Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Warung Kopi Naik Bursa, KreatIPO Bikin Pegiat Kreatif Cuan”

“Warung Kopi Naik Bursa, KreatIPO Bikin Pegiat Kreatif Cuan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 2.999
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK kreatif itu identik sama coretan di kafe, sekarang siapa sangka mereka malah bisa nyantol di lantai bursa, bukan bursa kerja, bro, tapi Bursa Efek Indonesia tempat saham-saham berputar kayak roda kehidupan, kadang naik, kadang bikin jantungan. Nah, di sinilah Kementerian Ekonomi Kreatif barengan BEI lagi getol ngajak para pegiat kreatif buat naik kelas lewat program KreatIPO semacam “bootcamp ekonomi kreatif rasa pasar modal”.

Lokasinya juga nggak main-main Eastparc Hotel Yogyakarta. Hotelnya aja udah kedengaran kayak startup yang baru dapet pendanaan seri A. Di sana, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenekraf, Anggara Hayun Anujuprana, kasih sambutan dengan gaya semangat membara mungkin kalau bisa, beliau langsung lempar saham gratis biar peserta makin semangat.

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam siaran persnya dilaman ekraf menyebutkan KreatIPO ini bukan cuma acara gaya-gayaan. Ini bentuk nyata kehadiran negara bukan sekadar hadir buat foto bareng spanduk, tapi buat bantu para pelaku ekonomi kreatif biar nggak terus-terusan jualan ide tapi “duitnya entah ke mana”, katanya, pasar modal itu peluang besar, asal siap dengan tata kelola dan inovasi yang kuat. Bahasa halusnya jangan cuma jago bikin logo, tapi juga ngerti laporan keuangan!

Bayangin aja, pegiat kreatif yang biasanya nongkrong di angkringan sambil nyoret konsep di tisu, sekarang diajak mikir soal IPO alias Initial Public Offering. Dari jual ide ke jual saham transformasi ini mirip kayak ubah motor bebek jadi mobil listrik. Beda kelas, tapi tetap butuh bensin, eh, maksudnya, modal.

Anggara bilang, KreatIPO ini langkah strategis biar pelaku kreatif bisa naik level, bukan cuma jadi  usaha keren di Instagram, tapi perusahaan global di Bloomberg. Gokil kan? Soalnya, kalau mau go public itu nggak bisa cuma bermodal semangat dan kopi sachet. Harus ada audit, manajemen yang rapi, dan mental baja menghadapi investor yang pertanyaannya kadang lebih tajam dari mantan.

Workshop ini juga rame kayak konser akustik sore hari. Ada Alan Fatih dari BEI yang ngomongin startup dan UMKM, ada Steffen dari Surya Fajar Sekuritas, Bimo Iman Santoso dari RSM Indonesia, dan Erlangga Ksatria dari Imago Mulia Persada Tbk. Pokoknya panelnya lengkap, tinggal kurang barista dan MC stand-up aja.

Dari sesi talkshow sampai pendampingan, peserta diajarin segala hal mulai dari tahap IPO, cara audit, strategi siap-siap go public, sampai dengar langsung pengalaman perusahaan yang udah sukses melantai di bursa. Ibarat belajar berenang, mereka bukan cuma dikasih pelampung, tapi langsung disuruh nyemplung, tapi tenang, ada pelatihnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Imam Pratanadi, juga nggak mau ketinggalan. Katanya, ekonomi kreatif itu tulang punggung pariwisata. Kalau pelaku kreatif naik kelas, otomatis wisata juga ikut berkilau. Ya iyalah, siapa yang nggak bangga kalau brand lokal Jogja bisa nongol di ticker saham BEI barengan Unilever dan BCA?

Yogya ini ibarat dapur kreatif nasional tempat ide lahir dari obrolan santai di angkringan. Kalau dapur ini dikasih akses ke modal dan bimbingan finansial yang mumpuni, bukan nggak mungkin nanti kita bakal lihat Gudeg IPO, Batik Tbk, atau Kopi Joss Ventures jadi kenyataan.

Ngomongin ekonomi kreatif, Indonesia nggak sendiri. Di London, pemerintah bikin program Creative Industries Clusters yang bantu seniman dan startup kolaborasi bareng investor hasilnya, ekonomi kreatif nyumbang lebih dari £100 miliar ke ekonomi Inggris.

Di Seoul, pemerintah Korea bikin K-Startup Grand Challenge yang ngegabungin hiburan, teknologi, dan modal asing. Jadi nggak heran kalau drama Korea bisa punya kualitas Hollywood tapi rasa lokal.

Lalu di Bangkok, lewat Creative Economy Agency, pemerintahnya kasih insentif pajak dan bimbingan supaya seniman dan pengusaha kreatif bisa ekspor karya. Dari mural sampai desain interior, semua diseriusin nggak cuma buat gaya-gayaan di Instagram.

Bikin nagih

Nah, kalau mereka bisa, masa kita nggak bisa? Toh, kreatifitas orang Indonesia itu kayak warung indomie ada di mana-mana, murah meriah, tapi selalu bikin nagih.

Dulu, kata orang bijak, “modal utama orang kreatif itu ide”. Sekarang, ternyata ide butuh modal kedua yakni pendanaan. Karena sebrilian apa pun ide kalau dompetnya kering, akhirnya cuma jadi status Twitter.

