Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Surat, Cinta & Nasib Honorer, Ketika Selembar Kertas Bisa Menyelamatkan 6.120 Jiwa

Surat, Cinta & Nasib Honorer, Ketika Selembar Kertas Bisa Menyelamatkan 6.120 Jiwa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 522
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI zaman dulu, surat itu ditulis pakai arang di daun pisang, kalau hujan turun, alamat bubar. Di zaman penjajahan, surat dikirim lewat kurir sepeda onthel, kalau nyasar bisa berujung perceraian. Tapi sekarang, di era digital, selembar surat PDF pun bisa bikin deg-degan satu provinsi. Terutama kalau isinya menyangkut nasib 6.120 orang.

Ya…, ini bukan kisah cinta lama bersemi kembali, inilah kisah harapan baru dari selembar surat bertanda tangan Gubernur Sumatera Selatan, Pak Herman Deru, yang mengusulkan 6.120 formasi PPPK Paruh Waktu ke BKN dan KemenPAN. Surat nomor 800/10555/BKD.I/2025 itu bagaikan lampu hijau di tengah jalan buntu, atau dalam bahasa rakyat jelata “Waduh, alhamdulillah, masih ada secercah harapan walau hanya dari secarik kertas”

Surat, wahai surat, jangan kau remehkan eksistensimu, dari zaman Nabi Sulaiman kirim surat ke Ratu Balqis, sampai surat titipan seorang mahasiswa ke pacarnya di kampus seberang, fungsi surat tetap sama mengantar kabar, harapan, dan kadang-kadang, amarah.

Dulu surat cinta pakai parfum, ditaruh di bawah bantal, sekarang surat penugasan pakai barcode, ditaruh di grup WhatsApp, tapi sensasinya tetap deg-degan!.

Bayangkan, hanya karena selembar surat dari Gubernur Sumsel, 6.120 Pegawai Non-ASN yang semula seperti kucing kehujanan di bawah kolong jembatan, kini mulai meluruskan punggung, menyisir rambut, dan bersiap-siap menyambut status baru PPPK Paruh Waktu.

Yang bikin mewek bukan hanya jumlahnya, tapi isinya, ada tenaga kesehatan 2 orang, teknis 3.615 orang, jabatan tampungan 378 orang, dan guru 2.125 orang.

Mereka ini ibarat pemain cadangan yang udah ikut pemanasan, tapi nggak pernah dipanggil pelatih. Udah ikut seleksi tahap I dan II, tapi jatah formasi tak kunjung datang, sakitnya tuh… bukan di hati, tapi di dapur!.

Gagasan PPPK Paruh Waktu ini ibarat ide “nasi setengah tapi lauknya komplit”. Tak apa paruh waktu, asal ada pengakuan, daripada nunggu formasi penuh tapi terus mengabdi tanpa kepastian, kan lebih baik paruh waktu dengan status jelas dan upah yang manusiawi.

Ikuti aturan

Seperti kata Pak Sekda Edward Candra, “Kita sudah ikuti aturan, tidak menerima honorer baru, ikut seleksi PPPK, optimalisasi, semua dilalui, sekarang kita tunggu regulasi teknis dari pusat”.

Kalimat Pak Sekda itu mirip doa orang tua ke anaknya yang belum juga diterima kerja “Tenang, nak, kita udah usaha, sekarang tinggal tunggu rezeki dari Tuhan”.

Kata orang bijak, jangan remehkan selembar surat, seperti yang sering dikaitkan (meski tidak pernah terbukti) dengan Albert Einstein “If I had an hour to save the world, I’d spend 55 minutes thinking and 5 minutes writing the right letter” (“Jika aku punya waktu sejam untuk menyelamatkan dunia, 55 menit akan kupakai untuk memikirkan masalahnya, dan 5 menit untuk mencari solusinya”)

Tuh kan, bahkan Einstein aja percaya bahwa satu surat bisa menyelamatkan dunia, apalagi menyelamatkan 6.120 honorer!. Kutipan itu mungkin bukan milik Einstein secara sah, tapi ia menyiratkan satu hal kadang surat yang baik dimulai dari pemahaman yang dalam tentang masalahnya.

Mungkin itulah yang dilakukan Pemprov Sumsel, mereka berpikir keras, lalu menulis surat, karena di negeri ini, selembar surat bisa lebih ampuh daripada 100 konferensi pers.

Yang jelas, surat  bukan sekadar kertas dan tinta (atau PDF dan scan tanda tangan). Ini adalah manifestasi cinta negara kepada rakyatnya yang selama ini “mengabdi tapi tak diakui”.

Kadang, satu surat berisi kabar bahagia diterima kerja, naik jabatan, atau naik gaji. Kadang pula, ia membawa kabar pilu,yakni isinya tentang surat PHK, surat cinta yang berakhir di pelaminan orang.

Tapi surat dari Gubernur Sumsel ini bukan dua-duanya, ia bukan surat cinta, tapi penuh harapan, ia bukan surat pemecatan, tapi mungkin pembuka jalan ke pengangkatan. Ia mungkin tak mengandung puisi atau kata manis, tapi berisi data 6.120 nama yang ingin diakui. Ini surat perjuangan. Surat kehidupan. Surat doa yang dilipat rapi oleh kebijakan.

Jangan bilang surat itu kuno, di dunia serba digital ini, surat masih hidup, Ia seperti kompas kecil di tengah badai birokrasi, penunjuk arah di labirin regulasi. Surat itu bagaikan kopi hitam, sederhana, tapi bikin melek semua pihak.

