Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

“Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.808
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika sejarah bukan cuma pelajaran, tapi juga keringat bareng-bareng di ruang AC mati…

LIMA malam berturut-turut, Graha Budaya di Taman Budaya Sriwijaya berubah jadi “wajan raksasa”, wah.. penuh manusia. Ribuan penonton tumplek blek, dari bocah SD sampai pejabat berdasi, semua rela duduk berdesakan demi nonton teater “SMB II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”, keren…dan luar biasa!.

Total? 3.200 orang, coba bayangkan, itu sama kayak seluruh isi satu Kelurahan pada pindah ke teater bareng-bareng.

Dan suasananya… beuh, sumuk [panas] bukan main!, bukan cuma karena pendingin ruangan lagi ngambek, tapi juga karena aura semangat yang kebakar oleh cerita Pahlawan Palembang itu.

“Setiap malam penuh, sampai ada yang berdiri di belakang,” ujar Isnayanti, Panitia Pelaksana, dengan mata berbinar dan terharu, seperti baru lihat diskon besar-besaran di Pasar. “Ada yang nonton dua kali, katanya belum puas”.

Nah lho, teater ditonton dua kali? bukan K-pop konser ya.., tapi teater sejarah!, penasaran kan!.

Yang bikin salut lagi, harga tiketnya bukan tipe “bikin kantong menjerit”. Ini murni untuk rakyat lho..
Panitia tahu, seni itu bukan cuma buat orang kaya yang suka berfoto di depan spanduk event.
Tiket SD–SMP cuma Rp25 ribu, SMA Rp50 ribu, dan umum Rp60 ribu, VIP? Rp250 ribu, buat yang mau gaya dikit, tapi tetap cinta budaya.

“Kami ingin teater ini milik semua orang,” kata Isnayanti lagi. “Anak-anak, guru, mahasiswa, sampai bapak-bapak yang biasanya nonton bola pun boleh”.

Dan ternyata benar, di antara barisan penonton, ada anak SD yang melongo lihat kostum Sultan, ada ibu-ibu yang sesenggukan pelan, dan ada mahasiswa yang pura-pura serius mencatat tapi sebenarnya cari caption buat Instagram.

Kalau dulu, sebenarnya sejarah itu, cuma bikin ngantuk karena isinya nama-nama dan tahun mati, kali ini lain cerita, begitu lampu sorot menyala, penonton dibawa ke masa lalu. Musik tradisional dan modern kawin campur, wah  hasilnya keren, kayak rendang pakai keju,  aneh tapi enak!

“Awalnya saya kira teater itu membosankan,” kata Andra (16), siswa SMA yang datang bareng rombongan sekolah. “Tapi waktu adegan SMB II dibuang ke Ternate, saya merinding”.

Begitu pula Rizka, mahasiswi UNSRI mengaku. “Di buku, SMB II cuma nama dan tanggal. Tapi di panggung, aku bisa ngerasain marahnya, sedihnya, dan tekadnya. Rasanya kayak ikut berjuang”.

Lihatlah?, anak muda ternyata masih bisa baper sama sejarah. Asal sejarahnya bukan disuruh dihafal di depan kelas, pasti bosan..bikin males.

Namun, masalahnya cuma satu, yaitu AC Graha Budaya, sepertinya ikut merdeka dari tugasnya, hahaha!!, sebab udara panas bikin beberapa penonton kipas-kipas pakai brosur, tapi bukannya ngeluh, malah jadi bagian dari “pengalaman spiritual”.

“Panas sih,” kata seorang mahasiswa sambil senyum kecut, “tapi kayaknya cocok, soalnya perjuangan SMB II juga nggak pakai AC”. ia nggak?

Nah, ini baru penonton berdedikasi!. Tapi tetap, panitia berharap pemerintah bisa kasih perhatian, bukan buat kenyamanan semata, tapi biar panggung Palembang makin pantas jadi rumah seni, bukan sauna budaya.

Yang paling bikin haru, sebenarnya penampilan Deden Sutrisno (Endet) sebagai SMB II. Lewat perannya, Sultan Mahmud Badaruddin II nggak lagi cuma pahlawan di uang 10 ribuan, tapi jadi sosok yang hidup, marah, jatuh, bangkit, dan pantang tunduk.

“Saya bukan ingin terkenal,” ujar Deden pelan. “Saya cuma ingin setiap orang tahu bahwa semangat SMB II, apalagi semangat itu, untuk tidak tunduk dan tetap bermartabat dan bisa kita hidupkan lagi hari ini”

Kalimat itu kayak tamparan lembut di pipi bangsa yang kadang lebih sibuk debat di medsos daripada bela budaya sendiri.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, juga hadir langsung. Ia bilang, “Teater itu wadah belajar kehidupan, bukan cuma buat seniman, tapi buat siapa pun. Lewat akting dan dialog, kita bisa belajar tentang sejarah, kritik sosial, dan bahkan cara hidup”.

Sadar diri

Dan beliau benar, pasalnya malam itu, panggung bukan cuma soal akting, namun juga soal kesadaran diri, selain itu juga tentang harga diri, tentang siapa kita, tentang bagaimana bertahan di dunia yang makin suka “menjinakkan” idealisme dengan kenyamanan.

Setiap kali pertunjukan usai, tepuk tangan pun menggema kayak suara hujan di atap seng, ada yang berdiri, ada pula yang menitikkan air mata, bahkan ada juga yang nyeletuk, “Hidup SMB II! Hidup Palembang!”

Riko (27), pegawai swasta, ngaku sudah nonton dua kali, “sekali aja nggak cukup, rasanya kayak dibawa ke masa lalu, tapi juga disadarkan siapa kita hari ini”.

