Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Digital Rupiah vs Dolar, Pertarungan Sunyi di Dompet Kita

Digital Rupiah vs Dolar, Pertarungan Sunyi di Dompet Kita

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 857
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENGAR kata “perang”, orang biasanya bayangin tank, rudal, atau minimal adu mulut di DPR, tapi ada perang yang jauh lebih sunyi, tak terdengar dentuman meriam, dan tak tampak asap mesiu, namanya perang mata uang.

Sejak lama, dunia seolah tunduk pada satu “raja dompet” bernama dolar Amerika, apa-apa pakai dolar, mau impor kedelai? dolar, bayar minyak? dolar, bahkan utang luar negeri kita pun, ujung-ujungnya dolar juga. Ibarat kata pepatah, “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” dolar ini sekali cetak, bisa bikin banyak negara bertekuk lutut.

Tapi sekarang, muncul pemain baru di ring tinju keuangan, digital rupiah, lawan tarungnya jelas, si dolar, dan ring pertarungannya? Ya ada di dompet kita, di ponsel kita, di transaksi sehari-hari.

Kalau dulu Bung Karno berapi-api lawan imperialisme lewat pidato yang bikin podium bergetar, sekarang Perry Warjiyo,  Gubernur Bank Indonesia  melawan dominasi dolar bukan dengan teriak, tapi dengan kode QR dan blockchain.
Dulu senjata perjuangan adalah bambu runcing. Sekarang? bambu runcing sudah pensiun, diganti aplikasi BI-FAST.

Ada yang bilang ini pertarungan sepi, tapi dampaknya luar biasa, kalau digital rupiah bisa berdiri sejajar dengan dolar, maka transaksi kita tidak harus selalu lewat “terminal Washington”.

Pertarungan mata uang ini jangan dibayangkan cuma ada di ruang rapat bank sentral dengan pendingin ruangan 20 derajat. Arena sesungguhnya justru ada di dompet rakyat.

Coba bayangkan pedagang kopi di Banjarmasin jualan ke pembeli dari Malaysia, kalau dulu harus tukar ringgit ke dolar, dolar ke rupiah, sekarang cukup scan QRIS cross-border. Anak muda freelance desain grafis dapat bayaran dari klien Vietnam, langsung cair pakai sistem pembayaran digital, tak perlu lewat “perantara dolar”.

Kalau ini jalan, ekonomi rakyat akan jauh lebih enteng, seperti pepatah Minang “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” Nah, dalam ekonomi digital, “transaksi ringan sama-sama di-scan, biaya mahal jangan dibikin rakyat yang pikul”

Raja mulai goyang

Harus diakui, posisi dolar masih seperti “raja minyak” di pasar. Tapi sejarah membuktikan, raja pun bisa goyah kalau rakyat menemukan jalan baru. Eropa sudah main dengan Euro, China bawa Yuan Digital, dan Indonesia menyiapkan Digital Rupiah.

Apakah Digital Rupiah bisa langsung menggeser dolar? Tentu tidak,  itu ibarat ayam kampung baru belajar berkokok melawan ayam jago tetangga. Tapi setidaknya, ayam kita mulai berani bersuara, tidak cuma diam di kandang.

Namun pertarungan ini setidaknya juga mengajarkan bahwa kedaulatan negara tak hanya soal tanah dan laut, tapi juga dompet digital.
Kalau dompet kita selalu tergantung pada dolar, maka ibaratnya kita masih “ngekos” di rumah orang. Bayar makan, bayar listrik, semua tergantung izin tuan rumah.

Maka BI lewat Digital Rupiah ingin bilang “Indonesia harus punya rumah sendiri di dunia digital, biar tetangga boleh numpang, tapi kunci pintu tetap di tangan kita”

Oleh sebab itu, edukasi rakyat dulu, jangan sampai Digital Rupiah jadi sekadar jargon elitis, pedagang sayur di pasar harus ngerti juga. Perlu infrastruktur kuat artinya  jangan sampai aplikasi macet pas jam sibuk. Masa transfer uang kalah sama transfer pulsa? dan kerja sama global, maksudnya  kedaulatan bukan berarti menutup diri, justru Digital Rupiah bisa kuat kalau konektivitas dengan Asia Tenggara makin lancar.

Pertarungan Digital Rupiah vs Dolar mungkin sunyi di telinga, tapi dampaknya bisa sangat bising di ekonomi. Kalau berhasil, rakyat kecil bisa merasakan biaya transaksi lebih murah, akses lebih mudah, dan kedaulatan digital lebih kuat.

