Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Menuju Kemandirian AI, Indonesia Garap LLM Lokal Sendiri

Menuju Kemandirian AI, Indonesia Garap LLM Lokal Sendiri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 1.487
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA itu ibarat gudang rempah yang aromanya semerbak ke seluruh dunia, tapi anehnya masih suka beli bumbu instan dari luar negeri. Begitu pula dengan kecerdasan artifisial (AI), kita kaya bahasa, budaya, dan data, tapi sering kali masih mengandalkan teknologi impor. Kini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bertekad mengubah cerita itu lewat program AI Talent Factory dan pembangunan Large Language Model (LLM) lokal yang benar-benar berjiwa Indonesia.

Kenapa penting?, karena AI itu kayak otak digital, kalau cuma pakai otak bikinan orang lain, ya… jangan kaget kalau jawabannya suka ngaco soal budaya kita. Bayangkan minta AI bikin pantun Betawi tapi jawabannya malah pantun gaya Shakespeare. Kan bisa bikin orang bilang “Ini AI apa stand-up comedy?”.

Indonesia punya lebih dari 700 bahasa daerah, itu artinya, bahan baku kita untuk bikin AI lokal segunung, tapi kalau nggak dimanfaatkan, ya percuma, sama aja kayak punya sawah luas tapi tiap hari masih beli beras dari warung sebelah.

Ada pepatah bilang, “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, kalau AI mau bermanfaat untuk rakyat, ya harus ngerti bahasa rakyat. Jangan sampai AI jago bahasa Inggris, tapi kalau disuruh jawab dalam bahasa Jawa halus, malah loading lama kayak sinyal di kampung halaman.

Mari kita lihat tiga contoh negara yang udah melangkah lebih jauh, Tiongkok, mereka punya Ernie Bot buatan Baidu, bahasa mandarin jadi raja di platform AI mereka. Hasilnya? rakyatnya bisa pakai AI tanpa harus minder sama buatan Barat, Korea Selatan, mereka dorong pengembangan AI dengan data bahasa Korea, supaya anak muda bisa belajar teknologi tanpa terjebak istilah asing.

Selain itu India, negeri Bollywood ini jagoan, mereka bikin AI yang bisa paham ratusan dialek lokal, misalnya orang desa bisa ngobrol dengan chatbot pakai bahasa sendiri tanpa harus kursus bahasa Inggris dulu.

Nah, kalau mereka bisa, kenapa kita harus puas jadi penonton? Indonesia bisa bikin AI yang ngerti logat Medan, bisa balas pantun Palembang, sampai ngerti guyonan khas Jogja.

Wamen Nezar Patria sudah wanti-wanti, kita butuh 9 juta talenta digital lagi, angka gede, tapi bukan mustahil, kalau generasi muda kita mau, mereka bisa jadi pengembang AI, bukan cuma user.

Seandainya mahasiswa Malang bikin AI khusus untuk bantu nelayan di pesisir Jawa, atau anak-anak Bandung bikin AI yang bisa bantu petani kopi. Itu bukan cuma keren, tapi bikin hidup masyarakat lebih gampang.

Sekarang banyak orang pakai AI impor buat bikin konten, desain, bahkan laporan. Sah-sah saja, tapi kalau semua hanya jadi pemakai, lama-lama kita kayak penonton konser yang cuma bisa jingkrak, sementara panggungnya diisi orang lain.

Pepatah bilang, “Kalau tidak bisa jadi tuan rumah, jangan selamanya jadi tamu”. Nah, di dunia AI, kita jangan selamanya jadi tamu. Sekali-kali harus bikin pesta sendiri, undang tamu, dan jadi tuan rumah yang disegani.

Peluangnya jelas, data bahasa dan budaya kita melimpah, pasar digital kita besar, anak muda kreatif bejibun,  tantangannya juga segede gaban, yakni infrastruktur, dana riset, dan keseriusan pemerintah untuk konsisten.

Kalau strategi nasional AI ini berhasil, kita bisa punya LLM lokal yang bukan cuma pintar, tapi juga berjiwa Indonesia. AI bisa kasih rekomendasi resep gudeg, kasih wejangan ala dalang wayang, atau bikin pantun ala anak Betawi, unik dan relevan.

AI itu, seperti pisau dapur, kalau dipakai masak, bisa bikin keluarga kenyang, kalau salah pakai, bisa bikin tangan berdarah. Makanya, pengembangan AI lokal harus diarahkan untuk kebaikan bangsa, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan.

