Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » “Kayu Ilegal Bisa Bikin Polisi & Alam Marah, Kenapa Ya?”

“Kayu Ilegal Bisa Bikin Polisi & Alam Marah, Kenapa Ya?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 1.357
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KASUS kayu ilegal memang selalu bikin geleng-geleng kepala, saat bencana datang menghantam, seperti banjir bandang Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat belum lama ini, yang menelan korban membuat kita baru tersadar,  alam itu nggak bisa digembok, tapi bisa marah.

Belum lama ini, aparat Gakkumhut bersama Bakamla RI berhasil menangkap dua tersangka, RA (49) dan S (58), yang nekat mengirim kayu olahan ilegal dari Selat Panjang, Riau, ke Batam.

Penangkapan ini bukan sekadar drama hukum, tapi juga alarm bagi semua pengusaha, warga, dan pecinta hutan, jangan sampai niat untung sesaat merusak bumi dan bikin polisi sibuk.

RA si “maestro dokumen” dari Klaten punya bakat luar biasa, bisa bikin kayu olahan ilegal terlihat legal hanya dengan SKSHHKB yang seharusnya cuma buat kayu bulat.

Sementara S dari Indragiri Hilir sibuk jadi sutradara logistik, mengatur penerimaan kayu di Batam. Kalau kita lihat dari luar, kelihatan lucu kayak adegan sinetron kriminal versi alam, tapi percayalah, kalau ketahuan polisi, lucu-lucunya langsung hilang.

Dalam rilis di laman resmi Kementerian Kehutanan, Kepala Seksi Wilayah II Pekanbaru, Khairul Amri, bilang, “Kedua tersangka punya peran strategis.

RA mengatur dokumen dan pengiriman kayu, sementara S mengatur penerimaan di Batam. Modusnya baru dan sangat merugikan hutan. Dari sini jelas terlihat, memang kreativitas itu hebat, tapi jangan dipakai buat nge-‘bohongin’ alam dan hukum. Kalau RA dan S pakai bakat itu untuk usaha legal, mungkin mereka sudah punya taman bermain hijau di Riau dan Batam.

Selain drama hukum, kasus ini membuka mata kita mensoalin dampak nyata kayu ilegal terhadap lingkungan. Kayu yang mestinya tinggal di hutan malah diangkut jauh ke Batam, tanpa izin sah SKSHHKO.

Hal ini tentu mirip-mirip skenario banjir Aceh, sebab hutan dirusak, tanah kehilangan penahan air, sungai kehilangan filter alami, dan bencana datang menghantam. Contohnya, sebatang kayu yang diangkut sembarangan bisa jadi batu loncatan bagi banjir bandang berikutnya.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, Hari Novianto, menegaskan, “Pengangkutan kayu olahan ilegal ini jauh dari lokasi PHAT dan menggunakan dokumen yang tidak sesuai peraturan.

Modus ini baru, dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan. Oleh sebab itu,  hukum dan alam memang  punya cara sendiri untuk menegakkan keadilan, dan kadang cara itu lumayan keras.

Kalau kita pikir-pikir, kreativitas RA dan S itu kayak drama sitcom, alasannya, mereka bikin “kantor polisi lebih ramai daripada toko kayu.” hehehe

Dari kasus itu tentu ada sanksi yang harus dipertanggung jawab oleh dua pelaku itu,  yaitu ancaman pidana penjara lima tahun dan denda 2,5 miliar rupiah.

Pepatah bilang “Barang haram, pahala lenyap, resiko datang menimpa.” Jadi, sebelum tergoda, pikir lah dulu bro!, apakah batang kayu itu bikin bumi tersenyum atau menangis?

Ikut ambil peran

Bahkan masyarakat juga bisa ikut ambil peran, yaitu  laporkan kalau lihat praktik mencurigakan,  sederhana, kan? selain itu, sedia HP sebelum kayu ilegal lewat, bukan cuma sedia payung sebelum hujan.

Dengan begitu cara ini, setidaknya hukum, masyarakat, dan alam bisa berjalan beriringan bukannbya saling ribut kayak sinetron episode selanjutnya.

Kasus Batam ini memang bukan sekadar kabar kriminal, tetapi cerita tentang tanggung jawab kita semua untuk menjaga lingkungan, dan pengusaha harus teliti cek dokumen, masyarakat harus peduli hutan, dan pemerintah harus tegas.

Kayu ilegal adalah jebakan menarik di awal, tapi bisa bikin kantong bolong, hati panik, dan hutan makin gundul. Oleh sebab itu, kita harus belajar dari Aceh, Sumut dan Sumbar, kasus kayu ilegal dari Riau ke Batam belum lama ini setidaknya menjadi perhatian, sebab alam itu nggak main-main dengan marahnya, alam saat ini sangat serius dengan ulah manusia.

Kayu ilegal itu bukan peluang, tapi bencana yang menunggu giliran. Jangan sampai keserakahan sesaat bikin kita menyesal sepanjang masa. Bak pepatah bilang “Menanam benih dosa di hutan orang lain, siap-siap pohonnya tumbuh di halaman polisi.”

