Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Danau Toba Comeback, Dari Yellow Card ke Green Card UNESCO

Danau Toba Comeback, Dari Yellow Card ke Green Card UNESCO

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA sepak bola punya kartu kuning dan kartu merah, geopark pun ternyata ada “kartu” dari UNESCO, bedanya, kalau di lapangan bola kartu kuning bikin pemain ngeri-ngeri sedap, di Danau Toba kartu kuning bikin kepala daerah keringetan, badan pengelola pusing tujuh keliling, dan Menteri Pariwisata sampai harus turun gunung, eh…, turun ke kaldera.

Tapi tenang, cerita ini bukan drama sinetron yang episodenya 300, justru ini comeback story ala Danau Toba, dari status yellow card yang sempat bikin dag-dig-dug, akhirnya sekarang balik ke green card UNESCO Global Geopark, dan percayalah, rasanya seperti dapat notifikasi “limit Shopee Paylater sudah naik”, lega, bangga, sekaligus waswas jangan sampai jatuh lagi.

Coba bayangkan, Geopark Danau Toba itu sempat di warning sama UNESCO. “Halo, tolong benahi manajemen, perkuat edukasi, libatkan masyarakat, jangan cuma jual pemandangan indah”.

Nah, itu kayak guru BK yang bilang, “Nilai kamu lumayan, tapi PR banyak yang bolong” dan kalau PR nggak dikerjain, siap-siap turun kelas.

Untungnya, semua pihak dari gubernur, bupati, sampai masyarakat adat sepakat gotong royong, coba pikirkan misalnya rapat-rapat, koordinasi lintas daerah, sampai bikin konferensi Internasional soal geotourism. Ibarat tim sepak bola, semua posisi main ada yang jadi striker, ada yang jadi kiper, ada juga suporter yang cuma teriak “ayo… ayo… ayo…!” Tapi tetap penting.

Geopark Lebih dari Sekadar Wisata InstagramableBanyak orang mikir Danau Toba itu cuma tempat foto OOTD sambil caption “healing tipis-tipis.” Padahal, kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, geopark itu wujud harmoni antara alam, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Kaldera Toba ini bukan danau biasa, bro-sis, ini jejak supervolcano raksasa yang meletus 74 ribu tahun lalu. Letusannya konon hampir bikin umat manusia punah. Jadi kalau kamu lagi galau ditinggal doi, ingatlah, bumi aja pernah hampir musnah, tapi toh bisa bangkit lagi.

Geopark itu seperti buku besar alam semesta, di Toba, kita bisa belajar geologi, tradisi Batak, sampai kuliner arsik ikan mas yang legendaris, UNESCO green card itu semacam stempel “buku ini layak dibaca dunia.”

Kalau yellow card hanya perpanjangan dua tahun (kayak SIM C masa percobaan), green card itu perpanjangan empat tahun penuh. Artinya, dunia percaya Indonesia bisa menjaga destinasi kelas Internasional.

Green card ini juga seperti paspor sakti, turis mancanegara jadi lebih yakin, “Oh, kalau UNESCO kasih stempel green card, berarti destinasi ini aman, berkelas, dan terjamin”
Bagi ekonomi lokal?, jelas peluang makin besar, Hotel, homestay, UMKM, pemandu wisata, semua bisa kecipratan rezeki.

Tapi ingat pepatah Batak “Anakkon hi do hamoraon di au” (anak adalah harta bagiku), dalam konteks geopark, anak itu ya alam dan budaya kita. Dijaga baik-baik, jangan sampai hanya jadi “warisan foto” tanpa masa depan.

Kadang lucu juga, ya, kalau ada masalah di rumah, kita sering pura-pura nggak dengar, tapi kalau UNESCO sudah kasih kartu kuning, baru deh semua pihak sadar, “Waduh, jangan sampai diputus kontrak internasional”.

Ini mirip pasangan yang hampir putus, waktu pacar ngambek, kita baru sadar harus rajin mandi, potong kuku, pakai parfum, dan upload story sweet. Begitu juga Danau Toba gara-gara yellow card, semua jadi rajin bebenah.

Kisah green card Danau Toba bukan cuma tentang status geopark, tapi pelajaran manajemen krisis, kadang, sebuah teguran bisa jadi vitamin, yellow card itu alarm agar kita serius menjaga warisan.

Analisisnya sederhana kolaborasi lintas pihak adalah kunci keberhasilan, perpaduan ilmu dan budaya adalah daya tarik geopark dan status global adalah modal branding pariwisata berkelas.

Kalau semua ini dijalankan, green card bukan sekadar kartu, tapi tiket menuju pariwisata berkelanjutan.

