Rabu, 26 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Surat, Cinta & Nasib Honorer, Ketika Selembar Kertas Bisa Menyelamatkan 6.120 Jiwa

Surat, Cinta & Nasib Honorer, Ketika Selembar Kertas Bisa Menyelamatkan 6.120 Jiwa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 509
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI zaman dulu, surat itu ditulis pakai arang di daun pisang, kalau hujan turun, alamat bubar. Di zaman penjajahan, surat dikirim lewat kurir sepeda onthel, kalau nyasar bisa berujung perceraian. Tapi sekarang, di era digital, selembar surat PDF pun bisa bikin deg-degan satu provinsi. Terutama kalau isinya menyangkut nasib 6.120 orang.

Ya…, ini bukan kisah cinta lama bersemi kembali, inilah kisah harapan baru dari selembar surat bertanda tangan Gubernur Sumatera Selatan, Pak Herman Deru, yang mengusulkan 6.120 formasi PPPK Paruh Waktu ke BKN dan KemenPAN. Surat nomor 800/10555/BKD.I/2025 itu bagaikan lampu hijau di tengah jalan buntu, atau dalam bahasa rakyat jelata “Waduh, alhamdulillah, masih ada secercah harapan walau hanya dari secarik kertas”

Surat, wahai surat, jangan kau remehkan eksistensimu, dari zaman Nabi Sulaiman kirim surat ke Ratu Balqis, sampai surat titipan seorang mahasiswa ke pacarnya di kampus seberang, fungsi surat tetap sama mengantar kabar, harapan, dan kadang-kadang, amarah.

Dulu surat cinta pakai parfum, ditaruh di bawah bantal, sekarang surat penugasan pakai barcode, ditaruh di grup WhatsApp, tapi sensasinya tetap deg-degan!.

Bayangkan, hanya karena selembar surat dari Gubernur Sumsel, 6.120 Pegawai Non-ASN yang semula seperti kucing kehujanan di bawah kolong jembatan, kini mulai meluruskan punggung, menyisir rambut, dan bersiap-siap menyambut status baru PPPK Paruh Waktu.

Yang bikin mewek bukan hanya jumlahnya, tapi isinya, ada tenaga kesehatan 2 orang, teknis 3.615 orang, jabatan tampungan 378 orang, dan guru 2.125 orang.

Mereka ini ibarat pemain cadangan yang udah ikut pemanasan, tapi nggak pernah dipanggil pelatih. Udah ikut seleksi tahap I dan II, tapi jatah formasi tak kunjung datang, sakitnya tuh… bukan di hati, tapi di dapur!.

Gagasan PPPK Paruh Waktu ini ibarat ide “nasi setengah tapi lauknya komplit”. Tak apa paruh waktu, asal ada pengakuan, daripada nunggu formasi penuh tapi terus mengabdi tanpa kepastian, kan lebih baik paruh waktu dengan status jelas dan upah yang manusiawi.

Ikuti aturan

Seperti kata Pak Sekda Edward Candra, “Kita sudah ikuti aturan, tidak menerima honorer baru, ikut seleksi PPPK, optimalisasi, semua dilalui, sekarang kita tunggu regulasi teknis dari pusat”.

Kalimat Pak Sekda itu mirip doa orang tua ke anaknya yang belum juga diterima kerja “Tenang, nak, kita udah usaha, sekarang tinggal tunggu rezeki dari Tuhan”.

Kata orang bijak, jangan remehkan selembar surat, seperti yang sering dikaitkan (meski tidak pernah terbukti) dengan Albert Einstein “If I had an hour to save the world, I’d spend 55 minutes thinking and 5 minutes writing the right letter” (“Jika aku punya waktu sejam untuk menyelamatkan dunia, 55 menit akan kupakai untuk memikirkan masalahnya, dan 5 menit untuk mencari solusinya”)

Tuh kan, bahkan Einstein aja percaya bahwa satu surat bisa menyelamatkan dunia, apalagi menyelamatkan 6.120 honorer!. Kutipan itu mungkin bukan milik Einstein secara sah, tapi ia menyiratkan satu hal kadang surat yang baik dimulai dari pemahaman yang dalam tentang masalahnya.

