Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Visa-Free Economy, Saat Dompet Digital Lebih Cair dari Politik

Visa-Free Economy, Saat Dompet Digital Lebih Cair dari Politik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • visibility 908
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA anda berdiri di bandara, paspor di tangan, wajah agak panik, karena antrean imigrasi panjang seperti antre minyak goreng subsidi. Sementara di layar ponsel, dompet digital Anda baru saja “cling” menerima transfer dari teman di luar negeri. Ironis ya? Masuk negara orang masih ditanyai petugas imigrasi, tapi uang Anda sudah lebih dulu melintasi perbatasan tanpa visa, tanpa stempel, tanpa “selamat datang”.

Inilah fenomena baru visa-free economy, kalau dulu pepatah bilang “uang tak mengenal batas”, sekarang benar-benar nyata. Dompet digital, QRIS lintas negara, dan blockchain sudah seperti pesulap, melipat jarak dan menyulap sekat-sekat geopolitik menjadi hanya sebaris kode transaksi.

Politik antarnegara kadang rumit, penuh drama dan negosiasi, satu pertemuan Internasional bisa molor karena debat soal kursi atau urutan bicara. Tapi dompet digital? Dia tidak peduli siapa presidennya, siapa menterinya, atau kursinya ditaruh di sebelah mana. Yang penting saldo cukup, QR ditembak, transaksi jalan.

Dompet digital itu ibarat tetangga yang nggak pernah ikut rapat RT, tapi paling rajin pinjem-meminjem panci. Diam-diam dia justru lebih produktif. Sementara politisi masih ribut soal siapa yang harus salam duluan, uang di dompet digital sudah berpindah lintas benua dengan kecepatan cahaya.

Pepatah Jawa bilang, “yen ono dalan cilik, nggo wae sing penting tekan tujuan” (kalau ada jalan kecil, ya dipakai saja, yang penting sampai tujuan). Nah, dompet digital itulah jalan kecil yang jadi jalan tol baru. Paspor bisa dihambat visa, politik bisa disandera kepentingan, tapi uang selalu cari celah.

Lucunya, kita sering lebih percaya transfer instan dibanding janji pejabat. Kalau dompet digital bilang “saldo sudah masuk”, ya sudah masuk. Nggak perlu Panitia Khusus atau Rapat Dengar Pendapat, sementara kalau politisi bilang “besok harga turun”, kadang yang turun malah daya beli rakyatnya.

Blockchain itu sistemnya transparan, semua transaksi tercatat, tidak bisa dihapus, bandingkan dengan diplomasi perjanjian ditandatangani, tapi besok bisa dianulir dengan alasan “perubahan situasi”. Blockchain tidak pernah PHP. Diplomasi?, seringkali PHP level Internasional.

Di sinilah letak filosofi visa-free economy uang jadi duta besar yang paling setia, tidak ada isu SARA, tidak ada konflik batas wilayah. Yang ada cuma kode unik dan saldo yang berpindah. Kalau dulu Bung Karno pidato keras melawan imperialisme, sekarang generasi Perry Warjiyo melawan dominasi dolar lewat QRIS cross-border dan Digital Rupiah, perlawanan sunyi, tapi dampaknya nyata.

Dompet digital ini mirip air, air bisa merembes, masuk lewat celah sekecil apa pun. Bisa jadi embun, bisa jadi banjir, sama halnya uang digital, bisa jadi rejeki kecil berupa cashback, bisa juga jadi tsunami transaksi lintas negara. Bedanya, kalau air harus tunduk gravitasi, dompet digital hanya tunduk pada jaringan internet.

Atau kita ibaratkan seperti burung merpati pos zaman dulu, kalau dulu kirim surat lewat merpati, sekarang kirim uang lewat server. Sama-sama melintasi batas negara, cuma merpati harus istirahat di atap rumah, sedangkan server cukup pakai pendingin ruangan.

Kita boleh ngakak membandingkan dompet digital dengan politik, tapi ada pesan serius kedaulatan ekonomi digital itu penting, jangan sampai kita cuma jadi pasar. Kalau dompet digital asing lebih populer dari karya anak bangsa, ya kita bisa keok di kandang sendiri. Pepatah Minang bilang, “kok indak pandai manyaok, urang kampuang awak nan mambuanyo”, kalau tidak pandai meracik, orang lain yang akan menikmatinya.

Artinya, kalau kita tidak serius membangun sistem pembayaran nasional yang kuat, dompet digital asing akan panen cuan dari tanah kita, sementara kita hanya jadi penonton.

Visa-free economy adalah kenyataan, uang digital sudah melintasi batas lebih cepat daripada turis backpacker. Tapi politik? masih sibuk ribut kursi rapat, saling lempar pantun, kadang malah perang urat saraf.

Kita butuh belajar dari uang digital sederhana, cair, tidak ribet, tidak baper, kalau politik bisa meniru fleksibilitas dompet digital, mungkin dunia lebih adem.

Pada akhirnya, pepatah lama tetap berlaku “di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. tapi di era digital ini, pepatah baru muncul “di mana ada jaringan internet, di situ ada jalan transaksi”

Jadi, saat paspor masih diribetin visa, biarkanlah dompet digital jadi pahlawan lintas batas, karena di era modern ini, uang justru lebih cair dari politik  dan itulah cermin masa depan ekonomi kita.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Berikan Promo & Apresiasi Untuk Pelanggan

    Di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Berikan Promo & Apresiasi Untuk Pelanggan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.546
    • 0Komentar

    DI hari pelanggan nasional, PT Pertamina memberikan apresiasi serta berbagai macam promo bagi masyarakat sebagai pelanggan utama produk-produk Pertamina. BUMN yang bergerak dalam bidang energi ini memastikan ketersediaannya bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri. Mengusung tema Senyum Pelanggan, Senyumku Juga, Pertamina melakukan edukasi kepada pelanggan serta memberikan apresiasi bagi pengguna Pertamax Series dan Dex Series […]

  • Warga Plaju Doakan Sarimuda Jadi Walikota Palembang

    Diantar 1.200 Massa, Besok, Paslon Sarimuda-Rozak Daftar ke KPU  

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.939
    • 0Komentar

    “Insya Allah, dengan niat baik semua akan lancar, tidak ada hambatan lagi, “

  • Tidak Perlu Khawatir, Anjing dan Kucing Belum Terbukti Menulari COVID-19

    Tidak Perlu Khawatir, Anjing dan Kucing Belum Terbukti Menulari COVID-19

    • calendar_month Sabtu, 10 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 684
    • 0Komentar

    DIREKTUR Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah, menyampaikan, risiko hewan kesayangan seperti anjing dan kucing menularkan COVID-19 kepada manusia termasuk kecil. Hal ini berdasarkan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). “WHO dan OIE telah menegaskan bahwa penularan utama COVID-19 terjadi antara manusia ke manusia,” […]

  • ProKlim Palembang Mulai Disiapkan, Ini yang Bisa Berubah dari Kampung Warga

    ProKlim Palembang Mulai Disiapkan, Ini yang Bisa Berubah dari Kampung Warga

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Apa yang terjadi kalau warga satu kampung mulai serius mengurus sampah, menanam tanaman, menjaga saluran air, menghemat listrik sampai menyiapkan pangan dari lahan yang ada? Kata-kata itu memang sederhana, tapi kenyataan memang sulit kalau dikerjakan sendiri-sendiri, namun jika dilakukan ramai-ramai dan terus berjalan, kebiasaan itu bisa membantu warga menghadapi persoalan klasik terkait dengan lingkungan […]

  • Terkait Penyataan DIRUT SOM, Masyarakat Peduli SFC Protes Keras

    Terkait Penyataan DIRUT SOM, Masyarakat Peduli SFC Protes Keras

    • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Nasib Sriwijaya FC untuk terus berprestasi di Kasta tertinggi di Indonesia sepertinya banyak rintangan, pasalnya pernyataan Direktur Utama PT Sriwijaya Optimistis Mandiri (SOM) yang menyatakan bahwa Elang Andalas sesungguhnya bukan milik Pemerintah Provinsi Sumsel mengundang protes keras oleh Masyarakat Peduli SFC. Menurut Ketua Tim Advokasi Masyarakat Sumatera Selatan Peduli Sriwijaya FC, Muhammad […]

  • Ditunjang Berbagai Sektor, Pemulihan Ekonomi Menguat

    Ditunjang Berbagai Sektor, Pemulihan Ekonomi Menguat

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemulihan ekonomi di kuartal IV diperkirakan akan mengalami peningkatan yang cukup kuat. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Jakarta, belum lama ini. “Pemulihan ekonomi di Kuartal IV diperkirakan akan meningkat cukup […]

expand_less
WordPress Archive TaxPay – Advisor & Financial Consulting Elementor Template Kit Tayta – Single Property & Apartment Complex Theme TazZA – Organic Food Elementor Template Kit Team Booking – WordPress Booking and Appointment Scheduling System Team Builder — Meet The Team WordPress Plugin Team Grid – Team Member Showcase WordPress Plugin & Team Editor Team Member Carousel Addon For Elementor Team Showcase | WordPress Plugin Teamber | Team Member Collection for Elementor Teamer – SEO Marketing Elementor Template Kit