Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wellness Tourism Indonesia, Dari Jamu Sampai Healing Global

Wellness Tourism Indonesia, Dari Jamu Sampai Healing Global

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 1.393
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MISALNYA, ada orang Korea lagi stres kerja di kantor 12 jam sehari, pulang larut malam, bangun lagi subuh buat ngantor, tiba-tiba scrolling Instagram, eh nongol video bule lagi yoga di Ubud, ditemani suara jangkrik dan backsound gamelan. Hatinya langsung teriak, “Aku juga pengen healing ke Indonesia!”

Nah, inilah momen emas, dunia sekarang lagi shifting, bro. Orang bukan cuma cari pantai buat selfie, tapi butuh healing package, spa tradisional, jamu, yoga retreat, sampai meditasi ala Nusantara, bahasa kerennya wellness tourism.

Kalau dulu pariwisata itu soal “berapa juta orang yang datang”, sekarang berubah jadi “berapa orang yang datang tapi dompetnya tebal dan hatinya bahagia”, seperti pepatah Jawa bilang “Jer basuki mawa bea” kebahagiaan itu memang ada harganya, tapi jangan salah, kalau di Indonesia harga segelas jamu masih lebih murah daripada kopi latte di Seoul.

Indonesia ini ibarat apotek herbal terbesar di dunia, dari Sabang sampai Merauke, ada ratusan ramuan tradisional kunyit asam, beras kencur, wedang jahe, sampai jamu pegal linu. Bedanya, kalau apotek biasa ada jam buka-tutup, jamu di Indonesia selalu ready. Tinggal panggil mbok jamu lewat suara “ting ting ting” di pagi hari.

Lah, coba bayangkan kalau tren wellness global benar-benar booming, lalu wisatawan asing sadar bahwa Indonesia punya resep rahasia sehat ala nenek moyang. Bisa jadi, suatu hari nanti “wedang jahe” akan masuk menu kafe di Gangnam, Korea. Dan orang Korea bakal bilang, “Oppa, ayo minum wedang dulu biar nggak masuk angin!”

Ubud itu sudah lama jadi markas para pencari kedamaian, bule-bule datang, nyewa vila, ikut yoga, terus bikin konten spiritual journey. Kalau orang lokal? biasanya healing-nya lewat nongkrong di angkringan Jogja, sambil bilang, “kopi jos lebih nikmat daripada meditasi di Himalaya”.

Tapi jangan salah, Yogyakarta juga punya potensi wellness luar biasa, dari pijat tradisional, keraton dengan aura mistis, sampai kuliner sehat berbasis rempah. Kalau dipromosikan dengan gaya kekinian, wellness di Indonesia bisa lebih laku daripada konser K-pop.

Seperti pepatah Sunda “caina herang, laukna beunang”, artinya kalau sesuatu dilakukan dengan niat jernih, hasilnya akan nyata. Nah, kalau pariwisata wellness ini dijalankan serius, hasilnya bukan cuma devisa, tapi juga reputasi Indonesia di mata dunia.

Waktu Menteri Pariwisata Widiyanti promosi di Korea dengan tema Go Beyond Ordinary, itu sebenarnya kode keras “Eh, jangan cuma lihat Indonesia dari pantai Bali, lihat juga dari jamu, spa, dan tradisi healing-nya”

Kenapa Korea jadi target?, karena mereka termasuk bangsa paling sibuk dan penuh tekanan, budaya kerja keras bikin banyak yang butuh tempat kabur sementara. Indonesia bisa jadi jawabannya, bayangin, orang Korea datang ke Labuan Bajo bukan cuma lihat komodo, tapi juga ikut meditasi di tepi laut, ditemani aroma minyak kayu putih khas mama-mama Nusantara.

Tapi ada catatan penting, jangan sampai tren wellness ini cuma jadi jargon, kalau tamu asing datang ke Ubud mau yoga, jangan sampai ketemu sampah plastik di sungai. Kalau mereka datang mau pijat tradisional, jangan kasih versi “kopi paste” ala instan yang kehilangan ruh budaya.

Wellness tourism itu bukan sekadar bisnis, tapi juga soal menjaga warisan, kalau orang datang untuk mencari jiwa, ya jangan malah pulangnya bawa rasa kecewa. Pepatah Bugis bilang “Reso temmangingngi, naletei pammase dewata”. artinya kerja keras yang sungguh-sungguh akan mendatangkan berkah. Nah, kalau kita serius, wellness Indonesia bisa jadi brand global yang menyaingi Thailand atau India.

Dunia boleh bicara eco-living dan spiritual journey, tapi Indonesia sudah punya itu sejak nenek moyang, dari jamu, spa, pijat tradisional, sampai filosofi hidup “alon-alon asal kelakon” yang sekarang jadi semacam mindfulness versi lokal.

