Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Ketika Anak SMP Buktikan, Mimpi Nggak Butuh Ijazah Dulu

Ketika Anak SMP Buktikan, Mimpi Nggak Butuh Ijazah Dulu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
  • visibility 1.562
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Misha, Si Kecil yang Main di Level Dunia”

BARU usia 13 tahun biasanya sebagian besar anak SMP masih sibuk nyari pensil 2B yang suka raib tiap kali ujian, atau debat kecil soal siapa yang paling jago bikin filter TikTok biar pipi kelihatan tirus. Tapi di pojokan Malang sana, ada satu anak yang malah sibuk bikin engine game. Namanya Adelia Misha, bocah yang kalau ngomongin coding, bikin kepala orang dewasa jadi error syntax.

Misha bukan anak orang kaya yang punya PC gaming dengan lampu RGB seharga motor, katanya, laptop yang dia pakai sering panas kayak teflon habis goreng tempe mendoan, namun semangatnya nggak ikut-ikutan ngehang, dengan modal nekat dan tutorial dari YouTube, dia bikin gim berjudul “Mocchi Mitten Bubble Revenge”. Jangan salah, ini bukan game tentang gosip sekolah atau balas dendam mantan, ini karya orisinal, buatan anak SMP yang belum punya KTP, tapi sudah punya visi besar yang bikin game, bukan drama.

Bahkan waktu teman-teman sebayanya masih sibuk ngitung luas trapesium, Misha sudah mikir soal logika collision detection dan game loop.
Kalau kita lihat timeline-nya, mungkin dari luar kelihatan absurd. Tapi di dunia kreatif, absurd itu justru bahan bakar.

Kata orang bijak, “Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya mendarat juga di sawah”. Nah, kalau Misha, setinggi-tingginya mimpi dia terbang, malah mendarat di Bali, ikut ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025.
Dan hebatnya, dia ke sana naik bus, bukan jet pribadi. Bayangin, perjalanan Malang – Bali yang biasanya buat wisata sekolah, dia manfaatkan buat pamer karya ke dunia.

Kalau ini bukan definisi dedikasi, entah apa lagi, di sekolah, mungkin nilai matematika Misha belum tentu sempurna, tapi siapa tahu, rumus logika pemrogramannya lebih canggih dari pelajaran aljabar.

Masalahnya, sistem pendidikan kita kadang masih ngotot semua anak harus muat di satu kotak. Padahal, ada anak kayak Misha yang kotaknya segitiga, bukan persegi.

Bukannya nggak bisa belajar, tapi cara belajarnya beda, lebih suka nyoba langsung daripada ngafal dulu.

Coba deh, kapan terakhir kali sekolah ngajarin bikin game engine?, yang ada, anak-anak kreatif kayak Misha justru belajar di luar kelas, di dunia maya yang penuh bug tapi juga penuh peluang.

Pepatah lama bilang, “Guru terbaik adalah pengalaman”  karena di zaman digital ini, guru terbaik juga bisa datang dari YouTube, Discord, atau bahkan forum Reddit.

Asal niat belajar kuat, bukan cuma sekadar scrolling sambil rebahan.

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein bilang, kualitas gim buatan anak bangsa sekarang udah naik kelas, menurutnya, karya-karya dari pengembang lokal bahkan dari tingkat pelajar  sudah mampu bersaing di pasar global, khususnya Asia Tenggara.

“Para peserta pameran di sini, bahkan dari tingkat pelajar pun sudah dapat bersaing dengan pasar global, khususnya pasar Asia Tenggara. Hal ini terbukti dengan tiga gim asal Indonesia yang meraih penghargaan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari lima kategori, tiga di antaranya dimenangkan oleh kita.

Itu bukti bahwa kita sudah siap dari segi kualitas dan industri, hanya perlu sedikit dorongan lagi dari para pemangku kepentingan agar semakin matang,” ujar Shafiq.