Program KreatIPO ini ngajarin kita satu hal penting mimpi boleh tinggi, tapi harus punya rencana dan pembukuan yang rapi. Kreatif bukan berarti acak-acakan. Karena di dunia usaha modern, cash flow itu sama pentingnya dengan creative flow.

KreatIPO ini semacam jembatan antara dunia ide dan dunia angka. Antara pelaku kreatif yang jago bikin konsep absurd dan investor yang maunya angka pasti. Kalau dua dunia ini bisa ketemu, bukan nggak mungkin ekonomi kreatif kita bakal jadi motor penggerak baru Indonesia bukan cuma di pameran, tapi juga di bursa saham.

Seperti kata pepatah (yang entah siapa yang bikin) “Rezeki bisa datang dari ide, tapi masa depan datang dari tata kelola”

Jadi, buat para pelaku kreatif, yuk, siap-siap go public! Warung kopi siap saingan sama korporasi besar, karena siapa tahu, obrolan santai hari ini adalah laporan keuangan tahun depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Tradisi Turun Menurun, Dispopar Muba Bikin Kegiatan Unik, Apa Itu ?

    Jaga Tradisi Turun Menurun, Dispopar Muba Bikin Kegiatan Unik, Apa Itu ?

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    “Bekarang yang merupakan budaya lokal ini menjadi even tahunan sebagai salah satu potensi pariwisata di Kabupaten Musi Banyuasin,”

  • Ratusan Atlet Dalam & Luar Ramaikan Palembang Triathlon

    Ratusan Atlet Dalam & Luar Ramaikan Palembang Triathlon

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    RATUSAN atlet profesional maupun amatir dalam dan luar negeri mengikuti Palembang Triathlon yang digelar di Jakabaring Sport City (JSC), minggu (23/2/2020). Dimana olahraga yang menggabungkan antara renang, balap sepeda, dan lari mempertandingkan tiga kategori. Tiga kategori itu adalah Elite (atlet nasional), Military (anggota TNI & Polri) dan Youth (14-16 tahun). Khusus hari kedua, Palembang Triathlon […]

  • Survei Baru menunjukkan Bisnis yang Tidak Mengotomatiskan Risiko Tertinggal di Belakang Kurva  Laporan industri oleh SGTech & Workato Ungkap 80 % Perusahaan Singapura Terapkan Otomatisasi Selesaikan Masalah Produktivitas & Tenaga Kerja

    Survei Baru menunjukkan Bisnis yang Tidak Mengotomatiskan Risiko Tertinggal di Belakang Kurva Laporan industri oleh SGTech & Workato Ungkap 80 % Perusahaan Singapura Terapkan Otomatisasi Selesaikan Masalah Produktivitas & Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA –  Otomasi akan sangat penting dalam mendorong produktivitas dan kinerja sebagian besar perusahaan di Singapura, menurut laporan industri baru yang ditugaskan oleh SGTech, asosiasi perdagangan terkemuka untuk industri teknologi Singapura, dan Workato, otomatisasi perusahaan terkemuka peron. Laporan tersebut, The State of Digital Automation 2023, mengeksplorasi bagaimana otomatisasi berdampak pada perusahaan di Singapura. […]

  • 3 Hal Ini Patut Diperhatikan Agar UMKM Berkembang di Sumsel

    3 Hal Ini Patut Diperhatikan Agar UMKM Berkembang di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.860
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru  mengaharapkan  Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANASDA) Provinsi Sumatera Selatan  dan Dekranasda Kabupaten/Kota memperhatikan keterampilan, permodalan dan marketing.  Hal itu diungkapkannya saat membuka Kriya Sriwijaya Home Decoration 2022 bertempat di OPI Mall, Selasa (25/10). “Tiga tantangan ini  harus terus diasah, bila perlu para perajin diberikan  pelatihan dan […]

  • Pulang Kampung, Gubernur Sumsel Setir Mobil Sendiri

    Pulang Kampung, Gubernur Sumsel Setir Mobil Sendiri

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2019
    • account_circle Asri
    • visibility 873
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang | Meski sudah menjadi orang nomor satu di Sumsel, Gubernur Sumsel H.Herman Deru tak sungkan menyetir mobil sendiri saat hendak pulang kampung. Kamis (30/5) pagi misalnya,  ia memilih mengendarai sendiri mobil Toyota Hiace selama 2×4 jam pulang pergi dari Kota Palembang ke tanah kelahirannya di Desa Kabupaten OKU Timur (OKUT). Selain memang sudah […]

  • CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

    CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pendidikan militer untuk siswa nakal? Wah, kalau ada yang bilang ini bisa bikin siswa jadi tentara cilik, sepertinya mereka terlalu cepat menarik kesimpulan. Tapi, Pemerintah Kota Palembang ternyata sedang serius mengkaji ide yang satu ini. Walau kedengarannya seperti plot film laga yang penuh aksi, kebijakan ini masih dalam tahap evaluasi. Wali Kota Palembang, […]

expand_less
WordPress Archive Syramik - Ceramic & Pottery Store WooCommerce Elementor Pro Template Kit Syron | Personal Blog & Magazine WordPress Theme System Email Pro Jetpack CRX Addon Tabbed Gallery for Elementor – Galerie Tabion – Metro Tab Accordion Switcher CSS Table Rate Shipping by Class, Weight, Price, Quantity & Volume for WooCommerce Table Rate Shipping for WooCommerce Tablenator | Advanced Tables for Visual Composer TableTrack – The Complete SaaS Restaurant Management Solution Tabligh – Islamic Institute & Mosque WordPress Theme + RTL