Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Warung Kopi Naik Bursa, KreatIPO Bikin Pegiat Kreatif Cuan”

“Warung Kopi Naik Bursa, KreatIPO Bikin Pegiat Kreatif Cuan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 3.003
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK kreatif itu identik sama coretan di kafe, sekarang siapa sangka mereka malah bisa nyantol di lantai bursa, bukan bursa kerja, bro, tapi Bursa Efek Indonesia tempat saham-saham berputar kayak roda kehidupan, kadang naik, kadang bikin jantungan. Nah, di sinilah Kementerian Ekonomi Kreatif barengan BEI lagi getol ngajak para pegiat kreatif buat naik kelas lewat program KreatIPO semacam “bootcamp ekonomi kreatif rasa pasar modal”.

Lokasinya juga nggak main-main Eastparc Hotel Yogyakarta. Hotelnya aja udah kedengaran kayak startup yang baru dapet pendanaan seri A. Di sana, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenekraf, Anggara Hayun Anujuprana, kasih sambutan dengan gaya semangat membara mungkin kalau bisa, beliau langsung lempar saham gratis biar peserta makin semangat.

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam siaran persnya dilaman ekraf menyebutkan KreatIPO ini bukan cuma acara gaya-gayaan. Ini bentuk nyata kehadiran negara bukan sekadar hadir buat foto bareng spanduk, tapi buat bantu para pelaku ekonomi kreatif biar nggak terus-terusan jualan ide tapi “duitnya entah ke mana”, katanya, pasar modal itu peluang besar, asal siap dengan tata kelola dan inovasi yang kuat. Bahasa halusnya jangan cuma jago bikin logo, tapi juga ngerti laporan keuangan!

Bayangin aja, pegiat kreatif yang biasanya nongkrong di angkringan sambil nyoret konsep di tisu, sekarang diajak mikir soal IPO alias Initial Public Offering. Dari jual ide ke jual saham transformasi ini mirip kayak ubah motor bebek jadi mobil listrik. Beda kelas, tapi tetap butuh bensin, eh, maksudnya, modal.

Anggara bilang, KreatIPO ini langkah strategis biar pelaku kreatif bisa naik level, bukan cuma jadi  usaha keren di Instagram, tapi perusahaan global di Bloomberg. Gokil kan? Soalnya, kalau mau go public itu nggak bisa cuma bermodal semangat dan kopi sachet. Harus ada audit, manajemen yang rapi, dan mental baja menghadapi investor yang pertanyaannya kadang lebih tajam dari mantan.

Workshop ini juga rame kayak konser akustik sore hari. Ada Alan Fatih dari BEI yang ngomongin startup dan UMKM, ada Steffen dari Surya Fajar Sekuritas, Bimo Iman Santoso dari RSM Indonesia, dan Erlangga Ksatria dari Imago Mulia Persada Tbk. Pokoknya panelnya lengkap, tinggal kurang barista dan MC stand-up aja.

Dari sesi talkshow sampai pendampingan, peserta diajarin segala hal mulai dari tahap IPO, cara audit, strategi siap-siap go public, sampai dengar langsung pengalaman perusahaan yang udah sukses melantai di bursa. Ibarat belajar berenang, mereka bukan cuma dikasih pelampung, tapi langsung disuruh nyemplung, tapi tenang, ada pelatihnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Imam Pratanadi, juga nggak mau ketinggalan. Katanya, ekonomi kreatif itu tulang punggung pariwisata. Kalau pelaku kreatif naik kelas, otomatis wisata juga ikut berkilau. Ya iyalah, siapa yang nggak bangga kalau brand lokal Jogja bisa nongol di ticker saham BEI barengan Unilever dan BCA?

Yogya ini ibarat dapur kreatif nasional tempat ide lahir dari obrolan santai di angkringan. Kalau dapur ini dikasih akses ke modal dan bimbingan finansial yang mumpuni, bukan nggak mungkin nanti kita bakal lihat Gudeg IPO, Batik Tbk, atau Kopi Joss Ventures jadi kenyataan.

Ngomongin ekonomi kreatif, Indonesia nggak sendiri. Di London, pemerintah bikin program Creative Industries Clusters yang bantu seniman dan startup kolaborasi bareng investor hasilnya, ekonomi kreatif nyumbang lebih dari £100 miliar ke ekonomi Inggris.

Di Seoul, pemerintah Korea bikin K-Startup Grand Challenge yang ngegabungin hiburan, teknologi, dan modal asing. Jadi nggak heran kalau drama Korea bisa punya kualitas Hollywood tapi rasa lokal.

Lalu di Bangkok, lewat Creative Economy Agency, pemerintahnya kasih insentif pajak dan bimbingan supaya seniman dan pengusaha kreatif bisa ekspor karya. Dari mural sampai desain interior, semua diseriusin nggak cuma buat gaya-gayaan di Instagram.

Bikin nagih

Nah, kalau mereka bisa, masa kita nggak bisa? Toh, kreatifitas orang Indonesia itu kayak warung indomie ada di mana-mana, murah meriah, tapi selalu bikin nagih.

Dulu, kata orang bijak, “modal utama orang kreatif itu ide”. Sekarang, ternyata ide butuh modal kedua yakni pendanaan. Karena sebrilian apa pun ide kalau dompetnya kering, akhirnya cuma jadi status Twitter.