Pepatah Sunda bilang “Leuweung lempung ku jarum, batu leutik jadi gunung”. Artinya, hal kecil bisa membawa perubahan besar, begitu juga Digital Rupiah, sekarang mungkin masih kecil dibanding dolar, tapi besok lusa siapa tahu bisa jadi kekuatan besar di Asia bahkan dunia.

Kedaulatan bukan cuma soal bendera di tiang tinggi, kedaulatan juga soal uang yang kita pakai sehari-hari, kalau Digital Rupiah bisa berjalan, maka kita tidak sekadar jadi penonton dalam ekonomi global, tapi ikut jadi pemain.

Kalau ada yang masih bertanya, “Apa gunanya Digital Rupiah?”, jawabannya sederhana biar ketika kita beli es kelapa di Bali, atau kirim uang ke saudara di Hanoi, kita tidak harus minta izin dulu ke dolar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Kelestarian Lingkungan,Luncurkan Dana Insentif Muba Hijau

    Jaga Kelestarian Lingkungan,Luncurkan Dana Insentif Muba Hijau

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 639
    • 0Komentar

    MUSI Banyuasin terus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melalui berbagai inovasi dan terobosan terobosan terbaiknya. Kali ini tepat pada hari, Jumat (20/05/2022) di Opproom Pemkab Muba, Plt Bupati Beni Hernedi secara resmi telah melaunching Dana Insentif Muba Hijau. Menurut Beni Hernedi, Dana Insentif Muba Hijau tersebut sebagai bentuk apresiasi dan akan diberikan kepada desa-desa terbaik yang […]

  • Sangat Disayangkan, Habiskan Dana Rp6 Miliar, Bangunan Food Court Taman Segitiga Emas Belum Berfungsi Sebagai Mestinya..

    Sangat Disayangkan, Habiskan Dana Rp6 Miliar, Bangunan Food Court Taman Segitiga Emas Belum Berfungsi Sebagai Mestinya..

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Sangat Disayangkan, Habiskan Dana Rp6 Miliar, Bangunan Food Court Taman Segitiga Emas Belum Berfungsi Sebagai Mestinya.. Proyek itu dibangun sejak 2021 silam itu, dibangun oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) dengan menggunakan dana APBD dalam 2 tahap. Tahap pertama tahun 2021 bangunan ini dianggarkan sebesar Rp 3.932.500.000, kemudian pada tahun 2022 […]

  • Agoez Perdana Pimpin Asosiasi Media Siber Indonesia Sumut

    Agoez Perdana Pimpin Asosiasi Media Siber Indonesia Sumut

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    AMSI merupakan organisasi perusahaan pers media siber tingkat nasional yang sebelumnya telah dideklarasikan di Gedung Dewan Pers

  • Ajak Tim, Wabup Muba Data Suku Anak Dalam

    Ajak Tim, Wabup Muba Data Suku Anak Dalam

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melakukan pendataan Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di wilayah Hutan Harapan Desa Sako Suban, Kecamatan Batanghari Leko. Pendataan tersebut bertujuan agar SAD bisa mendapatkan manfaat bantuan dan hal lain yang disalurkan Pemkab Muba pada masyarakat yang memang jauh dari sentuhan pemerintah. Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex […]

  • TIPS Gub Sumsel Majukan Daerah Transmigrasi

    TIPS Gub Sumsel Majukan Daerah Transmigrasi

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru menjadi satu nara sumber terkait keberhasilan pembangunan transmigrasi 4.0, bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP dan  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.BA pada Rapat koordinasi Nasional Transmigrasi tahun 2019 di Golden Ballroom The Sultan Hotel and Residence, Jakarta Kamis(1/8/2019). Rakornas […]

  • Petuah Dodi Kepada 8 Kades, Apa Aja?

    Petuah Dodi Kepada 8 Kades, Apa Aja?

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.273
    • 0Komentar

    Plakat Tinggi – Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza Alex melantik Delapan Kepala Desa (Kades) terpilih Periode 2018-2024 dalam Kecamatan Plakat Tinggi, Jirak Jaya, Lawang Wetan dan Sanga Desa. Dalam Pelantikan tersebut, Dodi menekankan kepada Para Kades untuk transparan dan akuntabel dalam kelola keuangan desa. “Saya tekankan kepada Kades yang baru saja dilantik, dalam […]

expand_less
WordPress Archive Engitech – IT Solutions & Services WordPress Theme Enhancements for WooCommerce Points and Rewards Enhancer for WooCommerce Subscriptions Enigma – Personal Portfolio Elementor Template Kit Enjoy – WordPress Magazine and Blog Theme Enliven ’em! – SVG Animation Engine for WordPress Eno – Portfolio Agency WordPress Enormous – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Enova – Multipurpose Business WordPress Theme Enrique – Personal CV-Resume & Portfolio Elementor Template Kit