Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pahlawan Devisa Tak Boleh Jadi Korban Dagang Gelap

Pahlawan Devisa Tak Boleh Jadi Korban Dagang Gelap

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 937
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP orang berhak mengepak koper harapan, tapi bukan berarti harus menyelundupkan bungkusan kematian.”
Itu bukan kutipan dari film action atau ceramah motivasi pagi-pagi buta, tapi semacam peribahasa zaman now yang cocok menggambarkan nasib pekerja migran yang tanpa sadar dijadikan kurir narkoba.

Di sinilah kita perlu duduk sejenak kalau bisa sambil ngopi dan tidak sambil nyabu mendengarkan cerita penting dari Tantan Sulistyana, Sekretaris Utama BNN RI, yang tampil sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan pegawai BP2MI di Pusdikter TNI AD Bandung.

Judul kegiatannya memang formal banget “Pembinaan dan Peningkatan Kinerja Pegawai”, tapi isi pesannya tidak kalah penting dari surat cinta pertama berisi peringatan serius tapi dibungkus penuh kasih jangan sampai pekerja migran kita diseret jadi korban narkoba, baik sebagai pemakai apalagi pengantar paket haram.

Perdagangan narkoba ini tak main-main. Sindikatnya sudah menjangkau dari sabang sampai ke swasta, dari perbatasan laut sampai kantong celana sopir travel. Bahkan para pekerja migran kita yang niatnya cuma ingin menyejahterakan keluarga, bisa mendadak jadi “kurir cinta berujung celaka” paketnya narkoba, cintanya palsu, masa depannya suram.

Bayangkan saja, dari data BNN, modus pengiriman narkoba melalui pekerja migran makin variatif. Ada yang disembunyikan di koper ganda, di sepatu, bahkan di perut ditelan dalam bentuk kapsul kayak camilan menyambut maut. Kalau sudah begini, mana cukup pakai slogan “Say No to Drugs” harus ditambah “Say Yes to Cross-Sector Collaboration!” kata Pak Tantan sambil membawa kebijakan yang lebih kompleks dari playlist Spotify anak indie.

Thailand misalnya, mereka punya program Community-Based Treatment yang serius dijalankan sampai tingkat RT. Warga yang pakai narkoba dibina, bukan langsung diciduk lalu dibilang “selesai”.

Di Filipina, pendekatannya sempat brutal (ingat Duterte?), tapi kini mulai merambah ke pendekatan humanis dan kesehatan. Di Singapura? Hukumannya keras, tapi sistem pencegahannya juga rapi jali. Negara kita di mana posisinya? Kadang di tengah, kadang kepleset ke selokan karena banyak program yang ngambang kayak sandal jepit di banjir kanal.

Mari kita bayangkan sejenak dunia tanpa narkoba, ganja hanya tumbuh di taman herbal, bukan di pot kamar kos. Sabu hanya jadi istilah cuaca “sore ini sabu-sabu dan berawan ringan.”

Dan setiap pekerja migran kita, dari Nunukan sampai Hong Kong, bisa membawa oleh-oleh keripik pisang, bukan kapsul narkoba yang ditelan seperti main petak umpet maut.

Di dunia seperti itu, mungkin acara reuni keluarga tak lagi berujung sedih karena anak tertangkap membawa paket. Tidak ada ibu-ibu yang tiba-tiba jadi viral di TikTok karena menangis di persidangan.

Tidak ada yang bangga menyelundupkan, lalu dihukum seumur hidup dengan seragam oranye lebih sering dipakai ketimbang baju Lebaran.

Kita singgah sebentar ke kisah ‘Mas Jali 3 Gram’ seorang mantan pengguna narkoba yang sekarang jadi pengajar senam di panti rehabilitasi.  Dulu ia ditawari “energi tambahan” saat jadi buruh migran di Taiwan. “Katanya biar kuat kerja, tapi saya malah kuat berhalusinasi,” kenangnya.

Sekarang, tiap pagi ia ajari teman-teman di IPWL untuk lompat jempol dan joget ala senam diabetes karena hidup sehat itu candu yang paling berfaedah.

Tantan Sulistyana menyentil pentingnya sinergi BP2MI dan BNN, jangan sampai lembaga pelindungan migran ini cuma urus dokumen dan jadwal keberangkatan, tapi abai soal risiko di lapangan. Perlu penyuluhan sejak di tanah air, bahkan sejak pengisian formulir lamaran. Jangan cuma disuruh bawa pas foto, tapi juga dibekali pemahaman: narkoba itu bukan peluang, tapi penjebak.

