Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia, Ini Penyebabnya

Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 Tak Terlihat dari Indonesia, Ini Penyebabnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Gerhana Bulan Sebagian akan menghiasi langit pada 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat Indonesia tidak bisa ikut menyaksikan langsung fenomena astronomis tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, penyebab Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 tidak terlihat dari Indonesia berkaitan dengan posisi Bulan ketika seluruh rangkaian gerhana berlangsung.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan, saat gerhana terjadi, wilayah Indonesia sedang berada pada pagi hingga siang hari. Pada waktu tersebut, Bulan berada di bawah ufuk untuk wilayah Indonesia.

Artinya, bukan kondisi cuaca atau tertutupnya awan yang membuat Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 tidak bisa diamati dari Indonesia.

Posisi astronomis Bulan memang membuat fenomena itu berada di luar wilayah yang dapat melihatnya. “Gerhana Bulan Sebagian tidak terlihat dari wilayah Indonesia,” kata Ayu, Rabu (26/8).

Fenomena Gerhana Bulan Sebagian kali ini dapat diamati dari sebagian besar wilayah Amerika, Afrika, Eropa, serta sejumlah kawasan Asia bagian tengah dan Timur Tengah.

Puncak Gerhana Bulan Terjadi Pukul 11.14 WIB

Meski tidak bisa dilihat dari Indonesia, rangkaian Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 berlangsung cukup lama. Jika dihitung sejak awal kontak dengan bayangan penumbra hingga berakhir, durasinya mencapai sekitar 5 jam 38 menit.

Berikut tahapan Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 berdasarkan waktu Indonesia Barat:

  • Gerhana Penumbra Mulai (P1): 08.23.55 WIB
  • Gerhana Sebagian Mulai (U1): 09.33.48 WIB
  • Puncak Gerhana (MID): 11.14.04 WIB
  • Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 12.51.55 WIB
  • Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 14.01.41 WIB

Puncak gerhana berlangsung pada sekitar pukul 11.14 WIB. Waktu tersebut menjadi salah satu alasan utama fenomena Gerhana Bulan 28 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia karena Bulan berada di bawah ufuk.

Pada fase puncak, sebagian piringan Bulan akan masuk ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi. Bagian Bulan yang terkena umbra akan tampak lebih gelap dibandingkan bagian lainnya bagi wilayah yang berada dalam jalur visibilitas gerhana.

Mengapa Gerhana Bulan Bisa Terjadi?

Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam konfigurasi yang memungkinkan bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika Bulan berada dalam fase purnama.

Dalam peristiwa 28 Agustus 2026, sebagian piringan Bulan akan memasuki umbra Bumi. Inilah yang membuat fenomenanya dikategorikan sebagai Gerhana Bulan Sebagian, bukan Gerhana Bulan Total.

Bumi sendiri terbagi menjadi dua bagian utama, yakni umbra dan penumbra.

Umbra merupakan bagian paling gelap dari bayangan Bumi karena cahaya Matahari terhalang sepenuhnya. Sementara penumbra merupakan bagian bayangan yang lebih samar karena hanya sebagian cahaya Matahari terhalang.

Perbedaan kedua bagian bayangan tersebut kemudian menghasilkan beberapa tahapan dalam proses Gerhana Bulan Sebagian, mulai dari masuknya Bulan ke penumbra, memasuki umbra, mencapai puncak, hingga akhirnya keluar kembali dari bayangan Bumi.

Bisa Ditonton dari Mana?

Bagi masyarakat Indonesia yang penasaran ingin mengikuti Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026, BMKG menyarankan untuk menyaksikan siaran langsung melalui kanal resmi NASA.

Dengan begitu, masyarakat tetap dapat mengikuti jalannya fenomena astronomis tersebut meskipun tidak bisa mengamatinya secara langsung dari wilayah Indonesia.

BMKG juga memastikan bahwa pengamatan Gerhana Bulan pada dasarnya aman dilakukan dengan mata secara langsung. Berbeda dengan Gerhana Matahari, melihat Gerhana Bulan tidak membutuhkan kacamata khusus untuk melindungi mata.

