Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Tolak Pungli Tanpa Sanksi Tegas, Pesan Mudah Menguap

Tolak Pungli Tanpa Sanksi Tegas, Pesan Mudah Menguap

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA kalimat yang sering terdengar ringan, tapi berat dijalankan “Jangan ada lagi pungli.” Saat Bupati Muba, H M Toha, menyampaikannya di halal bihalal bersama ASN, suasananya memang hangat. Tapi pesan itu  bukan hanya  ucapan lepas di momen lebaran.

Kalimat seperti ini sudah terlalu sering beredar. Diulang, ditegaskan, bahkan dipasang di spanduk. Namun praktiknya masih saja muncul, berganti istilah, berganti cara. Masyarakat akhirnya paham sendiri yang berubah hanya bungkusnya.

Di sinilah persoalannya. Imbauan tanpa langkah nyata mudah sekali menguap. Hari ini ditegaskan, besok dilupakan.

Apa yang disampaikan Bupati sebenarnya sudah menyentuh hal mendasar. Soal keikhlasan bekerja, soal loyalitas, soal tanggung jawab sebagai pelayan publik.

Itu sebenarnya sangat penting. Tapi di lapangan, persoalan tidak selalu selesai hanya dengan ajakan moral.

Ada kebiasaan lama yang sudah mengendap. Tidak cukup disentuh, harus digeser.

Kalau ingin benar-benar memutus rantai pungli, perlu ada batas yang jelas, mana yang boleh, mana yang tidak.

Bahkan lebih dari itu, harus ada konsekuensi yang terasa. Tanpa itu, imbauan hanya jadi pengingat sesaat.

Oleh karena itu peran kepala daerah justru krusial. Bupati tidak cukup hanya mengingatkan. Perlu memastikan ada aturan main yang tegas dan dijalankan tanpa ragu.

Misalnya, standar sanksi yang jelas bagi ASN yang terbukti melakukan pungli.

Tidak perlu bertele-tele. Kalau ringan, beri peringatan keras. Kalau berulang, naik ke sanksi disiplin. Kalau sudah masuk kategori pelanggaran serius, proses sesuai aturan hukum.

Sehigga pesan yang disampaikan itu  jadi tidak bias, sehingga semua ASN tahu risikonya dan punya rasa tanggung jawab, bukan hanya formalitas.

Langkah seperti ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi menjaga kepercayaan lantaran yang bakal dirugikan itu bukan hanya masyarakat, tapi juga ASN lain yang sudah bekerja dengan benar.

Di sisi lain, apa yang disinggung soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) patut dilihat sebagai bagian dari solusi.

Kesejahteraan memang tidak otomatis menghapus pelanggaran, tapi bisa menutup celah yang sering dijadikan alasan.

ASN yang merasa diperhatikan biasanya lebih fokus pada pekerjaan. Setidaknya, ruang untuk pembenaran semakin sempit.

Pendekatan yang tidak mengandalkan sidak juga punya sisi positif. Komunikasi yang terbuka bisa membuat persoalan lebih cepat terdeteksi.

Tapi tetap perlu diingat, tanpa pengawasan yang kuat, suasana nyaman bisa berubah jadi longgar.

Keseimbangan itu yang penting dekat tanpa kehilangan kendali.

Soal infrastruktur yang ikut disorot juga bukan hal kecil. Jalan rusak bukan sekadar angka di laporan. Itu yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Dari situlah kepercayaan dibangun atau justru runtuh.

Kalau jalan mulai diperbaiki, pelayanan tidak lagi berbelit, dan urusan bisa selesai tanpa biaya tambahan, masyarakat akan melihat perubahan tanpa perlu dijelaskan panjang lebar.

Hasil selalu lebih kuat daripada janji.

Agar arah ini tidak berhenti di seremoni, ada beberapa hal yang bisa langsung diperkuat.

Transparansi layanan harus dibuka lebar. Biaya, alur, dan waktu penyelesaian tidak boleh abu-abu. Semakin jelas, semakin sempit ruang permainan.

Digitalisasi juga perlu dipercepat. Bukan sekadar modernisasi, tapi memotong jalur-jalur rawan. Proses yang rapi membuat peluang penyimpangan makin kecil.

Pengawasan internal harus hidup. Bukan hanya formalitas. Harus ada evaluasi rutin yang benar-benar membaca kondisi di lapangan.

Dan yang tidak kalah penting, saluran pengaduan masyarakat harus responsif. Jangan sampai laporan masuk, tapi berhenti tanpa tindak lanjut. Dari sana justru banyak pintu perbaikan bisa dibuka.

Pesan Bupati Toha sudah memberi arah. Tapi arah saja tidak cukup tanpa pijakan yang kuat.

