Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Dari Bali ke Dunia, Ketika Gamer Indonesia Tak Lagi Cuma Jadi Tukang Main, tapi Tukang Menang!

Dari Bali ke Dunia, Ketika Gamer Indonesia Tak Lagi Cuma Jadi Tukang Main, tapi Tukang Menang!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
  • visibility 1.624
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang, “jika tak bisa jadi pemain bola profesional, jadilah komentatornya”, tapi generasi sekarang punya pepatah baru “kalau tak bisa jadi gamer pro, jadilah pembuat gamenya”, dan ternyata, pepatah modern ini diamini sungguh-sungguh sama anak bangsa yang kini mulai unjuk gigi di panggung global lewat ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025.

Acara ini digelar di Bali, bro bukan buat healing, tapi buat level up ekonomi kreatif nasional, karena ratusan pengembang gim lokal kumpul di The Stones Hotel bukan buat nyanyi karaoke atau rebutan mic, tapi buat jualan ide, nenteng portofolio, dan nyari jodoh bisnis (baca: publisher dan investor).

Dari catatan yang ada, sejak 2021 sampe sekarang, total potensi kerja samanya udah tembus tembus 75 juta dolar AS, itu bukan angka recehan, bro, kalau dikonversi ke rupiah, udah cukup buat beli semua skin Mobile Legends se-Indonesia plus top-up diamond seumur hidup.

Tahun ini, IGDX datang dengan tema yang agak keren dan bikin jidat berkerut dikit “Accelerating Southeast Asia’s Creative Power”, Terjemahan bebasnya, kira-kira gaspol bareng Asia Tenggara biar makin kreatif, bahkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pun muncul dengan semangat seperti gamer yang baru dapet loot legendary.

“Hari ini, kita bukan cuma bikin konferensi, tapi kita tunjukin ke dunia kalau Indonesia dan Asia Tenggara ini udah jadi pusat baru inovasi digital global,” katanya.

Wah, kalau dulu yang pusat cuma mal dan pasar malam, sekarang pusatnya inovasi digital, bro, bangga gak tuh?.

IGDX ini ibarat training camp buat para developer gim. Ada Bootcamp, Academy, Career, Business, sampe Conference, lengkap, tinggal nambah IGDX Catering biar makin komplit, tapi serius, program-program ini udah memfasilitasi lebih dari 3.500 pertemuan bisnis antara pengembang lokal dan mitra global.

Dulu, bikin gim di Indonesia itu mirip kayak nanem durian di balkon apartemen susah tumbuh, apalagi berbuah. Tapi sekarang, para developer lokal udah kayak petani digital, panen ide, olah kreativitas, dan jual hasilnya ke pasar dunia.

Menurut data, sektor gim di Indonesia udah nyumbang sekitar Rp71 triliun per tahun dan digerakkan lebih dari 2.000 pengembang dan penerbit aktif. Itu artinya, kalau industri gim ini manusia, dia udah bukan bayi, tapi remaja tanggung yang mulai berotot dan pede nembak pasar global.

Mengutip laman resmi komdigi Menteri Meutya bilang, “Pencapaian ini hasil semangat gotong royong ekosistem digital”. Nah, ini baru keren, sebab  gotong royongnya bukan lagi angkat genteng rumah tetangga, tapi angkat nama Indonesia di kancah Internasional.

Indonesia kini punya 154 juta pemain gim, alias hampir separuh rakyat negeri ini doyan main, dulu, gamer Indonesia cuma jadi target market, sekarang mereka juga jadi content creator, game designer, dan business owner, kalau kata pepatah tuh, “dulu kita beli, sekarang kita jual”, mantap!.

Oleh karena itu, dengan angka sebesar itu, Indonesia sekarang jadi peringkat ke empat dunia dalam jumlah pemain gim, tapi yang lebih penting adalah kita udah mulai dikenal bukan cuma karena jumlah pemainnya, tapi karena kualitas developer-nya.

Dunia Ngelirik

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein juga bilang, “Kualitas gim lokal kita kini udah bisa bersaing di pasar global, khususnya di Asia Tenggara”, artinya, produk anak bangsa nggak cuma bisa bikin gamer luar negeri ngakak, tapi juga kagum.

IGDX 2025 ini bukan cuma pameran, tapi festival kreatif rasa startup expo, karena ada pengembang lokal, pelaku industri digital, kampus, komunitas, sampe mitra dari luar negeri. Mereka nongkrong bareng, tukeran ide, dan mungkin juga tukeran kartu nama (plus QR code buat portfolio, biar kekinian).

Selain itu, ada sesi bisnis, forum diskusi, dan pameran karya yang bisa bikin mata berbinar, semua ini bagian dari misi besar, antara lain bikin Indonesia bukan cuma pasar, tapi pusat industri gim di Asia Tenggara.

