Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Prof Febrian Buka Peran Kejaksaan di DPRD Sumsel

Prof Febrian Buka Peran Kejaksaan di DPRD Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POLEMIK rencana pengadaan meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan memunculkan berbagai tanggapan dari publik. Selain menyoroti kepantasan penggunaan anggaran, isu ini juga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana aparat penegak hukum dapat terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Dr Febrian menjelaskan  dalam sistem pengadaan pemerintah terdapat tahapan yang berbeda antara perencanaan anggaran dan pelaksanaan pengadaan. Kedua tahap tersebut memiliki mekanisme pengawasan yang tidak sama.

Menurutnya, pada tahap perencanaan, proses penyusunan anggaran masih berada dalam ruang administrasi pemerintahan daerah yang melibatkan pemerintah daerah dan lembaga legislatif. Pada tahap ini pengawasan lebih banyak dilakukan melalui mekanisme internal pemerintah serta evaluasi dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Dalam Negeri.

Ia menegaskan  aparat penegak hukum seperti kejaksaan tidak berada dalam posisi mengawasi proses perencanaan anggaran secara langsung.

“Kejaksaan pada dasarnya tidak berada dalam tahap perencanaan. Keterlibatan mereka biasanya muncul ketika proses pengadaan sudah berjalan atau ketika ada kerja sama pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan,” jelas Febrian.

Ia menambahkan, dalam beberapa kasus lembaga pemerintah memang menjalin kerja sama dengan kejaksaan melalui perjanjian pendampingan hukum. Namun kerja sama tersebut umumnya dilakukan ketika kegiatan sudah memasuki tahap pelaksanaan proyek atau pengadaan barang dan jasa.

Karena itu, Febrian menilai penting bagi publik untuk memahami perbedaan tahapan tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai peran masing-masing lembaga dalam pengelolaan anggaran daerah.

Dalam polemik yang berkembang saat ini, ia juga menyoroti pernyataan sejumlah pihak yang menyebut pengadaan tersebut masih berada pada tahap perencanaan.

Menurutnya, jika suatu kegiatan sudah tercantum dalam anggaran tahun berjalan, maka secara administratif proses tersebut sebenarnya telah berada dalam fase pelaksanaan.

“Perencanaan biasanya disusun pada tahun sebelumnya, ketika rancangan anggaran disiapkan. Setelah masuk tahun anggaran berjalan, kegiatan itu pada dasarnya sudah masuk tahap pelaksanaan,” katanya.

Meski demikian, Febrian menilai polemik mengenai pengadaan meja biliar tidak hanya perlu dilihat dari sisi prosedur administrasi. Baginya, isu ini juga berkaitan dengan bagaimana lembaga publik menentukan prioritas penggunaan anggaran.

Ia menilai lembaga politik perlu mempertimbangkan sensitivitas sosial ketika menyusun rencana belanja institusi. Fasilitas yang dinilai tidak mendesak berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terutama ketika kondisi ekonomi sebagian warga masih menghadapi berbagai tantangan.

Evaluasi kebijakan

Dalam sistem pemerintahan daerah, Febrian menjelaskan  DPRD memang memiliki fungsi penting dalam pembahasan anggaran daerah. Namun secara administratif, pengelolaan anggaran operasional lembaga legislatif berada di bawah sekretariat DPRD.

Di struktur tersebut, Sekretaris DPRD memiliki peran sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertanggung jawab terhadap proses administrasi kegiatan dan penggunaan anggaran.

Karena itu, ia menilai penjelasan mengenai detail rencana pengadaan barang di lingkungan DPRD semestinya dapat dijelaskan melalui mekanisme administrasi yang ada di sekretariat lembaga tersebut.

“Dalam struktur birokrasi, Sekretariat Dewan adalah yang mengelola proses anggaran di lingkungan DPRD,” ujarnya.

Meski polemik sudah berkembang luas, Febrian melihat persoalan ini masih dapat diselesaikan melalui mekanisme evaluasi kebijakan.

Dalam sistem pengelolaan anggaran pemerintah, tidak semua rencana belanja harus direalisasikan apabila dinilai tidak lagi relevan atau tidak menjadi prioritas.

Anggaran yang sudah dialokasikan masih dapat ditinjau kembali melalui berbagai mekanisme, termasuk dengan tidak merealisasikan kegiatan tersebut apabila dianggap tidak tepat sasaran.

Menurutnya, langkah evaluasi semacam itu justru dapat menjadi bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat prinsip kehati-hatian dalam penggunaan anggaran publik.

Ia menekankan setiap rupiah dalam anggaran daerah pada dasarnya berasal dari kepentingan masyarakat.