Ia menegaskan, AGI akan terus mendukung pengembang muda seperti Misha, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah untuk memajukan industri gim nasional. “Kami akan terus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. AGI berkomitmen melanjutkan perjuangan para pengembang gim dan menjadi jembatan bagi para pemangku kepentingan yang ingin berkolaborasi atau masuk ke industri gim di Indonesia,” tutupnya mengutip laman resmi komdigi, minggu.

Kata Shafiq ini jadi semacam save point bagi semangat industri kreatif Indonesia dari tangan-tangan muda seperti Misha, masa depan game lokal bisa benar-benar naik ke level berikutnya.

Dari Malang ke Dunia

IGDX 2025 di Bali jadi saksi betapa anak-anak muda Indonesia nggak cuma jago main game, tapi juga jago bikin game.
Dulu orang tua sering ngomel, “Main game terus, nanti nggak jadi apa-apa!”. Eh, sekarang malah banyak yang jadi apa-apa gara-gara game, dari DreadOut sampai Coral Island, karya anak bangsa udah nangkring di Steam dan digemari pemain dari seluruh dunia.

Misha bisa jadi generasi baru yang meneruskan estafet itu, dan yang bikin lucu, di tengah gegap gempita Bali, bocah ini tampil kalem, kayak nggak nyadar kalau karyanya bikin investor garuk-garuk kepala, bukan karena bingung, tapi karena kagum.

Kisah Misha adalah tamparan halus buat kita yang sering nyalahin umur atau ijazah sebagai alasan belum mulai.

Padahal, di zaman sekarang, batas antara belajar dan bekerja udah kabur.

Anak SMP bisa bikin startup, mahasiswa bisa jadi mentor, dan yang udah kerja pun masih bisa belajar dari bocah SMP.

Seperti kata pepatah Jawa, “Jer basuki mawa bea”, keberhasilan butuh biaya, tapi biaya itu bukan selalu uang, bisa waktu, tenaga, dan tekad,  dan Misha sudah bayar semua itu dengan ketekunan.

Jadi, kisah Misha bukan sekadar kisah anak jenius, tapi kisah tentang kemerdekaan berpikir.
Tentang bagaimana mimpi nggak harus nunggu ijazah, dan bahwa kreativitas sering lahir dari ruang-ruang yang dianggap “tidak penting”

Di dunia yang sibuk mengukur pintar dari nilai rapor, sebaliknya Misha datang membawa definisi baru yaitu cerdas adalah berani mencoba hal baru meski belum ada di buku pelajaran.

Oleh karena itu, kalau kamu masih takut mulai sesuatu karena belum siap,  lihatlah Misha, dia nggak nunggu diwisuda buat mulai berkarya, dia cuma butuh laptop setia, niat, dan kopi sachet  sisanya tinggal debug dan doa, apalagi dengan  di dunia yang serba cepat ini, ijazah mungkin masih penting, tapi mimpi yang dikerjakan, jauh lebih bernilai daripada mimpi yang cuma disimpan di catatan harian.

Seperti kata pepatah lama yang bisa kamu kutip ke anak cucu nanti “Kalau mau jadi legenda, jangan tunggu lulus dulu”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karena Gerakan Kemanusian, Bupati Muba Dukung All Out

    Karena Gerakan Kemanusian, Bupati Muba Dukung All Out

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    BUPATI Muba yang juga Pelindung PMI Muba Dodi Reza Alex mengatakan, PMI Muba harus maju dan lebih aktif. “Insya Allah saya akan all out untuk PMI Muba ini karena ini merupakan gerakan kemanusiaan,” ulasnya, Ketua PMI Muba Periode 2019-2021, Senin [11/11/2019]. Dodi melanjutkan, PMI merupakan garda terdepan untuk menjaga persatuan dan kesatuan. “Semoga PMI Muba […]

