Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » “Tank Bisa Macet, Sabun Gak Pernah Mandek, Saat TNI Perang Lawan Kuman”

“Tank Bisa Macet, Sabun Gak Pernah Mandek, Saat TNI Perang Lawan Kuman”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 2.221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMBAWA, pagi yang cerah tapi berdebu, di lapangan latihan, deru tank meraung, debu naik, dan para prajurit berdiri gagah. Tapi tunggu dulu, di sisi kanan lapangan ada pemandangan absurd, barisan prajurit juga, namun bukan bawa senjata. Mereka pegang… sabun cair.

“Loh, ini latihan perang atau lomba cuci tangan?”, celetuk seorang warga sambil nyengir.

Letnan Adi, yang rambutnya klimis tapi mukanya tegang, cuma nyeletuk, “Hari ini kita perang lawan musuh yang gak kelihatan, siap tempur, tapi jangan lupa bilas!”.

Sersan Rina di barisan depan nyeletuk, “Siap, Pak!, tapi musuhnya ini kecil, licin, dan gak bisa ditembak pakai peluru. Paling ampuhnya ya pakai sabun, bukan senapan,”

Kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, penyakit menular itu pembunuh paling brutal sepanjang sejarah manusia. “Lebih besar dari perang,” ujarnya saat meninjau pembangunan Markas Batalyon Teritorial Pembangunan 835 di Sumbawa, 18 Oktober 2025.
Ia bahkan nyeletuk, “Pandemi COVID-19 itu perang dunia paling merepotkan semua pemimpin. Bayangin, musuhnya kecil, tapi semua negara jongkok”.

Dan bener juga, sejarah mencatat, Spanish Flu tahun 1918–1919 menewaskan antara 50–100 juta orang di seluruh dunia (Our World in Data, 2023). Padahal waktu itu belum ada Zoom, belum ada TikTok, jadi gak bisa nyalahin work from home.

Belum cukup? Pandemi COVID-19, kata jurnal The Lancet (2022), bisa jadi menewaskan 18 juta orang di seluruh dunia. Bandingkan dengan perang, kalah telak!
Artinya, peluru bisa meleset, tapi virus? Nggak pernah absen.

“Letnan, saya baru sadar, kalau kendaraan tempur bisa mogok gara-gara lumpur, virus bisa mogok gara-gara sabun,” kata Sersan Rina sambil ngucek tangan dengan gaya spirit of Florence Nightingale.

Letnan Adi ketawa. “Wah, jangan-jangan nanti kita disuruh push-up pakai sabun cair!”
“Boleh juga, Pak, biar bersih sekalian niat,” sahut Rina, yang tampaknya sudah lebih cocok jadi duta Lifebuoy ketimbang komando.

Menkes Budi sampai bilang, “Pertahanan negara itu bukan cuma soal senjata, tapi juga soal kesehatan. Saya nggak mau ada prajurit yang kalah sama penyakit sebelum pensiun. Kalau bisa, umur rata-rata mereka 80 tahun, tetap bugar”.

Kalimatnya ngena banget. Soalnya, kalau prajurit kalah sama kolesterol, ya… gimana mau perang lawan virus?

Kalau dipikir, sabun itu kayak prajurit paling disiplin di dunia, karena setiap kali dipakai, pasti kerja tanpa banyak omong.
Bentuknya lembek, baunya wangi, tapi daya serangnya ke virus? Ngeri.
CDC (2023) bilang, cuci tangan dengan sabun bisa menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan sampai 21%, pikirkan coba kawan!, efeknya segitu besar padahal cuma butuh air, sabun, dan niat tulus.

World Bank (2022) juga sempat ngitung, setiap satu dolar buat cuci tangan bisa menghemat tujuh dolar biaya rumah sakit.
Artinya, sabun itu bukan cuma alat kebersihan, tapi juga investasi pertahanan nasional.

Belajar dengan negara lain seperti Jepang, sudah lama pakai masker dan rajin cuci tangan, bukan karena takut virus, tapi karena takut malu kalau bawa kuman ke rumah orang. Hasilnya, angka kematian COVID-nya termasuk paling rendah di dunia.

Ada lagi Korea Selatan bahkan sampai kerahkan pasukan medis militer buat tes massal. Bayangin, tentaranya sibuk swab, bukan nembak. Dan hasilnya? pandemi bisa dikontrol tanpa lockdown besar.

Selanjutnya ada lagi Finlandia, juga lucu sebab anak SD di sana disuruh latihan cuci tangan kayak latihan baris-berbaris, jadi pas pandemi datang, mereka udah jago formasi tangan bersih 45 derajat.

Pepatah lama bilang air tenang menghanyutkan, tapi kalau air itu dicampur sabun, dia bisa menyelamatkan dunia, kadang kita sibuk upgrade HP, tapi lupa upgrade kebersihan, padahal, bela negara paling sederhana ya mulai dari wastafel.

Budi Gunadi Sadikin juga bilang, “Melindungi rakyat dari penyakit adalah bentuk bela negara paling nyata, karena pertahanan sejati bukan cuma di medan perang, tapi juga di rumah dan di diri kita sendiri”

Di akhir hari, Letnan Adi berdiri di depan pasukannya. “Baik, pasukan, mulai hari ini musuh kita gak berseragam, gak bawa bendera. Tapi dia bisa numpang di tangan kalian, siap lawan?”
“Siap!” jawab prajurit kompak.
“Senjatanya apa?”
“Sabun, Pak!”

