Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Disuruh Urus Semuanya, Posyandu Kelebihan Tugas?

Disuruh Urus Semuanya, Posyandu Kelebihan Tugas?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POSYANDU di Palembang kini tak lagi hanya tempat untuk menimbang bayi dan imunisasi, perannya diperluas menjadi pusat layanan terpadu lintas sektor.

Namun pertanyaannya,  apakah penguatan layanan atau justru menambah beban di lapangan?

Transformasi ini ditegaskan dalam pengembangan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), hingga pekerjaan umum.

Ketua TP Posyandu Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, belum lama ini mengakui arah kebijakan ini memang bertujuan memperluas manfaat Posyandu bagi masyarakat.

“Posyandu kini tidak lagi sekadar melayani urusan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu,” ujarnya dalam pertemuan koordinasi lintas sektor.

Di atas kertas, konsep ini terdengar ideal. Layanan menjadi lebih dekat, masyarakat tak perlu berpindah-pindah untuk mengakses kebutuhan dasar.

Namun, realitas di lapangan tidak selalu sesederhana konsep.

Posyandu selama ini bertumpu pada kader mayoritas relawan yang bekerja dengan semangat gotong royong. Mereka terbiasa menangani kesehatan ibu dan anak, bukan mengelola berbagai urusan lintas sektor yang kompleks.

Ketika enam bidang digabungkan dalam satu wadah, yang berubah bukan hanya fungsi, tapi juga beban kerja.

Dari yang semula fokus, menjadi serba harus bisa.

Masalahnya, Posyandu ditingkat kelurahan masih bergulat dengan keterbatasan sumber daya. Di saat yang sama, kader dituntut memahami pendidikan, sosial, hingga ketertiban lingkungan. Kader kini diharapkan memahami persoalan pendidikan, membantu urusan sosial, hingga ikut dalam aspek ketertiban lingkungan.

Hal ini  bukan cuma peningkatan kapasitas, tetapi  bisa membuat lonjakan ekspektasi. sehingga apakah lonjakan ini diikuti dengan dukungan yang memadai?

Data yang disampaikan TP Posyandu Kota Palembang menunjukkan, dari total 996 Posyandu yang ada, baru 106 yang terdaftar sebagai Posyandu 6 SPM di Kementerian Dalam Negeri.

“Artinya, saat ini kita baru mencapai rasio satu kelurahan satu Posyandu 6 SPM. Kita harus berupaya lebih keras agar seluruh Posyandu segera bertransformasi,” kata Dewi.

Angka ini bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan  proses transformasi masih jauh dari tuntas.

Ada kemungkinan sebagian belum siap. Ada juga kemungkinan kendala administratif yang belum sepenuhnya teratasi.

Dewi juga mengakui bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya pada implementasi program, tetapi juga pada proses pendaftaran administratif.

“Meskipun visi besar telah ditetapkan, tantangan dalam pendaftaran administratif masih menjadi fokus utama,” ujarnya.

Tentunya menunjukkan satu hal yang penting sebab persoalan di lapangan bukan semata soal niat, tapi juga sistem.

Sering kali, kebijakan publik berangkat dari asumsi  memperluas fungsi berarti memperkuat peran. Padahal, tanpa fondasi yang cukup, perluasan justru bisa berujung pada kelelahan.

Kader yang sebelumnya fokus kini harus membagi perhatian ke banyak sektor. Waktu yang terbatas harus mencakup lebih banyak urusan, sementara tuntutan pelayanan tetap tinggi.

Jika tidak diimbangi dengan pelatihan, pendampingan, dan sistem yang jelas, yang muncul bukan efisiensi, melainkan tekanan.

Pendekatan realistis

Langkah sosialisasi dan penguatan kapasitas kader memang telah direncanakan  TP Posyandu sebagai bagian dari percepatan transformasi.

Namun, pertanyaan yang tersisa adalah soal ritme.

Apakah perubahan ini bisa berjalan serentak di semua wilayah, atau justru membutuhkan pendekatan bertahap yang lebih realistis?

Perluasan peran Posyandu sejatinya adalah langkah maju. Mendekatkan layanan dasar ke masyarakat adalah kebutuhan, terlebih di kota dengan dinamika sosial yang kompleks.

Namun, transformasi tidak cukup hanya dengan menetapkan target.

Ia membutuhkan kesiapan baik dari sisi sumber daya manusia, sistem pendukung, maupun beban kerja yang proporsional.

Yang perlu dijaga adalah keseimbangan. Antara ambisi kebijakan dan kapasitas pelaksana. Antara target dan realitas.

