Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Digitalisasi UMKM Bukan Lagi Mimpi, QRIS Masuk ke Emperan Pasar

Digitalisasi UMKM Bukan Lagi Mimpi, QRIS Masuk ke Emperan Pasar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 799
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU, beli gorengan tinggal bilang “Bang, satu bakwan, satu tahu, sama ngutang lima ribu” Sekarang? Sebelum gorengan disentuh, pedagang sudah bilang “Scan dulu, Bang. QRIS-nya di dekat tabung gas”

Transformasi digital UMKM bukan lagi wacana. Sekarang, dari warung kopi sampai tukang pijat refleksi, semuanya udah mulai mengandalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Satu kode buat semua transaksi. Praktis, cepat, dan (yang paling penting) gak ada kembalian permen!

Dulu, modal usaha itu ya meja, terpal, dan senyum ikhlas. Sekarang? Harus ditambah satu QRIS.
Dengan QRIS, pedagang tak perlu repot ngitung uang receh pakai air liur. Cukup satu kode QR yang bisa dibayar lewat Gopay, OVO, Dana, ShopeePay, sampai aplikasi dompet digital yang logonya belum sempat dihafal.

Menurut data Bank Indonesia, per Mei 2025 ini, pengguna QRIS telah menembus lebih dari 38 juta merchant, sebagian besar adalah UMKM, dari angkringan, lapak baju, sampai pedagang burung di pasar. Artinya, ekonomi rakyat jelata pun sudah mulai naik kelas, dari uang kertas ke teknologi nirkabel.

Banyak UMKM yang dulunya cuma jualan di pasar, sekarang juga ikut jualan lewat Instagram, WhatsApp, dan TikTok Shop. Bahkan tak jarang, nama tokonya berubah
Dari “Soto Mak Ndoro”jadi “@makndoro.soup.id” -biar lebih digital dan dapat follower.

Dengan kemudahan transaksi dan promosi digital, UMKM jadi lebih fleksibel. Misalnya:

  • Pembeli di Bekasi bisa beli sambal cumi dari Banyuwangi.

  • Pembeli di Palembang bisa pesan keripik pisang dari Medan.

  • Semua bisa dibayar pakai QRIS — tinggal scan, beres.

Bang Sugeng, pedagang wedang jahe keliling di Yogyakarta, awalnya skeptis sama QRIS.
Katanya, “Wong saya ndak ngerti hape canggih, gimana caranya QR itu?”

Tapi setelah diedukasi oleh Bank Indonesia dan komunitas UMKM digital, ia mulai mencoba. Sekarang? Dia naruh QRIS di termosnya. Tiap pembeli tinggal scan, minum, dan senyum.
“Lumayan, Mas. Kalau malam rame, nggak repot cari kembalian. Saya tinggal seduh, QR-nya yang kerja”

Tentu saja nggak semua semulus sinetron jam 7. Masih banyak tantangan seperti:

  • Sinyal lemah, apalagi di desa atau pinggiran kota. Scan QR bisa gagal karena sinyal ngumpet di balik bukit.

  • Literasi digital pedagang dan pembeli yang masih rendah. Masih ada yang takut QRIS itu jebakan batman atau “alat nyedot saldo”.

  • Perlu pelatihan berkelanjutan, agar pelaku UMKM bisa makin paham cara memanfaatkan digital marketing, manajemen stok, dan layanan pelanggan berbasis aplikasi.

QRIS, e-wallet, dan teknologi digital bukan lagi barang mewah. Mereka sudah masuk ke warung-warung kecil, gerobak mie ayam, sampai ke pangkalan ojek.
UMKM Indonesia mulai belajar pakai data, bukan cuma firasat.

Kita sedang menyaksikan sebuah revolusi dari nasi kucing ke jaringan satelit, dari karcis sobek ke QR yang bisa di-scan.

