Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Ekonomi Syariah Sumsel Tumbuh dari Potensi Lokal

Ekonomi Syariah Sumsel Tumbuh dari Potensi Lokal

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 1.120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU bicara soal ekonomi syariah, banyak orang langsung kepikiran, bank syariah, koperasi syariah, atau label halal di restoran. Padahal, ekonomi syariah itu lebih luas dari sekadar rekening dengan nama belakang Syariah. Di Sumatera Selatan, ekonomi syariah bisa lahir dari sawah, kebun, pasar kaget, bahkan dari semangkuk pempek yang dijual di pinggir jalan.

Begini ceritanya.

Kamis (18/9/2025), Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima audiensi dari Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Kedengarannya resmi banget, ya? Tapi di balik meja rapat itu, ada obrolan yang kalau ditarik ke akar rumput sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari wong Sumsel.

Herman Deru bilang, potensi ekonomi syariah di Sumsel luar biasa besar, dari sektor pertanian yang jadi urat nadi, UMKM yang jadi tulang punggung, sampai pariwisata halal yang mulai bikin orang luar negeri penasaran. Nah, di sini letak serunya ekonomi syariah bukan melulu soal hitungan bunga atau tepatnya tidak bunga, tapi soal bagaimana masyarakat hidup sejahtera dengan cara yang berkah.

Coba bayangkan, petani kopi di Pagaralam, kalau dia jual hasil panen dengan akad yang jelas, tanpa praktik tengkulak yang mencekik, itu sudah bagian dari praktik ekonomi syariah. Atau pedagang pempek di Pasar 26 Ilir, kalau dia jujur sama takaran ikan, enggak main banyakin sagu, itu juga bagian dari ekonomi syariah.

Jadi, jangan pikir ekonomi syariah cuma hidup di gedung tinggi dengan jas dan dasi. Ia juga hidup di warung kopi, di kebun, bahkan di lapangan bola saat turnamen kampung (asal panitianya nggak “nggondol” dana kas).

Pepatah lama bilang, “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Nah, di Sumsel, ekonomi syariah ini mestinya juga mengikuti tanah yang dipijak, tanah subur pertanian, jalur perdagangan yang ramai, dan budaya masyarakat yang guyub. Jangan sampai ekonomi syariah jadi “baju impor” yang dipakai hanya untuk gaya, tapi tidak sesuai ukuran tubuh daerah.

Tentu saja, kita harus jujur, selama ini, banyak program ekonomi syariah terkesan eksklusif, hanya jadi jargon di seminar hotel berbintang, lalu pulang bawa goodie bag tapi masyarakat bawah nggak merasakan apa-apa. Ini yang sering jadi bahan dagelan rakyat “Ekonomi syariah kok syariah di brosur doang”

Herman Deru sudah wanti-wanti, KDEKS jangan cuma jadi papan nama, harus ada regenerasi, anak muda ikut terlibat, biar ada inovasi. Kalau tidak, ya KDEKS bisa jadi kayak grup WhatsApp alumni, rame di awal, tapi lama-lama cuma jadi tempat share stiker dan ucapan selamat ulang tahun.

Mari kita bawa humor sedikit, ekonomi syariah itu mirip pempek, semua orang suka, banyak variannya, tapi intinya tetap sama harus ada ikannya. Kalau pempek tanpa ikan, ya sama aja kayak ekonomi syariah tanpa nilai kejujuran hambar.

Atau kopi Pagaralam, kalau diseduh pakai air panas tapi nggak disaring, ampasnya bisa bikin seret di tenggorokan. Sama juga, ekonomi syariah yang jalan tanpa manajemen bisa bikin rakyat seret juga, jadi, jangan asal ada label halal, tapi sistemnya berantakan.

Pariwisata halal pun jangan disalahartikan, bukan berarti wisatawan datang ke Danau Ranau lalu harus pakai sarung dan kopiah. Tapi bagaimana fasilitas ramah muslim disiapkan, mulai dari makanan halal, tempat ibadah, sampai kebersihan. Karena seperti kata pepatah, “Kebersihan sebagian dari iman, tapi kalau hotelnya kotor, iman pun bisa terganggu”

Intinya, ekonomi syariah di Sumsel akan kuat kalau benar-benar mengakar di potensi lokal. Petani, nelayan, pedagang pasar, hingga pengusaha pariwisata harus merasa terlibat. Jangan sampai ekonomi syariah hanya jadi hantu yang sering disebut tapi tak pernah kelihatan wujudnya.

Pesan moralnya sederhana, jangan remehkan kearifan lokal, kalau ekonomi syariah bisa jalan di sawah, di pasar, dan di UMKM, maka ia akan lebih kokoh daripada sekadar dibangun dari gedung tinggi.

Biar nggak basi, KDEKS perlu membuat program nyata untuk UMKM berbasis syariah. Melibatkan anak muda yang paham digital, biar promosi pariwisata halal nggak jadul dan menghubungkan petani dengan pasar lewat akad yang adil. Kalau bisa diwujudkan, KDEKS tidak cuma jadi singkatan, tapi benar-benar jadi jalan perubahan.

Ekonomi syariah di Sumatera Selatan bukan sekadar soal keuangan, tapi tentang kejujuran, keadilan, dan keberkahan yang hidup dalam keseharian masyarakat. Dari sawah sampai pasar, dari pempek sampai kopi, semua bisa jadi bagian dari ekosistem syariah.