Oleh sebab itu, kasus kayu ilegal di Batam harus jadi renungan dan refleksi karena mengajarkan banyak hal, hukum bisa menindak, alam bisa membalas, dan masyarakat harus paham risiko.

Jika setiap orang mengambil langkah kecil, yaitu mengecek dokumen, dukung kayu legal bukan ilegal, dan peduli lingkungan, setidaknya bencana bisa dikurangi, dan polisi tidak terlalu sibuk, dan bumi bisa tersenyum.

Memang kayu ilegal itu mungkin terlihat sepele, namun  dampaknya bisa setara banjir bandang Aceh, Sumbar, Sumut dan daerah lainnya Yuk! refleksi,  pilih kayu legal, selamatkan hutan, selamatkan masa depan.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perluas Kerjasama Internasional,OJK Teken Kesepakatan dengan AMBD &OECD

    Perluas Kerjasama Internasional,OJK Teken Kesepakatan dengan AMBD &OECD

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.694
    • 0Komentar

    OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) kembali memperluas kerjasama internasional dengan berbagai negara dan lembaga internasional untuk meningkatkan kerjasama dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan perekonomian, kemarin. Pada tahun 2021 ini, OJK menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Autoriti Monetari Brunei Darussalam (AMBD) serta melanjutkan kerjasama dengan the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Penandatanganan […]

  • Suara Pesawat di Atas Rumah, Kisah Wright Bersaudara Wujudkan Mimpi Terbang

    Suara Pesawat di Atas Rumah, Kisah Wright Bersaudara Wujudkan Mimpi Terbang

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pagi kemarin sekitar pukul 06.00 WIB, suara mesin pesawat terdengar memecah kesunyian, sebuah pesawat Garuda melintas tepat di atas rumah dengan suara yang cukup keras. Saya yang tengah menyapu daun-daun kering di halaman depan rumah pun berhenti sejenak, mata langsung mengikuti pesawat yang perlahan mengecil hingga akhirnya menghilang dibalik awan. Pemandangan seperti itu […]

  • Menyulap Sampah  Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomis

    Menyulap Sampah Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomis

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.799
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba  menggandeng PT Revorma Sagara Artha untuk mengolah sampah sawit  menjadi sebuah produk briket bio energi dan bahan bakar. “Kita menginginkan agar potensi sumber daya alam dan perkebunan itu selalu memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” kata Wakil Bupati Muba Beni Hernedi saat berkunjung ke PT Pinago Utama Desa Sri Mulyo Kecamatan Babat Toman […]

  • Bijak Gunakan Media Sosial, Konten Positif Membuat Masyarakat Produktif

    Bijak Gunakan Media Sosial, Konten Positif Membuat Masyarakat Produktif

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    MARAKNYA konten positif di ruang digital akan membuat masyarakat semakin produktif di masa mewabahnya virus global COVID-19 di dalam negeri. Mengingat, sebagian besar kegiatan produktif masyarakat saat ini tengah bergantung dari keberadaan aplikasi digital yang berada di ruang-ruang dunia maya. “Masyarakat menjadi semakin produktif dengan keberadaan konten-konten positif di ruang digital,” ujar Akademisi Gun Gun […]

  • Paslon Walikota Ratu Dewa & Prima Daftar ke KPU Palembang, Singgung Soal Target Air Bersih untuk Masyarakat, Apa Katanya…!

    Paslon Walikota Ratu Dewa & Prima Daftar ke KPU Palembang, Singgung Soal Target Air Bersih untuk Masyarakat, Apa Katanya…!

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ratusan pendukung dari relawan dan Parpol pengusung dengan menggunakan motor Vespa mengawal Pasangan calon Walikota/wakilwalikota Palembang Ratu Dewa dan Prima Salam mendatangi KPU Kota Palembang. Mereka dikawal para relawan simpatisan dan partai pendukung mendatangi KPU Kota Palembang, Kamis (29/8/2024). Hadir Ketua DPC PDI Perjuangan Yulian Gunhar, Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Palembang, Ayu […]

  • Kerjasama Koramil 02, Ratusan Masyarakat Ikut Vaksin di PWI Sumsel

    Kerjasama Koramil 02, Ratusan Masyarakat Ikut Vaksin di PWI Sumsel

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    DALAM rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama Koramil 02 Pakjo Palembang menggelar suntik Vaksin Sinovac 1 dan 2, Kamis (11/11/2021) bertempat di markas besar PWI Sumsel, Jl.Supeno No. 11 Talang Semut Palembang. Vaksinasi ini dibuka untuk seluruh keluarga anggota PWI dan juga terbuka untuk umum […]

expand_less
WordPress Archive KnowledgeBase, Glossary, FAQ, HelpDesk ChatBot with ChatGPT Knox | Multi-Business Modern WordPress Theme Knox – Technology & Apps Template Kit Koach – Life Coach & Counseling Elementor Template Kit Kodai – Asian Restaurant Elementor Template Kit Kodelaw – Lawyer Attorney Elementor Template Kit Koffe – Cafe & Coffee Shop Template Kit KoKa – MultiPurpose WooCommerce Theme Kold – Air Conditioner & HVAC Repair Service Elementor Template Kit Kologi – Charity NonProfit Elementor Template Kit