Indonesia tidak boleh puas jadi tukang ngekos di teknologi asing, kita punya sumber daya, punya anak muda cerdas, dan punya keberagaman budaya sebagai modal, belajarlah dari Tiongkok, Korea, dan India, kita harus berani bikin AI sendiri.

Jadi, kalau lain kali ada yang nanya, “AI Indonesia itu kayak gimana?” kita bisa jawab dengan bangga AI kita bukan cuma paham bahasa Inggris, tapi juga bisa ketawa kalau dengar dagelan Cak Lontong, karena pada akhirnya, AI terbaik adalah yang lahir dari tanah sendiri, tumbuh dengan bahasa sendiri, dan berakar pada budaya sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usut Dalang Penjual Makanan Berformalin, Pemkot Palembang – BPOM  Bakal Kerjasama Dengan Polisi

    Usut Dalang Penjual Makanan Berformalin, Pemkot Palembang – BPOM  Bakal Kerjasama Dengan Polisi

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Kota Palembang bersama Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Kota Palembang kemabali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar 3-4 ulu. Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menyebutkan ada sedikitnya 13 sampel yang telah dicek BPOM, namun  ada 3 temuan makanan yang mengandung bahan pengawet dan berbahaya dijual bebas di pasar 3-4 ulu. “Beberapa sample […]

  • Peringatan Hari Jadi Kabupaten OKI ke-77 berlangsung Khidmat

    Peringatan Hari Jadi Kabupaten OKI ke-77 berlangsung Khidmat

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 701
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-77 tahun 2022 berlangsung khidmat, Selasa (10/11/2022). Ketentuan Peringatan  Hari Jadi Kabupaten pada tanggal 11 Oktober telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ogan Komering Ilir nomor 9 tahun 2022. Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar,  […]

  • UMP Naik 7,10 % : PHK Ancaman atau Sekadar Ketakutan?

    UMP Naik 7,10 % : PHK Ancaman atau Sekadar Ketakutan?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.594
    • 0Komentar

    Gaji bertambah, dunia usaha panik, fakta atau mitos tahunan? SETIAP kali Upah Minimum Provinsi (UMP) diumumkan naik, suasana selalu gaduh, mirip orang dengar suara petir ada yang langsung tutup telinga, ada yang refleks lari, ada pula yang sibuk cari payung, padahal belum tentu hujan, ada juga yang senang sambil berteriak..asyiik naik lagi. Begitulah reaksi publik […]

  • Ponpes dan Madrasah di Bengkulu Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Kapan Ya Dimulai

    Ponpes dan Madrasah di Bengkulu Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Kapan Ya Dimulai

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    KAKANWIL Kemenag Provinsi Bengkulu Zahdi Taher menyatakan ponpes dan madrasah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan prokes (foto: arsuk) Bengkulu (Kemenag) — Pondok Pesantren dan Madrasah di Bengkulu siap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes). Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Zahdi Taher saat menghadiri pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik […]

  • Ciburial Diharapkan Jadi Idola Sekaligus Ikon

    Ciburial Diharapkan Jadi Idola Sekaligus Ikon

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.481
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan Desa Wisata Saung Ciburial yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 menjadi ikon baru untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Menparekaf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi 50 besar ADWI 2021, di  Desa […]

  • Perombakan 7 Ketua DPC PDIP Untuk Penguatan Internal Partai

    Perombakan 7 Ketua DPC PDIP Untuk Penguatan Internal Partai

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.484
    • 0Komentar

    DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumsel,menilai perombakan 7 Ketua DPC PDI Perjuangan bukan merupakan hal yang tabu. Hal itu dijelaskan Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel Yudha Rinaldi, terkait digantinya Ketua ataupun rolling pengurus inti (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) PAC yang ada Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/ kota di Sumsel dalam Konfercab beberapa […]

expand_less
WordPress Archive Sativaka – Medical Marijuana Dispensary WordPress Satka – Satellite TV & Internet Provider WordPress Theme Save for Later with WooCommerce Save Julia | Donation & Fundraising Charity WordPress Theme Save products for later, Save & Share WooCommerce Cart Savelife – Charity & Donation WordPress Theme Savoy – Minimalist AJAX WooCommerce Theme Saxon – Viral Content Blog & Magazine Marketing WordPress Theme Saxxy – Music Band & Musician Elementor Template Kit Sayahat – Travel Agency Elementor Template kit