Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Palembang Kota Tua, Seni Muda yang Tak Mau Nunggu Perda

Palembang Kota Tua, Seni Muda yang Tak Mau Nunggu Perda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 1.108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG kota tua, seni muda, kalimat ini bukan hasil perenungan dini hari, tapi celetukan seorang seniman Palembang saat ditanya soal Perda Kesenian. Ia tertawa pendek, lalu nyeletuk, “Kalau nunggu Perda, kami bisa keburu botak duluan”

Palembang memang kota tua, sejarahnya panjang, ceritanya tebal, bukti arkeologinya tidak sedikit. Namun, dalam urusan seni, kota setua ini justru bergerak seperti anak muda yang baru pegang motor, ngebut, nekat, dan kadang lupa helm. Sementara regulasi dalam hal ini Perda Kesenian jalannya santai, rapi, tapi sering terlambat sampai tujuan.

“Perda itu penting, tapi jangan sampai seni disuruh puasa gara-gara aturan belum turun,” kata Muhammad Nasir, Ketua Dewan Kesenian Palembang. Nada bicaranya datar, tapi pesannya tegas. Menurutnya, DKP memilih bergerak dulu karena seni tidak bisa menunggu siklus politik. “Inspirasi itu tidak kenal Propemperda,” katanya sambil tersenyum.

Statemen ini bukan basa-basi, sepanjang 2024–2025, aktivitas seni di Palembang justru padat. Puisi digelar di ruang publik, mural difasilitasi agar tembok kota tidak cuma jadi korban coretan random, parade bunyi digelar supaya Palembang ingat ia punya irama selain klakson. UMKM dilibatkan, kampus diajak kolaborasi, mahasiswa magang, anak-anak sekolah diperkenalkan seni sejak dini.

“Kalau kami diam, kota ini sunyi,” ujar Fadly Lonardo, Sekretaris DKP. Ia bilang, banyak kegiatan seni lahir dari kegelisahan, bukan dari anggaran. “Kami ini sering kerja pakai logika gotong royong. Kadang patungan, kadang ngutang nama dulu.”

Nada serupa datang dari seniman senior Palembang yang sudah puluhan tahun makan asam garam panggung. “Zaman dulu kami manggung pakai lampu pinjam. Sekarang lampunya sudah ada, tapi aturannya belum,” katanya sambil tertawa getir. Ia menegaskan, Perda bukan untuk mengatur gaya berkarya, tapi untuk memastikan seni tidak selalu bergantung pada belas kasihan momentum.

Pertanyaan soal Perda Kesenian pun muncul berulang-ulang. Sudah ada naskah akademik, sudah audiensi dengan DPRD, sudah masuk pembahasan, tapi belum juga disahkan. “Perda ini seperti lagu yang sudah sering diputar, tapi belum pernah dinyanyikan,” kata seorang pegiat teater.

Bandingkan dengan daerah lain, misalnya Jogja, seniman fokus mikir karya, di Palembang, seniman mikir karya sambil mikir tempat, mikir dana, mikir izin,”  itu bukan soal kualitas seniman, tapi soal ekosistem.

Solo dan Yogyakarta sering jadi contoh. Di sana, seni tradisi punya kalender tetap. Wisatawan bisa menyesuaikan jadwal liburan. Di Palembang, banyak pertunjukan masih bergantung undangan atau acara seremonial. Kalau ada event, seni muncul. Kalau tidak, ya disimpan dulu.

Tapi justru dalam kondisi serba belum itulah seni Palembang terlihat paling keras kepala, dalam arti positif. Tradisi tidak diperlakukan seperti barang museum. Wayang Palembang, Dulmuluk, syarofal anam, Irama Batanghari Sembilan terus diupayakan tampil berdampingan dengan mural, film, podcast, dan diskusi kampus.

Tradisi itu bukan untuk dipajang, tapi dimainkan, kalau cuma disimpan, dia akan mati pelan-pelan.

Masuk ke soal Gedung Kesenian Palembang, harapan mulai terlihat. Gedung yang dulu sering kosong kini mulai diisi. “Target kami jelas, ada jadwal tetap, kata Nasir. Ia ingin siapa pun warga Palembang, mahasiswa, sampai wisatawan bisa membuka kalender dan tahu, seni apa yang bisa ditonton.

Program seniman masuk sekolah juga mulai digagas. “Anak-anak sekarang hafal YouTuber, tapi belum tentu kenal Dulmuluk,” katanya lagi karena itu, seni harus hadir lebih awal, bukan menunggu mereka dewasa dan sibuk.

Namun semua ini kembali ke satu titik krusial, keberlanjutan yaitu semangat itu ada batasnya, kalau semua terus pakai idealisme, lama-lama bisa tumbang.

