Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pahlawan Devisa Tak Boleh Jadi Korban Dagang Gelap

Pahlawan Devisa Tak Boleh Jadi Korban Dagang Gelap

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 978
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“SETIAP orang berhak mengepak koper harapan, tapi bukan berarti harus menyelundupkan bungkusan kematian.”
Itu bukan kutipan dari film action atau ceramah motivasi pagi-pagi buta, tapi semacam peribahasa zaman now yang cocok menggambarkan nasib pekerja migran yang tanpa sadar dijadikan kurir narkoba.

Di sinilah kita perlu duduk sejenak kalau bisa sambil ngopi dan tidak sambil nyabu mendengarkan cerita penting dari Tantan Sulistyana, Sekretaris Utama BNN RI, yang tampil sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan pegawai BP2MI di Pusdikter TNI AD Bandung.

Judul kegiatannya memang formal banget “Pembinaan dan Peningkatan Kinerja Pegawai”, tapi isi pesannya tidak kalah penting dari surat cinta pertama berisi peringatan serius tapi dibungkus penuh kasih jangan sampai pekerja migran kita diseret jadi korban narkoba, baik sebagai pemakai apalagi pengantar paket haram.

Perdagangan narkoba ini tak main-main. Sindikatnya sudah menjangkau dari sabang sampai ke swasta, dari perbatasan laut sampai kantong celana sopir travel. Bahkan para pekerja migran kita yang niatnya cuma ingin menyejahterakan keluarga, bisa mendadak jadi “kurir cinta berujung celaka” paketnya narkoba, cintanya palsu, masa depannya suram.

Bayangkan saja, dari data BNN, modus pengiriman narkoba melalui pekerja migran makin variatif. Ada yang disembunyikan di koper ganda, di sepatu, bahkan di perut ditelan dalam bentuk kapsul kayak camilan menyambut maut. Kalau sudah begini, mana cukup pakai slogan “Say No to Drugs” harus ditambah “Say Yes to Cross-Sector Collaboration!” kata Pak Tantan sambil membawa kebijakan yang lebih kompleks dari playlist Spotify anak indie.

Thailand misalnya, mereka punya program Community-Based Treatment yang serius dijalankan sampai tingkat RT. Warga yang pakai narkoba dibina, bukan langsung diciduk lalu dibilang “selesai”.

Di Filipina, pendekatannya sempat brutal (ingat Duterte?), tapi kini mulai merambah ke pendekatan humanis dan kesehatan. Di Singapura? Hukumannya keras, tapi sistem pencegahannya juga rapi jali. Negara kita di mana posisinya? Kadang di tengah, kadang kepleset ke selokan karena banyak program yang ngambang kayak sandal jepit di banjir kanal.

Mari kita bayangkan sejenak dunia tanpa narkoba, ganja hanya tumbuh di taman herbal, bukan di pot kamar kos. Sabu hanya jadi istilah cuaca “sore ini sabu-sabu dan berawan ringan.”

Dan setiap pekerja migran kita, dari Nunukan sampai Hong Kong, bisa membawa oleh-oleh keripik pisang, bukan kapsul narkoba yang ditelan seperti main petak umpet maut.

Di dunia seperti itu, mungkin acara reuni keluarga tak lagi berujung sedih karena anak tertangkap membawa paket. Tidak ada ibu-ibu yang tiba-tiba jadi viral di TikTok karena menangis di persidangan.

Tidak ada yang bangga menyelundupkan, lalu dihukum seumur hidup dengan seragam oranye lebih sering dipakai ketimbang baju Lebaran.

Kita singgah sebentar ke kisah ‘Mas Jali 3 Gram’ seorang mantan pengguna narkoba yang sekarang jadi pengajar senam di panti rehabilitasi.  Dulu ia ditawari “energi tambahan” saat jadi buruh migran di Taiwan. “Katanya biar kuat kerja, tapi saya malah kuat berhalusinasi,” kenangnya.

Sekarang, tiap pagi ia ajari teman-teman di IPWL untuk lompat jempol dan joget ala senam diabetes karena hidup sehat itu candu yang paling berfaedah.

Tantan Sulistyana menyentil pentingnya sinergi BP2MI dan BNN, jangan sampai lembaga pelindungan migran ini cuma urus dokumen dan jadwal keberangkatan, tapi abai soal risiko di lapangan. Perlu penyuluhan sejak di tanah air, bahkan sejak pengisian formulir lamaran. Jangan cuma disuruh bawa pas foto, tapi juga dibekali pemahaman: narkoba itu bukan peluang, tapi penjebak.

Narkoba itu tak pernah menyapa dengan baik-baik, narkoba juga tak pernah datang membawa bunga, tapi sering menyamar sebagai peluang. Ia muncul dalam wajah teman kerja, pacar daring, atau “bos baik hati yang katanya bisa kirim kamu ke Korea”, seperti kata pepatah “Air yang tenang menghanyutkan, narkoba yang disembunyikan bisa menghancurkan”.

