Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Anjlok Hampir Separuh, Kalteng-Kalbar Malah Bikin Pemerintah Waspada

Hotspot Sumsel Anjlok Hampir Separuh, Kalteng-Kalbar Malah Bikin Pemerintah Waspada

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Hotspot Sumatera Selatan (Sumsel) anjlok hampir separuh hanya dalam sehari. Penurunan ini menjadi kabar positif di tengah karhutla yang masih membayangi sejumlah wilayah, tetapi pemerintah belum bisa bernapas lega lantaran kondisi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat justru menunjukkan tekanan berbeda.

Jumlah hotspot tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di Sumsel berkurang 59 titik dalam sehari. Jika dibandingkan dengan data sebelumnya, penurunannya mencapai sekitar 49 persen.

Perubahan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang cukup menonjol dalam pemantauan karhutla di enam provinsi prioritas. Namun, tren positif di Sumsel belum menggambarkan kondisi secara keseluruhan.

Di saat titik panas di Sumsel turun, Kalimantan Tengah tercatat memiliki 243 hotspot high confidence. Kalimantan Barat juga berada di angka tinggi dengan 138 titik.

Dua provinsi itu kini menjadi perhatian karena peningkatan aktivitas panas membutuhkan respons cepat agar indikasi kebakaran tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih luas.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana situasi karhutla dapat berubah dari satu wilayah ke wilayah lain dalam waktu singkat. Penurunan di satu daerah belum otomatis berarti ancaman secara nasional ikut mereda.

Hotspot Nasional Justru Naik

Gambaran terlihat dari data pemantauan nasional. Pada Minggu, 6 September 2026 pukul 21.25 WIB, terdeteksi 674 hotspot high confidence di Indonesia.

Sehari sebelumnya, jumlahnya masih berada di angka 558 titik. Artinya, secara nasional terjadi kenaikan 116 hotspot.

Data itu berasal dari pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan dengan dukungan data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.

Selain Kalteng, Kalbar dan Sumsel, tiga provinsi prioritas lainnya mencatat jumlah hotspot yang lebih rendah. Jambi berada di angka 26 titik, Kalimantan Selatan 20 titik, sedangkan Riau hanya 7 titik.

Angka-angka itu menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam operasi pengendalian.

Namun ada satu hal yang perlu digarisbawahi, hotspot bukan berarti jumlah titik kebakaran.

Kenapa Hotspot Harus Dicek Lagi?

Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang ditangkap oleh sensor satelit. Data sangat penting untuk mendeteksi perubahan dan menentukan lokasi yang perlu diperiksa, tetapi belum cukup untuk memastikan telah terjadi kebakaran.

Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa hotspot. Sebaliknya, titik yang terdeteksi satelit juga tetap membutuhkan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Oleh sebab itu, petugas tidak hanya melihat peta satelit. Tim melakukan groundcheck untuk memastikan apakah indikasi panas tersebut berkaitan dengan api aktif, bekas kebakaran, atau kondisi lain.

Cara kerja tersebut menjadi penting terutama ketika jumlah hotspot meningkat di suatu wilayah. Data satelit memberikan petunjuk awal, sedangkan kondisi lapangan menjadi penentu tindakan berikutnya.

53 Armada Udara Masih Bergerak

Di tengah situasi yang berubah-ubah tersebut, pengendalian dilakukan dari darat maupun udara.

Sebanyak 53 armada udara disiapkan untuk mendukung operasi di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Sebanyak 19 armada digunakan untuk patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sementara 34 armada lainnya diperuntukkan bagi water bombing.

Pengerahan tidak dilakukan dengan pola yang sama di setiap daerah. Armada diarahkan mengikuti perkembangan kondisi dan kebutuhan operasi di lapangan.

Sementara di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha dan pihak terkait terus melakukan pemantauan.

Ketika api ditemukan, penanganan dapat dilanjutkan dengan pemadaman, penyekatan agar api tidak menjalar, hingga mopping up dan pendinginan. Tahap terakhir penting untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

Bukan Cuma Api, Asap Juga Dipantau

Ancaman karhutla tidak berhenti pada keberadaan api. Pemerintah juga harus melihat dampaknya terhadap udara dan aktivitas masyarakat.

Pemantauan kualitas udara berbasis PM2.5 pada 6 September menunjukkan kondisi yang tidak seragam. Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat area yang masuk kategori berbahaya.

Kondisi jarak pandang juga memberikan gambaran berbeda di enam provinsi prioritas. Pontianak menjadi salah satu yang perlu diperhatikan karena jarak pandang sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap. Sementara Palangka Raya berada di sekitar 8 kilometer dengan cuaca berawan.

Di Banjarmasin, jarak pandang sekitar 9 kilometer dengan kondisi cerah berawan. Palembang tercatat 10 kilometer atau lebih, sedangkan Jambi sekitar 7 kilometer dan Pekanbaru sekitar 8 kilometer.

Kondisi tersebut bukan angka yang bersifat tetap. Pergerakan asap bisa berubah mengikuti arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, aktivitas kebakaran serta dinamika atmosfer.

Maka, perkembangan karhutla terus dibaca dari berbagai arah, mulai dari citra satelit, laporan petugas, kondisi api, kualitas udara hingga jarak pandang.

