Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • visibility 588
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEMUA bermula dari bau.
Bukan bau pengkhianatan, bukan pula bau chat mantan yang muncul jam dua pagi. Ini… bau tempoyak. Bau yang bisa bikin satpam komplek nyari asalnya sambil bawa senter. Bau yang bisa bikin Google Maps nyasar.

Sebagai penyelidik rasa senior, Bicik Moya langsung tahu ada sesuatu yang besar sedang terjadi di dapur. Mangkuk-mangkuk berbaris seperti pasukan, serai tegak lurus seperti penjaga kerajaan bumbu, dan di sudut kompor, seekor ikan patin tampak pasrah menanti nasib.

Bicik menunduk, menyentuh ulekan. “Ini bukan sekadar masak,” gumamnya. “Ini pemanggilan leluhur”
Tempoyak tak bisa dianggap enteng, Ia adalah fermentasi emosi, kombinasi antara durian yang gagal move on dan kesabaran emak-emak yang diganggu sales pulsa.

Bicik Moya menarik napas panjang. Aroma tempoyak menusuk hingga ke ubun-ubun, membangkitkan kenangan masa kecil saat ia pernah dituduh nyembunyiin durian fermentasi neneknya di bawah kasur.

Padahal waktu itu dia cuma lagi main masak-masakan. Tapi gara-gara aroma tempoyak itu, seisi rumah puasa bicara selama dua hari penuh, dan kucing tetangga ikut minggat.

Dapur Bicik berubah jadi medan perang rasa. Di meja ada catatan resep warisan Buyut Rantam, yang katanya pernah jadi juru masak pribadi Ratu Durian di Kerajaan Seruit. Ulekan diputar seperti nasib janda kembang  berputar terus tapi belum juga menemui kepastian. Dan di antara semua itu, tempoyak berdiri sebagai aktor utama, seperti bintang sinetron yang sudah main di 187 judul tapi nggak perna

Resep rahasia pindang tempoyak ala Bicik Moya (versi yang tidak membuat tetangga lapor RT)

Bahan-bahan:

  • 1 ekor ikan patin segar (1 kg), potong jadi 4 bagian. Pilih yang matanya masih berbinar, bukan yang sudah menatap masa depan suram.

  • 5 sendok makan tempoyak, jangan tanya expired-nya, karena tempoyak makin tua makin menggoda.

  • 1 batang serai, geprek sambil mengingat utang mantan.

  • 2 lembar daun salam dan 3 daun jeruk, biar wangi kayak hati yang ikhlas.

  • 5 cabai rawit merah, atau sesuaikan dengan kadar amarah.

  • 2 cabai merah besar, iris serong macam senyuman mantan yang gak bisa dilupakan.

  • 5 siung bawang merah & 3 bawang putih, iris tipis.

  • 1 ruas lengkuas dan kunyit segar, geprek.

  • 1 sendok teh garam, secukup lidah.

  • 1 sendok gula, biar hidup gak terlalu pedas semua.

  • 600 ml air.

Cara Memasak:

  1. Tumis semua bumbu iris (bawang merah, putih, cabai, daun-daunan, serai, kunyit, lengkuas) dengan sedikit minyak sampai wangi. Wangi di sini bukan sekadar sedap, tapi wangi yang bikin kamu ingin pulang dan rujuk sama emak.

  2. Masukkan air dan tempoyak, aduk pelan-pelan, seperti mengaduk rasa yang tak pernah tuntas.

  3. Setelah mendidih, masukkan ikan patin dengan hati-hati. Jangan diaduk terlalu liar. Ikan juga punya perasaan.

  4. Tambahkan garam dan gula. Keseimbangan hidup itu penting, bro. Jangan terlalu asin, jangan terlalu manis  nanti hidupmu drama terus.

  5. Masak sampai ikan matang sempurna, kuah mengental, dan tetangga mulai pura-pura lewat depan rumah.

Tips rahasia dari Bicik Moya:

  • Tempoyak terbaik adalah yang berusia 5–7 hari. Jangan yang baru sehari, karena belum ngerti hidup.

  • Patin jangan dicuci pakai sabun cuci piring, cukup air jeruk nipis dan garam. Ingat, dia makhluk hidup, bukan piring lepek.

  • Kalau mau lebih mantap, tambahkan irisan nanas atau kemangi. Tapi jangan tambahkan kenangan lama nanti malah gagal move on.

Dalam hidup, kita kadang perlu tempoyak.
Perlu sesuatu yang bau tapi jujur, menyengat tapi menyehatkan, masam tapi menyatukan. Pindang tempoyak bukan sekadar makanan. Ia adalah bukti bahwa sesuatu yang nyaris dibuang, kalau diberi waktu dan kasih sayang, bisa jadi bintang utama di meja makan.

Cinta juga begitu.
Kadang kita terlalu cepat membuang yang beraroma aneh, padahal dia cuma butuh sedikit waktu untuk jadi luar biasa.
Jadi… jangan cepat menilai dari bau.
Bisa jadi, itu cuma cinta yang sedang difermentasi.

Kisah dibalik Asemnya

Pindang tempoyak bukan cuma makanan. Dia adalah bentuk kompromi antara yang kuat dan yang lembut, antara bau yang menggoda dan rasa yang menghangatkan. Seperti hubungan, yang butuh waktu untuk memahami satu sama lain, tempoyak butuh waktu untuk kamu terima dan nikmati. Tapi begitu kamu paham, kamu akan susah lepas.

