Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » BMKG Tutup Kesenjangan Data dengan Radar Cuaca Mobile

BMKG Tutup Kesenjangan Data dengan Radar Cuaca Mobile

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KESENJANGAN data cuaca masih menjadi tantangan utama dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di Indonesia, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor yang belum terjangkau radar cuaca permanen.

Untuk mempersempit celah tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengembangkan radar cuaca non-polarimetrik berkonsep mobile sebagai penguat sistem pemantauan nasional.

Radar cuaca ini dirancang sebagai perangkat pendukung yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan operasional. Dengan karakteristik mobile, sistem tersebut memungkinkan BMKG memperluas jangkauan pengamatan cuaca secara lebih fleksibel, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur pemantauan.

BMKG menilai pendekatan ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang dipengaruhi perubahan iklim. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan data cuaca real-time dinilai krusial untuk mendukung peringatan dini dan pengambilan keputusan cepat.

Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D.,  dilaman resmi BMKG belum lama ini mengatakan radar cuaca non-polarimetrik ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem radar yang telah beroperasi, melainkan melengkapi jaringan yang ada dengan lapisan pengamatan tambahan.

“Radar mobile ini kami posisikan sebagai penguat, khususnya untuk wilayah yang selama ini belum tercakup secara optimal oleh radar permanen,” ujar Teuku Faisal dalam keterangan terkait pengembangan teknologi tersebut.

Menurut dia, pemerataan akses data cuaca menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas mitigasi bencana. Tanpa data yang memadai, potensi cuaca ekstrem sulit dipetakan secara akurat, sehingga risiko terhadap masyarakat menjadi lebih besar.

Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini didanai melalui program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan telah berlangsung sejak 2020.

Proyek ini melibatkan kolaborasi antara tim periset BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian teknologi nasional, dengan fokus pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). BMKG menyebut pengembangan teknologi berbasis kemampuan lokal menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan sistem pemantauan cuaca nasional.

Selain aspek teknis, BMKG juga menaruh perhatian pada keamanan operasional dan legalitas teknologi. Teuku Faisal menekankan pentingnya perlindungan paten yang bersifat universal agar inovasi radar ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan diadaptasi ke berbagai produk teknologi di masa depan.

Radar cuaca non-polarimetrik ini akan berfungsi sebagai sumber data tambahan yang memberikan informasi cuaca secara real-time. Dalam situasi darurat, sistem mobile memungkinkan penempatan cepat di lokasi dengan risiko tinggi, seperti wilayah yang mengalami hujan ekstrem berkepanjangan atau peningkatan potensi bencana hidrometeorologi.

Setelah melalui proses sertifikasi dan standarisasi, BMKG berencana mendorong hilirisasi dan komersialisasi radar cuaca tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi pemantauan cuaca, tidak hanya di lingkungan BMKG, tetapi juga oleh institusi lain yang membutuhkan sistem pengamatan cuaca lokal.

Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang kompleks, Indonesia menghadapi tantangan dalam memastikan pemerataan data cuaca.

Jarak antarpulau, medan pegunungan, dan keterbatasan infrastruktur membuat sebagian wilayah masih bergantung pada informasi cuaca yang terbatas.

Melalui pengembangan radar cuaca mobile, BMKG berupaya mengisi ruang kosong tersebut. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, tambahan lapisan pemantauan ini diharapkan dapat menghadirkan peringatan lebih dini dan waktu respons yang lebih panjang saat cuaca ekstrem mendekat.

Di balik spesifikasi teknis dan proses riset, radar cuaca mobile ini membawa satu tujuan praktis memastikan tidak ada wilayah yang sepenuhnya “tak terlihat” ketika ancaman cuaca mulai terbentuk di langit Indonesia.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Rp26 Miliar Dibelit di Tubuh, WN Tiongkok Diciduk

    Emas Rp26 Miliar Dibelit di Tubuh, WN Tiongkok Diciduk

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Perjalanan ZG menuju Hong Kong berhenti di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Warga negara Tiongkok itu kedapatan membawa 10,4 kilogram emas batangan yang ditaksir bernilai sekitar Rp26 miliar. Yang bikin geleng kepala, emas tersebut tidak disimpan di dalam koper. Barang bernilai puluhan miliar itu justru ditempelkan pada tubuh ZG agar tidak mudah ditemukan petugas. […]