Narkoba itu tak pernah menyapa dengan baik-baik, narkoba juga tak pernah datang membawa bunga, tapi sering menyamar sebagai peluang. Ia muncul dalam wajah teman kerja, pacar daring, atau “bos baik hati yang katanya bisa kirim kamu ke Korea”, seperti kata pepatah “Air yang tenang menghanyutkan, narkoba yang disembunyikan bisa menghancurkan”.

Jadi, dukung BP2MI dan BNN dengan lebih dari sekadar tepuk tangan, mulailah dari kesadaran, dari rumah, dari status WhatsApp yang tak cuma berisi “lagi di bandara, wish me luck”, tapi juga “Saya siap kerja di luar negeri TANPA bawa yang haram”

“Lebih baik bawa rendang, ketimbang barang haram, lebih baik ngirim selfie di sawah, daripada selfie di balik jeruji,” karena masa depan itu bukan tentang cepat sampai, tapi sampai dengan selamat, untuk para pekerja migran kalian bukan kurir, kalian pahlawan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Muba : PMI Wajib Dibantu & Dianggarkan Dalam APBD

    Wabup Muba : PMI Wajib Dibantu & Dianggarkan Dalam APBD

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menghadiri pembukaan orientasi dan sosialisasi Undang-Undang No.1 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 2019 tentang Kepalangmerahan, di Hotel Harper Palembang, Senin (9/12/2019). Sosialisasi juga dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya selaku Dewan Pelindung PMI Sumsel, dan Ketua PMI Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru. Di sela acara tersebut […]

  • Tingkatkan Kualitas SDM Pemimpin, Kominfo Buka Akademi Kepemimpinan Digital

    Tingkatkan Kualitas SDM Pemimpin, Kominfo Buka Akademi Kepemimpinan Digital

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi membuka program pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) pada Senin (13/9/2021). Program DLA akan menyasar kepada bagi level pimpinan di sektor publik, yakni kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, TNI, Polri, Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD di seluruh Indonesia, pemerintah daerah, perguruan tinggi, BUMN/BUMD, serta sektor privat (swasta). “Pelatihan […]

  • Prihatin, Guru Ditegur Agar Pro Aktif Arahkan Siswa untuk Hindari Tawuran, Ini Pesan Pj Bupati Muba

    Prihatin, Guru Ditegur Agar Pro Aktif Arahkan Siswa untuk Hindari Tawuran, Ini Pesan Pj Bupati Muba

    • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.317
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Bupati Apriyadi menegur guru agar pro aktif arahkan siswa untuk menghindari tawuran. Aksi tawuran akhir-akhir tengah tren dikalangan pelajar terutama pelajar SMA dengan SMK di Sekayu. Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud angkat bicara, karena sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Bupati mengumpulkan para pelajar SMA dan SMK, kemarin. “Anak-anak harusnya belajar, hindari aksi tawuran. […]

  • RPJMD Sudah Disepakati, Tinggal “Nyalakan Kompor Pembangunan”

    RPJMD Sudah Disepakati, Tinggal “Nyalakan Kompor Pembangunan”

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di tengah hari yang cerah dan tak ada hujan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama DPRD duduk satu meja, bukan buat makan pempek, tapi menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD 2025–2029. Istilah gampangnya, ini seperti dua orang tua sepakat bikin daftar belanja lima tahun ke depan buat anak-anak mereka yang bernama “warga Sumsel”, jumat [16/5/2025]. […]

  • Percepat Terwujudnya  Sumsel Lumbung Pangan, Gubernur Resmikan Science Tehno Park

    Percepat Terwujudnya  Sumsel Lumbung Pangan, Gubernur Resmikan Science Tehno Park

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    BERBAGAI upaya  dilakukan Pemerintah Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai daerah lumbung pangan, selain menyiapkan teknologi, juga disediakan  wadah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dibidang pertanian, peternakan dan perikanan seperti halnya Sriwijaya Science Tehno Park (SSTP) yang dikelola  Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumsel yang beralamat di Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir. […]

  • Polda DIY Amankan 35 Tersangka Narkoba

    Polda DIY Amankan 35 Tersangka Narkoba

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

      POLDA DIY berhasil mengungkap 28 kasus penyalahgunaan narkoba pada periode bulan September sampai dengan bulan Oktober 2021. Tercatat ada 35 tersangka dan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan giat ini dalam rangka pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda DIY. “Jadi pada […]

expand_less
WordPress Archive Solicians – Attorney Law Firm Elementor Template Kit Solida – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Soliloquy Carousel Addon Soliloquy CSS Addon Soliloquy Defaults Addon Soliloquy Dynamic Addon Soliloquy Instagram Addon Soliloquy Lightbox Addon Soliloquy PDF Slider Addon Soliloquy Pinterest Addon