“Jangan takut dengan yang baunya asing, karena kadang yang asing itu justru bikin kamu betah tinggal”

Catatan:
Bicik Moya akan buka workshop khusus bertema “Mengolah Rasa Lewat Tempoyak”, tapi minimal peserta 7 orang dan membawa patin masing-masing. Gratis, asal bawa panci sendiri, he..he.[***]

Rubrik Cerita Bumbu Jumat Bicik Moya adalah racikan fiksi kuliner yang ditumis dengan bumbu banyolan, disiram saus imajinasi, namun tetap menyajikan resep nyata dari dapur Nusantara. Bacalah dengan hati ringan dan perut kosong.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Kampanye Prabowo Sandi : Pengemudi Online Perlu Dilindungi

    Tim Kampanye Prabowo Sandi : Pengemudi Online Perlu Dilindungi

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai saat ini belum adanya regulasi transportasi online. BPN menerangkan pengemudi transportasi online perlu dilindungi. Ekonom Partai Gerindra Harryadin Mahardika mengatakan, keberadaan transportasi daring khususnya ojek sebenarnya menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mencari lapangan kerja. “Sudah berkali-kali pemerintah mengeluh, misalnya susah sekali untuk mendorong pertumbuhan, tidak ada […]

  • Pemkot Palembang Dukung Penggemar Ikan Koi

    Pemkot Palembang Dukung Penggemar Ikan Koi

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 656
    • 0Komentar

    KOMUNITAS penggemar ikan Koi mulai menjamur di Kota Palembang. Hal ini tak lepas dari situasi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun lebih. Kala itu, mobilitas masyarakat dibatasi untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu. Masyarakat banyak berdiam di rumah. Beberapa warga memanfaatkan waktu di rumah dengan memelihara ikan Koi. Seiring waktu, penggemar ikan Koi bertambah […]

  • Analisa Gempa Magnitudo M5,8 Kota Bitung Kemarin,  BNPB Fenomena Gempa Bumi Nggak Bisa Diprediksi, Di Imbau Tetap Siap Siaga

    Analisa Gempa Magnitudo M5,8 Kota Bitung Kemarin,  BNPB Fenomena Gempa Bumi Nggak Bisa Diprediksi, Di Imbau Tetap Siap Siaga

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.126
    • 0Komentar

    GEMPA  bumi magnitudo (M)5,8 memicu guncangan dengan tingkat sedang yang dirasakan warga Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa ini terjadi pada Senin malam (11/10), pukul 19.34 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung melaporkan warganya merasakan guncangan selama 2 – 4 detik. Guncangan yang dirasakan tersebut sempat membuat warga setempat panik hingga keluar rumah. […]

  • Perangi Kerawanan Pangan, Herbalife Nutrition & Herbalife Nutrition Foundation Bergabung dengan Jaringan FoodBanking Global, Hibah US0.000 akan Danai Program Inkubator Food Bank di Asia Tenggara

    Perangi Kerawanan Pangan, Herbalife Nutrition & Herbalife Nutrition Foundation Bergabung dengan Jaringan FoodBanking Global, Hibah US$300.000 akan Danai Program Inkubator Food Bank di Asia Tenggara

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Herbalife Nutrition, perusahaan nutrisi global utama, bersama dengan Herbalife Nutrition Foundation (HNF), melalui inisiatif Nutrition for Zero Hunger (NFZH), telah bergabung dengan The Global FoodBanking Network ( GFN), organisasi nirlaba internasional yang bekerja untuk mengurangi kelaparan di hampir 50 negara. Kemitraan baru ini bertujuan untuk mengatasi tantangan global kelaparan, kerawanan […]

  • Koperasi Digital, Dari Dagelan Warung Kopi ke Transparansi SiKopdes

    Koperasi Digital, Dari Dagelan Warung Kopi ke Transparansi SiKopdes

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    MISALNYA ada sebuah warung kopi di pojokan desa, namanya “Kopi Kredit Syariah”. Warung ini dikelola koperasi, setiap kali warga mau ngutang, si ketua koperasi nyatet pakai buku tulis, kadang malah pakai ingatan doang, akibatnya, begitu ditagih, ada yang bilang, “Lho, kemarin saya sudah bayar lho, Pak Ketua. Ingat nggak?” Si ketua bengong, “Bayar? Bayar pakai […]

  • IMS Ecubes Norwegia Sebut Sumsel Pelopor Hydrogen Car

    IMS Ecubes Norwegia Sebut Sumsel Pelopor Hydrogen Car

    • calendar_month Jumat, 16 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.515
    • 0Komentar

    PPadahal ini memberikan banyak keuntungan, apalagi di masa yang akan datang,”

expand_less
WordPress Archive Venezia – Digital Marketing WordPress Theme Vento – Event Organizer Elementor Template Kit Venturr – Venture Capital & Investment Elementor Template Kit Venus | News Magazine Blog WordPress Verbalizer – Language Courses & Learning Center Elementor Template Kit Verdantia – Landscaping and Garden WordPress Theme Verina – Mental Health Elementor Template Kit Verra – Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Versaille – Personal Blog WordPress Theme Versatile – Responsive Multi-Purpose WordPress