Oleh sebab itu, seni itu memang bisa hidup tanpa Perda, dan Palembang sudah membuktikannya. Tapi negara tidak boleh menjadikan itu alasan untuk terus menunda. Justru karena seni sudah berjalan, regulasi harus menyusul, bukan sekadar mengapresiasi dari jauh.

Kalau seni mati, kota ikut mati, Palembang kota tua, seni muda, sekarang ujiannya ada pemerintah, mau ikut bergerak cepat, atau tetap santai sambil membiarkan seniman terus berlari sendirian. Karena satu hal sudah jelas seninya tidak mau pensiun, dan publik sudah siap menonton, tinggal payung hukumnya, mau turun atau terus digantung di langit kebijakan? (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Wisata ke Devisa, Cara Menteri Widiyanti Tarik Perhatian Dunia

    Desa Wisata ke Devisa, Cara Menteri Widiyanti Tarik Perhatian Dunia

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pariwisata, siapa sangka, kini jadi mesin ekonomi yang ‘nggak ada matinya’. Kalau ada yang masih ngeyel bilang sektor ini cuma buat ‘jalan-jalan doang’, coba deh lihat catatan tahun 2024. Indonesia mencatatkan 13,9 juta wisatawan mancanegara, dan lebih dari 1 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Bayangin, 25 juta lapangan kerja tercipta hanya dari sektor yang satu […]

  • Safari Ramadhan, Ketua Kadin Sumsel : Pulihkan Ekonomi, Kita Punya Tanggung Jawab Besar Untuk Masyarakat

    Safari Ramadhan, Ketua Kadin Sumsel : Pulihkan Ekonomi, Kita Punya Tanggung Jawab Besar Untuk Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    LEWAT program Safari Ramadhan dengan berkunjung ke warga-warga pelosok di Kabupaten Musi Banyuasin yang dilakukan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dinilai sejumlah pihak efektif untuk meringankan beban warga secara langsung saat Ramadhan dan ditengah pandemi COVID-19 saat ini. Hal ini pula dinilai selaras dengan program pemerintah pusat bahkan Kamar Dagang Industri […]

  • Cegah Karhutla, BNPB & Muba Bakal Bangun Sodetan di 2 Sungai  

    Cegah Karhutla, BNPB & Muba Bakal Bangun Sodetan di 2 Sungai  

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam waktu dekat segera membangun sodetan di Sungai Perjudian dan Sungai Merang. Kedua sungai ini terlerak  di Kecamatan Bayung Lencir. Rencana pembuatan sodetan di Kabupaten Muba ini adalah salah satu cara  mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Isu pembangunan sodetan  ini akan menjadi kabar […]

  • Pemprov Distribusikan  6.400 Vaksin Covid-19 ke Kabupaten OKI

    Pemprov Distribusikan  6.400 Vaksin Covid-19 ke Kabupaten OKI

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel kembali melanjutkan  mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac ke sejumlah daerah di Sumsel. Setelah beberapa hari sebelumnya didistribusikan ke Kota Palembang, selanjutnya sebanyak 6.400 vaksin didistribusikan untuk Kabupaten Ogan Komering Olir (OKI). Pendistribusian vaksin tersebut sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur Sumsel H Herman Deru agar Dinkes melakukan langkah cepat dalam pendistribusian vaksin […]

  • 87 Inovator Sumsel Terima Penghargaan

    87 Inovator Sumsel Terima Penghargaan

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.791
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada 87  inovator yang ada di Sumsel, mereka yang dianugerahi penghargaan tersebut merupakan yang  terpilih setelah melalui proses penjurian yang objektif oleh institusi para pakar yang berkopeten dibidangnya. Penganugrahan penghargaan kepada inovator yang digelar di Griya Agung Palembang, Senin (7/12)  dengan tajuk Malam Penganugrahan Inovator Sumsel […]

  • Habib-Rizieq

    Dikabarkan Habib Rizieq Shihab akan Pulang, Polda Metro : Tetap akan Dihadirkan dalam Pemeriksaan

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.609
    • 0Komentar

    Polda Metro Jaya berencana akan memeriksa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang diyakini akan pulang ke Indonesia.

expand_less
WordPress Archive Onnat – Digital Agency & Creative WordPress Theme Onova – IT Solutions & Services WordPress Theme Onova – Technology IT Solutions Elementor Template Kit Ontap – Brewery & Restaurant WordPress Theme Onum – SEO & Marketing Elementor WordPress Theme Opeka – Senior Care & Elderly Nursing WordPress Theme OpenHub – A Stylish Events & Conference Theme Openpos – WooCommerce Point Of Sale(POS) OpenSwatch – Woocommerce Variations Image Swatch Opklim – Law Firm WordPress Theme