Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Ketika Anak SMP Buktikan, Mimpi Nggak Butuh Ijazah Dulu

Ketika Anak SMP Buktikan, Mimpi Nggak Butuh Ijazah Dulu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
  • visibility 1.557
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Misha, Si Kecil yang Main di Level Dunia”

BARU usia 13 tahun biasanya sebagian besar anak SMP masih sibuk nyari pensil 2B yang suka raib tiap kali ujian, atau debat kecil soal siapa yang paling jago bikin filter TikTok biar pipi kelihatan tirus. Tapi di pojokan Malang sana, ada satu anak yang malah sibuk bikin engine game. Namanya Adelia Misha, bocah yang kalau ngomongin coding, bikin kepala orang dewasa jadi error syntax.

Misha bukan anak orang kaya yang punya PC gaming dengan lampu RGB seharga motor, katanya, laptop yang dia pakai sering panas kayak teflon habis goreng tempe mendoan, namun semangatnya nggak ikut-ikutan ngehang, dengan modal nekat dan tutorial dari YouTube, dia bikin gim berjudul “Mocchi Mitten Bubble Revenge”. Jangan salah, ini bukan game tentang gosip sekolah atau balas dendam mantan, ini karya orisinal, buatan anak SMP yang belum punya KTP, tapi sudah punya visi besar yang bikin game, bukan drama.

Bahkan waktu teman-teman sebayanya masih sibuk ngitung luas trapesium, Misha sudah mikir soal logika collision detection dan game loop.
Kalau kita lihat timeline-nya, mungkin dari luar kelihatan absurd. Tapi di dunia kreatif, absurd itu justru bahan bakar.

Kata orang bijak, “Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya mendarat juga di sawah”. Nah, kalau Misha, setinggi-tingginya mimpi dia terbang, malah mendarat di Bali, ikut ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025.
Dan hebatnya, dia ke sana naik bus, bukan jet pribadi. Bayangin, perjalanan Malang – Bali yang biasanya buat wisata sekolah, dia manfaatkan buat pamer karya ke dunia.

Kalau ini bukan definisi dedikasi, entah apa lagi, di sekolah, mungkin nilai matematika Misha belum tentu sempurna, tapi siapa tahu, rumus logika pemrogramannya lebih canggih dari pelajaran aljabar.

Masalahnya, sistem pendidikan kita kadang masih ngotot semua anak harus muat di satu kotak. Padahal, ada anak kayak Misha yang kotaknya segitiga, bukan persegi.

Bukannya nggak bisa belajar, tapi cara belajarnya beda, lebih suka nyoba langsung daripada ngafal dulu.

Coba deh, kapan terakhir kali sekolah ngajarin bikin game engine?, yang ada, anak-anak kreatif kayak Misha justru belajar di luar kelas, di dunia maya yang penuh bug tapi juga penuh peluang.

Pepatah lama bilang, “Guru terbaik adalah pengalaman”  karena di zaman digital ini, guru terbaik juga bisa datang dari YouTube, Discord, atau bahkan forum Reddit.

Asal niat belajar kuat, bukan cuma sekadar scrolling sambil rebahan.

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein bilang, kualitas gim buatan anak bangsa sekarang udah naik kelas, menurutnya, karya-karya dari pengembang lokal bahkan dari tingkat pelajar  sudah mampu bersaing di pasar global, khususnya Asia Tenggara.

“Para peserta pameran di sini, bahkan dari tingkat pelajar pun sudah dapat bersaing dengan pasar global, khususnya pasar Asia Tenggara. Hal ini terbukti dengan tiga gim asal Indonesia yang meraih penghargaan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari lima kategori, tiga di antaranya dimenangkan oleh kita.

Itu bukti bahwa kita sudah siap dari segi kualitas dan industri, hanya perlu sedikit dorongan lagi dari para pemangku kepentingan agar semakin matang,” ujar Shafiq.

Ia menegaskan, AGI akan terus mendukung pengembang muda seperti Misha, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah untuk memajukan industri gim nasional. “Kami akan terus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. AGI berkomitmen melanjutkan perjuangan para pengembang gim dan menjadi jembatan bagi para pemangku kepentingan yang ingin berkolaborasi atau masuk ke industri gim di Indonesia,” tutupnya mengutip laman resmi komdigi, minggu.

Kata Shafiq ini jadi semacam save point bagi semangat industri kreatif Indonesia dari tangan-tangan muda seperti Misha, masa depan game lokal bisa benar-benar naik ke level berikutnya.

Dari Malang ke Dunia

IGDX 2025 di Bali jadi saksi betapa anak-anak muda Indonesia nggak cuma jago main game, tapi juga jago bikin game.
Dulu orang tua sering ngomel, “Main game terus, nanti nggak jadi apa-apa!”. Eh, sekarang malah banyak yang jadi apa-apa gara-gara game, dari DreadOut sampai Coral Island, karya anak bangsa udah nangkring di Steam dan digemari pemain dari seluruh dunia.

Misha bisa jadi generasi baru yang meneruskan estafet itu, dan yang bikin lucu, di tengah gegap gempita Bali, bocah ini tampil kalem, kayak nggak nyadar kalau karyanya bikin investor garuk-garuk kepala, bukan karena bingung, tapi karena kagum.

Kisah Misha adalah tamparan halus buat kita yang sering nyalahin umur atau ijazah sebagai alasan belum mulai.

Padahal, di zaman sekarang, batas antara belajar dan bekerja udah kabur.

