Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Telur Asin, OSS & Izin yang Tak Lagi Bikin Pusing!

Telur Asin, OSS & Izin yang Tak Lagi Bikin Pusing!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 2.289
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Brebes Tunjukkan Cara Birokrasi Bisa Ramah, Bukan Drama

SEANDAINYA ada lomba daerah paling sabar ngadepin urusan perizinan, Brebes mungkin langganan juara umum. Soalnya, banyak pelaku ekonomi kreatif yang ide-idenya udah meledak-ledak kayak popcorn, tapi kejedot di meja birokrasi. Mau bikin usaha? Izin dulu. Mau izin? Tunggu tanda tangan. Mau tanda tangan? Pejabatnya rapat. Giliran rapatnya kelar, semangat udah pindah ke jualan online.

Nah, biar nggak terus-terusan begini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akhirnya turun gunung pekan lalu, mereka ngumpulin para pegiat ekonomi kreatif di King Royal Hotel, Brebes. Bukan buat makan siang bareng, tapi buat acara yang namanya agak panjang Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko lewat OSS. Tapi intinya cuma satu, biar pelaku usaha nggak lagi takut sama yang namanya izin usaha.

Brebes emang terkenal dengan telur asinnya, tapi kalau pelaku ekonomi kreatif di sini dikasih kesempatan, bisa jadi asin-nya bukan cuma di telur, tapi juga di dompet. Coba bayangin, dari kuliner, kriya, sampai desain digital, semua bisa jadi sumber cuan kalau dijalankan dengan izin yang resmi.

Kemenekraf lewat Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, datang bawa kabar baik “Sekarang izin usaha bisa lewat sistem OSS. Nggak perlu ngantre, nggak perlu surat sakti, cukup klik-klik di laptop”.

Kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, OSS ini ibarat jembatan emas buat para pelaku usaha biar bisa jalan tanpa drama. “Perizinan yang mudah dan transparan adalah pintu masuk menuju ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif,” katanya.
Bahasanya memang keren, tapi kalau diterjemahin ke bahasa warung kopi. “Sekarang ngurus izin gak perlu ngopi sampai dingin”.

OSS alias Online Single Submission ini kayak warung serba ada buat perizinan. Mau bikin usaha kerajinan, jualan desain, atau buka kafe tematik? Semua bisa diurus dari rumah. Asal sinyal kuat dan kuota cukup, izin pun langsung meluncur kayak orderan ojek online.

Kepala Subdirektorat Helmi Suhendry bilang, forum ini bukan cuma soal izin, tapi juga cara ngelihat peluang investasi dan kolaborasi. “Jadi bukan cuma ngerti caranya bikin izin, tapi juga ngerti gimana caranya bikin duitnya jalan”.

Sementara Direktur Anggara Hayun menambahkan, kegiatan ini juga buat ngasih edukasi tentang pentingnya izin berbasis risiko.
Alias, kalau usahamu cuma jual gantungan kunci, risikonya beda sama jual petasan. Tapi dua-duanya tetap butuh izin, biar usahanya aman dan dipercaya.

Asisten Sekda Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, juga nggak mau ketinggalan. Ia bilang Brebes punya potensi besar di kuliner dan kriya. Tapi potensi itu bisa nyangkut di pintu, kalau para pelaku usaha belum paham pentingnya izin.

“Izin usaha itu kayak helm waktu naik motor, kadang males dipakai, tapi pas ada razia, baru sadar fungsinya besar”.

Dan bener aja, kalau udah punya legalitas, produknya bisa dipercaya konsumen, bisa ikut pameran, bahkan bisa dilirik investor. Soalnya, investor zaman sekarang udah nggak mau investasi ke usaha yang “abal-abal tapi viral”.

Sekretaris Komisi I DPRD Brebes, Heri Fitriansyah, juga ngasih bumbu realitas. Katanya, Brebes bakal dapet bonus demografi, banyak anak muda produktif, tapi tantangannya adalah digitalisasi, jadi, mau nggak mau, perizinan pun harus ikut upgrade ke zaman online.

“Kami siap jemput bola, bukan nunggu bola masuk ke gawang birokrasi,” ujarnya penuh semangat.

Kalau acara kayak gini terus berlanjut, Brebes bisa jadi contoh daerah yang nggak cuma jual telur asin, tapi juga jual ide asin-manis-gurih khas anak muda kreatif. Bayangin aja, produk lokal yang dulu cuma dipajang di etalase kecil pasar tradisional, nanti bisa mejeng di marketplace internasional.

Dan semuanya dimulai dari satu hal sederhana: punya izin usaha, karena seperti kata pepatah versi upgrade, “Lebih baik izin di awal daripada diusut di akhir”.

Akhir kata, Kemenekraf bukan cuma ngajarin cara ngurus izin, tapi ngajak pelaku ekraf buat berpikir jangka panjang. Soalnya, kreativitas tanpa legalitas itu kayak nasi goreng tanpa kecap tetap bisa dimakan, tapi nggak lengkap.

Dengan sistem OSS, para pelaku ekonomi kreatif di Brebes dan daerah lain bisa mulai bergerak tanpa takut dihantui birokrasi, sekarang nggak ada alasan lagi buat usaha jalan di bawah meja.

Birokrasi boleh tetap ada, tapi harus adaptif. Daerah boleh kecil, tapi mimpinya besar, karena kalau Brebes bisa bikin telur asin mendunia, siapa bilang ide kreatif mereka nggak bisa bikin dunia jadi lebih asin gurih juga?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bebaskan Kerepotan Berganti Smartphone: Video ‘All About Switching’ Galaxy Memperoleh Popularitas Global

    Bebaskan Kerepotan Berganti Smartphone: Video ‘All About Switching’ Galaxy Memperoleh Popularitas Global

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 511
    • 0Komentar

    “Hadirin sekalian, Smart Switch menyambut Anda di Galaxy! Kami mendekati dengan kecepatan transfer 1GB dalam waktu kurang dari 2 menit. Untuk semua transfer melalui kabel dan cloud, enkripsi data selalu aktif.” Dalam pengumuman seperti pramugari, video baru Galaxy yang menyoroti kemudahan beralih ke smartphone Galaxy baru dari sistem operasi lain mengumumkan bahwa aplikasi dan data […]

  • Masa PPKM, Stok Bahan Pangan Harus Selalu Suplus

    Masa PPKM, Stok Bahan Pangan Harus Selalu Suplus

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    STOK kebutuhan pokok, mendapat perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara peresmian pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2021 di Istana Negara, belum lama ini. Kepada Tim Pengendalian Inflasi Nasional (TPIN), baik itu pusat maupun daerah, Presiden meminta agar mereka terus menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga barang, khususnya barang kebutuhan pokok masyarakat. Sebab, stabilitas […]

  • Simbol pindah kepemimpinan, Bupati OKI serahkan Pena kepada Pj, Iskandar : ada benda yang paling berat di dunia, apa itu !

    Simbol pindah kepemimpinan, Bupati OKI serahkan Pena kepada Pj, Iskandar : ada benda yang paling berat di dunia, apa itu !

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Ogan Komering Ilir menggelar malam ramah tamah pelepasan Bupati OKI, H. Iskandar, SE yang mengakhiri masa jabatannya pada 4 November 2023 karena ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu Legislatif 2024. Kepemimpinan Ogan Komering Ilir selanjutnya akan dilanjutkan oleh Wakil Bupati Dja’far Shodiq selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Dalam rangkaian acara tersebut […]

  • Bus Shalawat, Supirnya Amanah, Kursinya Ramah, Tipsnya Haramah!

    Bus Shalawat, Supirnya Amanah, Kursinya Ramah, Tipsnya Haramah!

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Pak, kita naik onta ya ke Masjidil Haram?” tanya Bu Ruminah, 67 tahun, polos sekali sambil memegang koper kecil dan semangat seperti mau tamasya ke kebun binatang. Pak Lurah, yang barusan saja mengatur rombongan kloter 17 dari Lampung, tersenyum sabar. “Bukan, Bu. Sekarang jemaah Indonesia naik Bus Shalawat. Anti-ngesot, anti-sesat!” Begitulah wajah pelayanan […]

  • Bendera Merah Putih Menyapa Pagi Palembang, Humor, Haru hingga Harapan di HUT RI ke-80

    Bendera Merah Putih Menyapa Pagi Palembang, Humor, Haru hingga Harapan di HUT RI ke-80

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    PAGI di Simpang Lima DPRD Sumatera Selatan, Palembang, Rabu (13/8/2025) itu, mendadak seperti warung pecel lele yang tiba-tiba kedatangan rombongan artis sinetron  ramai, riuh, dan penuh warna. Ribuan bendera merah putih bertebaran, bukan karena angin nakal, tapi karena 3.000 lembar sang saka dibagikan langsung  duet Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam. […]

  • Untuk Perjelas Profesi, Pembimbing dan Petugas Haji akan Disertifikasi BNSP

    Untuk Perjelas Profesi, Pembimbing dan Petugas Haji akan Disertifikasi BNSP

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 606
    • 0Komentar

      DIREKTUR Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief akan mendorong sertifikasi pembimbing dan petugas haji oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selama ini, proses sertifikasi baru diberlakukan untuk pembimbing haji, bekerjasama dengan sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN). “Ke depan, pembimbing dan petugas haji akan bersertifikasi dari BNSP sehingga jelas profesinya,” ungkap Hilman […]

expand_less
WordPress Archive Quardo | Deluxe Hotels WordPress Theme Quasar – WordPress Theme with Animation Builder Qube – Responsive Multi-Purpose Theme Qudos – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme Qudrat – Islamic Center & Mosque Elementor Template Kit Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme Quere – Real Estate & Apartments WordPress Theme Querida – Creative Agency WordPress Theme Questionar – FAQ Accordions for Elementor