Akhirnya, green card Danau Toba adalah kabar gembira, tapi seperti pepatah Jawa “Menang ora obah, kalah ora nyerah”. (Menang jangan terlena, kalah jangan putus asa).

Kita boleh tertawa lega, tapi jangan lupa PR berikutnya, empat tahun itu singkat, kalau sekarang sudah hijau, jangan sampai 2029 balik kuning lagi.

Karena di era digital, reputasi itu seperti rating ojek online, sekali jatuh, susah naik lagi. Jadi mari kita jaga Danau Toba bukan hanya untuk UNESCO, tapi untuk cucu-cicit kita kelak.

Dan siapa tahu, suatu saat nanti, turis asing datang bukan hanya untuk foto, tapi untuk belajar pepatah Batak “Horas, hita do hita sude!” (Salam sejahtera, kita semua satu).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaatkan CSR Perusahaan untuk Perbaikan Venue yang Rusak

    Manfaatkan CSR Perusahaan untuk Perbaikan Venue yang Rusak

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Gubernur Sumsel Herman Deru [HD] meninjau Komplek Olahraga Jakabaring Sport City [JSC] yang rusak akibat angin puting beliung yang menerjang Kota Palembang, sabtu sore kemarin. ” Tadi sudah kita pantau langsung ada 14 venue yang rusak. Tapi kita bersyukur, bencana ini tidak memakan korban jiwa. Kemarin langsung saya perintahkan Sekda dan PU […]

  • PON Papua Sukses, Wapres: Kesuksesan PON Papua Cermin Kuatnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

    PON Papua Sukses, Wapres: Kesuksesan PON Papua Cermin Kuatnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden KH Ma’ruf Amin menilai, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 berjalan dengan sukses. Kesuksesan ini dikatakan Wapres mencerminkan kuatnya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. “Di sini, di Tanah Papua, kita sekali lagi membuktikan bahwa Solidaritas, Sportivitas, Persatuan dan Kesatuan merupakan kunci kesuksesan bersama. Ini harus selalu kita jaga dan rawat bersama. […]

  • Narkoba Sumsel: 19 Kg Sabu Jadi Ancaman Generasi Muda

    Narkoba Sumsel: 19 Kg Sabu Jadi Ancaman Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Peredaran narkoba Sumsel masih menjadi ancaman serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Pengungkapan kasus dengan barang bukti 19 kilogram sabu dan ratusan pil ekstasi oleh POLDA Sumatera Selatan (Polda) membuktikan  jaringan peredaran gelap narkotika terus menjadi tantangan dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak penyalahgunaan barang terlarang tersebut. Besarnya jumlah narkotika yang […]

  • Alhamdullilah, Prodi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang Raih Akreditasi B dari BAN PT

    Alhamdullilah, Prodi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang Raih Akreditasi B dari BAN PT

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    PROGRAM Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Raden Fatah mendapatkan Akreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Akreditasi ini diberikan setelah assesor dari BAN PT Melakukan visitasi ke Prodi Ilmu Komunikasi. Wakil Dekan 1 bidang akademik FISIP UIN raden Fatah DR. Yenrizal merasa sangat senang dengan capaian ini. […]

  • Pesan Wamenag di Penutupan MTQ

    Pesan Wamenag di Penutupan MTQ

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Banjar- Musabaqah Tilawatil Qur’an adalah bagian dari cara kita mengenalkan, mendekatkan, dan mendalami spirit Al-Qur’an di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. “Jika kita lihat lebih jauh, seluruh proses yang dilibatkan dalam rangkaian MTQ dari tingkat kecamatan hingga nasional, bahkan internasional, sangat berkaitan erat dengan langkah kita dalam pembangunan nasional,” tegas Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid […]

  • Luar Biasa, Sampah di Kalidoni Disulap Jadi Instalasi 3 R, Ini Kata Harno !

    Luar Biasa, Sampah di Kalidoni Disulap Jadi Instalasi 3 R, Ini Kata Harno !

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.548
    • 0Komentar

    “Disini pilot projectnya, nanti terus dikembangkan dan bisa dicontoh di kecamatan lain,”

expand_less
WordPress Archive ManageOrder – WooCommerce Quick Order manage, Invoices, Packing Slips PDF & Print, Shipment Tracking Manaka – Architecture & Interior Elementor Template Kit Mangan – Restaurant Elementor Template Kit Manggis – Creative Portfolio WordPress Theme Mango – Portfolio WordPress Theme for Creatives Manice – Business Elementor Template Kit Manila – Portfolio WordPress Theme Manit – IT Solutions & Technology WordPress Theme Manon – Portfolio & Agency WordPress Theme Mantrasana – Yoga Studio Elementor Template Kit