Kata Menteri Meutya lagi, dengan gaya final boss yang siap menutup sesi, “Dari Bali, kita kirim pesan ke dunia bahwa inilah saatnya Asia Tenggara bangkit sebagai kekuatan kreatif global”

Misalnya, dulu orang tua sering ngomel, “main gim terus, kapan suksesnya?”, sekarang jawabannya bisa tenang “Lihat IGDX, Bu”, karena dari sana lahir talenta-talenta yang membuktikan kalau main gim itu bukan buang waktu, tapi investasi masa depan.

IGDX bukan cuma soal teknologi, tapi tentang semangat yakni semangat buat nunjukin kalau Indonesia bisa berdiri di papan skor dunia, bukan cuma di pojok warnet.

Jadi, kalau suatu hari nanti kamu main gim dan lihat ada nama “Made”, “Rizky”, atau “Nabilla” di kredit pembuatnya, jangan heran, itu tanda bahwa anak bangsa sudah naik kelas.

Dari Bali, mereka kirim pesan ke dunia, “Kami bukan lagi pemain, kami pencipta,” karena, kata pepatah lama versi baru, “Siapa yang menanam ide, dia yang memanen masa depan” dan IGDX 2025 adalah buktinya, ketika Indonesia tak lagi sekadar ikut main, tapi sudah ikut menang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CBD COP15: Ini yang perlu kamu tahu

    CBD COP15: Ini yang perlu kamu tahu

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 647
    • 0Komentar

          KITA  sudah sampai di penghujung tahun 2022 saja ya. Semoga kamu dalam kondisi sehat dan selamat, di tengah maraknya kejadian gempa dan erupsi gunung di berbagai wilayah belakangan ini.   Di bulan Desember ini, masih ada 1 gelaran penting lagi terkait lingkungan: Convention on Biological Diversity Conference of the Parties 15 atau […]

  • 290 Cakades di OKI Jalani Psikotes

    290 Cakades di OKI Jalani Psikotes

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    TAHAPAN pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah memasuki tahapan pemeriksaan narkoba dan Jasmani Rohani yang diikuti 102 Desa di Gedung Olahraga Biduk Kajang Kayuagung, kemarin. Dari 320 orang, tercatat hanya 290 cakades mengikuti pemeriksaan rohani (psikotes) yang melibatkan RSUD Kayuagung dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Sumsel. Sedangkan 30 orang […]

  • Hibahkan Tanah, Gubernur Ingin PGRI Bangun Gedung Pusat Pendidikan Guru

    Hibahkan Tanah, Gubernur Ingin PGRI Bangun Gedung Pusat Pendidikan Guru

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    Agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin hari semakin canggih.

  • Tragis, Serangan Harimau Tewaskan Warga Desa Pulau Panas Lahat

    Tragis, Serangan Harimau Tewaskan Warga Desa Pulau Panas Lahat

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.420
    • 0Komentar

    SERANGAN harimau kembali terjadi, kali ini menewaskan Warga Desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Diketahui korban meninggal dunia akibat serangan harimau tersebut bernama  Kuswanto bin Wasijan [ 48] yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Menurut keterangan Sakti [30], Yansi [28 ], dan Agus [35] yang semuanya Warga Desa Pulau Panas, peristiwa itu […]

  • Komunitas Bikers Subuhan Gencar Syiar Islam

    Komunitas Bikers Subuhan Gencar Syiar Islam

    • calendar_month Minggu, 6 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Subuhan Bareng merupakan Kopi Darat (Kopdar), Wajib Majelis Bikers Subuhan Sriwijaya setiap hari Ahad dan telah dilaksanakan selama kurang lebih setahun, semenjak para anggotanya memutuskan untuk tetap dalam tali silaturahmi yang kuat. Panglima Komunitas Biker Subuhan, Eko Arsen, mengatakan sepanjang tahun 2018 lalu, komunitasnya itu, telah mengunjungi sebanyak 49 Masjid dan Musolla yang […]

  • Lepas Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka RAIDA Sumsel Ke-VIII

    Lepas Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka RAIDA Sumsel Ke-VIII

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Musni Wijaya SSos MSi, melakukan Pelepasan Kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Musi Banyuasin Dalam Rangka Raimuna Daerah (RAIDA) Sumatera Selatan Ke-VIII, Selasa (16/5/2023) di Auditorium Pemkab Muba.   Dalam sambutannya Musni mengatakan, Raimuna merupakan kegiatan pramuka penegak dan pramuka pandega yang dikemas dalam bentuk perkemahan besar yang dilaksanakan […]

expand_less
WordPress Archive jCountdown Mega Package jCountdown Mega Package for WordPress Jemari – Wedding Elementor Template Kit JesseJane – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor