Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Jepang Panggil ‘Jeriyo’ Sekayu, Tapi Ada Satu Rahasia!

Jepang Panggil ‘Jeriyo’ Sekayu, Tapi Ada Satu Rahasia!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • visibility 1.782
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JERIYO Perdinan mengibas-ngibas koper kecilnya di halaman BLK Sekayu. Matahari pagi menyinari halaman, tapi semangat Jeriyo lebih terang daripada lampu stadion waktu final Piala Dunia.

“Eh, Jeriyo! jangan cuma bawa koper, bawa otak juga!” teriak Sensei Zulfikar dari jauh.
Jeriyo ketawa sambil menjawab, “Tenang, sensei! Otak ku sudah full charge, lengkap sama Wi-Fi dan paket data unlimited!”

Sambil melangkah, Jeriyo bergumam sendiri, “Namaku Jeriyo… katanya. Artinya orang berani dan ceria. Semoga sesuai sama hidup aku  yang penuh sandiwara,tapi tetap lucu ini”.

Tapi ada satu rahasia yang Jeriyo simpan rapat-rapat, dia nggak cuma belajar bahasa Jepang, namun juga mempelajari trik unik untuk bikin semua orang tertawa di tengah tekanan tes. Rahasia ini yang bikin perjalanannya beda dari peserta lain.

Kesempatan emas ini datang dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Disnakertrans, yang membuka pelatihan bahasa Jepang Muba untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

Bahkan ceritanya itu,  tak sekadar “konnichiwa” hingga “arigatou”, semua diuji.

Jeriyo dan teman-temannya harus siap tempur, bukan cuma fisik tapi juga mental.

“Kerja di Jepang itu kayak naik rakit di Sungai Musi pasalnya harus fokus, jangan oleng, kalau jatuh ya… basah kuyup!.

Tapi kalau basah, jangan lupa selfie biar Instagram makin hits!” Jeriyo berguyon.

Sebelum berangkat, mereka latihan tiap hari. Ada yang serius, ada yang kocak. Jeriyo pernah salah ucap “Watashi… suka… pisang!” Semua ketawa sampai perut kram.

Sensei cuma geleng-geleng, “Jeriyo, kalau suka pisang di Jepang, jangan salah waktu bilang ‘arigatou’, nanti dikira nyanyi lagu anak-anak!”

Selain belajar bahasa, peserta dilatih mental. Ada simulasi wawancara, belajar sopan santun, hingga cara membungkuk dengan tepat.

Jeriyo berkata, “Kalau di sini membungkuk cuma 45 derajat, di Jepang bisa-bisa 90 derajat… punggung aku nyut-nyutan!”.

Hari keberangkatan tiba. Jeriyo menjadi wakil pertama berangkat ke Bekasi untuk tes di PT Subame, sementara empat teman lainnya menyusul. 14 peserta lain dijadwalkan mengikuti Program IM Japan di Jambi.

Program ini selektif banget, kayak undangan konser BTS tapi versi kerja.

Dalam perjalanan ke Bekasi, Jeriyo menatap jendela bus sambil merenung.

“Belajar Jepang itu kayak masak pindang. Bumbu harus pas, sabar, jangan buru-buru. Kalau salah, rasanya pahit… dan bisa bikin lidah kram kayak habis makan sambal 10 sendok!”

Sesampainya di Bekasi, Jeriyo disambut hangat. Pegawai PT Subame tersenyum, “Ini anak Muba ya? Semangat banget!”
Jeriyo menjawab, “Iya, Pak! Dari Sekayu langsung meluncur ke Jepang, semoga hati nggak ketinggalan di sini… dan jangan sampai Wi-Fi putus!”.

Saat tes berlangsung, Jeriyo ngobrol sama teman dari daerah lain:
“Lo yakin bisa lulus?” tanya temannya.
Jeriyo nyengir, “Kalau nggak yakin, mending pulang naik perahu… eh, pesawat maksudnya. Tapi pesawat ekonomi ya, jangan bisnis, dompet gue nangis kalau bisnis class!”

Sambil menunggu giliran, peserta lain sibuk latihan. Ada yang baca buku, ada yang latihan membungkuk, ada yang malah tidur sambil mimpi sushi. Jeriyo tertawa, “Kalau di sini membungkuk 45 derajat, di Jepang bisa-bisa 90 derajat… punggung gue minta cuti!”

Sensei Zulfikar memberikan pesan terakhir. “Belajar serius itu penting, tapi jangan lupa bawa hati yang ringan. Jangan sampai sukses di Jepang tapi lupa kampung halaman. Ingat pepatah, ‘Kalau panen padi di sawah orang, jangan lupa benih di sawah sendiri”.

Kesempatan emas

Bupati Muba, HM Toha, melalui Kadisnakertrans Herryandi Sinulingga, AP, juga memberi motivasi.

Katanya “Teknologi, AI, dan pelatihan ini cuma alat. Kesuksesan tergantung usaha sendiri. Fokus belajar, manfaatkan kesempatan ini, dan jadikan kebanggaan bagi keluarga dan daerah!”.

Jeriyo pun bertekad. Setiap malam sebelum tidur, dia menulis catatan kecil, kata-kata baru bahasa Jepang, tips membungkuk sopan, dan hal-hal lucu. “Kalau gagal ucap ‘arigatou’, tersenyum aja, nanti orang Jepang pasti ketawa sama aku”

Selain latihan bahasa, mental mereka diasah melalui simulasi wawancara dan belajar etiket. Jeriyo bahkan bikin permainan kecil, siapa yang salah ucap kata Jepang harus joget ala idol Jepang.

“Kalau gagal, ya …minimal ngetawain diri sendiri dulu biar nggak stress”. katanya.

Hari H tes tiba. Jeriyo deg-degan tapi tetap fokus. Semua latihan, humor, dan persiapan jadi senjata utama. Rahasia kecilnya, dia selalu bawa humor untuk menenangkan diri dan teman-teman, jadi suasana nggak tegang.

Setelah tes, Jeriyo duduk termenung di pinggir jalan Bekasi. Angin malam mengusap wajahnya, dia tersenyum
“Kalau hidup ini perjalanan, aku pilih naik kapal yang benar walaupun ombak gede. Kalau nggak, ya cuma bisa tenggelam di sungai ketawa sendiri”.

Beberapa hari kemudian, teman-temannya di Jambi memberi kabar. Semua deg-degan tapi tetap semangat. Jeriyo bikin grup chat,
“Siap-siap, guys! Jepang menunggu, tapi jangan lupa bawa humor juga!”

Salah satu teman ngetik, “Waduh, humor aku tinggal di rumah, Jeriyo…”
Jeriyo balas, “Tenang, aku kirim via paket kilat, jangan sampai nyasar ke tetangga!”

Pelatihan ini bukan cuma soal bahasa Jepang, tapi soal keberanian, disiplin, dan humor. Jeriyo sadar, kesempatan ini bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk keluarga dan masyarakat Muba.

Selain itu, Jeriyo menekankan satu hal pada teman-temannya. “Kalau mau sukses di Jepang, jangan cuma hafal kata, tapi pahami cara mereka kerja. Kayak masak sambal, nggak cukup cuma cabe, harus ngerti api, timing, dan rasa”.

Oleh sebab itu, setidaknya dalam cerita ini  jelas,  kesempatan emas cuma datang sekali. Tapi kerja keras, tekad, dan hati ringan bisa bikin kita melesat lebih jauh lagi.

Jangan takut mencoba, jangan malas belajar, dan jangan lupa tertawa di tengah perjuangan. Hidup itu serius tapi nggak harus terlalu serius.