Sebab pada akhirnya, kualitas pelayanan tidak ditentukan oleh seberapa banyak fungsi yang ditambahkan.

Tapi oleh seberapa baik fungsi itu dijalankan.

Posyandu selama ini kuat karena kedekatannya dengan masyarakat. Karena kepercayaan yang dibangun perlahan. Karena kader yang hadir bukan sekadar menjalankan program, tapi menjadi bagian dari lingkungan itu sendiri.

Transformasi seharusnya memperkuat itu, bukan justru membebani secara diam-diam.

Jika tidak, Posyandu memang akan terlihat lebih besar. Tapi belum tentu menjadi lebih efektif. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dodi Sebut Replanting Sawit Bagian Kontribusi Jokowi untuk Muba

    Dodi Sebut Replanting Sawit Bagian Kontribusi Jokowi untuk Muba

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi pilot project replanting atau peremajaan lahan sawit di Indonesia. Tercatat, di lahan seluas 4.446 hektare lahan sawit milik petani sawit mandiri diberikan peremajaan gratis secara cuma-cuma. Upaya ini tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten Muba yang dinahkodai Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang juga Ketua Dewan […]

  • Jangan Sampai Ketinggalan, Petrus Mahendra Bakal Bawakan 20 Lagu Malam ini

    Jangan Sampai Ketinggalan, Petrus Mahendra Bakal Bawakan 20 Lagu Malam ini

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hello Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin ada kabar yang menggembirakan nih,  jangan sampai ketinggalan ya, karena malam nanti puncak Grand final Kuyung kupek Muba tahun 2023 akan dimeriahkan langsung oleh artis ibukota Petrus Mahendra. Tidak hanya artis papan atas, Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Adinda Cresheilla, Abang Jakarta 2023 Eckel Athana, dan None jakarta 2023 […]

  • Safari Jumat Sembari Bungadesa, Apa Itu ?

    Safari Jumat Sembari Bungadesa, Apa Itu ?

    • calendar_month Jumat, 5 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    ASISTEN II Bidang Perekonomian dan Pembangunan H Riswandar mewakili Plh Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) melaksanakan Safari Jum’at BUNGADESA (Bupati ngantor di Desa), di Kecamatan Rambang Niru tepatnya di Desa yang 90% mata pencahariannya yaitu petani karet dan kelapa sawit yaitu Desa Tanjung Menang,jum’at (5/3/2021). Didepan warga masyarakat, Asisten II menjelaskan apa itu BUNGADESA dan […]

  • Vidio, Penatu & Gadis Berani Tayang, Saat Kemenekraf Serius Nonton Film Anak Bangsa, Bukan Cuma Nonton Rating!

    Vidio, Penatu & Gadis Berani Tayang, Saat Kemenekraf Serius Nonton Film Anak Bangsa, Bukan Cuma Nonton Rating!

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    PROGRAM Akselerasi Kreatif subsektor film yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng Emtek Group berhasil membuka pintu lebar bagi sineas muda Indonesia menembus pasar digital Asia Tenggara. Melalui kerja sama dengan platform streaming Vidio dan pelatihan dari Indepark Institute, program ini membuktikan bahwa kreativitas lokal bisa punya kelas internasional, bukan cuma viral di grup WhatsApp […]

  • PSSI : Selamat untuk Qatar jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

    PSSI : Selamat untuk Qatar jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.539
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Malaysia –Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bersama Waketum Iwan Budianto, Sekjen Yunus Nusi, dan Wasekjen Maaike Ira Puspita menghadiri rapat Exco AFC di Bukit Jalil, Malaysia, hari ini (17/10). Rapat Exco AFC ini untuk menentukan negara mana yang berhak menjadi tuan rumah Piala Asia 2023. Ada tiga kandidat yang mengajukan menjadi tuan rumah, yakni […]

  • Besok Akan Diberlakukan, 6 Aturan Menhub terkait Penggunaan Transportasi di Masa PPKM Darurat

    Besok Akan Diberlakukan, 6 Aturan Menhub terkait Penggunaan Transportasi di Masa PPKM Darurat

    • calendar_month Minggu, 4 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 571
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) pada Jumat (2/7/2021) kemarin, menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi di masa pandemi COVID-19 di masa penerapan PPKM Darurat mulai 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali. Terbitnya keempat SE Kemenhub di sektor transportasi darat, laut, udara, dan kereta api tersebut dalam rangka menindaklanjuti terbitnya […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog WooCommerce Custom Product Designer Woocommerce custom product tabs WooCommerce Custom T-Shirt Designer