Mereka tertawa. Tapi di balik tawa itu, ada kebenaran pahit dunia ini memang aneh, kadang tank gak bisa apa-apa, tapi sabun bisa menyelamatkan bangsa.

Karena, kata pepatah modern “Jangan remehkan yang kecil. Virus aja bisa bikin dunia rebahan, apalagi sabun — dia bisa bikin dunia hidup lagi”.[***]

Catatan redaksi : tulisan ini disajikan dengan gaya humor khas Sumselterkini untuk mengajak pembaca melihat isu kesehatan dengan cara yang lebih ringan dan menghibur. Semua bentuk guyonan, perumpamaan, dan dialog dalam artikel ini bersifat fiktif dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak mana pun, termasuk TNI, Kementerian Kesehatan, atau tokoh-tokoh yang disebut.

Pesan utama dari artikel ini adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan bangsa, karena melindungi rakyat dari penyakit sama mulianya dengan menjaga negara dari ancaman militer.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UD Trucks Ajak 60 Pemilik Armada Jajal UD Trucks Quester, Heavy-Duty Truck

    UD Trucks Ajak 60 Pemilik Armada Jajal UD Trucks Quester, Heavy-Duty Truck

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.541
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – UD Trucks, yang dikenal memiliki tradisi panjang dalam melaksanakan pengembangan terhadap produknya, hari ini mengajak 60 pemilik armada dari diler Astra International UD Trucks Sales Operation di Palembang beserta dengan teman-teman media untuk mencoba secara langsung UD Trucks Quester, heavy-duty truck yang didesain khusus untuk negara berkembang di Asia. Handi Lim, Sales […]

  • Awas !! Ancaman Karhutlah, Satgas Penanggulangan  Siapkan 1.512 Personil

    Awas !! Ancaman Karhutlah, Satgas Penanggulangan Siapkan 1.512 Personil

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    “Saya tekankan  karhutla adalah masalah bersama, karena itu kita harus selesaikan secara bersama-sama pula. Pihak perusahaan yang ada di Sumsel, semua saya minta untuk terlibat, bahu membahu. Mana sumber daya yang mereka miliki, maksimalkan untuk memadamkan api. Masyarakat juga demikian, sama-sama kita jaga, kalau kurang alat kita siapkan,”

  • Meski Tersingkir di Beregu, Tim Panahan Indonesia Masih Ada Peluang di Perorangan

    Meski Tersingkir di Beregu, Tim Panahan Indonesia Masih Ada Peluang di Perorangan

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID , Tokyo – Hasil kurang memuaskan harus dialami tim panahan beregu putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Riau Ega dkk belum mampu melangkah lebih jauh di kompetisi panahan beregu putra setelah kalah 6-0 dari Inggris Raya di babak eliminasi 1/8 di Yumenoshima Final Field, Senin (26/7/2021). Hasil kurang memuaskan harus dialami tim panahan beregu […]

  • Polres Muba Amankan Pengedar Sabu

    Polres Muba Amankan Pengedar Sabu

    • calendar_month Jumat, 27 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.814
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Muba – Polres Musi Banyuasin (Muba) melalui  Sat Pol Air Resort Muba berhasil mengamankan diduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, Kamis (26/7/2018) pukul 21.00 WIB di pinggir Sungai Desa Muara Merang, Dusun Bakong, Kec. Bayung Lencir, Kab. Muba. Kapolres  Muba, AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kasat Pol Airud, Iptu Marihot Manik, SH, […]

  • ESDM Dorong  Ketenagalistrikan di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Salah Satunya Labuan Bejo

    ESDM Dorong  Ketenagalistrikan di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Salah Satunya Labuan Bejo

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.807
    • 0Komentar

    MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan mendorong pengembangan ketenagalistrikan di lima destinasi pariwisata super prioritas khususnya di Labuan Bajo melalui pembangunan PLTS dan interkoneksi jaringan listrik PLN, serta pengembangan Geopark, Menurut salah satunya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. “Permintaan, energi Indonesia yang terus meningkat seiring […]

  • Mandalika Punya Bukit Jokowi, Namun Kenapa Dinamakan Bukit Kepala Negara

    Mandalika Punya Bukit Jokowi, Namun Kenapa Dinamakan Bukit Kepala Negara

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.477
    • 0Komentar

    LOKASINYA persis berada di atas trek lurus start-finish sirkuit Mandalika. Posisinya ada di sisi timur sirkuit Mandalika. Untuk menuju ke tempat itu hanya ada satu akses. Dari jalan umum kurang lebih hanya butuh waktu 10 menit menggunakan kendaraan roda empat. Di sanalah terhampar Bukit Jokowi. Dinamakan bukit Jokowi, karena Presiden Jokowi pernah mengunjungi bukit tersebut […]

expand_less
WordPress Archive Aseona SEO Digital Marketing Elementor Template Kit Asgard – Multipurpose Messages and Social Builder AshElement-Elementor Page Builder Bundle Ashtanga – Yoga Studio WordPress Theme Ashton | Lawyer Attorney WordPress Ashton – Web hosting Elementor Template Kit Ask Me – Responsive Questions & Answers WordPress Askka – Candle Shop WordPress Theme Asona – Blog and Magazine WordPress Theme Aspien – Business Connecting Elementor Template Kit