Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Dari Bali ke Dunia, Ketika Gamer Indonesia Tak Lagi Cuma Jadi Tukang Main, tapi Tukang Menang!

Dari Bali ke Dunia, Ketika Gamer Indonesia Tak Lagi Cuma Jadi Tukang Main, tapi Tukang Menang!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
  • visibility 1.630
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang, “jika tak bisa jadi pemain bola profesional, jadilah komentatornya”, tapi generasi sekarang punya pepatah baru “kalau tak bisa jadi gamer pro, jadilah pembuat gamenya”, dan ternyata, pepatah modern ini diamini sungguh-sungguh sama anak bangsa yang kini mulai unjuk gigi di panggung global lewat ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025.

Acara ini digelar di Bali, bro bukan buat healing, tapi buat level up ekonomi kreatif nasional, karena ratusan pengembang gim lokal kumpul di The Stones Hotel bukan buat nyanyi karaoke atau rebutan mic, tapi buat jualan ide, nenteng portofolio, dan nyari jodoh bisnis (baca: publisher dan investor).

Dari catatan yang ada, sejak 2021 sampe sekarang, total potensi kerja samanya udah tembus tembus 75 juta dolar AS, itu bukan angka recehan, bro, kalau dikonversi ke rupiah, udah cukup buat beli semua skin Mobile Legends se-Indonesia plus top-up diamond seumur hidup.

Tahun ini, IGDX datang dengan tema yang agak keren dan bikin jidat berkerut dikit “Accelerating Southeast Asia’s Creative Power”, Terjemahan bebasnya, kira-kira gaspol bareng Asia Tenggara biar makin kreatif, bahkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pun muncul dengan semangat seperti gamer yang baru dapet loot legendary.

“Hari ini, kita bukan cuma bikin konferensi, tapi kita tunjukin ke dunia kalau Indonesia dan Asia Tenggara ini udah jadi pusat baru inovasi digital global,” katanya.

Wah, kalau dulu yang pusat cuma mal dan pasar malam, sekarang pusatnya inovasi digital, bro, bangga gak tuh?.

IGDX ini ibarat training camp buat para developer gim. Ada Bootcamp, Academy, Career, Business, sampe Conference, lengkap, tinggal nambah IGDX Catering biar makin komplit, tapi serius, program-program ini udah memfasilitasi lebih dari 3.500 pertemuan bisnis antara pengembang lokal dan mitra global.

Dulu, bikin gim di Indonesia itu mirip kayak nanem durian di balkon apartemen susah tumbuh, apalagi berbuah. Tapi sekarang, para developer lokal udah kayak petani digital, panen ide, olah kreativitas, dan jual hasilnya ke pasar dunia.

Menurut data, sektor gim di Indonesia udah nyumbang sekitar Rp71 triliun per tahun dan digerakkan lebih dari 2.000 pengembang dan penerbit aktif. Itu artinya, kalau industri gim ini manusia, dia udah bukan bayi, tapi remaja tanggung yang mulai berotot dan pede nembak pasar global.

Mengutip laman resmi komdigi Menteri Meutya bilang, “Pencapaian ini hasil semangat gotong royong ekosistem digital”. Nah, ini baru keren, sebab  gotong royongnya bukan lagi angkat genteng rumah tetangga, tapi angkat nama Indonesia di kancah Internasional.

Indonesia kini punya 154 juta pemain gim, alias hampir separuh rakyat negeri ini doyan main, dulu, gamer Indonesia cuma jadi target market, sekarang mereka juga jadi content creator, game designer, dan business owner, kalau kata pepatah tuh, “dulu kita beli, sekarang kita jual”, mantap!.

Oleh karena itu, dengan angka sebesar itu, Indonesia sekarang jadi peringkat ke empat dunia dalam jumlah pemain gim, tapi yang lebih penting adalah kita udah mulai dikenal bukan cuma karena jumlah pemainnya, tapi karena kualitas developer-nya.

Dunia Ngelirik

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein juga bilang, “Kualitas gim lokal kita kini udah bisa bersaing di pasar global, khususnya di Asia Tenggara”, artinya, produk anak bangsa nggak cuma bisa bikin gamer luar negeri ngakak, tapi juga kagum.

IGDX 2025 ini bukan cuma pameran, tapi festival kreatif rasa startup expo, karena ada pengembang lokal, pelaku industri digital, kampus, komunitas, sampe mitra dari luar negeri. Mereka nongkrong bareng, tukeran ide, dan mungkin juga tukeran kartu nama (plus QR code buat portfolio, biar kekinian).

Selain itu, ada sesi bisnis, forum diskusi, dan pameran karya yang bisa bikin mata berbinar, semua ini bagian dari misi besar, antara lain bikin Indonesia bukan cuma pasar, tapi pusat industri gim di Asia Tenggara.

