Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Menuju Kemandirian AI, Indonesia Garap LLM Lokal Sendiri

Menuju Kemandirian AI, Indonesia Garap LLM Lokal Sendiri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 1.506
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA itu ibarat gudang rempah yang aromanya semerbak ke seluruh dunia, tapi anehnya masih suka beli bumbu instan dari luar negeri. Begitu pula dengan kecerdasan artifisial (AI), kita kaya bahasa, budaya, dan data, tapi sering kali masih mengandalkan teknologi impor. Kini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bertekad mengubah cerita itu lewat program AI Talent Factory dan pembangunan Large Language Model (LLM) lokal yang benar-benar berjiwa Indonesia.

Kenapa penting?, karena AI itu kayak otak digital, kalau cuma pakai otak bikinan orang lain, ya… jangan kaget kalau jawabannya suka ngaco soal budaya kita. Bayangkan minta AI bikin pantun Betawi tapi jawabannya malah pantun gaya Shakespeare. Kan bisa bikin orang bilang “Ini AI apa stand-up comedy?”.

Indonesia punya lebih dari 700 bahasa daerah, itu artinya, bahan baku kita untuk bikin AI lokal segunung, tapi kalau nggak dimanfaatkan, ya percuma, sama aja kayak punya sawah luas tapi tiap hari masih beli beras dari warung sebelah.

Ada pepatah bilang, “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, kalau AI mau bermanfaat untuk rakyat, ya harus ngerti bahasa rakyat. Jangan sampai AI jago bahasa Inggris, tapi kalau disuruh jawab dalam bahasa Jawa halus, malah loading lama kayak sinyal di kampung halaman.

Mari kita lihat tiga contoh negara yang udah melangkah lebih jauh, Tiongkok, mereka punya Ernie Bot buatan Baidu, bahasa mandarin jadi raja di platform AI mereka. Hasilnya? rakyatnya bisa pakai AI tanpa harus minder sama buatan Barat, Korea Selatan, mereka dorong pengembangan AI dengan data bahasa Korea, supaya anak muda bisa belajar teknologi tanpa terjebak istilah asing.

Selain itu India, negeri Bollywood ini jagoan, mereka bikin AI yang bisa paham ratusan dialek lokal, misalnya orang desa bisa ngobrol dengan chatbot pakai bahasa sendiri tanpa harus kursus bahasa Inggris dulu.

Nah, kalau mereka bisa, kenapa kita harus puas jadi penonton? Indonesia bisa bikin AI yang ngerti logat Medan, bisa balas pantun Palembang, sampai ngerti guyonan khas Jogja.

Wamen Nezar Patria sudah wanti-wanti, kita butuh 9 juta talenta digital lagi, angka gede, tapi bukan mustahil, kalau generasi muda kita mau, mereka bisa jadi pengembang AI, bukan cuma user.

Seandainya mahasiswa Malang bikin AI khusus untuk bantu nelayan di pesisir Jawa, atau anak-anak Bandung bikin AI yang bisa bantu petani kopi. Itu bukan cuma keren, tapi bikin hidup masyarakat lebih gampang.

Sekarang banyak orang pakai AI impor buat bikin konten, desain, bahkan laporan. Sah-sah saja, tapi kalau semua hanya jadi pemakai, lama-lama kita kayak penonton konser yang cuma bisa jingkrak, sementara panggungnya diisi orang lain.

Pepatah bilang, “Kalau tidak bisa jadi tuan rumah, jangan selamanya jadi tamu”. Nah, di dunia AI, kita jangan selamanya jadi tamu. Sekali-kali harus bikin pesta sendiri, undang tamu, dan jadi tuan rumah yang disegani.

Peluangnya jelas, data bahasa dan budaya kita melimpah, pasar digital kita besar, anak muda kreatif bejibun,  tantangannya juga segede gaban, yakni infrastruktur, dana riset, dan keseriusan pemerintah untuk konsisten.

Kalau strategi nasional AI ini berhasil, kita bisa punya LLM lokal yang bukan cuma pintar, tapi juga berjiwa Indonesia. AI bisa kasih rekomendasi resep gudeg, kasih wejangan ala dalang wayang, atau bikin pantun ala anak Betawi, unik dan relevan.

AI itu, seperti pisau dapur, kalau dipakai masak, bisa bikin keluarga kenyang, kalau salah pakai, bisa bikin tangan berdarah. Makanya, pengembangan AI lokal harus diarahkan untuk kebaikan bangsa, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan.

Indonesia tidak boleh puas jadi tukang ngekos di teknologi asing, kita punya sumber daya, punya anak muda cerdas, dan punya keberagaman budaya sebagai modal, belajarlah dari Tiongkok, Korea, dan India, kita harus berani bikin AI sendiri.

