Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Palembang Ramah Seni, Mural Edukasi Anti Vandalisme”

“Palembang Ramah Seni, Mural Edukasi Anti Vandalisme”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.285
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG kini bukan cuma soal Sungai Musi yang legendaris atau pempek yang bikin lidah joget-joget, tapi juga tentang tembok-tembok kota yang sekarang ngomong pakai warna. Ya, benar!, tembok-tembok itu sekarang punya suara, tapi bukan suara pakai mic atau teriak-teriak kaya pedagang kaki lima. Mereka bicara lewat mural, goresan cat yang bikin mata warga melek, hati senang, dan kadang bikin ngakak sendiri karena kreativitasnya out of the box.

Kegiatan “Goresan Cindo Palembang Belagak  Stop Vandalisme” yang digelar Dewan Kesenian Palembang bersama Gen-RD ini, sebenarnya bukan sekadar lomba lomba-lombaan. Ini lebih mirip sekolah kilat buat generasi muda, belajar disiplin, kerja sama, dan kreatif tanpa harus nyuri cat tembok tetangga atau bikin coretan tak karuan yang bikin Satpol PP ngos-ngosan.

Kalau vandalisme itu kaya sambal tanpa rasa pedas tapi bikin mules, mural itu kaya rendang Padang berlapis-lapis makna, enak dipandang, dan bikin bangga kota sendiri.

Tembok di Palembang sekarang kayak guru tua bijak, diam tapi penuh pesan, setiap coretan, setiap warna, mengajarkan kita sesuatu. Tim Kuda Poni yang berhasil jadi juara pertama, misalnya, nggak cuma bikin mural keren tapi juga menunjukkan kalau konsistensi dan latihan itu kuncinya. “Alhamdulillah, kami bisa jadi juara pertama,” kata Iyan Comic dari Kuda Poni, sederhana, tapi penuh makna, kerja keras tanpa keluhan itu hasilnya manis, bukan cuma cat di dinding.

Di sisi lain, tim lain yang menang harapan atau favorit, juga menunjukkan satu hal kreativitas itu bukan tentang menang atau kalah, tapi bagaimana kita mengekspresikan diri dan memberi warna pada kehidupan. Ada pepatah bilang, “Hidup tanpa seni itu kaya kopi tanpa gula, pait!” Nah, mural adalah gula yang bikin kota Palembang manis dan menyenangkan.

Kalau kamu jalan-jalan ke Simpang Charitas, jangan kaget kalau ada mural yang bikin kamu ketawa, ada kuda pakai kacamata hitam, manusia kucing lagi selfie, sampai pesan anti-vandalisme yang kadang bikin ngakak sambil mikir, “Eh, iya juga ya.” Ini bukan sekadar dagelan, tapi strategi komunikasi kota. Humor bikin pesan lebih nyantol di kepala warga, orang gampang tersenyum, dan tanpa sadar mereka belajar, jangan coret-coret seenaknya.

Keren juga lihat Pemkot Palembang yang turun tangan serius tapi santai. Satpol PP, Dishub, Kepolisian, DKP, Gen-RD, semuanya bergandengan tangan. Ini mirip keluarga besar yang lagi bikin masakan bareng, ada yang motong sayur, ada yang bumbuin, ada yang jagain kompor biar nggak gosong. Hasilnya? kota jadi indah, aman, dan ramah seni, moralnya kolaborasi itu penting, nggak cuma di lomba mural, tapi juga di hidup sehari-hari.

Jadi indah

Kalau setiap orang cuma mikir sendiri tanpa peduli lingkungan, kota bakal kayak rumah kucing liar, berantakan, bau, dan bikin stress. Tapi dengan kolaborasi, semua bisa jadi indah, bahkan tiang listrik yang tadinya polos dan membosankan sekarang bisa jadi “model runway” mural kreatif.

Bayangkan kalau mural masuk ke sekolah-sekolah. Anak-anak bisa belajar menyalurkan energi tanpa merusa, menghargai karya orang lain, berpikir kreatif tapi tetap disiplin. Ini mirip pepatah Jawa “Ajining diri saka lathi, ajining kota saka mural.” Hehe, versi bebasnya harga diri kota juga kelihatan dari seberapa cantik temboknya. Anak muda belajar kalau ekspresi itu penting, tapi jangan sampai bikin orang lain susah hati.

Palembang tidak cuma ingin dikenal sebagai kota sejarah atau pusat kuliner, tapi juga kota ramah seni dan kreatif. Mural menjadi simbol transformasi, dari vandalisme ke karya yang edukatif dan inspiratif, ini juga memberi pesan moral, perubahan positif bisa dimulai dari hal sederhana. Cuma butuh kuas, cat, dan niat baik.

Kalau setiap warga ikut meramaikan kreativitas dengan cara yang sehat, kota ini bakal jadi galeri hidup, bukan cuma untuk dipandang tapi juga untuk dipelajari. Humor, warna, dan imajinasi bisa jadi alat edukasi paling ampuh. Lagian, siapa sih yang nggak senyum liat tembok kota yang bikin ngakak sambil mikir, “Wah, ternyata hidup bisa seindah ini”?