Kalau imbauan berjalan sendiri tanpa sanksi yang jelas, ia akan cepat hilang. Tapi kalau dibarengi aturan yang tegas dan dijalankan konsisten, perlahan akan terbentuk kebiasaan baru.

Bukan hal instan, tapi bukan juga mustahil.

Pada akhirnya, masyarakat tidak akan menilai dari seberapa sering larangan diucapkan. Mereka melihat dari apa yang berubah.

Sehingga perubahan itu selalu punya tanda yang sederhana, dengan urusan jadi mudah, tidak mahal, dan tidak lagi menyisakan rasa curiga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Beasiswa LPDP & Beasiswa AAS Bersama BIeF.Id

    Mengenal Beasiswa LPDP & Beasiswa AAS Bersama BIeF.Id

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    BRIDGE Future ID (BieF.ID) sukses gelar webinar dengan tema “Raih Cita : How to Get Scholarship for Our Bright Future”, yang dilaksanakan secara daring, Senin (10/01/2022). Webinar dinarasumberi Arie Budiyarto, MEnvPolicy & Mgt, penerima Beasiswa AAS  2014  dan Yeni Fitriyani, S.Pd selaku penerima Beasiswa LPDP 2021. Arie Budiarto, MEnvPolicy&Mgt mengatakan Beasiswa AAS memberi manfaat tidak […]

  • Pemkab Muba Rekrut Pegawai Tetap BLUD RSUD Sekayu

    Pemkab Muba Rekrut Pegawai Tetap BLUD RSUD Sekayu

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    RUMAH Sakit Umum Daerah Sekayu merupakan rumah sakit yang pertama kalinya di Provinsi Sumatera Selatan merekrut Pegawai Tetap Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ada sebanyak 67 orang berasal dari berbagai provinsi yang hari ini dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi sebagai Pegawai Tetap BLUD, di Aula RSUD Sekayu, […]

  • Serukan Perlawanan Terhadap Kemiskinan

    Serukan Perlawanan Terhadap Kemiskinan

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.754
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Demi menekan angka kemiskinan di Sumsel mencapai satu digit, Gubernur Sumsel H.Herman Deru tak segan menyerukan perlawanan terhadap kemiskinan di berbagai kesempatan. Salah satunya saat ia membuka  Seminar dan Dialog Nasional dengan tema “Pengelolaan Sumber Daya Alam di Era Revolusi Industri 4.0” yang digelar Himpuni di  Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (12/2/2019). […]

  • Presiden Serahkan Secara Simbolis, Atlet Berprestasi di SEA Games Terima Bonus

    Presiden Serahkan Secara Simbolis, Atlet Berprestasi di SEA Games Terima Bonus

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.455
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kontingen Indonesia yang telah berjuang di SEA Games ke-31 di Vietnam, sekaligus menyerahkan bonus apresiasi bagi para atlet dan para pelatih yang telah mengharumkan nama Indonesia. Acara tersebut digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/06/2022). “Hari ini saya bangga, saya senang bahwa dari 499 atlet yang kita kirim […]

  • Nikmati Pelayanan Taksi Bintang 5 Pertama di Jakarta yang Sepenuhnya Elektrik

    Nikmati Pelayanan Taksi Bintang 5 Pertama di Jakarta yang Sepenuhnya Elektrik

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.477
    • 0Komentar

    Xanh SM, penyedia pelayanan tumpangan 100% elektrik yang pertama di Indonesia, telah tiba di Jakarta, yang menciptakan revolusi dalam mobilitas perkotaan dengan solusi transportasi berkelanjutan dan menetapkan standar baru untuk pelayanan bintang 5. Sumselterkini.co.id,- JAKARTA, INDONESIA – Media OutReach Newswire – 16 Desember 2024 – Jakarta, metropolis luas yang terkenal dengan lalu lintas tanpa henti […]

  • Kemarin di Muba, Bertambah 4 Kasus Sembuh, 4 Positif

    Kemarin di Muba, Bertambah 4 Kasus Sembuh, 4 Positif

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (27/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan 4 kasus terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 4 kasus sembuh dan 4 kasus positif COVID-19 Muba,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 4 kasus positif yakni kasus 399 laki-laki usia 31 tahun Kecamatan […]

expand_less
WordPress Archive Chemistry – Responsive Portfolio & Shop WP Theme Chicago – Restaurant & Cafe WordPress Theme Chicky – WordPress Fashion Marketplace Theme Chief – Modern Barbershop Template Kit Chikapoe – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Childhood Kids – Child Care Center Elementor Template Kit ChildHope | Child Adoption Services & Nonprofit Theme Childit – Kindergarten Elementor WordPress Theme Children Charity – Nonprofit & NGO WordPress Theme Chinchilla – Pet WordPress Theme