Dan siapa tahu, 5 tahun lagi, langganan angkringan kita udah bisa nerima pembayaran pakai retina mata. Tapi ya semoga gorengannya tetap dua ribu sebiji.[***]

Catatan: Bang Sugeng adalah tokoh fiktif dalam tulisan ini. Cerita disusun untuk tujuan edukasi ringan dan hiburan, tanpa bermaksud menyinggung pihak mana pun. Tulisan ini bukan advertorial, melainkan opini populer yang mengangkat fenomena digitalisasi UMKM.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Internet of Things Akan Tumbuh Masif pada 2019

    Industri Internet of Things Akan Tumbuh Masif pada 2019

    • calendar_month Jumat, 9 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.828
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Industri Internet of Things (IoT) di Indonesia belum tergolong sebagai industri besar. Padahal menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) potensi IoT dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di Indonesia termasuk tinggi. Ternyata, hal tersebut berhubungan dengan belum adanya regulasi yang memayungi industri tersebut. Co-Founder dan CEO Dycodex Teknologi Nusantara, Andri Yadi berpendapat, pembuatan dan pengembangan […]

  • Lawan Kampanye Hitam Sawit, Apindo Sumsel Surati Presiden

    Lawan Kampanye Hitam Sawit, Apindo Sumsel Surati Presiden

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kampanye hitam yang mengancam nasib buruh sawit di Indonesia menuai respon dari Apindo Sumsel. Tidak ingin berlarut dengan kondisi tersebut, Koalisi Serikat Buruh dan Apindo Sumsel menyurati Presiden RI Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan tagar perjuangan #sawitadalahkita. “Kami menolak dan mengutuk aksi-aksi yang melakukan kampanye hitam atas sawit. Karena tidak […]

  • One Stop Tourism Hub ala Desa, Koperasi Jadi Pusat Wisata Rasa Gotong Royong

    One Stop Tourism Hub ala Desa, Koperasi Jadi Pusat Wisata Rasa Gotong Royong

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    COBA bayangkan, anda masuk ke sebuah desa wisata di Sleman, lalu di pinggir jalan bukan cuma ada plang “Selamat Datang” atau “Hati-hati Sapi Nyebrang”, tapi ada papan besar bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih Tamanmartani, Semua Ada di Sini. Masuk ke dalamnya, suasananya bukan seperti koperasi zaman sekolah dulu yang isinya cuma spidol dan buku tulis, […]

  • Cerita Humor : Mak Itam & Si Manasik Nasional, Dari Karung Beras ke Tanah Suci

    Cerita Humor : Mak Itam & Si Manasik Nasional, Dari Karung Beras ke Tanah Suci

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- “Mak, itu handuk bukan buat disampir di leher tiap saat, nanti dikira kita berkeringat dosa,” ujar Pak Leman sambil menahan tawa. “Diam, Le! Ini bukan handuk, ini kain ihram! Belum dipakai aja udah panas hawanya. Kau pikir haji itu piknik?” balas Mak Itam, sambil tetap menyampirkan kain seperti jagoan kungfu Shaolin yang kesasar ke […]

  • Sekda Nasrun Umar Melepas Kontingen Raimuna Ke Jakarta

    Sekda Nasrun Umar Melepas Kontingen Raimuna Ke Jakarta

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Nasrun Umar melepas Kontingen Raimuna Nasional ke Jakarta di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, Jumat (11/8). Kegiatan Raimuna Nasional ini berlangsung mulai dari tanggal 12 sampai 21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur dengan mengambil tema “Pramuka untuk masa depan Indonesia”.

  • Gelar Sosialisasi Kemudahan Perizinan Usaha Mikro

    Gelar Sosialisasi Kemudahan Perizinan Usaha Mikro

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Muba terus mendorong kesejahteraan para pelaku UMKM di Muba, agar lebih berkembang dan memiliki daya saing tinggi. Dengan berbagai upaya dan daya, berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha. Kali ini, Dinas Koperasi menggelar kegiatan sosialisasi fasilitas kemudahan perizinan usaha mikro, dengan mengahdirkan […]

expand_less
WordPress Archive Opta Minimal Portfolio and Photography Theme Optcare – Eye Care WordPress Theme +RTL Optech – IT Solutions and Services WordPress Theme Optica – Optometrist & Eye Care Elementor Template Kit Opticest - Optometrist & Eyecare Elementor Template Kit Optico | Optometrist & Eye Care WordPress Theme Optik – Optometrist & Eye Care WordPress Theme Optima - Multipurpose WordPress Theme Optima – Psychology and Counseling WordPress Theme Optima – Simple Magazine WordPress Theme