Mural di Palembang mengajarkan kita banyak hal ekspresikan diri tanpa merugikan orang lain, coretan bebas boleh, tapi tetap ada batasnya, kolaborasi bikin hasil lebih indah, kerja sama pemerintah, komunitas, dan warga itu seperti resep masakan, kalau semua komponen jalan, hasilnya lezat, kreativitas itu pendidikan karakter, disiplin, konsistensi, dan tanggung jawab bisa diajarkan lewat seni, dan humor dan estetika bikin pesan mudah diingat, kadang tertawa lebih efektif daripada ceramah panjang.

Akhir kata, Palembang membuktikan bahwa kota bisa belajar dan mengajar sekaligus, dari tembok yang dulunya bisu, kini lahir pelajaran hidup yang penuh warna, humor, dan hikmah. Jadi, jangan heran kalau besok kamu jalan di kota ini dan merasa seperti masuk galeri seni sambil ngakak, itu Palembang lagi ngajarin kita semua, bahwa hidup lebih indah kalau kreatif, disiplin, dan ramah seni.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sumsel Minta INASGOC Tempatkan PB Cabor di Tiap Venue 

    Gubernur Sumsel Minta INASGOC Tempatkan PB Cabor di Tiap Venue 

    • calendar_month Sabtu, 24 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    “Tapi untuk Asian Games kompetisi terbesar kedua setelah Olimpiade pasti masih banyak kekurangan,”

  • Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

    Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Mari kita buka lembaran baru dalam dunia pesantren, halaman di mana Kitab Kuning bertemu dengan Kompos Organik, dan surah-surah thayyibah berdampingan mesra dengan tong sampah yang dipilah-pilah. Iya, Kementerian Agama lagi serius nihbukan cuma serius ngurus haji dan nikah siri, tapi juga serius menyelamatkan bumi lewat program Pesantren Ramah Lingkungan. Mantap kali! Di […]

  • Ada kata-kata mutiara, mungkin bisa bikin ente semangat !

    Ada kata-kata mutiara, mungkin bisa bikin ente semangat !

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.517
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dibawah ini beberapa kata-kata mutiara yang bisa bikin ente semangat dan termotivasi dan sumber inspirasi, karena hidup yang sementara di dunia ini pasti banyak rintangannya. Tapi ente harus tetap semangat. Semoga bermanfaat. “Kebahagiaan adalah ketika apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu lakukan berada dalam harmoni.” – Mahatma […]

  • Simak Apa Saja Keunggulan dari Yamaha XMAX Connected

    Simak Apa Saja Keunggulan dari Yamaha XMAX Connected

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Yamaha XMAX Connected terlihat sangat gagah, wajar di ajang penghargaan bergengsi OTOMOTIF Award 2023 yang berlangsung pada Senin, 27 Maret 2023, di Menara Kompas Gramedia, Jakarta motor ini meraih penghargaan skutik terbaik di level tertinggi. Sebenarnya XMAX Connected belum genap setahun kehadirannya dalam meramaikan pasar skutik premium tanah air. Setelah melalui serangkaian uji penilaian oleh […]

  • Laksanakan Pelayanan Jemput Bola Wilayah Perbatasan Entikong, 1.222 Penduduk Rekam  KTP el

    Laksanakan Pelayanan Jemput Bola Wilayah Perbatasan Entikong, 1.222 Penduduk Rekam KTP el

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    DIRJEN Dukcapil Kemendagri berkolaborasi dengan Dukcapil Provinsi Kalimantan Barat dan Dukcapil Kabupaten Sanggau melakukan kegiatan jemput bola perekaman KTP el pada tanggal 15-17 Maret 2022 di wilayah perbatasan antar negara tepatnya di Kecamatan Entikong Kalimantan Barat. Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan dari total penduduk Kecamatan Entikong sebanyak 18.415 jiwa, sebanyak 1.144 jiwa belum melakukan […]

  • Safari Jumat Sembari Bungadesa, Apa Itu ?

    Safari Jumat Sembari Bungadesa, Apa Itu ?

    • calendar_month Jumat, 5 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    ASISTEN II Bidang Perekonomian dan Pembangunan H Riswandar mewakili Plh Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) melaksanakan Safari Jum’at BUNGADESA (Bupati ngantor di Desa), di Kecamatan Rambang Niru tepatnya di Desa yang 90% mata pencahariannya yaitu petani karet dan kelapa sawit yaitu Desa Tanjung Menang,jum’at (5/3/2021). Didepan warga masyarakat, Asisten II menjelaskan apa itu BUNGADESA dan […]

expand_less
WordPress Archive Opklim – Law Firm WordPress Theme Oppa – Personal Portfolio Elementor Template Kit Opportunity – Finance WordPress Theme Opta Minimal Portfolio and Photography Theme Optcare – Eye Care WordPress Theme +RTL Optech – IT Solutions and Services WordPress Theme Optica – Optometrist & Eye Care Elementor Template Kit Opticest - Optometrist & Eyecare Elementor Template Kit Optico | Optometrist & Eye Care WordPress Theme Optik – Optometrist & Eye Care WordPress Theme