Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Smart Farming Mulai Berubah, AI dan IoT Bantu Petani Baca Tanaman hingga Prediksi Hasil Panen

Smart Farming Mulai Berubah, AI dan IoT Bantu Petani Baca Tanaman hingga Prediksi Hasil Panen

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pertanian mulai memasuki fase ketika kondisi tanaman, lahan, dan lingkungan dapat dipantau dengan bantuan teknologi. Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) membuka peluang bagi penerapan smart farming yang tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung, tetapi juga sensor, otomasi, dan analisis data.

Peluang tersebut dibahas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) dalam webinar mengenai penerapan AI dan IoT untuk smart farming yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (20/8/2026).

Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN Prof. Yanuandri Putrasari mengatakan perkembangan AI dan IoT dapat menjadi peluang penting untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.

Pertanian saat ini tidak hanya berhadapan dengan keterbatasan lahan, tetapi juga perubahan iklim, kebutuhan efisiensi penggunaan sumber daya, serta persoalan regenerasi petani.

Menurut Yanuandri, teknologi cerdas dapat membantu petani memperoleh informasi yang lebih cepat mengenai kondisi lahan dan tanaman sehingga keputusan dalam pengelolaan usaha tani dapat dilakukan dengan lebih tepat.

“Pemanfaatan AI dan IoT dalam smart farming menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem pertanian yang lebih cerdas dan adaptif. Melalui integrasi sensor, otomasi, dan analisis data, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung efisiensi serta meningkatkan kualitas pengelolaan pertanian,” ujarnya.

Dari Sensor hingga Prediksi Panen

Salah satu perubahan yang ditawarkan teknologi tersebut adalah kemampuan memantau kondisi pertanian secara real-time.

Melalui IoT, sensor yang ditempatkan di lahan dapat mengumpulkan berbagai data mengenai tanaman maupun lingkungan. Data tersebut kemudian menjadi bahan bagi sistem untuk membaca perubahan kondisi pertanian secara lebih cepat.

Di sinilah AI mengambil peran. Data yang terkumpul dapat diolah menjadi informasi dan rekomendasi untuk membantu pengambilan keputusan.

Yanuandri menjelaskan penerapan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari prediksi hasil panen, deteksi hama dan penyakit, hingga optimasi irigasi dan pemupukan.

Dengan pola tersebut, teknologi tidak berhenti pada aktivitas mengumpulkan data. Informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk menentukan tindakan yang lebih sesuai dengan kondisi tanaman dan lingkungan.

Integrasi AI dan IoT kemudian menjadi salah satu fondasi dalam mendorong pertanian konvensional menuju pertanian presisi atau precision agriculture.

Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan pertanian dilakukan secara lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan sekaligus membantu penggunaan sumber daya secara lebih efisien.

Computer Vision Ikut Masuk ke Lahan Pertanian

Pembahasan mengenai smart farming dalam webinar BRIN juga tidak hanya berkutat pada sensor dan pengolahan data.

Tiga narasumber menghadirkan perspektif berbeda mengenai bagaimana teknologi cerdas dapat diterapkan dalam sistem pertanian.

Ir. Andri Prima Nugroho, STP., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dosen sekaligus peneliti Universitas Gadjah Mada, membawakan materi mengenai penerjemahan informasi fisiologi tanaman menjadi keputusan dalam smart farming melalui pendekatan AI dan IoT.

Sementara itu, Prof. Dr. Hanif Fakhrurroja, peneliti Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, membahas transformasi teknologi media tanam melalui nanobubbles, IoT, AI, dan data analytics.

Adapun Dr. Muhtadan, peneliti Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, membahas penerapan computer vision dan edge AI untuk kebutuhan smart farming industrial di Indonesia.

Kehadiran computer vision memperluas pemanfaatan teknologi dalam pertanian. Sistem tidak hanya mengandalkan data dari sensor, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi pengolahan citra untuk membantu mengenali kondisi tertentu pada tanaman.

Sementara edge AI memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan sumber data sehingga dapat mendukung kebutuhan sistem pertanian yang membutuhkan respons lebih cepat.

Teknologi Bertemu Kebutuhan Petani

Bagi BRIN, pengembangan smart farming tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan teknologi. Penerapannya perlu menjawab kebutuhan nyata di sektor pertanian.

Keterbatasan lahan, perubahan iklim, efisiensi penggunaan air dan pupuk, serta kebutuhan meningkatkan produktivitas membuat sistem pertanian membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif.

Karena itu, pemanfaatan AI dan IoT diarahkan untuk membantu menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar menambah perangkat teknologi di lahan.

Webinar tersebut diikuti dengan sasaran peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi pertanian, pengembang teknologi AI dan IoT, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap instrumentasi cerdas untuk smart farming.

