Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Festival Santri Kreatif, Investasi Masa Depan Palembang!

Festival Santri Kreatif, Investasi Masa Depan Palembang!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 366
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASA depan Palembang itu tidak dibangun dengan cara serba instan, masa depan tidak muncul karena ramainya tepuk tangan, apalagi karena viral semalam lalu dilupakan.

Melainkan masa depan itu dirawat dengan cara pelan-pelan, seperti menanam pohon, hari ini disiram, besok dicek, lusa dibersihkan dari rumput liar. Oleh sebab itu Festival Generasi Islami Kreatif (FGIK) 2026 yang digelar itu berada di jalur tidak gegap gempita, tapi serius.

Apalagi di era sekarang, ukuran sukses sering kali aneh. Acara ramai kamera dianggap berhasil, acara sunyi dicap gagal. Padahal, tidak semua yang ramai itu penting, dan tidak semua yang penting itu ramai. FGIK paham betul soal ini.

FGIK tidak sibuk mengejar sorotan, tapi fokus mengurus hal yang sering luput dari perhatian membentuk manusia yang utuh, bukan sekadar tampil rapi di foto.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa hadir membuka festival ini dengan pesan yang terdengar sederhana, tapi maknanya panjang. Kota tidak cukup dibangun dengan beton dan aspal. Jalan mulus percuma kalau manusianya gampang tergelincir.

Gedung tinggi sia-sia kalau akhlaknya pendek. Maka pendidikan karakter kembali ditekankan, bukan sebagai slogan, tapi kebutuhan. Santri hari ini hidup di dua dunia. Satu kaki di pesantren, satu jari di layar ponsel. Notifikasi datang lebih cepat dari bel masuk.

Apalagi algoritma itu kadang lebih didengar daripada nasihat orang tua. Di tengah situasi seperti ini, pesantren sering disalahpahami seolah tertinggal zaman.

Padahal, justru di sanalah rem moral masih dipasang dengan benar, bahkan FGIK menjadi ruang latihan yang menarik. Santri bukan cuma diminta pintar, tapi juga berani. Bukan hanya hafal, tapi paham. Mereka tampil, berkreasi, lomba, kalah, menang, lalu belajar lagi.

Oleh karena itu, ini bukan sekadar festival, tapi simulasi kehidupan. Karena di dunia ini nyata, tidak semua usaha berakhir dengan piala, terkadang hanya dengan pelajaran.

Soal literasi digital, Ratu Dewa tidak bicara dengan nada takut-takut. Teknologi juga tidak diposisikan sebagai musuh.

AI dikenalkan, media sosial dirangkul. Santri didorong untuk tidak sekadar jadi penonton yang pasrah digiring algoritma, tapi pemain yang sadar arah. Bukan cuma ikut tren, tapi tahu batas.

Oleh karena itu, literasi digital tanpa karakter itu berbahaya. Ibarat mobil kencang tanpa rem jalannya seru, berhentinya bikin panik. Sebaliknya, karakter tanpa literasi bikin niat baik sering salah jalan. Maka pesantren ditantang untuk menyeimbangkan keduanya, akhlak kuat, dan wawasan luas.

Santri juga diajak menjadi kreator konten kebaikan. Dakwah tidak harus selalu tegang dan menggurui.

Pesan baik bisa disampaikan dengan cara yang ramah, santun, bahkan lucu asal tidak kehilangan nilai, karena senyum sering lebih masuk daripada bentakan, dan contoh hidup lebih ampuh daripada ceramah panjang.

Tak kehilangan arah

Soal buta aksara Al-Qur’an, ini bagian yang terasa menampar halus. Kita hidup di era di mana password dihafal di luar kepala, tapi ayat pendek sering terbata.

Jari rajin scroll berjam-jam, tapi membuka mushaf terasa berat. HP makin pintar, tapi hati sering kelelahan. Pesantren mengingatkan jangan sampai teknologi membuat kita jauh dari sumber nilai.

Peresmian TK di lingkungan pesantren juga bukan sekadar pelengkap acara, sebab sebagai pesan penting, karakter tidak dibentuk dadakan. Karakter ditanam sejak kecil, sejak anak belajar disiplin, berbagi, dan menghormati. Sejak usia belum kenal filter kamera, tapi sudah diajari filter perilaku.

FGIK sejatinya bukan tentang hari ini, tapi tentang Palembang 10–20 tahun ke depan. Tentang generasi yang tidak gagap teknologi, tapi juga tidak kehilangan arah.

Generasi yang cakap digital, tapi tetap berpijak pada nilai. Generasi yang tahu cara bicara di ruang publik, tapi juga tahu kapan harus diam dan merenung.

Pesantren lewat festival ini sedang menunjukkan satu hal penting mereka tidak tertinggal zaman.

Mereka hanya memilih berjalan dengan tujuan. Tidak terburu-buru, tidak silau, tapi konsisten. Di tengah dunia yang berlomba jadi tercepat, pesantren mengingatkan  yang terpenting bukan siapa yang duluan, tapi siapa yang sampai dengan selamat.