Kata Menteri Meutya lagi, dengan gaya final boss yang siap menutup sesi, “Dari Bali, kita kirim pesan ke dunia bahwa inilah saatnya Asia Tenggara bangkit sebagai kekuatan kreatif global”

Misalnya, dulu orang tua sering ngomel, “main gim terus, kapan suksesnya?”, sekarang jawabannya bisa tenang “Lihat IGDX, Bu”, karena dari sana lahir talenta-talenta yang membuktikan kalau main gim itu bukan buang waktu, tapi investasi masa depan.

IGDX bukan cuma soal teknologi, tapi tentang semangat yakni semangat buat nunjukin kalau Indonesia bisa berdiri di papan skor dunia, bukan cuma di pojok warnet.

Jadi, kalau suatu hari nanti kamu main gim dan lihat ada nama “Made”, “Rizky”, atau “Nabilla” di kredit pembuatnya, jangan heran, itu tanda bahwa anak bangsa sudah naik kelas.

Dari Bali, mereka kirim pesan ke dunia, “Kami bukan lagi pemain, kami pencipta,” karena, kata pepatah lama versi baru, “Siapa yang menanam ide, dia yang memanen masa depan” dan IGDX 2025 adalah buktinya, ketika Indonesia tak lagi sekadar ikut main, tapi sudah ikut menang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Wartawan, Bupati Banyuasin Salurkan Bantuan Masker & Disinfektan kepada PWI

    Peduli Wartawan, Bupati Banyuasin Salurkan Bantuan Masker & Disinfektan kepada PWI

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    SALAH satu bentuk kepedulian pemerintah kabupaten Banyuasin Banyuasin kepada para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Banyuasin dalam menghadapi bahaya virus Corona yang tengah mewabah saat ini, Bupati Banyuasin melalui BPBD Kesabangpol Banyuasin hari ini menyerahkan bantuan berupa masker dan disinfektan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuasin di posko Gugus Tugas COVID-19 Auditorium Pemkab Banyuasin. […]

  • Tundukan Elmas, SSB Arepo Juara Turnamen Surya Cup 

    Tundukan Elmas, SSB Arepo Juara Turnamen Surya Cup 

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.501
    • 0Komentar

    Sekolah Sepakbola (SSB) Arepo berhasil meraih juara di turnamen Surya Cup U11 di Lapangan Sepakbola Putra Sunda Komplek Yuka Palembang, Sabtu (13/2/2021). Skuad Arepo yang diperkuat Jefri, Dewa, Dika, Rasya, Zidan, Zahir dan Umay berhasil menaklukan jawara Liga Arena tahun lalu SSB Elmas dengan skor 2-0. Dua gol olahraga Dewa menandai kemenangan di final dengan […]

  • Presiden Cabut Lampiran Perpres 10/2021 mengenai Investasi Minuman Keras

    Presiden Cabut Lampiran Perpres 10/2021 mengenai Investasi Minuman Keras

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo menegaskan mencabut lampiran Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembukaan investasi baru dalam industri baru minuman keras yang mengandung alkohol. Hal itu disampaikan Presiden dalam keterangan persnya, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/3/2021). “Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyata dicabut,” […]

  • Hari Pertama Kerja, Sidak ASN di Lingkungan Pemkot Palembang, Ini Hasilnya !

    Hari Pertama Kerja, Sidak ASN di Lingkungan Pemkot Palembang, Ini Hasilnya !

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

      WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan sidak hari pertama masuk kerja, setelah libur Idul Fitri 1442 H. Sidak dilakukan untuk penegakan kedisplinan pegawai terhadap para pegawai PNS dan non PNSD di lingkungan Pemerintah kota Palembang melalui kegiatan Sidak yang dilakukan. Seperti yang dilakukannya di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) kota Palembang, satu-persatu ruangan ditinjau dan […]

  • Dukung Muba entaskan kemiskinan hingga lahirkan generasi cerdas, Baznas Muba bantu anak-anak dari keluarga kurang mampu

    Dukung Muba entaskan kemiskinan hingga lahirkan generasi cerdas, Baznas Muba bantu anak-anak dari keluarga kurang mampu

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Dukung Pemkab Musi Banyuasin Entaskan kemiskinan serta melahirkan generasi cerdas, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muba kembali menyerahkan bantuan Program Beasiswa Kepada Anak – Anak dari Keluarga Kurang Mampu, Senin (19/06/2023) bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Muba. Bantuan yang diserahkan oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi diwakili Asisten Administrasi Umum […]

  • Ungkap Kasus Shabu 1.277 Gram, Polres Banyuasin Gelar Jumpa Pers

    Ungkap Kasus Shabu 1.277 Gram, Polres Banyuasin Gelar Jumpa Pers

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    POLRES Banyuasin berhasil mengungkap kasus kasus narkotika jenis shabu seberat 1.277 Gram [Berat Bruto 1,3 kg]. Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.Ik menerangkan  pengungkapan kasus 1.277 gram shabu ini berawal dari Informasi masyarakat adanya transaksi narkotika jenis shabu dalam sekala besar. Kemudian kata Kapolres, Tim Opsnal Polsek Sungsang melakukan penyelidikan dan kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka […]

expand_less
WordPress Archive jCountdown Mega Package jCountdown Mega Package for WordPress Jemari – Wedding Elementor Template Kit JesseJane – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor