Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » EDUKASI KELAUTAN: Dari Jangkrik ke Jaringan – Sekolah Hybrid ala Nelayan & Kampus Mini di Pinggir Pantai

EDUKASI KELAUTAN: Dari Jangkrik ke Jaringan – Sekolah Hybrid ala Nelayan & Kampus Mini di Pinggir Pantai

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
  • visibility 816
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA pendidikan nelayan, banyak orang langsung membayangkan bapak-bapak pakai caping duduk di tepi perahu sambil belajar menghitung ikan pakai sempoa. Padahal zaman sekarang, nelayan juga butuh upgrade ilmu, minimal tahu cara pakai aplikasi e-learning, walau sinyal di kampung kadang lebih malu-malu daripada gebetan di masa SMA. Nah, di sinilah konsep hybrid learning nelayan dan community learning center pesisir masuk sebagai terobosan keren ala Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jujur, ide ini kedengarannya seperti memaksa ikan belajar berenang, nelayan sejak lahir memang sudah akrab dengan laut, ombak, bahkan pasang surut rezeki. Tapi, dunia berubah lebih cepat dari arus Selat Malaka. Kalau dulu jual ikan cukup teriak di pasar, sekarang bisa pakai marketplace. Kalau dulu belajar melaut dari bintang di langit, sekarang bisa belajar dari layar bukan layar perahu, tapi layar ponsel.

Coba bayangkan, nelayan yang biasanya memegang dayung kini memegang mouse. Atau ibu-ibu pengolah ikan yang biasanya ngulek cabe, sekarang belajar digital marketing lewat laptop. Itu namanya hybrid learning nelayan, campuran antara belajar online dan tatap muka. Jadi, ketika sinyal di pesisir kalah sama suara jangkrik, nelayan bisa tetap ikut kelas lewat tatap muka di community learning center.

Model hybrid ini seperti pepatah lama “Jalan ke laut bisa lewat dermaga, bisa juga lewat perahu cadik. Yang penting sampai ke ikan” Artinya, mau lewat online atau offline, tujuan akhirnya sama nelayan paham teknologi, bisa kelola hasil tangkapan, bahkan tahu cara menjual produk dengan harga lebih manusiawi.

Sekarang bayangkan ada sebuah kampus, tapi bukan di tengah kota, melainkan di tepi pantai. Gedungnya sederhana, mungkin atapnya masih seng, tapi semangatnya lebih kuat dari karang. Itulah community learning center pesisir alias kampus mini di pinggir pantai.

Di sini, anak muda pesisir bisa belajar bikin konten TikTok tentang ikan asap, ibu-ibu bisa belajar packaging olahan ikan biar tampil estetik, dan bapak-bapak nelayan bisa diskusi soal cara budidaya rumput laut. Pokoknya, CLC ini jadi warung kopi plus-plus ada wifi, ada obrolan, ada pelatihan, ada canda tawa.

Kalau di kota mahasiswa nongkrong di kantin sambil nyontek catatan, di CLC pesisir mahasiswa versi nelayan bisa belajar sambil ngopi, nyicip pempek, atau bahkan sambil memperbaiki jaring. Intinya, belajar tidak lagi identik dengan bangku kayu dan papan tulis, belajar bisa santai, asal ilmunya nyantol.

Memang, ada yang bilang pendidikan nelayan berbasis hybrid itu seperti pasang lampu neon di tengah laut. Bagus idenya, tapi bisa mati kalau tak ada aliran listrik. Tapi justru karena tantangannya besar, maka keberadaannya makin penting. Sinyal boleh lemah, tapi semangat belajar masyarakat pesisir tidak pernah padam.

Apalagi dengan dukungan NGO yang ikut nimbrung, program ini tidak hanya soal teori. Ada yang mengajarkan konservasi laut, ada yang membimbing pengolahan hasil perikanan, ada juga yang memberi pelatihan soal adaptasi perubahan iklim. Jadi, jangan kaget kalau ke depan ada nelayan yang bukan cuma bisa menangkap ikan, tapi juga jadi pembicara webinar internasional.

Ada pepatah bilang, “Kalau mau menangkap ikan besar, jangan hanya pakai kail kecil” Pendidikan nelayan juga begitu. Kalau kita mau hasil besar nelayan sejahtera, laut terjaga, ekonomi biru jalan, maka jangan hanya pakai cara lama. Perlu kail baru, yaitu pendidikan modern yang tetap menghargai kearifan lokal.

Pendidikan itu ibarat jaring, kalau jaring bolong, ikan lewat begitu saja. Kalau pendidikan nelayan tidak diperkuat, peluang kesejahteraan juga akan bocor. Tapi kalau jaring rapat, setiap peluang bisa ditangkap dengan baik.

Pertama, jangan pernah remehkan community learning center pesisir, ia mungkin sederhana, tapi justru jadi jantung dari pendidikan pesisir. Kedua, hybrid learning nelayan perlu disesuaikan dengan kondisi lokal.

