Senin, 9 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Dari Bali ke Dunia, Ketika Gamer Indonesia Tak Lagi Cuma Jadi Tukang Main, tapi Tukang Menang!

Dari Bali ke Dunia, Ketika Gamer Indonesia Tak Lagi Cuma Jadi Tukang Main, tapi Tukang Menang!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
  • visibility 1.665
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang, “jika tak bisa jadi pemain bola profesional, jadilah komentatornya”, tapi generasi sekarang punya pepatah baru “kalau tak bisa jadi gamer pro, jadilah pembuat gamenya”, dan ternyata, pepatah modern ini diamini sungguh-sungguh sama anak bangsa yang kini mulai unjuk gigi di panggung global lewat ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025.

Acara ini digelar di Bali, bro bukan buat healing, tapi buat level up ekonomi kreatif nasional, karena ratusan pengembang gim lokal kumpul di The Stones Hotel bukan buat nyanyi karaoke atau rebutan mic, tapi buat jualan ide, nenteng portofolio, dan nyari jodoh bisnis (baca: publisher dan investor).

Dari catatan yang ada, sejak 2021 sampe sekarang, total potensi kerja samanya udah tembus tembus 75 juta dolar AS, itu bukan angka recehan, bro, kalau dikonversi ke rupiah, udah cukup buat beli semua skin Mobile Legends se-Indonesia plus top-up diamond seumur hidup.

Tahun ini, IGDX datang dengan tema yang agak keren dan bikin jidat berkerut dikit “Accelerating Southeast Asia’s Creative Power”, Terjemahan bebasnya, kira-kira gaspol bareng Asia Tenggara biar makin kreatif, bahkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pun muncul dengan semangat seperti gamer yang baru dapet loot legendary.

“Hari ini, kita bukan cuma bikin konferensi, tapi kita tunjukin ke dunia kalau Indonesia dan Asia Tenggara ini udah jadi pusat baru inovasi digital global,” katanya.

Wah, kalau dulu yang pusat cuma mal dan pasar malam, sekarang pusatnya inovasi digital, bro, bangga gak tuh?.

IGDX ini ibarat training camp buat para developer gim. Ada Bootcamp, Academy, Career, Business, sampe Conference, lengkap, tinggal nambah IGDX Catering biar makin komplit, tapi serius, program-program ini udah memfasilitasi lebih dari 3.500 pertemuan bisnis antara pengembang lokal dan mitra global.

Dulu, bikin gim di Indonesia itu mirip kayak nanem durian di balkon apartemen susah tumbuh, apalagi berbuah. Tapi sekarang, para developer lokal udah kayak petani digital, panen ide, olah kreativitas, dan jual hasilnya ke pasar dunia.

Menurut data, sektor gim di Indonesia udah nyumbang sekitar Rp71 triliun per tahun dan digerakkan lebih dari 2.000 pengembang dan penerbit aktif. Itu artinya, kalau industri gim ini manusia, dia udah bukan bayi, tapi remaja tanggung yang mulai berotot dan pede nembak pasar global.

Mengutip laman resmi komdigi Menteri Meutya bilang, “Pencapaian ini hasil semangat gotong royong ekosistem digital”. Nah, ini baru keren, sebab  gotong royongnya bukan lagi angkat genteng rumah tetangga, tapi angkat nama Indonesia di kancah Internasional.

Indonesia kini punya 154 juta pemain gim, alias hampir separuh rakyat negeri ini doyan main, dulu, gamer Indonesia cuma jadi target market, sekarang mereka juga jadi content creator, game designer, dan business owner, kalau kata pepatah tuh, “dulu kita beli, sekarang kita jual”, mantap!.

Oleh karena itu, dengan angka sebesar itu, Indonesia sekarang jadi peringkat ke empat dunia dalam jumlah pemain gim, tapi yang lebih penting adalah kita udah mulai dikenal bukan cuma karena jumlah pemainnya, tapi karena kualitas developer-nya.

Dunia Ngelirik

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein juga bilang, “Kualitas gim lokal kita kini udah bisa bersaing di pasar global, khususnya di Asia Tenggara”, artinya, produk anak bangsa nggak cuma bisa bikin gamer luar negeri ngakak, tapi juga kagum.

IGDX 2025 ini bukan cuma pameran, tapi festival kreatif rasa startup expo, karena ada pengembang lokal, pelaku industri digital, kampus, komunitas, sampe mitra dari luar negeri. Mereka nongkrong bareng, tukeran ide, dan mungkin juga tukeran kartu nama (plus QR code buat portfolio, biar kekinian).

Selain itu, ada sesi bisnis, forum diskusi, dan pameran karya yang bisa bikin mata berbinar, semua ini bagian dari misi besar, antara lain bikin Indonesia bukan cuma pasar, tapi pusat industri gim di Asia Tenggara.