Penurunan hotspot Sumsel menjadi kabar baik, tetapi belum cukup untuk menyatakan situasi karhutla aman. Kalteng dan Kalbar yang justru mencatat angka tinggi membuat operasi pengendalian tetap harus berjalan.

Pemerintah pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang berada di wilayah terdampak asap juga diminta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, cuaca dan jarak pandang sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Pemantauan dan respons cepat tetap menjadi kunci agar api yang muncul tidak berkembang menjadi karhutla yang lebih besar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih banyak kendala dalam pelayanan haji 2023, Kemenag & Kemenhaj Saudi Bentuk Tim Investigasi Layanan Mashariq di Armina

    Masih banyak kendala dalam pelayanan haji 2023, Kemenag & Kemenhaj Saudi Bentuk Tim Investigasi Layanan Mashariq di Armina

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Makkah- Kementerian agama [Kemenag] dan Kemenhaj Saudi membentuk Tim Investigasi Layanan Mashariq di Armina menyusul fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina diwarnai sejumlah masalah yang berdampak pada jemaah.  Layanan ini  menjadi tanggung jawab Mashariq ini tidak bisa diberikan secara optimal, sehingga merugikan jemaah. Beberapa persoalan yang muncul antara lain, tenda Arafah yang sempat dimasuki jemaah non […]

  • Kunjungi Norwegia, Menteri KPP Jajaki Kerjasama Bidang Perikanan

    Kunjungi Norwegia, Menteri KPP Jajaki Kerjasama Bidang Perikanan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.515
    • 0Komentar

    MENTERI Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, mengunjungi Kota Bergen di Norwegia yang merupakan salah satu kota pelabuhan tertua di Eropa Utara untuk melihat langsung kegiatan perikanan sekaligus menjajaki kelanjutan kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan sejumlah institusi yang dimiliki Pemerintah Norwegia agar perikanan semakin berkembang. Menteri KP Trenggono membawa sejumlah […]

  • Permainan Tradisional Ikut Dilombakan di HUT Muba

    Permainan Tradisional Ikut Dilombakan di HUT Muba

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    PERMAINAN tradisional seperti Petak umpet, lompat karet, terompah panjang, balap karung, hadang dan lainnya yang dimainkan anak-anak kecil pada jaman dahulu, menjadi permainan langka pada jaman sekarang. anak–anak di era saat ini lebih mengenal permainan canggih yang terdapat pada gawai mereka. Didasari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali mengingatkan dan memperkenalkan permainan […]

  • Hotspot Karhutla Sumsel Anjlok Jadi 11 Titik, Kalimantan Melonjak

    Hotspot Karhutla Sumsel Anjlok Jadi 11 Titik, Kalimantan Melonjak

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Hotspot Karhutla Sumsel turun tajam dalam pemantauan terbaru. Dari 34 titik sehari sebelumnya, jumlah hotspot high confidence di Sumatera Selatan kini tersisa 11 titik. Penurunan titik panas karhutla di Sumsel ini terjadi ketika kondisi nasional justru bergerak berlawanan. Jumlah hotspot high confidence secara nasional naik dari 569 titik menjadi 688 titik dalam pemantauan […]

  • ‘Abis Libur Kok Lupa Jalan ke Kantor? ASN di MPP Jakabaring Kena Sidak, Kena Sentil, Belum Tentu Sadar’

    ‘Abis Libur Kok Lupa Jalan ke Kantor? ASN di MPP Jakabaring Kena Sidak, Kena Sentil, Belum Tentu Sadar’

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di negeri antah berantah bernama Palembang, yang punya pempek sekuat silat dan jembatan seindah senja, ada satu kisah klasik nan menggelitik sekelompok ASN (Aparatur Sering Nganggur?) yang mendadak lenyap dari radar kantor usai libur Idul Adha. Bukan karena hilang diculik alien atau jadi korban kripto amblas, tapi tampaknya memang karena lupalupa kalau mereka […]

  • HMI MPO Palembang Galang Dana Untuk Korban Gempa Sulbar

    HMI MPO Palembang Galang Dana Untuk Korban Gempa Sulbar

    • calendar_month Senin, 18 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.437
    • 0Komentar

    HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palembang Darussalam melakukan aksi penggalangan dana peduli masyarakat Sulawesi Barat yang mengalami musibah bencana alam gempa bumi berskala 6,2 magnitudo. Aksi penggalangan dana ini adalah bentuk panggilan jiwa kemanusiaan atas peristiwa yang menggemparkan dan meluluhlantakkan Kota Mamuju, Majene dan Polewari Provinsi Sulawesi Barat. Aksi penggalangan dana diikuti kader-kader HMI […]

expand_less
WordPress Archive CSS Contact Form CSS Hero PRO CSS Igniter Aegean Resort WordPress Theme CSS Igniter Amaryllis WordPress Theme CSS Igniter Andros WordPressTheme CSS Igniter Beaute WordPress Theme CSS Igniter Benson WordPress Theme CSS Igniter Berliner WordPress Theme CSS Igniter Blockchain WordPress Theme CSS Igniter Brittany WordPress Theme