Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Saat Afrika Tersendat, Kakao RI Tancap Gas

Saat Afrika Tersendat, Kakao RI Tancap Gas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA kakao sempat batuk panjang pada 2024. Pasokan dari Afrika Barat wilayah yang selama ini dijuluki “pantai emas” kakao global terganggu. Negara-negara pengolah kakao kelimpungan. Pabrik grinding di berbagai belahan dunia menahan laju produksi karena bahan baku tersendat.

Di tengah situasi itu, Indonesia tidak ikut limbung. Indonesia justru mengencangkan mesin.

Data 2025 menunjukkan industri pengolahan nasional tumbuh 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,11 persen. Sektor agro menjadi tulang punggungnya. Industri agro menyumbang 52,09 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas per Desember 2025. Angka itu bukan sekadar statistik. Angka itu mencerminkan arah baru struktur industri nasional.

Pemerintah membaca momentum global dengan cepat. Saat pasokan kakao dari Afrika Barat terganggu pada 2024, pelaku industri dunia mencari alternatif. Indonesia memanfaatkan ruang itu.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa disrupsi global tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan aktivitas grinding di banyak negara. Namun memasuki 2025, pasokan biji kakao domestik mulai pulih dan meningkat. Industri pengolahan kakao nasional langsung bergerak.

Indonesia mencatat pertumbuhan grinding sebesar 4,43 persen dengan volume mencapai 422.176 ton. Industri ini menghasilkan devisa hingga USD 3,42 miliar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen kakao olahan keempat terbesar di dunia. Indonesia kini menyuplai 8,46 persen kebutuhan kakao olahan global mulai dari cocoa butter, cocoa liquor, cocoa cake hingga cocoa powder.

Saat Ghana dan Pantai Gading menghadapi tekanan produksi, Indonesia pelan tapi pasti mengisi celah pasar. Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor biji mentah. Indonesia menjual nilai tambah. Indonesia mengolah, menggiling, dan mengirimkan produk setengah jadi ke pasar dunia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan industri agro, termasuk kakao, menjadi prioritas strategis. Pemerintah terus memperkuat daya saing industri pengolahan melalui kebijakan hulu-hilir yang terintegrasi.

Pemerintah memasukkan komoditas kakao ke dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Program ini mendorong revitalisasi kebun, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan riset dan inovasi.

Kementerian juga mengalokasikan anggaran restrukturisasi mesin untuk industri pengolahan kakao dan cokelat. Industri membutuhkan efisiensi agar mampu bersaing dalam pasar global yang semakin ketat. Modernisasi mesin menjadi langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Di sisi eksternal, angin global ikut berubah arah. Penundaan implementasi European Union Deforestation Regulation memberi ruang bernapas bagi eksportir komoditas berbasis lahan, termasuk kakao. Amerika Serikat juga menetapkan tarif 0 persen untuk produk kakao dan cokelat Indonesia. Kebijakan itu membuka jalur ekspor lebih lebar ke pasar bernilai tinggi.

Kombinasi momentum global dan konsolidasi domestik membentuk narasi baru Indonesia tidak lagi berdiri di pinggir rantai pasok dunia. Indonesia masuk ke tengah panggung.

Narasi tersebut akan semakin ditegaskan saat Indonesia menjadi tuan rumah The 9th Indonesia International Cocoa Conference pada 22-24 Juli 2026 di Yogyakarta. Konferensi bertema “The Rise of Indonesian Cocoa, The Pearl of Asia for the World” itu bukan sekadar seremoni tahunan. Forum tersebut menjadi simbol positioning global.

Indonesia ingin menegaskan diri sebagai “Pearl of Asia” dalam industri kakao. Istilah itu bukan klaim kosong. Indonesia sudah memiliki kapasitas grinding signifikan, basis bahan baku yang terus diperbaiki, serta dukungan kebijakan yang terstruktur.

Tantangan tetap ada. Produktivitas kebun rakyat masih perlu ditingkatkan. Ketergantungan pada fluktuasi harga global belum sepenuhnya hilang. Namun arah kebijakan kini terlihat lebih fokus: memperkuat hulu, memodernisasi hilir, dan memperluas pasar ekspor.

Industri kakao menawarkan gambaran lebih luas tentang transformasi industri Indonesia. Ketika dunia menghadapi disrupsi, negara yang siap akan mengambil peluang. Indonesia menunjukkan kesiapan itu pada 2025.