Program KreatIPO ini ngajarin kita satu hal penting mimpi boleh tinggi, tapi harus punya rencana dan pembukuan yang rapi. Kreatif bukan berarti acak-acakan. Karena di dunia usaha modern, cash flow itu sama pentingnya dengan creative flow.

KreatIPO ini semacam jembatan antara dunia ide dan dunia angka. Antara pelaku kreatif yang jago bikin konsep absurd dan investor yang maunya angka pasti. Kalau dua dunia ini bisa ketemu, bukan nggak mungkin ekonomi kreatif kita bakal jadi motor penggerak baru Indonesia bukan cuma di pameran, tapi juga di bursa saham.

Seperti kata pepatah (yang entah siapa yang bikin) “Rezeki bisa datang dari ide, tapi masa depan datang dari tata kelola”

Jadi, buat para pelaku kreatif, yuk, siap-siap go public! Warung kopi siap saingan sama korporasi besar, karena siapa tahu, obrolan santai hari ini adalah laporan keuangan tahun depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Coffee Morning FKPD Sumsel, Bahas Apa Ya ?

    Coffee Morning FKPD Sumsel, Bahas Apa Ya ?

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Forum tersebut sangat baik karena di dalamnya terdapat unsur di luar kedinasan dan menjadi tempat informal yang efektif selain dalam rangka menjalin silaturahmi.

  • Covid-19 : Bertambah 34 Kasus Sembuh, 20 Positif, 1 Meninggal Dunia

    Covid-19 : Bertambah 34 Kasus Sembuh, 20 Positif, 1 Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID- GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (23/7/2021) mengkonfirmasi penambahan 34 kasus sembuh, 20 positif, dan 1 kasus meninggal dunia. “Ada penambahan 34 kasus sembuh, 20 positif, dan 1 kasus meninggal dunia per 23 Juli 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan kasus positif […]

  • Bupati Serap Aspirasi Warga Teluk Kijing III

    Bupati Serap Aspirasi Warga Teluk Kijing III

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex melakukan kunjungan kerja ke Desa Teluk Kijing III Kecamatan Lais dalam rangka Safari Jumat di Masjid Nurul Iman, Jumat (6/9/2019). Safari Jumat ini merupakan kegiatan rutin Pemkab Muba untuk meningkatkan silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Seusai melaksanakan Shalat Jum’at Bupati Muba berdialog dengan masyarakat setempat. Dari dialog tersebut Kepala […]

  • Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, Pemprov Sumsel Bahas Usulan Rencana Pembangunan Kabupaten/kota

    Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, Pemprov Sumsel Bahas Usulan Rencana Pembangunan Kabupaten/kota

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.399
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ir. S.A Supriono hadir dan membuka Rapat Teknis Dinas PU Bina Marga Dan Tata Ruang Prov. Sumsel, di Grand Atyasa Palembang, Rabu (16/2). Dalam kesempatan tersebut Sekda berharap akan  mampu menampung usulan kegiatan dari Kabupaten dan Kota untuk tahun anggran 2023 yang berkualitas guna pelaksanaan sistem perencanaan yang baik […]

  • Bupati Muba Minta Plototin Penjualan Makanan Yang Nakal

    Bupati Muba Minta Plototin Penjualan Makanan Yang Nakal

    • calendar_month Minggu, 9 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA meminta agar Disdagperin dengan pihak terkait memaksimalkan pengawasan penjualan makanan di pasar-pasar. “Jangan sampai ada oknum pedagang nakal yang menjual makanan dengan mengandung bahan berbahaya,” tegasnya. Kepala Daerah Inovatif ini menghimbau agar pedagang dan masyarakat Muba mematuhi pembatasan operasional aktifitas di pasar. “Ini demi kebaikan kita […]

  • Entaskan Kemiskinan Jadi Agenda Pembicaraan Kerjasama Pemkab Lahat & FISIP UIN Raden Fatah

    Entaskan Kemiskinan Jadi Agenda Pembicaraan Kerjasama Pemkab Lahat & FISIP UIN Raden Fatah

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    PEMKAB Lahat melalui  Bappeda dan  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang menindaklanjuti kerjasamanya dengan agenda pembicaraan masalah pengentasan kemiskinan di Lahat. Dalam pertemuan ini Fisip UIN Raden Fatah diwakili  Wakil Dekan II  Dr. Yenrizal, Wakil Dekan II Ainur Ropik,M.Si , Wakil Dekan III Dr. Kun Budianto dan Kepala Laboratorium Fisip UIN […]

expand_less
WordPress Archive Syramik - Ceramic & Pottery Store WooCommerce Elementor Pro Template Kit Syron | Personal Blog & Magazine WordPress Theme System Email Pro Jetpack CRX Addon Tabbed Gallery for Elementor – Galerie Tabion – Metro Tab Accordion Switcher CSS Table Rate Shipping by Class, Weight, Price, Quantity & Volume for WooCommerce Table Rate Shipping for WooCommerce Tablenator | Advanced Tables for Visual Composer TableTrack – The Complete SaaS Restaurant Management Solution Tabligh – Islamic Institute & Mosque WordPress Theme + RTL