Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » BMKG Tutup Kesenjangan Data dengan Radar Cuaca Mobile

BMKG Tutup Kesenjangan Data dengan Radar Cuaca Mobile

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KESENJANGAN data cuaca masih menjadi tantangan utama dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di Indonesia, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor yang belum terjangkau radar cuaca permanen.

Untuk mempersempit celah tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengembangkan radar cuaca non-polarimetrik berkonsep mobile sebagai penguat sistem pemantauan nasional.

Radar cuaca ini dirancang sebagai perangkat pendukung yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan operasional. Dengan karakteristik mobile, sistem tersebut memungkinkan BMKG memperluas jangkauan pengamatan cuaca secara lebih fleksibel, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur pemantauan.

BMKG menilai pendekatan ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang dipengaruhi perubahan iklim. Dalam kondisi tersebut, ketersediaan data cuaca real-time dinilai krusial untuk mendukung peringatan dini dan pengambilan keputusan cepat.

Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D.,  dilaman resmi BMKG belum lama ini mengatakan radar cuaca non-polarimetrik ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem radar yang telah beroperasi, melainkan melengkapi jaringan yang ada dengan lapisan pengamatan tambahan.

“Radar mobile ini kami posisikan sebagai penguat, khususnya untuk wilayah yang selama ini belum tercakup secara optimal oleh radar permanen,” ujar Teuku Faisal dalam keterangan terkait pengembangan teknologi tersebut.

Menurut dia, pemerataan akses data cuaca menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas mitigasi bencana. Tanpa data yang memadai, potensi cuaca ekstrem sulit dipetakan secara akurat, sehingga risiko terhadap masyarakat menjadi lebih besar.

Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini didanai melalui program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan telah berlangsung sejak 2020.

Proyek ini melibatkan kolaborasi antara tim periset BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian teknologi nasional, dengan fokus pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). BMKG menyebut pengembangan teknologi berbasis kemampuan lokal menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan sistem pemantauan cuaca nasional.

Selain aspek teknis, BMKG juga menaruh perhatian pada keamanan operasional dan legalitas teknologi. Teuku Faisal menekankan pentingnya perlindungan paten yang bersifat universal agar inovasi radar ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan diadaptasi ke berbagai produk teknologi di masa depan.

Radar cuaca non-polarimetrik ini akan berfungsi sebagai sumber data tambahan yang memberikan informasi cuaca secara real-time. Dalam situasi darurat, sistem mobile memungkinkan penempatan cepat di lokasi dengan risiko tinggi, seperti wilayah yang mengalami hujan ekstrem berkepanjangan atau peningkatan potensi bencana hidrometeorologi.

Setelah melalui proses sertifikasi dan standarisasi, BMKG berencana mendorong hilirisasi dan komersialisasi radar cuaca tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi pemantauan cuaca, tidak hanya di lingkungan BMKG, tetapi juga oleh institusi lain yang membutuhkan sistem pengamatan cuaca lokal.

Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang kompleks, Indonesia menghadapi tantangan dalam memastikan pemerataan data cuaca.

Jarak antarpulau, medan pegunungan, dan keterbatasan infrastruktur membuat sebagian wilayah masih bergantung pada informasi cuaca yang terbatas.

Melalui pengembangan radar cuaca mobile, BMKG berupaya mengisi ruang kosong tersebut. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, tambahan lapisan pemantauan ini diharapkan dapat menghadirkan peringatan lebih dini dan waktu respons yang lebih panjang saat cuaca ekstrem mendekat.

Di balik spesifikasi teknis dan proses riset, radar cuaca mobile ini membawa satu tujuan praktis memastikan tidak ada wilayah yang sepenuhnya “tak terlihat” ketika ancaman cuaca mulai terbentuk di langit Indonesia.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Bhakti Adhyaksa ke- 60 Tahun 

    Hari Bhakti Adhyaksa ke- 60 Tahun 

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    SELAMAT Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 tahun 2020 kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Dr. Wisnu Baroto. Menurutnya, meski peringatan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, namun tidak mengurangi makna yang tersirat. Terlebih, Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumsel  dalam waktu 60 tahun hingga saat ini menjadi satu lembaga yang selalu mendapat kepercayaan dari masyarakat Provinsi Sumsel khususnya. “Satu lembaga […]

  • Imlek, Gub Sumsel ‘Sanjoi’ Tokoh Tionghoa

    Imlek, Gub Sumsel ‘Sanjoi’ Tokoh Tionghoa

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.528
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H.  Herman Deru bersilaturahmi ke sejumlah kediaman   tokoh Tionghoa di Sumsel. Kunjungan tersebut terkait dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada 25 Januari 2020. Herman Deru beranjak dari kediaman peribadinya, menuju rumah keluarga  Sandi di Jalan Beliton. Kedatangan Gubernur Sumsel disambut keluarga Sandi. Selanjutnya gubernur juga menuju  kediaman Anton […]

  • Tuntut Tutup SMS Secara Permanen, Aliansi Masyarakat Desa Lorok & HMI MPO Cabang Palembang Darussalam Datangani Kantor Bupati OI

    Tuntut Tutup SMS Secara Permanen, Aliansi Masyarakat Desa Lorok & HMI MPO Cabang Palembang Darussalam Datangani Kantor Bupati OI

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.506
    • 0Komentar

    ALIANSI  Masyarakat Desa Lorok dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palembang Darussalam mendatangi Kantor Bupati yang terletak di KPT Tanjung Senai Inderalaya, Rabu (27/10/2021). Mereka menuntut Pemkab Ogan Ilir agar menutup PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS) secara permanen. Spanduk berpilox merah bertuliskan ‘, Tutup PT SMS dan Cabut Izin Operasinya’, ‘Pemenuhan Hidup Sehat Masyarakat […]

  • Rumah Teduh YMDD Berbagi dengan Anak Yatim Piatu

    Rumah Teduh YMDD Berbagi dengan Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Sabtu, 25 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Dalam menjalankan Syariat Islam dan berbagi untuk sesama, Rumah Teduh Yayasan Mitra Dhuafa Diroyah (YMDD) melaksanakan pemotongan hewan qurban dan sekaligus peresmian kantor Rumah Teduh di Jalan H Sulaiman Amin Ni.200, Rt.28, Rw.08, Kel. Karya Baru. Kec. Alang-alang Lebar, Palembang. Sebagai bentuk syukur atas peresmian Rumah Teduh Yayasan Mitra Dhuafa Diroyah dan […]

  • Dari Kades hingga Lurah di Muba Diberi Wajangan Tentang Antisipasi Covid-19

    Dari Kades hingga Lurah di Muba Diberi Wajangan Tentang Antisipasi Covid-19

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    TAK ingin virus Covid-19 atau corona mewabah ke kawasan pedesaan di Kabupaten Muba, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin  meminta kepada seluruh Kades dan Lurah di Bumi Serasan Sekate peka dan selalu waspada terhadap ancaman virus berbahaya tersebut. Selain itu pula guna menindaklanjuti Surat Keputusan Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana Nomor 13. A tahun 2020 […]

  • Haji 2025 Lancar, Ketika Peluh Jadi Pahala & Humor Jadi Obat

    Haji 2025 Lancar, Ketika Peluh Jadi Pahala & Humor Jadi Obat

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Kalau ada lomba nasional untuk kalimat paling sering diucapkan jamaah haji Indonesia saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, maka “Alhamdulillah, lancar!” pasti jadi juaranya. Ya, tahun ini, Haji 2025 berjalan seperti supir truk yang hafal betul jalan tanjakan Sitinjau Lauik lurus, mantap, dan nggak banyak mogok. Begitulah kira-kira laporan pulang kampung dari Menteri Agama RI, […]

expand_less
WordPress Archive YITH Payment Method Restrictions for WooCommerce Premium YITH Paypal Adaptive Payments for WooCommerce Premium YITH PayPal Braintree For WooCommerce YITH PayPal Payouts for WooCommerce YITH Petshopper | E-Commerce Theme for Pets Products YITH Point of Sale for WooCommerce YITH Pre-Order for WooCommerce Premium YITH Product Description in Loop for WooCommerce YITH Product Shipping for WooCommerce Premium YITH Product Size Charts for WooCommerce Premium