Dan untuk 6.120 tenaga Non-ASN yang masih menggenggam harap, semoga selembar surat ini jadi tiket masuk menuju nasib yang lebih pasti, bukan hanya bagi mereka, tapi bagi martabat pengabdian yang selama ini terabaikan.

Kata pepatah “Surat itu memang diam, tapi isinya bisa membuat dunia bergerak”

Bahkan di dunia pendidikan, surat  bisa mengandung kecemasan para guru yang sudah menua di ruang kelas tanpa status tetap. Ia mengandung doa pegawai TU yang pulang naik motor kredit tanpa tahu apakah bulan depan gajinya cair.

Mungkin, entah siapa yang menulis draft awal surat itu, ada sedikit cinta di sana, bukan cinta personal, tapi cinta dalam bentuk paling rasional tentang pengakuan atas kerja keras. Namun tidak semua surat harus bermeterai cinta. Kadang, cukup sebuah tanda tangan gubernur dan angka 6.120 di kolom jumlah.

Itu saja cukup membuat 6.120 keluarga kembali percaya bahwa negara tidak tuli, bahwa sistem, betapapun lambat dan tak romantisnya, masih bisa bergerak.

Karena pada akhirnya, nasib manusia kadang digantungkan pada hal-hal sederhana dengan  selembar kertas, tanda tangan, dan niat baik dan jika surat itu sampai, dibaca, dan ditindaklanjuti, maka sejarah akan mencatat bahwa di tahun 2025, selembar PDF dari Palembang pernah menyelamatkan ribuan orang dari ketidakpastian.

Bukan karena teknologinya canggih. Tapi karena isinya manusiawi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertambah 3 Kasus Sembuh, 4 Positif

    Bertambah 3 Kasus Sembuh, 4 Positif

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (31/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 3 kasus sembuh dan 4 positif COVID-19. “Ada penambahan 3 kasus sembuh dan 4 positif terkonfirmasi positif COVID-19 per 31 Oktober 2020,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan 4 kasus terkonfirmasi positif yakni diantaranya kasus 419 […]

  • 18.082 Mahasiwa/i se Sumsel Terima Keringanan UKT

    18.082 Mahasiwa/i se Sumsel Terima Keringanan UKT

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    SEBANYAK 18.082 mahasiswa/mahasiswi dari 92 PTN/PTS benar-benar diberikannya bantuan stimulan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing Rp1 juta. Penyerahan bantuan uang kuliah tunggal (UKT) kepada mahasiswa kurang mmpu terdampak covid 19 itu diserahkannya secara simbolis berbarengan dengan pemberian bantuan operasional pada ponpes se Sumsel untuk persiapan menuju adaptasi  kebiasaan  di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, […]

  • Ilmuwan Memprediksi Cokelat akan Punah

    Ilmuwan Memprediksi Cokelat akan Punah

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.049
    • 0Komentar

    KABAR ini mungkin bakal membuat penggemar cokelat sedih. Ilmuwan memprediksi cokelat bisa punah pada 2050. Kecuali jika ilmuwan gene-editing (penyuntingan gen) bisa menyelamatkannya. Tanaman kakao mengandung biji yang merupakan unsur penting dalam cokelat. Tapi tanaman itu tumbuh di hutan hujan, yang memerlukan cuaca tetap basah dan lembab sepanjang tahun. Menurut laporan Business Insider, Kamis (4/1/2018), perubahan iklim yang diproyeksikan mengubah habitat ini […]

  • Ingatkan Warga Palembang, Wako : PSBB Bukanlah Larangan, Tapi Pembatasan

    Ingatkan Warga Palembang, Wako : PSBB Bukanlah Larangan, Tapi Pembatasan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo kembali mengingatkan PSBB Bukanlah sebuah larangan dengan sebuah pembatasan yang dapat dilakukan masyarakat  dengan menggunakan protokol kesehatan yang ada. “Saya kembali mengingatkan bahwa PSBB sebagai pembatasan bukan pelarangan kegiatan guna memutus rantai penyebaran covid 19,”Harnojoyo  Rapat sekaligus sosialisasi perubahan peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II Kota Palembang di Rumah dinas […]

  • Kembali ke Tanah Air  Usai Laga di Olimpiade Tokyo, Menpora Ucapkan Ini Kepada Atlet  & Ofisial

    Kembali ke Tanah Air  Usai Laga di Olimpiade Tokyo, Menpora Ucapkan Ini Kepada Atlet & Ofisial

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    APRESIASI  tinggi diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali kepada atlet Indonesia yang sudah berjuang di Olimpiade Tokyo 2020. Rombongan kloter pertama atlet Indonesia yang sudah kembali ke tanah air disambut langsung Menpora Amali di VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Kamis (29/7) pukul 23.30 WIB. Senyum bahagia dan ucapan selamat […]

  • Harapan Uji Petik Di Banyumas

    Harapan Uji Petik Di Banyumas

    • calendar_month Minggu, 19 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar uji petik PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif) sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (18/03/2023) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (18/3/2022) mengatakan, […]

expand_less
WordPress Archive jQuery TimelineXML JRNY: A Gorgeous & Responsive WordPress Blog Theme Juana – Fashion Store Elementor Template Kit Jude | Nail Bar & Beauty Salon WordPress Theme Judy – Beauty Salon Elementor Template Kit Juice Bar & Drink Elementor Template Kit JuliStudio – Portfolio & Agency Theme July – eCommerce WordPress Theme July Morison | Event Photographer’s Portfolio WordPress Theme Jumbo: A 3-in-1 full-screen menu for WordPress