Mungkin itulah yang dilakukan Pemprov Sumsel, mereka berpikir keras, lalu menulis surat, karena di negeri ini, selembar surat bisa lebih ampuh daripada 100 konferensi pers.

Yang jelas, surat  bukan sekadar kertas dan tinta (atau PDF dan scan tanda tangan). Ini adalah manifestasi cinta negara kepada rakyatnya yang selama ini “mengabdi tapi tak diakui”.

Kadang, satu surat berisi kabar bahagia diterima kerja, naik jabatan, atau naik gaji. Kadang pula, ia membawa kabar pilu,yakni isinya tentang surat PHK, surat cinta yang berakhir di pelaminan orang.

Tapi surat dari Gubernur Sumsel ini bukan dua-duanya, ia bukan surat cinta, tapi penuh harapan, ia bukan surat pemecatan, tapi mungkin pembuka jalan ke pengangkatan. Ia mungkin tak mengandung puisi atau kata manis, tapi berisi data 6.120 nama yang ingin diakui. Ini surat perjuangan. Surat kehidupan. Surat doa yang dilipat rapi oleh kebijakan.

Jangan bilang surat itu kuno, di dunia serba digital ini, surat masih hidup, Ia seperti kompas kecil di tengah badai birokrasi, penunjuk arah di labirin regulasi. Surat itu bagaikan kopi hitam, sederhana, tapi bikin melek semua pihak.

Dan untuk 6.120 tenaga Non-ASN yang masih menggenggam harap, semoga selembar surat ini jadi tiket masuk menuju nasib yang lebih pasti, bukan hanya bagi mereka, tapi bagi martabat pengabdian yang selama ini terabaikan.

Kata pepatah “Surat itu memang diam, tapi isinya bisa membuat dunia bergerak”

Bahkan di dunia pendidikan, surat  bisa mengandung kecemasan para guru yang sudah menua di ruang kelas tanpa status tetap. Ia mengandung doa pegawai TU yang pulang naik motor kredit tanpa tahu apakah bulan depan gajinya cair.

Mungkin, entah siapa yang menulis draft awal surat itu, ada sedikit cinta di sana, bukan cinta personal, tapi cinta dalam bentuk paling rasional tentang pengakuan atas kerja keras. Namun tidak semua surat harus bermeterai cinta. Kadang, cukup sebuah tanda tangan gubernur dan angka 6.120 di kolom jumlah.

Itu saja cukup membuat 6.120 keluarga kembali percaya bahwa negara tidak tuli, bahwa sistem, betapapun lambat dan tak romantisnya, masih bisa bergerak.

Karena pada akhirnya, nasib manusia kadang digantungkan pada hal-hal sederhana dengan  selembar kertas, tanda tangan, dan niat baik dan jika surat itu sampai, dibaca, dan ditindaklanjuti, maka sejarah akan mencatat bahwa di tahun 2025, selembar PDF dari Palembang pernah menyelamatkan ribuan orang dari ketidakpastian.

Bukan karena teknologinya canggih. Tapi karena isinya manusiawi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Muba Ajak Pengurus Kawal Eksistensi IKA-SMANTA

    Sekda Muba Ajak Pengurus Kawal Eksistensi IKA-SMANTA

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    USAI dilakukan pelantikan beberapa waktu lalu, kini kepengurusan Ikatan Alumni SMA Negeri 3 (IKA-SMANTA) Palembang periode 2019-2023 resmi melanjutkan tugas kepengurusan IKA-SMANTA periode 2014-2019. Dalam kesempatan Pisah Sambut Pengurus IKA-SMANTA Periode 2019-2023, Rabu (4/12/2019) di halaman SMA Negeri 3 Palembang, Ketua Alumni IKA-SMANTA Periode 2014-2019, Drs H Apriyadi MSi mengatakan IKA-SMANTA harus tetap eksis dengan […]