Akhirnya, Jeriyo sadar dengan satu  hal. “Kalau sukses itu nasi, humor itu lauknya. Nggak lengkap rasanya kalau nggak ada keduanya”.[***]

Catatan Redaksi: Cerita ini fiksi dan dibuat untuk hiburan. Tokoh dan dialog merupakan rekaan, meski terinspirasi dari program pelatihan nyata Disnakertrans Kab. Muba

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaum Hawa Juga Agen Perubahan

    Kaum Hawa Juga Agen Perubahan

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    “Saya baru pertama kali melihat acara Peringatan Hari Kartini sebegitu meriah dan penuh partisipasi para ibu-ibu disini. Kalau bicara tentang Hari Kartini setiap 21 April pasti kita memperingati Hari Kartini,” HAMPIR disetiap daerah di Tanah Air kaum hawa  setiap tahunnya selalu memperingati Hari Kartini, tahun ini Peringatan Kartini sudah memasuki usia  yang ke -140. Rangkaian kegiatan […]

  • Jelang Kongres, Kader Demokrat Diminta Tak Asal Bicara

    Jelang Kongres, Kader Demokrat Diminta Tak Asal Bicara

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    JELANG kongres Partai Demokrat 2020 memunculkan isue merebak persaingan calon ketua umum antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) alias Ibas. Bahkan sempat tersiar berita berita tentang rencana aklamasi AHY sebagai ketua umum berikutnya. Dalam berita terakhir tentang Ibas mengumpulkan dukungan untuk aklamasi AHY yang disampaikan oleh Herzaky dalam berita media online […]

  • “Pasar & Sampahnya”

    “Pasar & Sampahnya”

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    SETIAP kota menyimpan denyut hidupnya di tempat-tempat yang tak selalu glamor, bukan mal mewah, bukan perkantoran dengan lift canggih, tapi di pasar tradisional, di mana keringat dan cerita rakyat tumpah tanpa sensor. Di sanalah kehidupan benar-benar terasa hidup teriakan pedagang, tawa pembeli, aroma terasi, dan jejak tapak kaki yang kadang harus meniti genangan air sisa […]

  • Harvetnas

    Harvetnas

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    PADA Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas), Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memberikan surprice kepada Para Legiun Veteran RI (LVRI) dengan menghadirkan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, yang baru pertama kali masuk kantor usai dilantik di Jakarta Pekan lalu. “Ini hari pertama Pangdam II Sriwijaya ngantor, setelah serah terima jabatan kemarin. Saya […]

  • Agar Sekolah Tatap Muka Terbatas Berjalan Baik, Pemda Harus Sosialisasikan SKB 4 Manteri

    Agar Sekolah Tatap Muka Terbatas Berjalan Baik, Pemda Harus Sosialisasikan SKB 4 Manteri

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah resmi mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). SKB ini mengatur terkait dimulainya pembelajaran sekolah tatap muka secara terbatas pada Juli 2021 mendatang. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, SKB yang dikeluarkan tersebut, ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan […]

  • Jelang Harganas, DPPKB OKI Gelar Layanan KB Serentak Sejuta Akseptor

    Jelang Harganas, DPPKB OKI Gelar Layanan KB Serentak Sejuta Akseptor

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    GUNA memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) pada 29 Juni mendatang, Pemerintah Daerah Kabupaten OKI melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) gelar pelayanan KB serentak sejuta akseptor untuk pengendalian penduduk di OKI yang lebih berkualitas. “Pelayanan KB serentak ini dapat membantu meringankan biaya masyarakat akseptor dan mensukseskan program KB […]

expand_less
WordPress Archive BeautyBox – Subscription Box Elementor Template Kit BeautySpot – Beauty Salon WordPress Theme BeautySpot – WordPress Theme for Beauty Salons Beaver Builder Professional WordPress Plugin Beaver Builder Wordpress Theme Beaver Builder Themer Beaver Builder Ultimate Addon Beaver Tunnels Addon Bebicare – Babysitter WordPress Theme Bebio – Kindergarten & Baby Care WordPress Theme