Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Metode Belajar Coding untuk Anak Tunanetra, Ngoding Tanpa Mata, Logika Tetap Tajam”

“Metode Belajar Coding untuk Anak Tunanetra, Ngoding Tanpa Mata, Logika Tetap Tajam”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 813
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI SEBUAH kelas kecil yang sunyi dari cahaya, tapi ramai oleh suara ketikan dan beep-beep laptop, sekelompok anak tunanetra sedang ngoding. Ya, ngoding bikin program komputer. Mereka nggak lihat layar, tapi setiap tanda titik koma, kurung buka, dan tanda kutip sudah akrab di telinga mereka. Buat mereka, coding itu bukan soal mata, tapi soal otak yang jeli dan logika yang rapi. Kalau orang awam masih bingung bedain curly braces sama braces gigi, mereka sudah paham mana yang harus di-compile dan mana yang harus di-debug.

Metode belajar coding untuk anak tunanetra ini bukan sulap, tapi memang teknologi plus kreativitas. Mereka pakai screen reader seperti NVDA atau JAWS, yang membacakan setiap karakter kode. Misalnya, ketika mengetik print("Hello World"), mereka mendengar “print, buka kurung, tanda kutip, hello world, tanda kutip, tutup kurung”. Awalnya memang seperti sedang mendengarkan orang bacain resep telur dadar, tapi lama-lama otak mereka membentuk peta mental kode di kepala.

Supaya nggak pusing, bahasa yang dipakai biasanya Python. Alasannya simpel sintaksnya nggak ribet dan minim tanda baca aneh. Kalau pakai C++ untuk pemula, screen reader bisa terdengar seperti siaran berita kriminal “pagar include, kurung lancip buka, kurung lancip tutup…”. Python ibaratnya bahasa pemrograman versi santai ngoding sambil merem pun masih nyambung.

Sebelum terjun ke baris kode, anak-anak ini dilatih logika lewat game berbasis suara, seperti “Maze with Sound”. Di sini, mereka harus memilih arah berdasarkan suara yang terdengar.

Tanpa sadar, mereka sedang mempraktekkan konsep if-else dan looping. Jadi kalau suara “tok-tok” datang dari kanan, ya if suara = kanan, else jalan lurus. Logika ini kemudian dibawa ke dunia coding.

Di kelas ini, setiap murid punya partner “mata” yang tugasnya bukan mengajari, tapi memastikan format kode rapi. Indentasi, spasi, atau tab dicek bersama. Prinsipnya, logika tetap milik murid tunanetra partner hanya jadi CCTV, bukan operator.

Ketika program berjalan, hasilnya keluar lewat refreshable braille display atau dibacakan screen reader. Sensasinya mirip melihat lampu LED nyala bedanya, mereka “melihat” lewat suara atau rabaan. Ada murid yang bilang, “Kalau program berhasil jalan, rasanya kayak gol di menit 90 walau nggak lihat bola, tetap euforia!”

Metode belajar coding tunanetra ini membuka peluang besar di dunia teknologi. Anak-anak ini bisa jadi pengembang aplikasi aksesibilitas, penguji perangkat lunak, bahkan pembuat game audio. Mereka membuktikan keterbatasan penglihatan bukan batasan logika. Di dunia digital, mata memang membantu, tapi pikiranlah yang memimpin.

Oleh karena itu, belajar coding bagi anak tunanetra bukan mimpi aneh-aneh, tapi kenyataan yang sedang berjalan. Dengan kombinasi teknologi aksesibilitas, metode kreatif, dan sedikit bumbu humor di kelas, mereka bisa menulis program sehebat siapapun yang melihat. Di dunia digital, mata hanyalah alat, tapi logika adalah senjatanya, kalau logika sudah tajam, jangankan monitor gelap, lampu padam pun mereka tetap bisa compile masa depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wah..Sumsel & Malaysia Mau Balikan Lewat AirAsia!

    Wah..Sumsel & Malaysia Mau Balikan Lewat AirAsia!

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    KATANYA, kalau jodoh tak ke mana, begitu pula hubungan Sumatera Selatan dan Malaysia, lama terpisah jarak dan wabah, akhirnya ada tanda-tanda CLBK Cinta Lama Bersemi Kembali dalam bentuk rute penerbangan langsung yang konon akan segera nyala kembali. Gubernur Sumsel, Herman Deru, kedatangan tamu istimewa di markas OJK Sumsel bukan markas ojek, ya bro, ini tempat […]

  • Antisipasi Zona Merah, OKI Terapkan PPKM Level 2, Apa Saja Aturan Mainnya ?

    Antisipasi Zona Merah, OKI Terapkan PPKM Level 2, Apa Saja Aturan Mainnya ?

    • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir akan menerapkan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah penambahan kasus baru Covid-19. Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H. Antonius Leonardo M.Si mengatakan Pemkab OKI segera memperbaharui edaran Bupati tentang pelaksanaan PPKM Mikro di OKI yang […]

  • “Apartemen Sempit Tapi Hidup Lega, Tips Anti Sesak Hati”

    “Apartemen Sempit Tapi Hidup Lega, Tips Anti Sesak Hati”

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.458
    • 0Komentar

    PERNAH nggak sih masuk apartemen mini terus langsung ngerasa kayak sardine dalam kaleng?, tenang, kamu nggak sendirian. Tinggal di ruang sempit itu ibarat makan kerupuk satu biji tapi pengen kenyang, butuh trik, kreativitas, dan sedikit humor biar nggak stres. 1. Maksimalkan Setiap SudutKalau ruang sempit, jangan cuma fokus ke lantai, pikirkan vertikal. Rak tinggi, gantungan […]

  • Pemkab Muba & SKK Migas Duduk Bareng, Apa yang Dibahas !

    Pemkab Muba & SKK Migas Duduk Bareng, Apa yang Dibahas !

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Palembang- Pemkab Muba & SKK Migas duduk bareng, pertemuan ini dilakukan di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (25/5/2023). Pj Bupati Muba, H Apriyadi didampingi Kepala Bagian Sumber daya Alam (SDA) Setda Muba Oktarizal SE dan Kabag Hukum Setda Muba Romasari Purba SH MH melakukan pertemuan dengan Jajaran Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu […]

  • Program Kesehatan Banyak, Tapi Kenapa Hasilnya Belum Maksimal? Kemenkes Ungkap 3 Kuncinya

    Program Kesehatan Banyak, Tapi Kenapa Hasilnya Belum Maksimal? Kemenkes Ungkap 3 Kuncinya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Program kesehatan terus berjalan dengan melibatkan pemerintah, mitra pembangunan, organisasi, hingga berbagai pemangku kepentingan. Namun, banyaknya program dan pihak yang terlibat belum otomatis menjamin hasil kesehatan yang dirasakan masyarakat. Justru dengan hal ini persoalan besarnya muncul, yaitu bagaimana memastikan seluruh program kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri? Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai jawabannya bukan semata-mata dengan […]

  • Renovasi GSJ Ditargetkan Rampung Akhir Desember

    Renovasi GSJ Ditargetkan Rampung Akhir Desember

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.424
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel memastikan, akhir Desember 2020 ini, perbaikan Stadion Utama Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang merupakan kandidat stadion Piala Dunia U20 tahun 2021 rampung dikerjakan. Pernyataan itu disampaikannya saat meninjau langsung progres perbaikan stadion GSJ bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali, Selasa (8/12). Bahkan kat dia, pada bulan Januari 2021 mendatang, baik […]

expand_less
WordPress Archive Tallinn – Business and Consultancy WordPress Theme Tamarind Restaurant Theme for WordPress Tami – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Tamun – Fundraising WordPress Theme Tanago – Green Renewable Energy Elementor Template Kit Tantra | Yoga Studio and Fitness Club WordPress Theme TapTap : A Super Customizable WordPress Mobile Menu Taqyeem – Predefined Criteria Addon Taqyeem – WordPress Review Plugin Taranto – WordPress Portfolio for Creatives