Anak SMP bisa bikin startup, mahasiswa bisa jadi mentor, dan yang udah kerja pun masih bisa belajar dari bocah SMP.

Seperti kata pepatah Jawa, “Jer basuki mawa bea”, keberhasilan butuh biaya, tapi biaya itu bukan selalu uang, bisa waktu, tenaga, dan tekad,  dan Misha sudah bayar semua itu dengan ketekunan.

Jadi, kisah Misha bukan sekadar kisah anak jenius, tapi kisah tentang kemerdekaan berpikir.
Tentang bagaimana mimpi nggak harus nunggu ijazah, dan bahwa kreativitas sering lahir dari ruang-ruang yang dianggap “tidak penting”

Di dunia yang sibuk mengukur pintar dari nilai rapor, sebaliknya Misha datang membawa definisi baru yaitu cerdas adalah berani mencoba hal baru meski belum ada di buku pelajaran.

Oleh karena itu, kalau kamu masih takut mulai sesuatu karena belum siap,  lihatlah Misha, dia nggak nunggu diwisuda buat mulai berkarya, dia cuma butuh laptop setia, niat, dan kopi sachet  sisanya tinggal debug dan doa, apalagi dengan  di dunia yang serba cepat ini, ijazah mungkin masih penting, tapi mimpi yang dikerjakan, jauh lebih bernilai daripada mimpi yang cuma disimpan di catatan harian.

Seperti kata pepatah lama yang bisa kamu kutip ke anak cucu nanti “Kalau mau jadi legenda, jangan tunggu lulus dulu”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Aktivitas di Masa PPKM, PLN Mobile Jadi Solusi Layanan Pelanggan RT

    Dorong Aktivitas di Masa PPKM, PLN Mobile Jadi Solusi Layanan Pelanggan RT

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.589
    • 0Komentar

    PT PLN (Persero) berkomitmen mengoptimalkan layanan untuk pelanggan rumah tangga guna menunjang produktivitas work from home, di tengah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Pulau Jawa dan Bali dari 3 Juli 2021 hingga 20 Juli mendatang. Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, mengatakan berkaca dari pengalaman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) […]

  • Titik Api Ditemukan Dekat Masjid Suak Bara, Tim Pol PP dan Damkar Banyuasin  Bergerak Cepat

    Titik Api Ditemukan Dekat Masjid Suak Bara, Tim Pol PP dan Damkar Banyuasin Bergerak Cepat

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.785
    • 0Komentar

    HARI ini dua titik api ditemukan di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin tepatnya di belakang Masjid Suak Bara, Kelurahan Pangkalan Balai dan Di Belakang Kampus AKN, Kelurahan Kedondong Raya, Kecamatan Setempat, Kabupaten Banyuasin. Mendengar laporan masyarakat Kepala Dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuasin H. Indrahadi dan Kepala Dinas Kesbangpol Linmas dan BPBD Kabupaten Banyuasin […]

  • Belajar Olah Produk Perikanan Bernilai Ekonomis Tinggi

    Belajar Olah Produk Perikanan Bernilai Ekonomis Tinggi

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.201
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah produk perikanan yang bernilai ekonomis tinggi serta membentuk jiwa wirausaha guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.   Atas dasar tersebut, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPPP) Banyuwangi, dengan […]

  • Polda Sumsel Musnakan Sabu Dan Ekstasi Hasil Tangkapan Bulan April dan Mei

    Polda Sumsel Musnakan Sabu Dan Ekstasi Hasil Tangkapan Bulan April dan Mei

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Sabu-sabu sebanyak 2.068,7 Gram dan pil ekstasi sebanyak 446 butir yang berhasil disita dari 13 orang tersangka. Pada Jum’at (5/6/2020) dimusnahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel. Sabu-sabu dimusnahkan dengan cara diblender yang layaknya seperti pembuatan jus. Bukan hanya narkoba sabu-sabu, narkoba jenis ekstasi ikut dimusnahkan yang juga dengan cara diblender. Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) […]

  • Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    PROYEK pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menggunakan teknologi tinggi menjadi suatu lompatan yang baik bagi Indonesia. “Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini adalah suatu lompatan tertentu bagi Indonesia dalam segi teknologi pembangunan. Dari yang tadinya belum bisa, sekarang menjadi bisa. Lompatan ini hendaknya kita maknai secara baik,” demikian disampaikan Menhub Budi dalam acara Pembukaan Kantor China […]

  • Muara Enim Bakal Maksimalkan PAD dari Pajak Rokok & DBHCT

    Muara Enim Bakal Maksimalkan PAD dari Pajak Rokok & DBHCT

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.625
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Muara Enim berencana bakal memaksimalkan pendapata asli daerah [PAD] yang berasal dari pajak rokok dan DBHCT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Asisten II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Riswandar, SH, MH  menjelaskan dengan mengincar dua potensi tersebut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim. “Untuk itu, perlu penyamaan persepsi […]

expand_less
WordPress Archive Revo – Multipurpose Elementor WooCommerce WordPress Theme (25+ Homepages & 5+ Mobile Layouts) Revo - Multipurpose Elementor WooCommerce WordPress Theme Revo Studio – Multipurpose WordPress Theme Revolution Lightbox Revolution Lightbox WordPress & WooCommerce Plugin Revolution Multimedia Gallery WordPress & WooCommerce Plugin Revy Import – Data Import Utility for Revy plugin Revy – WordPress booking system for repair service industries Rex – Minimal WordPress Portfolio Theme Rexbiz – Corporate Agency Elementor Template Kit