Luar biasa, luar biasa, sebab orang yang nonton film superhero Marvel dua kali, tidak ada bekas dan kenangan,  tapi ini beda tontonannya, soal teater sejarah lokal, ada kenangan dan edukasinya..
Itu tandanya, Palembang masih punya jiwa yang menyala soal budaya alias budaya masih punya tempat di kalangan masyarakat Palembang.

Akhirnya, saat tirai terakhir turun, tepuk tangan tak juga berhenti…..dan di udara, masih tercium aroma perjuangan,  bukan dari keringat semata, melainkan  dari kebanggaan.

Malam itu menjadi bukti bahwa bukan cuma Sultan Mahmud Badaruddin II yang berdiri gagah di panggung, melainkan juga ribuan penonton yang hatinya menyala oleh semangat yang sama, bahkan yang terpentin yaitu, semangat untuk tidak dijinakkan.

Karena seperti pepatah orang tua dulu bilang “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan, tapi orang Palembang, hidup pun meninggalkan semangat”

Dan malam itu, Palembang juga membuktikan Harimaunya masih ada, cuma memang sekarang wujudnya ribuan penonton yang nggak mau diam, nggak mau tunduk, dan nggak mau kehilangan jati diri.

Jadi, kalau teater aja bisa bikin orang teriak -teriak semangat “Hidup SMB II!”, berarti sejarah memang belum mati, hanya saja butuh panggung dan orang-orang berani buat menyalakan apinya lagi.

“Melawan tidak, menyerah pun tidak”

Begitu kata SMB II.

Dan…, sepertinya, malam itu  Palembang sepakat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terapkan Pelayanan Paripurna, Kemenkes Apresiasi RSUD Bayung Lencir

    Terapkan Pelayanan Paripurna, Kemenkes Apresiasi RSUD Bayung Lencir

    • calendar_month Minggu, 20 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus menambah fasilitas kesehatan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan yang prima. Kali ini Bupati Muba Dodi Reza Alex (DRA) meresmikan gedung baru RSUD Bayung Lencir, Sabtu (19/12/2020). Dodi mengatakan, meskipun pandemi COVID-19 menghambat semua aktivitas, tapi tidak untuk pelayanan kesehatan karena fasilitas kesehatan sangat utama. “Oleh karena itu, saya apresiasi Dinkes […]

  • Hut Ke-18 Tahun, PT Muba Link Gelar Baksos Di Masjid

    Hut Ke-18 Tahun, PT Muba Link Gelar Baksos Di Masjid

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    ASISTEN Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs H Yusuf Amilin hadir dan membuka Acara Bakti Sosial Bersih-bersih Masjid dalam rangka Memeriahkan dan Menyambut Hari Ulang Tahun PT Muba Link ke-18 tahun 2021, bertempat di Masjid Jami’ An-Nur Sekayu, Kamis (14/1/2021). Asisten Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs H Yusuf Amilin mengatakan […]

  • Tinjau 2 Museum, ini komentar Pj. Gubernur Sumsel

    Tinjau 2 Museum, ini komentar Pj. Gubernur Sumsel

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.542
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa dan Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS). Kedua museum tersebut berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (17/4/2024). Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa dipiihnya menjadi destinasi pertama dalam kunjungannya kali ini. Dia juga menyimak secara serius penjelasan dari […]

  • Literasi Iklim & Ketahanan Pangan, Begini Asanya

    Literasi Iklim & Ketahanan Pangan, Begini Asanya

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    SEKOLAH Lapang Iklim sebagai jembatan informasi iklim BMKG yang general dapat diterjemahkan ke praktis sektoral, sehingga memberikan dukungan nyata pada sektor pertanian. Pada kesempatan kali ini sebagai penyelenggara kegiatan SLI Operasional di wilayah Jawa Barat , Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor memilih Wilayah Indramayu untuk menyelenggarakan kegiatan yang diikuti para petani dan kelompok petani. Pada Agustus […]

  • Pemerintah Luncurkan Mobil Listrik, BPPT Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

    Pemerintah Luncurkan Mobil Listrik, BPPT Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    SEJALAN dengan program percepatan kendaraan listrik nasional dan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk transportasi jalan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus memberikan kontribusi positif guna mendukung berkembangnya ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Kepala BPPT, Hammam Riza menyampaikan, Electromobility atau e-Mobility […]

  • Selain Salurkan Bantuan, Ini Dilakukan Wabup OKI Terhadap Warga Terdampak Kabut Asap  

    Selain Salurkan Bantuan, Ini Dilakukan Wabup OKI Terhadap Warga Terdampak Kabut Asap  

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Ogan Komering Ilir, H.M. Djakfar Shodiq memastikan warga yang dievakuasi akibat terdampak kabut asap akibat kebakaran lahan di areal dekat PT RAJ Sepucuk, Kayuagung terlayani. “Bukan banyaknya bantuan yang diberikan, tapi pelayanan dan kehadiran pemerintah ditengah bencana yang mereka alami yang kita pastikan” ungkap Wabup Shodiq saat mengunjugi warga lingkungan 4 RT 8/9 Pancur, Kelurahan Kedaton, Kecamatan […]

expand_less
WordPress Archive Viral Subscription – WordPress plugin for creating a viral opt-in form Viralomatic – Viral News Post Generator Plugin for WordPress ViralVideo – Responsive Magazine WordPress Theme Virtual Assistant for WordPress – build your own Google Now, Siri or Cortana. Virtual – Cryptocurency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Virtual Phone Number Selling System WordPress Plugin Virtual Tour Creator for WordPress Showcase Addon Virtus – Modern Blog & Magazine WordPress Theme Virtuware – Saas & Digital Company Elementor Kit VisaPlan – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit.