“Ketika Iuran Tak Kunjung Dibayar, Drone Pun Turun dari Langit…”
DI sebuah kampung yang sinyalnya suka hilang pas hujan, tapi gosipnya tetep nyambung meski listrik padam, hiduplah tokoh penuh inspirasi dan kebingungan bernama Mang Mat.
Dulu Mang Mat jualan kopi keliling, tapi sejak belajar dari YouTube dan channel TikTok @TeknologiMekanikReceh, dia bertransformasi “dari tukang ngaduk kopi, jadi insinyur ngaduk ide!”, hebat kan!.
Setelah sukses (nggak secara ekonomi, tapi secara followers), Mang Mat bikin gebrakan Drone Penagih Iuran RT!. Kata Mang Mat “Utang kopi Rp5 ribu bae susah nian bayarnyo, nak nunggu ditagih nian apo oleh malaikat ?”. Masuk angin nian…gahnyo bae besak….!!.
Makonya ado ide akhirnya, Drone Penagih Ala Mang Mat
Drone ciptaannya diberi nama “CicilCop 3000”, meskpun dibuat dari baling-baling bekas kipas angin bekas rongsokan dibeli dari tukang “burukan” [rongsokan], dan kamera dari HP jadul merk “Tinafon” serta TOA bekas Orkes dangdutg keliling yang masih nyangkut suara nyanyi biduannya tahun lalu.
Pagi pertama, drone ini disuruh nagih iuran ke rumah Wak Muk, yang sudah 4 bulan nunggak kas ronda.
Drone terbang sambil putar lagu instrumental sedih, lalu berkata “Halo Wak Muk, mohon iuran RT bulan Januari-Maret dibayarkan. Januari lewat, Februari lewat, masa akal sehat ikut lewat jugo?”.
Wak Muk keluar rumah sambil bawa cangkul “Oi Mang Mat! apo nian ini!, drone ngusik orang pas lagi nyabit rumput?!”
Nah, ide Mang Mat ternyata ada juga nyata di negara lain, bukan lucu-lucuan, seperti di Tiongkok, beberapa pengembang properti di Hebei dan Jiangsu menggunakan drone untuk menyusup ke perumahan penunggak cicilan, bahkan sempat viral dibeberapa media luar negeri.
Drone terbang sambil teriak pakai speaker “Bayar cicilan Anda! Anda menyalahi kontrak!”
Lain lagi di India, Polisi Hyderabad pakai drone untuk pantau warga yang melarikan diri dari denda tilang dan pajak. Efeknya?, banyak warga langsung menyerahkan diri… ke ATM. AS (Amerika Serikat) beberapa perusahaan retail pakai drone untuk monitor tagihan & aset klien. Mereka bilang “Drone helps remind our clients politely… while hovering above their garden” [“Drone membantu mengingatkan klien kami secara sopan… sambil melayang di atas kebun mereka”].
Kata Mang Mat “Kalo diluar negeri biso, ngapo di kampung dewe dak biso, pendek bacoannya..?. Wong kito jugo biso kreatif, asal jangan kreatif nyari alasan!”. He..he
Ada tips ala Mang Mat saat nagih utang pakai teknologi tanpa dosa sosial, yakni jangan nagih pakai nada marah
Drone cukup ngomong “Wak, mang, pak, om..belum bayar iuran RT yo..?. kami yakin ini bukan kelalaian, hanya terlena” [ mantap, bisa sopan, ada etika, masa manusia kalah..!, he..he….
Kedua, jangan main serobot pekarangan, pernah drone nyelonong masuk dapur Bu Yati. Pulang-pulang, drone bau rendang.
Bu Yati bilang “Dak biso mak itu, mentang-mentang awak tu teknologi, harusnyo sopan, masak masuk rumah wong idak izin!”.
Sisipkan QRIS di Badan Drone. Sekalian, biar warga bisa langsung bayar. Drone-nya nyuruh “Silakan scan QRIS di bawah baling-baling saya. Ingat, hidup harus ringan, jangan ada cicilan menumpuk”.
Nah, terus jangan salah sasaran, drone pernah salah target, nagih ke Bu Jum, padahal beliau itu justru bendahara RT, hahay….malu jadinya….biso nyenge bae..bukan mikir! [bisa senyum aja, bukan mikir].
Bu Jum ngamuk “Oi drone, aku ni yang nagih, bukan yang ditagih! Penerbangan kau salah arah, cak hati mantan!”
Bak pepatah bilang “utang tu cak bayang-bayang, makin lari makin diikutin”. “Lebih baik diingatkan drone, daripada ditagih malu oleh status Facebook tetangga”. “Iuran RT tu bukan beban hidup, tapi tanda bahwa kita hidup di masyarakat, bukan di gua”.
Kesimpulan dari cerita fiksi singkat ini, Mang Mat bukan cuma bikin drone, dia bikin pesan moral.
Bahwa di era digital, kita harus nagih dengan akal, bukan asal. Teknologi boleh canggih, tapi jangan sampai kehilangan rasa kemanusiaan.
Kata Mang Mat di akhir acara pengajian kampung “Lebih baik utang dibayar, daripada dicatat di langit dan dilacak pakai drone akhirat!”.
CicilCop 3000 kini jadi ikon kampung, anak-anak suka, warga ngeri-ngeri geli, dan Bu RT bilang “Kalo bisa drone ini disetel ulang, sekalian suruh nagih mantan yang bawa lari panci”.
Teknologi boleh maju, tapi banyolan tetap abadi. Mang Mat mengajarkan, kadang kemajuan dimulai dari “Drone membantu mengingatkan klien kami secara sopan… sambil melayang di atas kebun mereka”.[***]
Catatan Redaksi: Tulisan ini adalah feature fiksi dengan gaya humor dan dagelan, terinspirasi dari perkembangan teknologi nyata. Tokoh Mang Mat dan drone CicilCop 3000 adalah rekaan semata, namun teknologi drone untuk penagihan memang telah digunakan di beberapa negara seperti Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. “Humor Teknologi” sebagai bentuk edukasi ringan dan hiburan seputar inovasi digital yang bisa menginspirasi, tanpa mengklaim kejadian ini benar-benar terjadi di wilayah Sumatera Selatan dan Indonesia umumnya