Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » “BPOM Temukan Antibiotik Bebas & Kosmetik Ilegal di Sumsel: Warung Bu Susi Jadi Sorotan”

“BPOM Temukan Antibiotik Bebas & Kosmetik Ilegal di Sumsel: Warung Bu Susi Jadi Sorotan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • visibility 522
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI sebuah sudut pasar di Kabupaten Banyuasin, tepat di balik kios buah dan penjual cilok, berdirilah warung legendaris milik Bu Susi. Warung ini tidak hanya menjual kebutuhan harian, tetapi juga “antibiotik rasa permen” dan “lipstik merah marun tak berlabel.” Konon, warung ini lebih lengkap dari apotek dan lebih fleksibel dari klinik. Tak perlu antri, tak perlu resep. Cukup senyum dan uang pas.

Namun, kemarin, angin segar perubahan berembus dari Ruang Tamu Sekda Sumsel. Sekretaris Daerah Sumsel, H. Edward Candra, menerima audiensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, Yeni Ardianti.

Pertemuan itu membahas sesuatu yang jauh lebih penting daripada diskon lipstik yakni efektivitas pengawasan obat dan makanan di Sumsel.

Dalam laporan yang disampaikan, Yeni mengungkapkan  hasil pengawasan tahun 2024 menunjukkan hal mencemaskan.

Sebanyak 79% obat antibiotik dijual tanpa resep dokter, obat tradisional dan kosmetik ilegal pun masih merajalela. Bahkan ada kosmetik yang lebih banyak mengandung zat pewarna ketimbang semangat cinta.

“Kami menemukan masih banyak produk yang beredar tanpa izin edar, masyarakat mudah mengakses antibiotik, padahal penggunaannya harus diawasi. Ini membahayakan kesehatan jangka panjang,” ujar Yeni.

Sekda Edward merespons dengan menyarankan adanya sinergi lebih erat antara BPOM dan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi, karena, katanya.

“Masyarakat kadang tidak tahu bahwa yang mereka beli bisa berdampak buruk. Jangan sampai mereka jadi korban karena ketidaktahuan”.

Fenomena ini sebanarnya bukan sekadar soal pengawasan yang lemah, tapi juga cermin dari budaya kita suka yang instan, yang murah, dan yang praktis. Padahal, tubuh bukan eksperimen, dan wajah bukan kertas gambar, jika dibiarkan, kita sedang menanam bom waktu kesehatan nasional.

Bandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah, yang sejak 2022 telah menerapkan edaran ketat untuk apotek agar tak menjual antibiotik tanpa resep. Hasilnya, dalam dua tahun terakhir, terjadi penurunan signifikan hingga 20% dalam penjualan antibiotik bebas.

Contoh lainnya datang dari Korea Selatan, di mana sistem e-resep digital membuat apotek langsung terhubung dengan rekam medis pasien, canggih, tertib, dan sulit dimanipulasi.

Mengapa Sumsel tak bisa seperti itu?, bisa, asal ada kemauan, regulasi saja tak cukup. Perlu pengawasan aktif, edukasi massif, dan tentu saja ketegasan.

Bu Susi & mimpi kita

Kisah Bu Susi bukan fiksi belaka, ia adalah simbol dari banyak warung di pedesaan yang karena kebaikan hati dan keluwesan bisnisnya, akhirnya terjerumus dalam jual beli produk tanpa izin.

Ia tidak jahat, hanya belum diberi pemahaman cukup, oleh sebab itu,  BPOM dan pemerintah daerah perlu turun ke lapangan, tak hanya menindak, tapi juga mengedukasi.

Edukasi adalah vaksin terbaik melawan ketidaktahuan, dan pasar tradisional, seperti warung Bu Susi, bukan musuh, tapi mitra perubahan.

Kita sedang menata mimpi bersama  dari warung kecil hingga kebijakan besar, dan mimpi itu sederhana  rakyat sehat, produk aman, hukum ditegakkan, dan akal sehat dijaga.

“The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams” — Eleanor Roosevelt¹

Mari bermimpi, bahwa suatu hari nanti setiap antibiotik ditebus dengan resep, setiap kosmetik punya label BPOM, dan bahkan setiap kerupuk pun punya tanggal kedaluwarsa bukan cuma rasa.