Jadi, alasan Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 tidak terlihat dari Indonesia bukan karena fenomenanya tidak terjadi, melainkan karena waktu dan posisi Bulan saat gerhana berlangsung membuat wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang tidak menghadap Bulan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Perluasan Literasi Keuangan UMKM, Ada SIAPIK Sinergi BI & PT

    Dorong Perluasan Literasi Keuangan UMKM, Ada SIAPIK Sinergi BI & PT

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.812
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta-  Dorong Perluasan Literasi Keuangan UMKM, Ada Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK, hasil sinergi antara Bank Indonesia dan Perguruan Tinggi.Kerjasama ini dilakukan guna peningkatan literasi keuangan UMKM melalui pencatatan keuangan secara digital akan mendorong UMKM dalam mengakses pembiayaan, pasar, dan meningkatkan kapasitas produksinya. Melalui peningkatan literasi pencatatan keuangan UMKM menggunakan Sistem […]

  • Raih Penghargaan Pembina K3 Tingkat Nasional

    Raih Penghargaan Pembina K3 Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru memperoleh penghargaan Indonesia Awards K3 tahun 2020 secara Virtual di Command Center dari Inews TV (MNC Group). Penghargaan pembina K3 ini, diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziah dan digelar secara virtual, bersama 18 orang Gubernur lainnya yang juga menerima penghargaan pimbina K3 dari Kemenaker. Penghargaan ini diberikan Kementerian […]

  • Tekan Penyebaran Covid, 245 PMI dari Singapura Jalani Karantina di Asrama Haji

    Tekan Penyebaran Covid, 245 PMI dari Singapura Jalani Karantina di Asrama Haji

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    SEBANYAK 245 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Singapura akan menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Data dari posko PMI Asrama Haji Surabaya, menyebutkan rencana kedatangan pesawat internasional pada 12 Juli 2021 dengan dua kali penerbangan, yakni Scoot Tiger Air dan Jetstar Asia. Sebagai informasi, data terakhir (11/7/2021) hingga pukul 23. 59, jumlah kumulatif kedatangan […]

  • Janjikan Hadiah Rumah di HUT KAHMI

    Janjikan Hadiah Rumah di HUT KAHMI

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kabar gembira bagi masyarakat Sumsel. Pada gelaran jalan santai memeriahkan  Hari Ulang Tahun  (HUT)  Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Februari mendatang, Gubernur Sumsel Herman Deru menjanjikan satu unit rumah sebagai hadiah  utama doorprize. Janji tersebut diungkapkannya saat menerima audiensi Ketua Umum Majelis Wilayah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Sumsel, Joncik […]

  • Difasilitasi KPKNL Secara Online, BPKAD Muba Lelang Mobil Dinas Secara Terbuka, Alhamdulillah, Hasilnya Tembus Rp1,2 Miliar, Manfaatnya ? Simak ! Ada 9 Pelaksanaan Hasil Lelang

    Difasilitasi KPKNL Secara Online, BPKAD Muba Lelang Mobil Dinas Secara Terbuka, Alhamdulillah, Hasilnya Tembus Rp1,2 Miliar, Manfaatnya ? Simak ! Ada 9 Pelaksanaan Hasil Lelang

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.368
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muba  difasilitasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sumsel menggelar Lelang Umum Terbuka (Open Bidding) untuk Barang Milik Daerah. Barang yang dilelang berupa Kendaraan Dinas dan dilakukan secara online, di Aula BPKAD Muba, Jumat (4/6/2021). Penawaran lelang  dimulai pukul 10.00 s.d 11.00 […]

  • Antisipasi Karhutlah, Polda Launching Aplikasi ASAP

    Antisipasi Karhutlah, Polda Launching Aplikasi ASAP

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    PELUNCURAN aplikasi ASAP Digital yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara virtual. Aplikasi Sistem Analisa Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan ini berfungsi sebagai pemantauan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Bertempat di Ruang Mahakam, Kapolda Kalimatan Timur, Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si., […]

expand_less
WordPress Archive Gon - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Gontli – Interior Multipurpose Template Kit Good Energy – Ecology & Renewable Power Company WordPress Theme Good Mood – Wine Shop WordPress Theme Good Tailor – Fashion & Tailoring Services WordPress Theme GoodLife – Magazine & Newspaper WordPress Theme Goodman – Creative Portofolio Elementor Template Kit Goodpay – Fintech Elementor Template Kit GoodResto – Restaurant WordPress Theme + Woocommerce GoodStore – WooCommerce Theme