Selain membahas inovasi teknologi, kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar pengetahuan dan memperluas jejaring antara akademisi, peneliti, serta praktisi di bidang pertanian cerdas.

BRIN juga mendorong kolaborasi lintas disiplin dan institusi untuk memperkuat pengembangan teknologi pertanian berbasis sensor, otomasi, AI, dan IoT.

Pada akhirnya, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membawa sistem pertanian menuju pola yang lebih presisi dan berkelanjutan.

Jika pengamatan kondisi tanaman sebelumnya sangat bergantung pada proses manual, perkembangan AI dan IoT membuka kemungkinan bagi petani untuk mendapatkan gambaran kondisi lahan secara lebih cepat, sekaligus memperoleh dukungan data untuk menentukan langkah berikutnya.

Itulah arah smart farming yang sedang dikembangkan, bukan menggantikan peran petani, melainkan memberi mereka lebih banyak informasi agar keputusan di lahan dapat dibuat dengan lebih tepat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monitor gaming Odyssey OLED G8 hadirkan response time yang sangat rendah di 0,03 ms untuk permainan berkecepatan tinggi, sudah dapat di pre-order 24 Februari hingga 19 Maret 2023

    Monitor gaming Odyssey OLED G8 hadirkan response time yang sangat rendah di 0,03 ms untuk permainan berkecepatan tinggi, sudah dapat di pre-order 24 Februari hingga 19 Maret 2023

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.218
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan Odyssey OLED G8, monitor gaming OLED pertama dari Samsung yang hadir dalam ukuran bentang layar 34 inci dengan desain ultratipis. Monitor ini menyajikan kecerahan cemerlang pada panel OLED yang dipadukan dengan teknologi Quantum Dot dan disertai fitur-fitur gaming premium, termasuk response time 0,03 ms yang sangat rendah dan refresh rate 175Hz.   “Bagi […]

  • Menengok Aksi Sapa Destana di Ds. Kembang Pacitan,  Salah Satunya Tanam  2 Ribu Batang Mangrove, Begini Alasannya Ungkap BNPB

    Menengok Aksi Sapa Destana di Ds. Kembang Pacitan,  Salah Satunya Tanam  2 Ribu Batang Mangrove, Begini Alasannya Ungkap BNPB

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    MENJAWAB tantangan potensi ancaman tsunami di selatan Jawa, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Kesiapsiagaan menggerakkan elemen pentahelix untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui kegiatan Sapa Desa Tangguh Bencana (Sapa Destana) dan penguatan mitigasi melalui penanaman 2.000 batang mangrove pada hari Minggu (28/11/2021). Kegiatan […]

  • Alhamdulillah, Idul Adha 1440 H, Rumah Tahsin dan Tafidz Kamiliyah Sembelih 14 Ekor Hewan Kurban

    Alhamdulillah, Idul Adha 1440 H, Rumah Tahsin dan Tafidz Kamiliyah Sembelih 14 Ekor Hewan Kurban

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Daging kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat  sekitar RTTK yang kurang mampu, anak yatim dan dhuafa yang berhak menerimanya.

  • Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

    Cegah Tanah Ambles, KLH Wajibkan Water Farming

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Tak semua air yang dipompa dari dalam tanah bisa kembali ke tempat asalnya, pasalnya selama bertahun-tahun, air tanah inilah menjadi andalan manusia di muka bumi guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, gedung perkantoran, kawasan usaha hingga industri. Sementara dibagian lain, proses pengisian ulang cadangan air di bawah permukaan bumi sering kali tidak berjalan seimbang dengan […]

  • Survei BI 2021 Ungkap 20% UMKM RI Mampu Memitigasi Dampak Pandemi dengan Cara Digitalisasi Bisnis

    Survei BI 2021 Ungkap 20% UMKM RI Mampu Memitigasi Dampak Pandemi dengan Cara Digitalisasi Bisnis

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.842
    • 0Komentar

    DIGITALISASI telah melahirkan berbagai peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM. Tersedianya akses dan layanan keuangan yang mudah dijangkau oleh UMKM menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan UMKM terhadap guncangan ekonomi. Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, dalam International Seminar on Digital Financial Inclusion yang menjadi side event dari […]

  • wujudkan generasi unggul, cegah kekerasan pada anak

    wujudkan generasi unggul, cegah kekerasan pada anak

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 961
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Salah satu mewujudkan generasi unggul, yakni mencegah kekerasan pada anak karena kekerasan pada anak tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk lain, contohnya kekerasan yang menyerang mental anak. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress Restrict Content GamiPress Social Share GamiPress Submissions GamiPress Time-based Rewards GamiPress Transfers GamiPress WooCommerce Discounts GamiPress WooCommerce Partial Payments GamiPress WooCommerce Points Gateway GamiPress Zapier Gana – Music and Event WordPress Theme