Seperti kata pepatah, “Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”, Kalau KDEKS konsisten, ekonomi syariah Sumsel bisa jadi bukit yang kokoh, bukan gundukan pasir yang gampang ambruk.

Jadi, mari kita kawal bersama, karena kalau ekonomi syariah hanya jadi jargon, rakyat hanya bisa bilang “Oh syariah? Syariah di mana? Syariah di mulut saja”. Tapi kalau benar-benar jalan, rakyat akan berkata “Alhamdulillah, syariah terasa sampai ke dapur rumah”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana COVID – 19, Pemkot Palembang Umumkan Jadi 200 Miliar

    Dana COVID – 19, Pemkot Palembang Umumkan Jadi 200 Miliar

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    Pemkot Palembang kembali mengumumkan penambahan anggaran penanggulangan Covid-19 yang bertambah menjadi Rp200 miliar dari sebelumnya Rp120 miliar. Penambahan diperoleh setelah rapat terbatas dipimpin Wali Kota Palembang Harnojoyo. “Anggaran untuk menanggulangi wabah Covid-19 ada usulan pergeseran menetapkan dengan nominal Rp120 miliar, bertambah Rp4 miliar. Penambahan ini merupakan usulan dari beberapa OPD, seperti Dinas Kesehatan, RSUD Bari, […]

  • Jernih Banget! Intip Hasil Foto Kamera Berkualitas Galaxy Z Flip5 di Ajang Balap Motor Internasional

    Jernih Banget! Intip Hasil Foto Kamera Berkualitas Galaxy Z Flip5 di Ajang Balap Motor Internasional

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.643
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Galaxy Z Flip5 hadir dengan kamera canggih yang bisa diandalkan di berbagai situasi, termasuk mengabadikan momen di ajang balap motor internasional. Puluhan pembalap dari berbagai penjuru dunia saling unjuk kebolehan dalam ajang balap motor internasional yang belum lama ini diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Momen tersebut menjadi kesempatan spesial bagi masyarakat Indonesia, […]

  • Indonesia Dampingi Perjuangan WNI Memperoleh Keputusan Pengadilan Tinggi untuk Perwalian Anak

    Indonesia Dampingi Perjuangan WNI Memperoleh Keputusan Pengadilan Tinggi untuk Perwalian Anak

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 549
    • 0Komentar

    CAPE TOWN, Afrika Selatan – Pengadilan Tinggi Western Cape, Afrika Selatan mengeluarkan Keputusan hak perwalian anak-anak almarhumah Farah Munif (WNI) dari ayah mereka kepada Khairunnisa (adik almarhumah), serta ijin relokasi ke Indonesia. Selama satu tahun pendampingan oleh KJRI Cape Town, ketiga anak almarhumah diasuh sementara oleh Insoaaf Manuel dan menempati Guest House KJRI Cape Town. Hal ini […]

  • Pasien Sembuh Corona Sumsel Bertambah 8 Orang

    Pasien Sembuh Corona Sumsel Bertambah 8 Orang

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Sumsel melalui Juru bicara (jubir) dr. Nur Purwoko kembali menyampaikan update kasus Covid-19 melalui video conference bersama awak media dari Command Centre, Minggu (26/4/2020) sore. Dari update tersebut diketahui bahwa jumlah pasien sembuh covid-19 di Sumsel bertambah sebanyak 8 (delapan) orang. “Untuk kasus sembuh per 26 April […]

  • Potret SD 143 yang Memprihatinkan, Kunjungan Wali Kota yang Membuka Mata

    Potret SD 143 yang Memprihatinkan, Kunjungan Wali Kota yang Membuka Mata

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Derit kayu tua terdengar saat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melangkah memasuki SD Negeri 143 di Kecamatan Gandus. Bangunan itu berdiri ringkih, atapnya menganga di beberapa sudut, plafon mengelupas, dan toilet nyaris tak bisa digunakan. Bau tak sedap dari parit mampet menyergap hidung, mengisyaratkan betapa sekolah ini jauh dari kata layak. Dewa menggeleng […]

  • Rudiansyah, “Superman” di Tengah Karhutla Palangka Raya, Dapat Tawaran Beasiswa dari Raja Juli

    Rudiansyah, “Superman” di Tengah Karhutla Palangka Raya, Dapat Tawaran Beasiswa dari Raja Juli

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada banyak cara untuk menunjukkan kepedulian terhadap hutan. Rudiansyah memilih cara yang tidak biasa, turun langsung ke tengah karhutla Palangka Raya dengan mengenakan kostum Superman. Remaja itu ikut membantu masyarakat dan petugas menangani kebakaran di kawasan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya. Kostum superhero yang dikenakannya membuat Rudiansyah mudah dikenali di antara orang-orang yang […]

expand_less
WordPress Archive DZS Scroller Gallery e-Learn – Onepage Bootstrap Education WordPress Theme E2Pdf Export To Pdf Tool for WordPress Eagle – Logistics & Transportation WordPress Theme EagleElite – Sports Club WordPress Theme Earls – Restaurant WordPress Theme Earna – Business Consulting WordPress Eastend – Immigration Visa Consulting WordPress Theme Easto – Single Property Theme Easy 360° Product Viewer WordPress & WooCommerce Plugin