Jadi, kalau lain kali ada yang nanya, “AI Indonesia itu kayak gimana?” kita bisa jawab dengan bangga AI kita bukan cuma paham bahasa Inggris, tapi juga bisa ketawa kalau dengar dagelan Cak Lontong, karena pada akhirnya, AI terbaik adalah yang lahir dari tanah sendiri, tumbuh dengan bahasa sendiri, dan berakar pada budaya sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa, Canggihnya & Lengkapnya Kekayaan Informasi yang Tersaji di Museum Dar Al-Madinah Terkait Sejarah Nabi Muhammad SAW, Menag : Luar Biasa, RI Sangat Berkepentingan Miliki Museum Serupa, Alasannya !

    Luar Biasa, Canggihnya & Lengkapnya Kekayaan Informasi yang Tersaji di Museum Dar Al-Madinah Terkait Sejarah Nabi Muhammad SAW, Menag : Luar Biasa, RI Sangat Berkepentingan Miliki Museum Serupa, Alasannya !

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.736
    • 0Komentar

    MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam kunjungan kerjanya ke Saudi sempat meninjau Museum Dar Al-Madinah di kompleks Masjid Nabawi.  Menag Yaqut mengaku kagum atas kecanggihan dan kekayaan informasi yang tersaji di museum, utamanya tentang sejarah Nabi Muhammad. “Museum Dal Al-Madinah ini luar biasa. Saya sangat takjub. Di sini disajikan secara lengkap tentang detil sejarah […]

  • Dukung Metode AHM Jadi Rujukan Nasional

    Dukung Metode AHM Jadi Rujukan Nasional

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru meresmikan pusat pembelajaran Al-Qur’ an metode At-tiqror Hattal Mutqin (AHM). “Sumsel memiliki program satu desa satu rumah tahfidz se-Sumsel. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat menghafal Al-Qur’an,” ungkapnya. Dijelaskan Herman Deru, pemerintah menargetkan ada 3.500 tumah Tahfidz yang terbentuk pada tahun kedua sejak adanya program rumah […]

  • Aksi 234 Lintas Komunitas Palembang di Halaman Gedung DPRD Prov. Sumsel, Begini Kata Ojol

    Aksi 234 Lintas Komunitas Palembang di Halaman Gedung DPRD Prov. Sumsel, Begini Kata Ojol

    • calendar_month Senin, 23 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.959
    • 0Komentar

    “Kami dak galak dengan keadaan ma ini trus, cak dimainkan bae, kami ingin jugo sejahtera,”

  • Begini Pesan Askolani Ketika Melantik 12 Kepala OPD Kabupaten Banyuasin

    Begini Pesan Askolani Ketika Melantik 12 Kepala OPD Kabupaten Banyuasin

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.418
    • 0Komentar

    “Kita harus tanamkan semangat kerja, jabatan ini hanyalah sementara dan ada batas waktunya, maka harus ada target apa yang harus kita lalukan untuk masyarakat bangsa negara,”

  • Menakar Peran Millenial Terhadap Kekuatan Ekonomi Pasca Pandemi Covid -19

    Menakar Peran Millenial Terhadap Kekuatan Ekonomi Pasca Pandemi Covid -19

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    BERDASARKAN pertumbuhan year-on-year, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53 persen. Hal ini wajar mengingat dengan adanya anjuran untuk tidak keluar rumah, maka banyak orang mengakses pekerjaan, hiburan dan pendidikan melalui teknologi informasi. Indonesia akan mengalami penurunan ekonomi yang signifikan atau terendah dalam 21 tahun terakhir. […]

  • Perangi Narkoba, Gubernur Bantu Puluhan Kendaraan Operasional ke BNN Sumsel

    Perangi Narkoba, Gubernur Bantu Puluhan Kendaraan Operasional ke BNN Sumsel

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    KOMITMEN Gubernur Sumsel H. Herman Deru memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumsel tak perlu diragukan lagi. Selasa (26/10) siang misalnya, untuk memudahkan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel melakukan tugasnya, Gubernur Sumsel memberikan bantuan 10 kendaraan roda dua dan 1 unit kendaraan roda empat untuk operasional mereka. Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan Gubernur Sumsel […]

expand_less
WordPress Archive Sativaka – Medical Marijuana Dispensary WordPress Satka – Satellite TV & Internet Provider WordPress Theme Save for Later with WooCommerce Save Julia | Donation & Fundraising Charity WordPress Theme Save products for later, Save & Share WooCommerce Cart Savelife – Charity & Donation WordPress Theme Savoy – Minimalist AJAX WooCommerce Theme Saxon – Viral Content Blog & Magazine Marketing WordPress Theme Saxxy – Music Band & Musician Elementor Template Kit Sayahat – Travel Agency Elementor Template kit