasi Siaran TV Digital

    Warga Dapat Bantuan Perangkat STB, Bengkulu Jadi Saksi Sejarah Migrasi Siaran TV Digital

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 669
    • 0Komentar

    SEBANYAK 15 keluarga di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi saksi dari perubahan siaran televisi dari analog ke digital. Hal ini karena masyarakat Bengkulu salah satu penerima bantuan perangkat set top box (STB) dari grup SCM/EMTEK dalam rangka uji coba distribusi STB jelang penghentian siaran analog atau analog switch off (ASO) tahap I. Hal […]

  • kapal perang tni al

    Asyiik Siapa Yang Pingin Nginap, Bakal Ada Kapal Jadi Hotel Terapung di Sungai Musi

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.551
    • 0Komentar

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) akan memberikan bantuan kapal perang melalui Hibah yang akan digunakan untuk Hotel terapung di Kawasan Dermaga Bagus Kuning Sungai Musi, Palembang sebagai sarana pendukung wisata sungai.

expand_less
WordPress Archive Athlete Fitness | Gym and Sport WordPress Theme Athlete – Fluid Responsive Magento Theme Athletex – WooCommerce Sport Equipment Theme Atik – A Simple WordPress Theme for your Online Store Atisa – Interactive Portfolio Showcase WordPress Theme Atoms – Blog & Magazine Elementor Template Kit Atos – Construction Elementor Template Kit AtoZ – Blog & Magazine Elementor Template Kit AtoZ SEO Tools – Search Engine Optimization Tools Atra – Creative Agency Elementor Template Kit