Kata Menteri Meutya lagi, dengan gaya final boss yang siap menutup sesi, “Dari Bali, kita kirim pesan ke dunia bahwa inilah saatnya Asia Tenggara bangkit sebagai kekuatan kreatif global”

Misalnya, dulu orang tua sering ngomel, “main gim terus, kapan suksesnya?”, sekarang jawabannya bisa tenang “Lihat IGDX, Bu”, karena dari sana lahir talenta-talenta yang membuktikan kalau main gim itu bukan buang waktu, tapi investasi masa depan.

IGDX bukan cuma soal teknologi, tapi tentang semangat yakni semangat buat nunjukin kalau Indonesia bisa berdiri di papan skor dunia, bukan cuma di pojok warnet.

Jadi, kalau suatu hari nanti kamu main gim dan lihat ada nama “Made”, “Rizky”, atau “Nabilla” di kredit pembuatnya, jangan heran, itu tanda bahwa anak bangsa sudah naik kelas.

Dari Bali, mereka kirim pesan ke dunia, “Kami bukan lagi pemain, kami pencipta,” karena, kata pepatah lama versi baru, “Siapa yang menanam ide, dia yang memanen masa depan” dan IGDX 2025 adalah buktinya, ketika Indonesia tak lagi sekadar ikut main, tapi sudah ikut menang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • A34 5G Jadi Nyata

    A34 5G Jadi Nyata

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

      Samsung Finance+ menjadi solusi pembelian smartphone Samsung Galaxy tanpa kartu kredit, dengan cicilan terjangkau, proses yang sangat mudah dan cepat   Smartphone mid-range yang dilengkapi dengan fitur premium seperti triple camera 48MP, 8MP, dan 5MP yang telah didukung dengan Optical Image Stabilizer, selfie camera 13MP, layar Super AMOLED 6,6 inci dengan tingkat kecerahan 1.000 nits, koneksi jaringan […]

  • Open House Idul Fitri Cara Virtual

    Open House Idul Fitri Cara Virtual

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    LEBARAN Idul Fitri 1441 Hijiriah dilaksanakan agak berbeda, biasanya acara open house dilaksanakan secara langsung, namun kali open house terpaksa dilaksanakan secara virtual Zoom (vidcom) antara Gubenur Sumsel Herman Deru dengan bupati/walikota se- Sumsel. Meski demikian, silahturahim tetap dilaksanakan dengan suasana penuh keakraban di saat pandemi covid-19 di Sumsel terus meningkat. Di Griya Agung, rumah […]

  • Batas Desa Banyak Bermasalah, Kemendagri Minta Tim Percepat Penetapan Batas Desa

    Batas Desa Banyak Bermasalah, Kemendagri Minta Tim Percepat Penetapan Batas Desa

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    KEMENTERIA Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (PPBDes) provinsi maupun kabupaten/kota mempercepat tugasnya dalam menetapkan dan menegaskan batas desa karena baru dua persen yang sudah ditetapkan dari jumlah desa yang ada. Hal ini karena hingga 2021 dari 74.962 desa yang ada hanya dua persen yang sudah ditetapkan batas desa dalam Peraturan […]

  • Mobil Hybrid Dibidik Insentif, Bebas Ganjil Genap?

    Mobil Hybrid Dibidik Insentif, Bebas Ganjil Genap?

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Mobil Hybrid berpeluang mendapat insentif tambahan dari pemerintah, mulai dari kemudahan administrasi hingga kemungkinan bebas aturan ganjil genap dan fasilitas parkir khusus. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong kebijakan tersebut guna memperluas penggunaan kendaraan hemat BBM dan untuk memperkuat industri otomotif nasional. Namun, skema insentifnya masih dalam tahap pembahasan dan belum resmi diberlakukan. Sarmuji […]

  • Densus 88 Amankan 13 Terduga Teroris

    Densus 88 Amankan 13 Terduga Teroris

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

      DETASEMEN Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap 13 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah selama kurun waktu 10 hari terakhir. Penangkapan terduga teroris terbaru yakni di Provinsi Jawa Timur dan sebelumnya di Lampung. “Kemarin menangkap delapan tersangka teroris di Provinsi Lampung. Jadi, dalam beberapa hari ini telah ditangkap 13, delapan di Lampung dan lima di […]

  • Malam Ini Laga Penentuan Menuju Final AFF 2022, Jangan Takut di Hanoi, Garuda Harus Kuat Mental & Bermain Cerdik

    Malam Ini Laga Penentuan Menuju Final AFF 2022, Jangan Takut di Hanoi, Garuda Harus Kuat Mental & Bermain Cerdik

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.755
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Vietnam – Indonesia hanya bisa bermain 0-0 dengan Vietnam pada laga pertama babak semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Jakarta, malam ini.   Dengan hasil ini, Indonesia harus menang atau minimal seri 1-1 pada pertandingan kedua untuk memastikan tiket ke final guna menantang pemenang antara Thailand dan Malaysia. […]

expand_less
WordPress Archive jCountdown Mega Package jCountdown Mega Package for WordPress Jemari – Wedding Elementor Template Kit JesseJane – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor