Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » BUKU DIARI PAGI – Selasa Pagi di Pesona Harapan Jaya : Ngopi Pahit, Pohon & Filosofi Hidup ala Blok A

BUKU DIARI PAGI – Selasa Pagi di Pesona Harapan Jaya : Ngopi Pahit, Pohon & Filosofi Hidup ala Blok A

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.096
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

USAI shubuh, langit masih menggantung mendung, bukan mendung yang galau macam mantan yang belum move on, tapi mendung yang adem sejuk, tenang, dan menggoda untuk rebahan lagi. Tapi aku memilih bangun, karena katanya, “siapa bangun pagi rezekinya lebih dulu disambar ayam”. Pepatah baru ini belum populer, tapi cocok buat yang sering telat ke pasar dan kehabisan cabe murah.

Pagi itu, suasana masih setenang kolam lele yang belum dilempar pelet. Burung pun belum sempat nyanyi, mungkin lagi sibuk update status di dahan pohon. Udaranya segar, seperti disaring dari paru-paru alam langsung tanpa campuran pendingin ruangan.

Aku duduk di ruang tamu, di hadapanku laptop menyala, tapi layar masih kosong, bukan karena aku tak punya ide, tapi karena kopi belum selesai disruput. Secangkir kopi hitam pekat menemaniku, kopi pahit tanpa gula, sekelam cinta waktu SMA yang gagal karena terlalu malu nyapa.

Di sebelahnya, sebatang Djisamsoe sedang kuisap pelan, membubung bersama angan. Asap putih itu melesat keluar jendela, menari-nari seperti kenangan masa kecil yang belum bayar uang sekolah tapi masih sempat main layangan.

Ruang tamu ini terasa seperti studio meditasi dadakan, tempat pikiran meliuk-liuk seperti asap rokok. Kusengaja buka pintu dan jendela selebar mungkin, agar angin tahu, aku di sini, sedang berpikir keras… soal sarapan.

Perumahan tempatku tinggal, Pesona Harapan Jaya Tahap 1 Kalidoni, sering kusebut kampung. Walau di depan nama ada kata “Pesona”, belakangnya tetap “Jaya”, tapi suasananya lebih mirip “Desa Damai Bab III”. Kiri kanan masih rimbun. Ada akasia, gelam, sawit, bahkan pohon karet yang udah pensiun dini.

Mereka semua berdiri seperti satpam lingkungan, diam, kokoh, tapi ikut menjaga sejuknya hari, kadang aku mikir, pohon-pohon inilah yang bikin tetangga tetap bisa senyum meski listrik naik.

Tepat pukul 6 pagi, seperti skrip sinetron, babak baru dimulai, suara motor mulai menyala sebagian menderu, sebagian lagi batuk-batuk karena aki tua.

Pintu mobil ditutup perlahan, sopan. Ibu-ibu keluar dengan tas belanja, ada yang pakai kerudung rapi, ada juga yang masih ngucek mata sambil nyeker, berburu daun singkong dan tahu isi.

Lalu, terdengarlah suara ikonik itu

“Wulaaan… ada donat?!”
Sebuah panggilan penuh harap dari tetangga sebelah.

“Gak buat, Bu! Cuma pastel sama risol hari ini…”
Jawab Wulan, pedagang keliling legendaris dari Blok A, sambil mengangkat wadah kue jualan, meski kantung matanya seperti habis nyetrika bantal semalaman.

Wulan ini ibarat alarm alami kampung, kalau dia belum lewat, artinya pagi belum resmi dimulai. Dia tidak sekadar menjual donat dan risol dan kue lainnya. Dia menjual harapan, energi karbo di pagi selasa ini.

Pasukan kecil..

Anak-anak sekolah siang pun mulai keluar, mereka berkeliaran seperti pasukan kecil yang siap perang lawan kantuk. Ada yang main bola plastik, ada yang main kejar-kejaran sambil teriak, “WOY CEPATAN!” teriakan khas bocah yang belum kenal konsep tenang. Mereka tahu pagi adalah waktu emas sebelum disuruh mandi sama emak.

Di sela keramaian itu, aku menyesap kopi lagi, menarik napas panjang, pagi sudah mulai terang, sedikit demi sedikit, langit bergeser dari kelabu menjadi biru pucat, dari sepi jadi ramai. Hidup pun begitu. Tak selalu cerah di awal, tapi perlahan, akan terang juga, asal sabar dan punya risol, he..he.

Dan… kadang, bahagia itu sederhana, bukan soal mobil baru atau gadget mahal, tapi soal kopi pahit, rokok sebatang, dan suara “Wulan, ada donat?” yang menandakan bahwa hidup masih berjalan, dan kita masih bagian dari cerita kecil di salah satu kampung yang  marjinal di Kota Palembang.

Jadi begitulah pagi di Blok A, tempat di mana risol, donat dan kue sarapan pagi punya peran sosial, dan kopi pahit bisa jadi pengingat bahwa hidup gak selalu manis, tapi tetap bisa dinikmati asal ada jeda dan tawa.

Karena seperti kata pepatah kampung yang belum tercetak di buku motivasi mana pun

“Hari boleh Selasa, tapi semangat jangan setengah rasa.”

“Kalau donat hari ini nggak datang, mungkin hidup lagi ngajak kita puasa dari ekspektasi.”
“Dan ingat! kopi pahit pun akan terasa nikmat… kalau kita tahu cara menikmatinya, bukan malah nyalahin sendok”

Selamat hari Selasa, teman-teman, jangan terlalu serius menghadapi dunia. Kadang, cukup disenyumin aja… kayak senyuman Wulan yang bawa risol dan kue lainnya tapi nggak ada namanya donat.

Jangan terlalu sibuk mengejar cahaya dari kota sebelah, sampai lupa bahwa sinar mentari pagi pun menembus rumahmu… asal jendelanya dibuka.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBB Lakukan Survei Ulang Calon Walikota

    PBB Lakukan Survei Ulang Calon Walikota

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.319
    • 0Komentar

    Dua calon kuat Walikota Palembang, Harnojoyo dan Sarimuda sudah menetapkan pasangannya terpaksa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Palembang akan melakukan evaluasi ulang terkait hasil survei terhadap calon Walikota yang bakal diusung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

  • kawasan-kumuh-palembang

    Palembang Kejar Zero Kawasan Kumuh 2018

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.355
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menargetkan dapat mengejar progres dari realisasi pengentasan kawasan kumuh menjadi zero.

  • Penanganan Bencana di Sumsel, Pusri Salurkan Bantuan  3 Ton Beras

    Penanganan Bencana di Sumsel, Pusri Salurkan Bantuan  3 Ton Beras

    • calendar_month Selasa, 28 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.223
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – PT Pupuk Siriwidjaja [Pusri] Palembang menyalurkan bantuan 3 ton beras untuk penanganan bencana di Sumsel. Hal itu dilaksanakan sebagai  berpartisipasi perseroan, bantuan itu terungkap saat menghadiri agenda kegiatan Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor Sumatera Selatan Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel di Halaman Depan Shooting […]

  • Giliran Anak Usia Dini Muaraenim dan Lahat Peroleh Sertifikat Tanda Tangan Ronaldinho

    Giliran Anak Usia Dini Muaraenim dan Lahat Peroleh Sertifikat Tanda Tangan Ronaldinho

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muaraenim, – Kurang lebih 900 anak usia 12 dan 14 tahun di Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten Lahat menerima sertifikat coaching clinic Alex Noerdin Cup 2019 yang ditandatangani oleh mega bintang Ronaldinho. Di Kabupaten Muaraenim, pembagian sertifikat digelar di gedung serbaguna PDKT. Sedangkan di Kabupaten Lahat dilaksanakan di Hotel Grand Zuri, Sabtu (13/4/2019). Ketua Panitia […]

  • Pemkab OKU Sowan ke Muba, Ada Apa ?

    Pemkab OKU Sowan ke Muba, Ada Apa ?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    DIKETAHUI Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah serta cara yang strategis dalam mengoptimalkan upaya pengembangan wilayah, membuat Kabupaten Musi Banyuasin menjadi sorotan bagi daerah lain untuk belajar dan memperoleh informasi.  Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin menerima Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Jum’at (19/03/2021) di Ruang Rapat Serasan Sekate. Kunjungan ini di sambut oleh Bupati […]

  • Laporan Kasus  Konfirmasi Positif COVID-19 Bertambah 19 Orang

    Laporan Kasus Konfirmasi Positif COVID-19 Bertambah 19 Orang

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 952
    • 0Komentar

    PENAMBAHAN drastis Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Banyuasin. Bertambah 19 orang, hingga total dari 26 orang menjadi 45 orang Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Banyuasin. Pangkalan Balai – Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kab. Banyuasin kembali mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Banyuasin dan ini dapat dikatakan penambahan yang sangat signifikan […]

expand_less
WordPress Archive Life Coach – Public Speaker Personal Page WordPress theme Life Coach WordPress Theme LifeCoach | Mentor & Trainer Template Kit Lifeline Donation Pro – WordPress plugin to get donations Lifest – Insurance Agency WordPress Theme Lifevent – Event Conference WordPress Theme LiftSupply – Single Product WooCommerce WordPress theme Light – Minimalist WordPress portfolio theme Liker – WordPress Rating Plugin Lilac – Fashion Responsive WooCommerce WordPress Theme