Kebijakan

Kominfo Ajak Masyarakat Berpartisipasi Buang Sampah, Indonesia menempati nomor kedua di dunia sebagai negara pembuang sampah terbanyak.

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam gerakan peduli sampah. Bentuk partisipasi yang dimaksud adalah dengan cara mendaur ulang setiap sampah rumah tangga sehingga dapat mengurangi jumlah sampah secara signifikan beberapa waktu depan.

Kondisi saat ini, Indonesia menempati nomor kedua di dunia sebagai negara pembuang sampah terbanyak. Indikasinya, setiap tahun sampah yang dibuang oleh masyarakat Indonesia mencapai angka yang signifikan yakni 67,8 juta ton.

Direktur IKPM Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Septryana Tangkary, mengatakan pihak penting turun langsung dalam mensosialisasikan hal di atas, agar masyarakat memahami arti penting mengelola sampah dengan cara mendaur ulang. Sampah rumah tangga yang dapat didaur ulang adalah sampah rumah tangga yang bisa diolah maupun sampah plastik.

Sampah yang bisa diolah seperti makanan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah plastik bisa diolah menjadi bahan berbagai kerajinan daur ulang layaknya wadah tanaman, tas, dompet, maupun lain sebagainya.

“Sampah sisa makanan dapat diolah menjadi pupuk kompos dan sampah plastik bekas air minum, bungkus kopi, dan lain-lain dapat diolah menjadi wadah plastik,” kata Septryana Tangkary melalui siaran virtual yang ditayangkan melalui Akun YouTube DJ IKP pada Jumat (24/9/2021).

Adanya partisipasi dari Kominfo, lanjut dia, berpeluang meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa betapa pentingnya perilaku mengolah sampah dengan cara mendaur ulang dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu, akan membawa dampak psoitif kepada lingkungan tempat tinggal. “Mudah-mudahan dengan kesadaran dari diri kita sendiri, keluarga, orang tua, dan lingkungan sekitar dapat berdampak positif dalam kehidupan kita,” tuturnya.

Dengan melakukan hal tersebut, lanjut dia, masyarakat juga akan mendapatkan nilai tambah dari sisi ekonomi. Karena, sampah rumah tangga yang telah didaur ulang itu berpotensi besar memiliki nilai jual yang relatif cukup mahal.

Ditambah lagi, dengan kondisi pandemi saat ini, masyarakat memiliki kecenderungan lebih lama berada di rumah, sehingga memiliki hobi baru yang dijalani seperti menanam pohon.

Peluang ini, harus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memanfaatkan sampah demgan optimal dengan cara mendaur ulangnya. “Yang anda lakukan ini, dapat menambah nilai ekonomis dengan mengolah sampah,” katanya.

Upaya Kominfo yang membantu mensosialisasikan gerakan peduli sampah, sejalan dengan kewenangan yang dimiliki. Didasari oleh kebijakan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2015 tentang Kementerian Kominfo yang melaksanakan tugas dan fungsi sebagai koordinator Humas Pemerintah atau Government Public Relations (GPR). Dalam kewenangan ini, Kominfo melakukan sosialisasi dalam berbagai bentuk kegiatan komunikasi terkait.

Nantinya, bantuan sosialisasi yang akan diberikan oleh Kementerian Kominfo dapat melalui berbagai kanal komunikasi yang dimilikinya. Dari mulai media sosial, portal berita, media cetak, hingga elektronik yang dimiliki oleh Kementerian Kominfo akan dijadikan medium dalam penyebaran informasi terkait program strategis di atas.

Terkait dengan hal itu, Kementerian Kominfo juga dapat memberikan rekomendasi terkait dengan pesan atau sudut pandang isu yang bakal diangkat dalam penyebaran pesan di atas. Dengan begitu, setiap pesan yang disebarkan dapat sesuai dengan kondisi masyarakat terkait.

Hasilnya, setiap pesan yang nantinya disebarkan dapat membuat masyarakat memahami pentingnya program di atas. Ini penting dalam mewujudkan peran aktif masyarakat dalam mendukung setiap kebijakan pemerintah yang dilakukan dalam beberapa waktu mendatang.

“Diharapkan, setiap infomasi yang diberikan dapat tepat, berkualitas baik, dan bebas dari indikasi informasi tidak benar atau hoaks,” pungkasnya.InfoPublik (***)

Comments

Terpopuler

To Top