Jadi, dukung BP2MI dan BNN dengan lebih dari sekadar tepuk tangan, mulailah dari kesadaran, dari rumah, dari status WhatsApp yang tak cuma berisi “lagi di bandara, wish me luck”, tapi juga “Saya siap kerja di luar negeri TANPA bawa yang haram”

“Lebih baik bawa rendang, ketimbang barang haram, lebih baik ngirim selfie di sawah, daripada selfie di balik jeruji,” karena masa depan itu bukan tentang cepat sampai, tapi sampai dengan selamat, untuk para pekerja migran kalian bukan kurir, kalian pahlawan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GUCCI Umumkan Superstar Vietnam Sơn Tùng M-TP sebagai “Friend of the House” eksklusif di Vietnam

    GUCCI Umumkan Superstar Vietnam Sơn Tùng M-TP sebagai “Friend of the House” eksklusif di Vietnam

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.433
    • 0Komentar

    HO CHI MINH, VIETNAM – Media OutReach –  Merek fesyen mewah GUCCI baru-baru ini mengumumkan superstar Vietnam Sơn Tùng M-TP sebagai “Friend of the House” (FOH) eksklusif di Vietnam. Duta Sơn Tùng M-TP dengan GUCCI merupakan tonggak sejarah yang signifikan, karena ia menjadi FOH pria pertama untuk GUCCI di Vietnam, yang semakin memperkuat hubungan merek […]

  • 20 Karyawan Bank Sumsel Babel dari Kantor Cabang & Kas Terpapar Covid-19, 80 % Berstatus OTG

    20 Karyawan Bank Sumsel Babel dari Kantor Cabang & Kas Terpapar Covid-19, 80 % Berstatus OTG

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.431
    • 0Komentar

    TIM GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Provinsi Sumsel mengumumkan bahwa 20 karyawan Bank Sumsel Babel [BSB] terpapar Covid-19, dengan 80 persen berstatus Orang Tanpa Gejala [OTG]. “Kondisi 20 orang tersebut terserang sakit kepala tenggorokan yang disertai demam,” ujarnya,Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, Senin [20/7/2020]. Yusri menjelaskan, semua karyawan yang terpapar […]

  • Kerjasama Muba – Gesindo Bakal Berlanjut ke Feasible Study

    Kerjasama Muba – Gesindo Bakal Berlanjut ke Feasible Study

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam meningkatkan kualitas penerangan jalan umum, melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) akan dilanjutkan ke tahap Feasible Study (studi kelayakan) oleh PT Generasi Bangsa Indonesia (Gesindo). Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi dalam kesempatan mendengarkan paparan Pra Studi Kelayakan Lampu Penerang Jalan Umum oleh PT Gesindo, di […]

  • VCI Global Menunjuk Konsultan Untuk Up-Listing HWGG Entertainment

    VCI Global Menunjuk Konsultan Untuk Up-Listing HWGG Entertainment

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

      KUALA LUMPUR, Malaysia,- VCI Global Limited (NASDAQ: VCIG) (“VCI Global”, atau “Perusahaan”) hari ini mengumumkan bahwa anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya V Capital Consulting Limited (“VCCL” ) telah ditunjuk sebagai konsultan untuk HWGG Entertainment Limited (“HWGG”, yang merupakan singkatan dari Ho Wah Genting Group), untuk listing yang akan datang di pasar saham NASDAQ. Mandat […]

  • Kumpulkan Pemangku Adat, Daerah Ini Ingin Desa  “Adem”

    Kumpulkan Pemangku Adat, Daerah Ini Ingin Desa “Adem”

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    PEMANGKU Pemangku Adat menjadi peranan penting turut menjaga zero konflik hingga ke kawasan pelosok. Bahkan, dalam kaitan ini Plt Bupati Beni Hernedi, Selasa (21/12/2021) mengumpulkan para Pemangku Adat di Muba guna menggelar Rapat Tahunan Forum Masyarakat Pemangku Adat dan Pemangku Adat Marga Kabupaten Muba di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate. Diketahui, keberadaan hukum adat secara […]

  • Apresiasi Kontribusi Jurnalis di Sektor ESDM, Kementerian ESDM Gelar Lomba Karya Jurnalistrik ‘Energi Bangkitkan Negeri’

    Apresiasi Kontribusi Jurnalis di Sektor ESDM, Kementerian ESDM Gelar Lomba Karya Jurnalistrik ‘Energi Bangkitkan Negeri’

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.704
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak semua wartawan di Indonesia turut serta berkontribusi memajukan sektor energi dan sumber daya mineral melalui Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2021. Gelaran kompetisi tahunan bernilai total Rp50 juta ini bisa diikuti oleh jurnalis cetak maupun online dengan mengusung tema ‘Energi Bangkitkan Negeri’. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, […]

expand_less
WordPress Archive Solicians – Attorney Law Firm Elementor Template Kit Solida – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Soliloquy Carousel Addon Soliloquy CSS Addon Soliloquy Defaults Addon Soliloquy Dynamic Addon Soliloquy Instagram Addon Soliloquy Lightbox Addon Soliloquy PDF Slider Addon Soliloquy Pinterest Addon