  • Dinkominfo Muba Gencar Sosialisasi Implementasi E-Walidata Statistik Sektoral, Dukung Penuh Pengembangan SIPD-RI 

    Dinkominfo Muba Gencar Sosialisasi Implementasi E-Walidata Statistik Sektoral, Dukung Penuh Pengembangan SIPD-RI 

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Sekayu- Dukungan peningkatan kualitas sistem informasi pembangunan daerah (SIPD), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba melalui Bidang Statistik Sektoral gencar melakukan sosialisasi Implementasi E-Walidata Statistik di ruang rapat Danau Ulak Lia Bappeda Muba, Rabu (02/8/2023).   Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Implementasi E-walidata Statistik Sektoral di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2023”, adapun peserta […]

  • Siagakan PPL Pertanian di Setiap Desa, Banyuasin Siap Antisipasi La Nina & Percepat Musim Tanam 1

    Siagakan PPL Pertanian di Setiap Desa, Banyuasin Siap Antisipasi La Nina & Percepat Musim Tanam 1

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.549
    • 0Komentar

    PEMKAB Banyuasin mensiagakan PPL Pertanian disetiap desa, guna mengantisipasi La Nina serta mempercepat musim tanam [MT] 1. Bupati Banyuasin, H.Askolani,SH,MH dalam paparannya menyebutkan Banyuasin dengan luas baku sawah 184.590 Ha. Sementara sawah lebak sedang musim panen seluas 25.630 Ha dan sawah pasang surut akan selesai tanam pada November serta Desember 2020 seluas 148.168 Ha. “PPL […]

  • “Bupati Datang, Santri Semangat, Lapangan Jadi Syahdu!”

    “Bupati Datang, Santri Semangat, Lapangan Jadi Syahdu!”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.773
    • 0Komentar

    BIASANYA lapangan bola dipenuhi teriakan “GOL!”, Rabu (22/10/2025) kemarin suaranya beda. Bukan bola yang dikejar, tapi pahala! Ratusan santri berseragam putih-putih tumplek blek di Lapangan Sepak Bola Desa Margo Mulyo buat ngeramein puncak Hari Santri 2025. Dan bukan sembarang rame, ini rame yang berfaedah penuh semangat, doa, dan tentunya… selfie bareng kiai. Acara yang diinisiasi […]

  • Tetap Prokes, Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 H, Ini Ketentuannya

    Tetap Prokes, Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 H, Ini Ketentuannya

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.607
    • 0Komentar

    UMAT Muslim segera menyambut datangnya bulan Ramadan 1443 H. Untuk mewujudkan rasa aman, nyaman, dan khusyuk bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah di masa pandemi, Kemenag menerbitkan edaran pedoman penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 H. Edaran No. SE 08 Tahun 2022 ini ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 29 Maret 2022. “Umat […]

  • Bertambah Lagi, 2 Sembuh, 13 Konfirmasi Positif di Muba Kemarin

    Bertambah Lagi, 2 Sembuh, 13 Konfirmasi Positif di Muba Kemarin

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (29/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh dan penambahan 13 konfirmasi positif. “Dua kasus sembuh yakni kasus 118 perempuan 29 tahun dari Sungai Lilin dan kasus 125 perempuan 1,5 tahun dari Desa Muara Teladan,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Dikatakan, adapun penambahan 13 […]

expand_less
WordPress Archive Revo – Multipurpose Elementor WooCommerce WordPress Theme (25+ Homepages & 5+ Mobile Layouts) Revo - Multipurpose Elementor WooCommerce WordPress Theme Revo Studio – Multipurpose WordPress Theme Revolution Lightbox Revolution Lightbox WordPress & WooCommerce Plugin Revolution Multimedia Gallery WordPress & WooCommerce Plugin Revy Import – Data Import Utility for Revy plugin Revy – WordPress booking system for repair service industries Rex – Minimal WordPress Portfolio Theme Rexbiz – Corporate Agency Elementor Template Kit