Karena itu, keputusan mengenai penggunaan anggaran perlu selalu mempertimbangkan manfaat yang lebih luas bagi publik.

“Pengelolaan anggaran publik pada akhirnya harus berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Febrian.

Polemik ini sekaligus menunjukkan bagaimana satu rencana pengadaan dapat berkembang menjadi diskusi yang lebih luas tentang tata kelola anggaran, transparansi, serta sensitivitas pejabat publik dalam menentukan prioritas penggunaan dana daerah.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Orang Pelaku Perampokan Diringkus Polres Muba

    5 Orang Pelaku Perampokan Diringkus Polres Muba

    • calendar_month Rabu, 28 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kerja tim Polres Muba patut diacungkan jempol, pasalnya, dalam waktu kurang lebih satu bulan berhasil meringkus 5 orang pelaku perampokan rumah / tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada 28 Oktober 2018 lalu terhadap warga Dusun III,  Desa Mulyo Rejo, Kec. Sungai Lilin, Kabupaten Muba. Komplotan pelaku ditangkap dari hasil […]

  • Wirausaha Lokal Terus Mendapat Dukungan Pemerintah

    Wirausaha Lokal Terus Mendapat Dukungan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 26 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Ekonomi adalah urat nadi pembangunan. Kontribusi ekonomi lokal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang semakin meningkat adalah prasyarat dasar untuk semakin kokoh menghadapi ketidakpastian global. Perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama berlandaskan asas kekeluargaan dengan koperasi sebagai tiang penopang utamanya. Kontribusi koperasi terhadap PDB meningkat dari 1,71 persen di tahun 2014 menjadi […]

  • Cerminan Wajah Sumsel, Gubernur Minta Berperan Aktif Tingkatkan Layanan

    Cerminan Wajah Sumsel, Gubernur Minta Berperan Aktif Tingkatkan Layanan

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menekankan agar Kantor Imigrasi Kelas I Palembang terus meningkatkan kinerja salah satunya di bidang pelayanan. Hal itu disampaikan Herman Deru usai menjadi Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke 70 Tahun di Kantor Wilayah Imigrasi Kelas I Palembang, Senin (27/1). Menurut HD, pelayanan imigrasi merupakan cerminan wajah Indonesia. Untuk […]

  • Sumsel Hibahkan Lahan 2 Hektare Untuk Polda Sumsel

    Sumsel Hibahkan Lahan 2 Hektare Untuk Polda Sumsel

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 di Kepolisian Daerah Sumsel (Polda) Sumsel, Rabu (1/7) pagi terasa lebih spesial. Selain dihadiri hampir seluruh Forkompinda, Polda Sumsel juga mendapat “hadiah” spesial dari Gubernur Sumsel H.Herman Deru SH.MM. Bertepatan dengan hari jadinya itu, Polda Sumsel diberikan hibah lahan seluas 20.000 meter persegi atau setara 2 hektare oleh Pemprov Sumsel […]

  • prabowo-sby

    Prabowo Siap Temui SBY, Ada Apa ?

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2017
    • account_circle Bono
    • visibility 1.352
    • 0Komentar

    Ketua Umum Partai Garindra  Prabowo Subianto dikhabarkan akan menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Hal itu diakui oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani. Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Idil Akbar melihatnya sebagai manuver politik dari parpol-parpol yang menolak pembahasan RUU Pemilu kemarin.

  • Turunkan Angka Kemiskinan, Pemerintah Terus Kembangkan Perekonomian Masyarakat, dampak Pandemi Covid

    Turunkan Angka Kemiskinan, Pemerintah Terus Kembangkan Perekonomian Masyarakat, dampak Pandemi Covid

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 455
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mendorong semua elemen masyarakat, termasuk pilar-pilar sosial, untuk berkontribusi terhadap percepatan penanganan kemiskinan dengan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sehingga semuanya lebih mandiri. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Kemensos, Edi Suharto, mewakili Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (19/6/2022). Edi menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Karang Taruna di […]

expand_less
WordPress Archive WPBakery Mega Pack – Addons and Templates WPBakery Page Builder Add-on Bookshelf WPBakery Page Builder Add-on – Business FlipBook WPBakery Page Builder Add-on – Carousel WPBakery Page Builder Add-on – Classy FlipBook WPBakery Page Builder Add-on – CSS3 Accordion WPBakery Page Builder Add-on – Image Accordion & Profile Panel WPBakery Page Builder Add-on – Image with Arrow WPBakery Page Builder Add-on – Mine FlipBook WPBakery Page Builder Add-on – Sticker & Type Writer