¹Kutipan ini berasal dari salah satu pidato motivasional Eleanor Roosevelt yang sering dikutip ulang dalam berbagai buku pengembangan diri, termasuk “You Learn by Living: Eleven Keys for a More Fulfilling Life” (1960).[**]

 

Disclaimer: Nama tokoh dan tempat seperti “Bu Susi” dalam tulisan ini adalah ilustrasi fiktif untuk memudahkan pemahaman isu. Fakta dan data tetap merujuk pada laporan resmi BPOM dan Pemprov Sumsel.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CSR  Bank Sumsel Babel, Rehap Lobi & Pagar Maporesta Palembang
    CSR

    CSR  Bank Sumsel Babel, Rehap Lobi & Pagar Maporesta Palembang

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.611
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel pembangunan rehap lobi dan Pagar Maporesta Palembang melalui dana Corporate Social Responsibility [CSR]. Bantuan CSR bank plat merah ini melihat semakin tingginya intensitas masyarakat yang datang ke Mapolresta Palembang guna pengurusan SIM, Laporan Pengaduan, Pembuatan SKCK, pelayan sidik jari dan lain lain. “Infrastruktur yang baik sebagai sarana dalam mendukung terciptanya pelayanan yang berkualitas […]

  • Cinta Sejati Versi Dewi Sastrani

    Cinta Sejati Versi Dewi Sastrani

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang unik di Palembang. Biasanya pensiun itu karena umur, atau karena udah kenyang jadi pejabat. Tapi ini beda. Istri Wali Kota Palembang, Dewi Sastrani, justru pensiun dini dari pekerjaan resminya bukan karena capek, bukan karena udah waktunya, tapi karena cinta. Bukan cinta yang bikin pipi merona-rona, tapi cinta pada tugas sosial, cinta […]

  • “Ngapain Ngontrak Terus? Mending Ngangsur Rumah: Drama KUR Perumahan Ala BNI”

    “Ngapain Ngontrak Terus? Mending Ngangsur Rumah: Drama KUR Perumahan Ala BNI”

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.477
    • 0Komentar

    PERNAH nggak sih lo kepikiran, tiap bulan gajian, duit langsung melayang ke juragan kos?, kadang juragan kos itu lebih kaya dari Avenger. Kita kerja lembur, dia tinggal rebahan sambil nyeduh kopi, duit masuk sendiri. Lah, ini yang bikin orang tua suka ngomel “Ngapain ngontrak terus?, hidup jangan cuma pindah dari kontrakan ke kontrakan, kayak burung […]

  • Muba Launching Tiga PPLP-D Baru Di Peringatan Haornas

    Muba Launching Tiga PPLP-D Baru Di Peringatan Haornas

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin resmi melaunching Pusat Pengembangan Latihan Pelajar Daerah (PPLP-D) tiga cabang olahraga baru yakni eSport, Angkat Besi, dan Balap Motor. Launching sendiri dilakukan langsung oleh Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, didampingi Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, Dandim 0401/Muba Letkol Arh Faris Kurniawan dan unsur Forkompimda lainnya, saat peringatan Hari Olahraga […]

  • Berasal dari Lampung dan Palembang, Kemenkumham Pindahkan 19 Napi Bandar Narkoba ke Nusakambangan

    Berasal dari Lampung dan Palembang, Kemenkumham Pindahkan 19 Napi Bandar Narkoba ke Nusakambangan

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    SEBANYAK 19 narapidana (napi) bandar narkoba telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) “Super Maximum Security” di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Dalam keterangan resmi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Rabu (4/8/2021), para narapidana dipindahkan ke Nusakambangan, tepatnya di Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar. Sebanyak 19 narapidana yang […]

  • Pemasang Mahkota Raja Jokowi  Sudah Diketahui, BPN Prabowo-Sandi Minta PDIP Minta Maaf

    Pemasang Mahkota Raja Jokowi  Sudah Diketahui, BPN Prabowo-Sandi Minta PDIP Minta Maaf

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Pemasang alat peraga kampanye bergambar capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dengan atribut mahkota raja di sekitar wilayah Banyumas, sempat menjadi teka-teki namun akhirnya diketahui ternyata adalah pendukung Jokowi. Atas hal itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta PDIP meminta maaf. Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman, mengatakan terkait pengakuan […]

expand_less
WordPress Archive Storm – Magazine and Blog WordPress Theme Story – Creative Responsive Multi-Purpose Theme StoryBlog – WordPress Theme for Story Tellers StoryHub – Multipurpose WordPress Elementor Blog Theme STRACK Biz Elementor Template Kit Stractura – Construction Elementor Template Kit Stradale – Cafe & Restaurant WordPress Theme Strata – Professional Multi-Purpose Theme Stratum Pro – Elementor Widgets Streamit – Live Video Streaming Player WordPress Plugin