Jadi, Festival Generasi Islami Kreatif bukan sekadar agenda tahunan atau daftar lomba. Ia adalah ikhtiar panjang membangun manusia sebelum membangun segalanya. Setoran kecil hari ini, hasil besar di masa depan.

Kata pepatah  “Ilmu tanpa adab ibarat cahaya tanpa arah terang, tapi membutakan.” Oleh sebab itu lewat FGIK, Palembang sedang belajar menyalakan cahaya itu dengan bijak cukup terang, cukup hangat, dan tidak menyilaukan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Petani Karet  Hingga Ketahanan Indonesia

    Dari Petani Karet  Hingga Ketahanan Indonesia

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) selalu ada bagi rakyat Muba baik saat normal maupun saat pandemi Corona virus melanda dunia, Indonesia sampai ke antero Bumi Serasan Sekate. Bukan saja membantu dana talangan tunai dan bahan pangan bagi warga, Pemkab Muba dibawah Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengutamakan pemulihan dan ketahanan ekonomi. UMKM berbasis […]

  • Agar Produksi Lancar, Pusri Lakukan Turn Around Pabrik Baru II B

    Agar Produksi Lancar, Pusri Lakukan Turn Around Pabrik Baru II B

    • calendar_month Selasa, 31 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.443
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang melakukan Turn Around (TA/Pemeliharaan) Pabrik II B yang baru dibangun beberapa tahun silam setelah P2B Plant Acceptance (serah terima). “Pemeliharaan pabrik memang sudah hal biasa dilakukan, bukan saja II B, namun pabrik lama juga masuk jadwal TA tahun ini. Ibarat kendaraa n pasti setelah kian kilometer atau […]

  • Gubernur Keberadaan RAPI Masih Dibutuhkan,  RAPI Dapat Menjadi Media Penyampai Informasi Saat Darurat

    Gubernur Keberadaan RAPI Masih Dibutuhkan, RAPI Dapat Menjadi Media Penyampai Informasi Saat Darurat

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru   menilai keberadaan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) masih sangat  dibubutuhkan karena   memiliki   fungsi ganda. Tidak hanya sekedar menjadi wadah  dalam menjalin  silaturahmi bagi sesama anggota saja melainkan juga    berperan banyak dalam mengatasi masalah  yang tengah berkembang di tengah masyarakat utamanya pada saat situasi amergency atau pasca bencana. “Artinya RAPI […]

  • PSBB Tahap II, Walkot Palembang : Shalat Berjamaah Bisa Lagi di Masjid, Tapi….

    PSBB Tahap II, Walkot Palembang : Shalat Berjamaah Bisa Lagi di Masjid, Tapi….

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    HARI pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke II, Walikota Palembang H. Harnojoyo laksanakan shalat Zuhur berjamaah di Masjid Habibaturrahman Plaju Palembang, bersama jajaran Pemerintahan serta TNI-Polri. Diketahui, dalam kegiatan shalat Zuhur berjamaah tersebut, nampak diikuti juga oleh Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, Sekretaris Daerah kota Palembang, Ratu Dewa, Kapolresta Palembang Kombes Pol […]

  • Sumsel Lakukan Analisa Epidemologi Songsong Persiapan New Normal

    Sumsel Lakukan Analisa Epidemologi Songsong Persiapan New Normal

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Sumatera Selatan (Sumsel) sejauh ini telah melakukan sejumlah persiapan  menuju Sumsel New Normal. Salah satunya persiapan melalui Analisis Epidemiologi Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Di Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan Indikator Epidemilogi melalui  converence pers bersama dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra  Setda Sumsel, Akhmad Najib, kemarin. Bedasarkan hasil analisis pada dua minggu […]

  • Tega, Ayah Rudakpaksa Anak Kandung Bertahun- Tahun

    Tega, Ayah Rudakpaksa Anak Kandung Bertahun- Tahun

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.115
    • 0Komentar

    PERLAKUAN  yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ayah berinisial SY (37) di Kabupaten Muara Enim, dirinya ditangkap tim Polres Muara Enim setelah dilaporkan memperkosa terhadap anak kandungnya sendiri. Kapolres Muara Enim, AKBP Aris Rusdiyanto, didampingi Kasat Reskrim, AKP Widhi Andika Dharma, melalui Kanit PPA Ipda Rama Juliani mengatakan, kasus pemerkosaan ini terungkap setelah korban melaporkan […]

expand_less
WordPress Archive WP Reset Pro WP: Resizable Multicolor Countdown WP Rich Snippets WP Rich Snippets Anonymous User Reviews WP Rich Snippets Box Shortcode WP Rich Snippets Call To Action WP Rich Snippets Compare WP Rich Snippets Customizer WP Rich Snippets DataTables WP Rich Snippets Front-End Entry Submit