Pasar global selalu bergerak dinamis. Krisis pasokan di satu wilayah bisa menjadi peluang di wilayah lain. Indonesia memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat grinding, meningkatkan efisiensi, dan memperluas penetrasi pasar.

Jika tren ini berlanjut, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai produsen kakao tropis. Indonesia akan dikenal sebagai pusat pengolahan kakao Asia sebuah simpul penting dalam rantai pasok dunia.

Dunia kakao mungkin sempat terguncang. Namun di tengah guncangan itu, Indonesia justru menemukan pijakan baru. Dari kebun rakyat hingga ruang konferensi Internasional, Indonesia sedang menulis bab berikutnya dalam peta industri kakao global. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Miliki Tanggung Jawab Besar Terhadap Negara, Guru Honor Harus di Angkat Jadi PPPK  

    Dinilai Miliki Tanggung Jawab Besar Terhadap Negara, Guru Honor Harus di Angkat Jadi PPPK  

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 655
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi  dan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota di Sumsel berupaya agar guru yang berstatus honorer di Sumsel dapat diangkat menjadi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal itu menyusul setelah adanya rencana pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang akan […]

  • NET

    Positif Covid -19 di Sumsel Total 1.498 Kasus, Tambahan 50 Kasus Baru Didominasi Palembang, Bagaimana PSBB II Sukseskah ?  

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.391
    • 0Komentar

    UPDATE Covid -19 Selasa [16/6/2020], kasus positif covid-19 di Sumsel bertambah 50 kasus, sehingga total menjadi 1.498 kasus, lantas sukseskah Pembatasan Sosial Berskala Besar [PSBB] tahap II yang hari ini Selasa [16/6/2020] baru berakhir dan Pemkot Palembang sendiri  segera melakukan beberapa pembahasan dari hasil pelaksanaan PSBB tersebut. Hanya masukan dan saran berbagai kalangan para ahli […]

  • 4 Lawang Targetkan Bebas HIV/AIDS

    4 Lawang Targetkan Bebas HIV/AIDS

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang menargetkan pada tahun ini bebas dari kasus HIV/AIDS. Kepala Dinas Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang Wiwik Supriyantini, SKM. M.Kes melalui Kabid Masalah Kesehatan M. Junaidi, SKM belum lama ini mengatakan pada 2018 Kabupaten Empat Lawang dari umur kurang empat tahun hingga lansia tercatat ada sekitar 6 kasus […]

  • Gandeng BSB, Diskominfo OKI Ajak Anak Muda Salurkan Kreativitas Lewat Lomba Video

    Gandeng BSB, Diskominfo OKI Ajak Anak Muda Salurkan Kreativitas Lewat Lomba Video

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.374
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Banyak jalan dan cara untuk anak-anak muda menyalurkan bakat dan kreativitasnya.  Begitu juga beragam media yang dapat menjadi alat bagi eksistensi anak muda di era digital. Melalui lomba video kreatif Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung menggelar lomba video kreatif momentum HUT OKI pada Oktober lalu.Kepala Dinas […]

  • Mekanisme Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)

    Mekanisme Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN vaksinasi COVID-19 sudah dimulai untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Jabodetabek pada 24 Februari 2021. Mekanisme pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk PTK saat ini adalah bahwa Kemendikbud dan Kemenag telah menyiapkan data PTK yang dijadikan basis pemberian vaksinasi. Para PTK terdaftar akan menerima jadwal dan lokasi vaksinasi dari dinas kesehatan / dinas pendidikan / […]

  • Ini Tujuh Finalis Lomba Video Pendek Animasi Islami 2021

    Ini Tujuh Finalis Lomba Video Pendek Animasi Islami 2021

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

      KEMENTERIAN Agama mengumumkan tujuh finalis Kompetisi Film Pendek Animasi Islami Tingkat Nasional 2021. Pengumuman ini disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri di Bogor, Sabtu (14/8/2021). Syamsul  menjelaskan, tujuh finalis yang diumumkan merupakan penerima nilai terbaik dari 102 peserta yang berasal dari 34 provinsi. Nomor urut tujuh nama finalis yang dibacakan, menurut Syamsul, tidak […]

expand_less
WordPress Archive Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder Qodify – IT Solutions And Services WordPress Theme Qohwa - Coffee Shop & Store Ecommerce Elementor Pro Template Kit Qolle – Digital Marketing Agency WordPress Theme Qomfort - Hotel Booking Elementor Template Kit Qomfort – Hotel Booking WordPress Theme