Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Malam Ini Jangan Cepat Tidur, Harvest Moon Muncul, Jam Segini Bulan Paling Menawan

Malam Ini Jangan Cepat Tidur, Harvest Moon Muncul, Jam Segini Bulan Paling Menawan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Langit malam Indonesia bakal punya tontonan menarik pada Sabtu (26/9/2026) karena bulan purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon atau Bulan Panen akan terlihat menghiasi langit hingga larut malam.

Menariknya, masyarakat sebenarnya sudah bisa melihat Bulan sejak sore, di Jakarta dan sekitarnya, Bulan diperkirakan mulai muncul dari ufuk pada pukul 17.29 WIB.

Namun, jangan buru-buru kecewa jika pada jam tersebut Bulan belum terlihat jelas. Saat baru terbit, posisinya masih sangat rendah dan berdekatan dengan garis horizon.

Waktu pengamatan yang lebih ideal dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Pada saat itu, posisi Bulan sudah cukup tinggi sehingga piringannya lebih mudah diamati. Fenomena tersebut kemudian mencapai puncaknya sekitar 23.39 WIB.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, dilaman resmi bmkg menjelaskan,  Harvest Moon sebenarnya bukan nama khusus untuk jenis bulan tertentu.

Istilah tersebut merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang waktunya paling dekat dengan ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.

Lalu, dari mana nama “Bulan Panen” berasal?, jawabannya berkaitan dengan kehidupan para petani pada masa ketika listrik belum tersedia. Cahaya Bulan purnama yang terang dahulu dimanfaatkan untuk memperpanjang waktu bekerja di ladang, termasuk menyelesaikan panen hingga malam hari.

Ekuinoks yang menjadi acuan penamaan tersebut juga memiliki cerita tersendiri. Fenomena ini terjadi ketika Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, sehingga durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi menjadi relatif sama, sekitar 12 jam.

Untuk menikmati Harvest Moon, masyarakat tidak membutuhkan alat khusus. Piringan bulan dapat diamati langsung dengan mata tanpa menggunakan pelindung mata khusus. Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

BMKG mengingatkan bahwa periode Bulan purnama dapat berkaitan dengan pasang purnama. Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang hampir segaris membuat gaya gravitasi ketiganya berpengaruh terhadap kondisi pasang surut air laut.

Akibatnya, permukaan air laut berpotensi mengalami pasang yang lebih tinggi dan surut yang lebih rendah dibandingkan kondisi biasanya.

Jadi, jika ingin menikmati Harvest Moon malam ini, waktunya bukan sekadar menunggu Bulan muncul. Setelah pukul 20.00 WIB, langit menjadi waktu yang lebih menarik untuk dipantau—sementara warga pesisir tetap perlu memperhatikan kondisi pasang laut. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunjuk Mitchell Kreuch Sebagai Managing Director Baru untuk Asia Tenggara, Twitter Genjot Pertumbuhan Kawasan

    Tunjuk Mitchell Kreuch Sebagai Managing Director Baru untuk Asia Tenggara, Twitter Genjot Pertumbuhan Kawasan

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    SINGAPURA – Orang-orang di seluruh Asia Tenggara datang ke Twitter untuk meluncurkan dan terhubung melalui percakapan waktu nyata. Dari percakapan seputar momen sejarah dan budaya, peristiwa terkini, hiburan lokal, perawatan diri, atau keuangan dan teknologi; Twitter adalah tentang apa yang terjadi di Asia Tenggara. Twitter berkomitmen untuk Asia Tenggara karena kawasan ini merupakan pasar pertumbuhan […]

  • AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    KONGRES Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung hingga besok, Minggu (23/8/2020). Tema yang diusung dalam Kongres Kedua tersebut adalah Membangun Ekosistem Media Siber Berkelanjutan. Hadir dalam acara pembukaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga adalah […]

  • 75 Anggota Paskibraka HUT RI di Muba Dikukuhkan

    75 Anggota Paskibraka HUT RI di Muba Dikukuhkan

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.207
    • 0Komentar

    Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Kabupaten Muba tahun 2022 untuk rangkaian HUT RI ke-77 di Muba resmi dikukuhkan Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi, Senin (15/8/2022) di Pendopoan Griya Serasan Sekate.   Dalam rangkaian yang sakral tersebut, Pj Bupati Apriyadi yang didampingi istri tercinta Hj Asna Aini Apriyadi beserta Forkopimda turut membakar […]

  • Harga Dunia Cukup Tinggi, Pemerintah Jamin Harga Kedelai Terjangkau

    Harga Dunia Cukup Tinggi, Pemerintah Jamin Harga Kedelai Terjangkau

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    PEMERINTAH bersama pelaku usaha kedelai nasional menjamin harga komoditas kedelai tetap terjangkau di tanah air. Hal ini penting dilakukan, di saat harga kedelai dunia yang tengah melambung cukup tinggi dalam beberapa waktu belakangan ini sehingga pemerintah terus mencari solusi. Adanya komitmen ini, sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi para pelaku industri pengrajin tahu dan tempe di […]

  • Begini Dampaknya Siklon Tropis 94 W Bagi Indonesia

    Begini Dampaknya Siklon Tropis 94 W Bagi Indonesia

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memonitor adanya Bibit Siklon Tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua pada Senin (12/4). Melalui citra satelit Himawari-8, bibit siklon tropis yang terdeteksi di -5.8 LU-141.1 BT itu menunjukkan adanya petumbuhan awan konvektif yang persisten dan cukup signifikan di sekitar sistem dalam enam jam […]

  • Perlu Dukungan Semua Pihak, Upaya Wujudkan Industri Mandiri Hingga Berkeadilan Inklusif

    Perlu Dukungan Semua Pihak, Upaya Wujudkan Industri Mandiri Hingga Berkeadilan Inklusif

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.289
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perindustrian bertekad untuk terus membangun sektor industri di tanah air yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan dan inklusif. Upaya besar ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak, dengan juga ditopang berbagai kebijakan yang strategis sehingga sasaran terwujud. “Kami optimistis, industri manufaktur Indonesia akan semakin dibanggakan di dalam negeri serta dihormati dan disegani di kancah persaingan […]

expand_less
WordPress Archive VG iFoody – Responsive WooCommerce WordPress Theme VG Mimosa – Modern Fashion WooCommerce WordPress Theme VG Oregon – Responsive WooCommerce WordPress Theme VG PostCarousel – Post Carousel for WordPress VG PostSlider – Post Slider for WordPress VG Rossi – Responsive WooCommerce WordPress Theme Viator Affiliate Widgets Manager Viavi Flickr Album Gallery Vibecast - Podcast Studio Elementor Pro Template Kit Vibra – Music WordPress Theme for DJs, Artists and Festivals