Jadi, kalau promosi ke Korea ini berhasil, jangan kaget kalau nanti ada drama Korea baru dengan setting Ubud, judulnya “Oppa, Wedangan Dulu Yuk”.

Pariwisata wellness bukan sekadar soal turis datang lalu uang masuk, lebih dari itu, ini cara Indonesia memperlihatkan bahwa kebahagiaan dan kesehatan bisa lahir dari budaya sendiri, dan, seperti kata pepatah Minang “Alam takambang jadi guru” Indonesia tinggal belajar dari alamnya, lalu membaginya dengan dunia.

Karena pada akhirnya, healing paling hakiki itu bukan di mall, bukan di Netflix, tapi di hati yang damai dan Indonesia punya kunci itu.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Muba Hadiri Pengantar Alih Tugas Ketua PN Sekayu

    Pemkab Muba Hadiri Pengantar Alih Tugas Ketua PN Sekayu

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.319
    • 0Komentar

    BERTEMPAT di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri (PN) Sekayu, dilaksanakan Pengantar Alih Tugas Ketua PN Sekayu Kelas II, Iman Santoso SH menjadi Wakil Ketua PN Lubuk Linggau kelas IB. Bupati Muba H Dodi Reza Alex diwakili Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, H Yudi Herzandi MH menghadiri langsung acara Pengantar Alih Tugas tersebut, dan turut […]

  • Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to School dan Goes to Office

    Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to School dan Goes to Office

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Goes to School & Goes to Office ini bertujuan untuk merubah mindset dari dari pembeli menjadi produsen, pada Minggu, (25/02) di Jakabaring Sport City.Pj Bupati OKI, Asmar Wijaya mengaku akan turut mendukung serta mensukseskan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan ini. “Pada prinsipnya kita […]

  • Zafira, di Masa Pandemi Jutru Luncurkan Single “Si Hitam”

    Zafira, di Masa Pandemi Jutru Luncurkan Single “Si Hitam”

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 4.297
    • 0Komentar

    Minimnya lagu anak-anak yang dinyanyikan anak, sepertinya mendapat asupan baru. Zafira Najwa, seorang penyanyi cilik, kini mengeluarkan lagu berjudul “Si Hitam”. Produksi GajahMada Record Kids, lagu ini dimaksudkan untuk mengisi ceruk yang kosong di lagu anak-anak. “Saat ini, memang minim lagu anak-anak, yang memang dianggap sesuai dengan masa kanak-kanak. Dan, dinyanyikan anak-anak,” ujar Zafira. Panggilan […]

  • Safari Jumat, Libatkan  Lembaga Pendidikan Islam,  Gubernur Gugah  Pemuda  Sumsel  Cintai Masjid

    Safari Jumat, Libatkan  Lembaga Pendidikan Islam,  Gubernur Gugah  Pemuda  Sumsel  Cintai Masjid

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru saat ini memang tengah fokus melakukan pembangunan. Tidak hanya infrastruktur seperti jalan dan jembatan, perkembangan rumah ibadah juga tak luput dari perhatian. Hanya saja, gubernur menyebut, pembangunan tersebut tentu tidak akan cukup tanpa adanya pendidikan mental. “Membangun itu tidak cukup hanya fisik saja, tapi juga pendidikan mental harus […]

  • Pemprov Sumsel Resmi Luncurkan ID Card  E-Money  Bagi ASN, Pelajar dan Mahasiswa

    Pemprov Sumsel Resmi Luncurkan ID Card  E-Money  Bagi ASN, Pelajar dan Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan yang bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel meluncurkan ID Card atau E-Money bagi Apratul Sipil Negara (ASN), non ASN, dan juga kepada para Pelajar dan Mahasiswa di Palembang dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat yakni Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya berkesempatan langsung hadir pada  […]

  • Gaet Ponpes se-Sumsel, Pusri Perluas Program Agrosolution

    Gaet Ponpes se-Sumsel, Pusri Perluas Program Agrosolution

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pusri Palembang memperluas program agrosolution dengan menggaet Pondek Pesantren [Ponpes] di Sumsel. Program Agrosolution  merupakan bentuk sinergi antara PT Pusri Palembang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Institusi serta Stakeholder terkait lainnya. Program yang diresmikan ini, bertema “Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri”  diselenggarakan di Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang (7/4/2021). Selain meresmikan program tersebut, perseroan […]

expand_less
WordPress Archive MODEZ – Responsive Prestashop Theme MODO – Crypto Currency Elementor Template Kit Modora - Interior Design & Architecture Service Elementor Pro Template Kit Modula Pro - Best WordPress Image Gallery Moge – Motorcycle Repair & Service Elementor Template Kit Mojado – Mobile Friendly Hotel WordPress Theme Mojito – Digital Agency WordPress Theme Mojuri – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme Moko | Creative Digital Agency WordPress Theme + RTL Ready Molla – eCommerce HTML5 Template