Kalau sinyal susah, kombinasikan dengan modul cetak atau pertemuan rutin. Ketiga, libatkan generasi muda pesisir. Mereka lebih cepat adaptasi teknologi, sekaligus bisa jadi motor penggerak ekonomi biru.

Dan terakhir, perlu ada semangat kebersamaan, sebab pendidikan tidak bisa jalan sendirian. KKP, NGO, nelayan, pemuda, ibu-ibu pengolah ikan, semua harus ikut mendayung, karena perahu tanpa dayung itu cuma jadi pajangan di pantai.

Pendidikan nelayan melalui hybrid learning dan community learning center pesisir adalah bukti bahwa sekolah tidak selalu butuh gedung tinggi atau dosen pakai toga. Sekolah bisa hadir di pinggir laut, dengan dosennya para praktisi, dan muridnya para penjaga samudra.

Jadi, jangan kaget kalau nanti kita melihat nelayan yang bisa bercanda soal “zoom error” sambil menjemur ikan asin, atau ibu-ibu pengolah ikan yang jago bikin presentasi PowerPoint sambil ngulek sambal.

Karena pada akhirnya, pendidikan itu bukan soal di mana kita belajar, tapi bagaimana kita bisa memaknai ilmu. Dan bagi masyarakat pesisir, ilmu itu ibarat perahu, semakin kuat kayunya, semakin jauh pula mereka bisa berlayar menuju kesejahteraan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badko HMI Sumbagsel Cerdaskan Wawasan Politik Kaum Millenial

    Badko HMI Sumbagsel Cerdaskan Wawasan Politik Kaum Millenial

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Sebanyak 34,45 % dari 152 Juta Pemilih di Pemilu, menjadikan posisi generasi millenial punya peran penting pada Pemilu 2019 dan keberadaan gerakan politik kaum millennial tersebut, bakal menentukan arah politik bangsa Indonesia ke depan. Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumbagsel, Bambang Irawan, mengatakan belakangan ini, banyak sekali yang di pasang calon-calon […]

  • Home Turnamen Badminton FKP Plakat Tinggi Resmi di Tutup

    Home Turnamen Badminton FKP Plakat Tinggi Resmi di Tutup

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    PLAKAT TINGGI, – Setelah berjalan kurang lebih tujuh hari Home Turnamen Badminton Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Plakat Tinggi yang dibuka Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin resmi ditutup. Penutupan turnamen yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kecamatan Plakat Tinggi oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba […]

  • Perubahan dan Penambahan Prolegda TA 2017

    Perubahan dan Penambahan Prolegda TA 2017 Pemprov Sumsel Usulkan Tiga Raperda

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Sebanyak empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Sumatera Selatan di usulkan menjadi perubahan dan penambahan Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun anggaran 2017 melalui keputusan DPRD Sumsel dalam rapat Paripurna XXXIII DPRD Sumsel, Selasa (19/9).

  • Utama  Dua Lokasi,  Polisi Berhasil Bongkar Penyelundupan Sabu 11 Kg

    Utama Dua Lokasi, Polisi Berhasil Bongkar Penyelundupan Sabu 11 Kg

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    POLRES Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 11 kg dan sebanyak empat kurir narkoba di dua lokasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. E Zulpan mengatakan, keempat tersangka dibekuk di dua lokasi berbeda. Antara lain, di Beji, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (15/1/22), dan di apartemen di Pancoran, Jakarta Selatan, […]

  • KKB Terus Berulah di Papua, Polri Maksimalkan Pengamanan, PON Juga Harus Sukses

    KKB Terus Berulah di Papua, Polri Maksimalkan Pengamanan, PON Juga Harus Sukses

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 584
    • 0Komentar

    MABES Polri menyatakan akan memberikan perhatian lebih terhadap pengamanan di wilayah Papua pascapenyerangan dan pembunuhan tenaga kesehatan (nakes) oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). “Tentunya kan itu sudah menjadi hal yang diperhatikan Mabes Polri, bagaimana peningkatan dari eskalasi aktivitas dari KKB,” ujar Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si seperti dilansir Tribratanews, Kemaren. Ia […]

  • Percepat Akses Ekonomi, Presiden Resmikan Tol Binjai – Stabat, Sumut

    Percepat Akses Ekonomi, Presiden Resmikan Tol Binjai – Stabat, Sumut

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.383
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ruas Jalan Tol Binjai-Stabat sepanjang 11,8 kilometer, di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (04/02/2022). Ruas jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Binjai-Langsa sepanjang 131 kilometer yang nantinya akan menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Aceh sekaligus menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera sekaligus mempercepat akses ekonomi […]

expand_less
WordPress Archive Aracelia – Travel Agency Elementor Template Kit Aragon – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Arai Interior & Furniture Elementor Template kit Arangi – Organic WooCommerce Theme Aravt – Creative MultiPurpose Theme Arcade Storefront WooCommerce Theme Arcane – The Gaming Community Theme Arcdeco – Architecture & Interior Design WordPress Theme Archa – Interior Design & Architecture Elementor Template Kit ArchBuro – Architecture Bureau Template Kit