  • PKK Sumsel Gelar Pelatihan  Berzanji

    PKK Sumsel Gelar Pelatihan Berzanji

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.370
    • 0Komentar

    KETUA TP PKK Sumatera Selatan (Sumsel) Hj. Febrita Lustia Herman Deru melalui pokja 1 (kelompok kerja) menggelar pelatihan  barzanji yang diperuntukkan bagi para  majelis taklim di kota Palembang, yang di gelar di Griya Agung, Jumat (6/12/2019). Pelatihan ini digelar juga dalam rangka pengajian rutin bulanan.  Dalam sambutannya dihadapan para ibu anggota majelis taklim, wanita dengan sapaan […]

  • Telkomsel Segera Operasikan Jaringan Telekomunikasi 5G, Kominfo Sudah Izinkan

    Telkomsel Segera Operasikan Jaringan Telekomunikasi 5G, Kominfo Sudah Izinkan

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan surat keterangan laik atau layak melakukan operasi komersial (commercial operating) jaringan telekomunikasi 5G bagi PT Telkomsel. Dengan begitu, perusahaan di atas menjadi perusahaan pertama yang menyelenggarakan akses telekomunikasi berkecepatan tinggi 5G di Indonesia. “PT Telkomsel dinyatakan laik dalam uji laik operasi komersial,” kata Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate melalui […]

  • Muba Luncurkan Layanan Jumput Pasien Gawat Darurat 24 Jam

    Muba Luncurkan Layanan Jumput Pasien Gawat Darurat 24 Jam

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.326
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) program siaga 24 jam menjemput pasien yang gawat darurat yaitu Public Safety Center (PSC) 119) / 08123000119, Layanan itu serupa transportasi daring, tugasnya mengantar pasien gawat darurat ke sarana kesehatan terdekat baik itu puskesmas maupun rumah sakit. Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, layanan itu merupakan salah satu inovasi baru […]

  • 800 Kg Ikan, 10 Peti Telur & vitamin Untuk Dapur Umum Covid-19

    800 Kg Ikan, 10 Peti Telur & vitamin Untuk Dapur Umum Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 993
    • 0Komentar

    TP PKK Sumsel memberikan bantuan ikan dan telur, juga vitamin untuk dapur umum gugus tugas Covid-19, dan diterima langsung Kepala Bekangdam II/Sriwijaya Kolonel CBA Benny Tampubolon bertempat di Bekangdam II/ Sriwijaya. “Ini kami serahkan bantuan ikan sebanyak 800 kilogram dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga ada 10 peti telur dari PKK Sumsel, serta vitamin untuk […]

  • Warga Saguling Mulai Tinggalkan Keramba, Bioflok Jadi Pilihan

    Warga Saguling Mulai Tinggalkan Keramba, Bioflok Jadi Pilihan

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BUDIDAYA lele sistem bioflok mulai dilirik warga sekitar Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, sebagai alternatif usaha baru di tengah berbagai tantangan usaha Keramba Jaring Apung (KJA). Sistem budidaya berbasis kolam bundar itu dinilai lebih mudah dikontrol dengan risiko kematian ikan yang lebih rendah. Di Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor, kolam-kolam bioflok kini mulai bermunculan sebagai sumber […]

expand_less
WordPress Archive jQuery TimelineXML JRNY: A Gorgeous & Responsive WordPress Blog Theme Juana – Fashion Store Elementor Template Kit Jude | Nail Bar & Beauty Salon WordPress Theme Judy – Beauty Salon Elementor Template Kit Juice Bar & Drink Elementor Template Kit JuliStudio – Portfolio & Agency Theme July – eCommerce WordPress Theme July Morison | Event Photographer’s Portfolio WordPress Theme Jumbo: A 3-in-1 full-screen menu for WordPress