  • Bangun dari Hulu ke Hilir, Utilisasi Infrastruktur TIK Jadi Fokus Utama

    Bangun dari Hulu ke Hilir, Utilisasi Infrastruktur TIK Jadi Fokus Utama

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    KEMENRTRIAN Komunikasi dan Informatika mempercepat konektivitas digital dengan membangun dan menggelar infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari hulu hingga hilir. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyatakan saat ini Kementerian Kominfo memfokuskan pada utilisasi infrastruktur TIK sebagai salah satu fokus utama. “Membangun infrastruktur pasif saja tidak cukup. Kita harus memastikan pembangunan infrastruktur pasif ditindaklanjuti untuk […]

  • Legalitas Sawit Rakyat Muba Kunci Akses Ekonomi Hijau

    Legalitas Sawit Rakyat Muba Kunci Akses Ekonomi Hijau

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.396
    • 0Komentar

    KALAU bicara soal sawit rakyat di Musi Banyuasin (Muba), ceritanya mirip seperti pepatah lama “Ayam mati di lumbung padi” Bayangkan, para pekebun sawit sudah puluhan tahun berkeringat, menanam, merawat, panen, bahkan jadi tulang punggung ekonomi keluarga. Eh, belakangan lahan mereka tiba-tiba dicap “kawasan hutan”. Jadi, ibaratnya sudah capek nanam singkong, yang dapat malah dituduh maling […]

  • Hasil Patroli, TNI AL Musnahkan 179 Kg Narkoba

    Hasil Patroli, TNI AL Musnahkan 179 Kg Narkoba

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 514
    • 0Komentar

    SEBANYAK 179 kilogram (kg) narkoba jenis kokain bernilai 1,25 triliun hasil penangkapan Patroli Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dimusnahkan di Lapangan Apel Komando Armada (Koarmada) I Jakarta, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Kamis (2/6/2022). Pemusnahan barang narkoba dengan dibakar itu ditinjau langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono. Peninjauan orang nomor […]

  • Van listrik akan layani Jakarta dan Bandung & bakal kurangi emisi karbon sebesar 177 ton per tahun

    Van listrik akan layani Jakarta dan Bandung & bakal kurangi emisi karbon sebesar 177 ton per tahun

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.892
    • 0Komentar

      SINGAPURA – Media OutReach –  DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, telah bersiap untuk melistriki armada pengiriman jarak jauhnya dengan penyebaran 24 van listrik di Jakarta dan Bandung. Van listrik ini akan menghilangkan 177 ton emisi karbon setiap tahunnya.   DHL Express menambah 24 kendaraan listrik di Indonesia   Pengenalan e-van […]

  • Lantaran Perbedaan Pilihan Pilkades Desa Srigeni Lama, 2 Makam Jadi Korban

    Lantaran Perbedaan Pilihan Pilkades Desa Srigeni Lama, 2 Makam Jadi Korban

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.543
    • 0Komentar

    SUDAH sakit ketimpa tangga pula, ibaratkan orang yang meninggal sudah tenang di Alam Baka kini terusik, lantaran perbedaan pendukung menjelang Pilkades, kini kejadian serupa terjadi lagi pembongkaran dan pemindahan sebuah makam di desa yang sama Desa Serigeni Lama Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pada pemberitaan sebelumnya, yang pertama kaliterjadi du Desa Srigeni Lama […]

expand_less
WordPress Archive YITH Payment Method Restrictions for WooCommerce Premium YITH Paypal Adaptive Payments for WooCommerce Premium YITH PayPal Braintree For WooCommerce YITH PayPal Payouts for WooCommerce YITH Petshopper | E-Commerce Theme for Pets Products YITH Point of Sale for WooCommerce YITH Pre-Order for WooCommerce Premium YITH Product Description in Loop for WooCommerce YITH Product Shipping for WooCommerce Premium YITH Product Size Charts for WooCommerce Premium