Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Hoaks Menyambar Secepat Petir, ASEAN Lawan Kebodohan Digital

Hoaks Menyambar Secepat Petir, ASEAN Lawan Kebodohan Digital

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 1.869
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau kata orang tua zaman dulu, “jangan main layangan dekat gardu PLN, bisa kesetrum!”. Nah, kira-kira begitu juga kondisi anak-anak kita hari ini kalau dibiarkan berselancar di dunia maya tanpa pelindung  bisa kesamber hoaks, tersambar ujaran kebencian, dan disetrum konten negatif yang menyamar seperti edukasi padahal jebakan Batman.

Untunglah, ASEAN sekarang tak tinggal diam. Di Brunei Darussalam, dalam pertemuan akbar bertajuk 17th AMRI yang terdengar seperti nama boyband tapi isinya para menteri Indonesia tampil jadi biduan utama.

Lewat Dirjen KPM Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, Indonesia menabuh genderang perang melawan konten digital yang merusak, terutama bagi anak-anak yang belum genap gigi susunya lepas, tapi sudah lihai buka akun media sosial lebih cepat dari ayahnya nyalain kompor gas.

“Literasi digital bukan cuma bisa buka browser dan bikin status galau. Ini soal kemampuan membedakan mana fakta, mana fatamorgana digital!” tegas Bu Fifi, yang kalau dilihat dari semangatnya, cocok jadi pelatih debat digital ASEAN.

Bayangkan saja satu hoaks lahir di satu desa, menyebar ke kota, lalu nyebrang ke Malaysia naik Wi-Fi tetangga, lanjut ke Filipina naik Google Translate. Dalam hitungan menit, satu kabar palsu bisa jadi bahan keributan lintas negara. Maka, kalau hoaks saja bisa lintas batas, masa kita nangkisnya sendirian?

Inilah pentingnya keroyokan digital alias kerja sama ASEAN. Seperti main futsal lawan tim hoaks dunia, kita butuh back yang solid (regulasi), playmaker handal (media berkualitas), dan striker tajam (literasi digital publik). Jangan sampai kita kalah WO di kandang sendiri.

Indonesia pun menunjukkan jurus jitu Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Program ini bukan sekadar ngajarin cara kirim email, tapi bagaimana masyarakat bisa nyaring informasi kayak nyaring santan kalau asal tuang semua, bisa anyep. Kalau disaring dengan hati-hati, baru terasa manisnya informasi yang sehat.

Pemerintah Indonesia juga memamerkan regulasi mutakhir PP Nomor 21 Tahun 2025 tentang TUNAS, bukan singkatan dari “Tukang Ngopi Santai”, tapi Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Aturannya dirancang biar anak-anak ASEAN tidak jadi korban eksperimen algoritma atau jebakan iklan game yang ujungnya minta nomor kartu kredit orang tua.

Perlu dicatat, anak-anak hari ini itu seperti rumput muda kalau sering kena hoaks dan konten kebencian, lama-lama jadi kering dan gampang terbakar. Maka, semua pihak harus ikut nyiram dan lindungi. Jangan sampai generasi masa depan kita tumbuh di ladang digital yang penuh ranjau.

Sambut positif

Negara lain pun menyambut positif. Bahkan, saat pertemuan bilateral dengan Kamboja, Indonesia ngobrol serius soal cara menangani berita bohong. Kalau ASEAN bisa sepakat soal makanan halal dan visa bareng, kenapa soal informasi bersih dan aman kita nggak bisa bikin “ASEAN Clean Content Charter”?

Coba lihat Finlandia negara dengan skor literasi digital tertinggi di dunia. Mereka mengajarkan anak SD untuk membedakan opini dan fakta sejak masih main lego. Jepang bahkan punya kurikulum digital hygiene, sementara Korea Selatan rutin mengaudit algoritma platform lokalnya.

Kalau ASEAN ingin setara, bukan hanya urusan ekspor nanas dan pariwisata pantai, tapi juga ekspor kesadaran digital. Kita butuh regulasi yang bukan cuma garang di atas kertas, tapi juga gigit di lapangan.

Orang tua kita bilang, “mulutmu harimaumu”. Tapi sekarang harus diupdate “jempolmu macan digital”. Sekali share yang salah, bisa melukai reputasi, bahkan menghancurkan hidup orang. Maka, edukasi dan kolaborasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan dasar, seperti nasi dan sambal terasi.

Jurnalisme berkualitas juga tak boleh dibiarkan merana. Di era algoritma, berita benar kalah cepat dari gosip yang didramatisir. Maka, ajakan Indonesia agar platform digital berinvestasi dalam media sehat bukan hanya penting, tapi mendesak. Tanpa itu, demokrasi bisa tinggal nama, tergantikan konten viral tapi kosong.

ASEAN punya tanggung jawab kolektif menjaga anak-anaknya dari api konten jahat. Jangan tunggu satu rumah terbakar baru kita sibuk bawa ember. Mulailah sekarang: dari kebijakan, edukasi, sampai perlindungan. Dari Brunei kita belajar, dari Finlandia kita contoh, dari anak-anak kita dapat semangat.

Karena dunia maya bukan hutan bebas yang bisa sembarang orang pasang jebakan. Ini taman bermain dan belajar anak-anak kita. Dan tugas kita bersama menjaganya tetap terang, sehat, dan aman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi “balita bermain sepeda”, sederhana, tapi penuh makna, simak yuk!

    Puisi “balita bermain sepeda”, sederhana, tapi penuh makna, simak yuk!

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.218
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Puisi “Balita Bermain Sepeda” menggambarkan kegembiraan dan keceriaan balita saat mereka bermain sepeda. Puisi ini mencoba menangkap semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari balita yang ada diperumku Pesona Harapan Jaya tahap satu, Kalidoni, Palembang saat mereka menjelajahi dunia dengan sepeda-sepeda kecil miliknya. Melalui gambaran tentang balita yang berani dan tangguh, lewat puisi ini, ku menyoroti […]

  • Kampung Haji, Bukan Kampungan

    Kampung Haji, Bukan Kampungan

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    ARAB Saudi punya Ka’bah, Indonesia punya “niat baik”, oleh sebab itu tak salah, kalau Menag Nasaruddin Umar ikut bertolak ke Jeddah, mendampingi Presiden Prabowo. Kunjungan ini bukan untuk umrah diam-diam atau sekadar nyicip kurma Ajwa langsung dari ladangnya, tapi buat ngobrol serius, kayak lamaran soal perkampungan haji di Makkah. Iya, betul, Indonesia bukan mau buka […]

  • Organisasi Wanita Semangat  Divaksinasi COVID-19

    Organisasi Wanita Semangat  Divaksinasi COVID-19

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.588
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 justru menyulut semangat  organisasi wanita di Kabupaten Musi Banyuasin terpacu. Mereka  berbuat  banyak  demi  mengabdi untuk masyarakat. Organisasi kaum wanita Muba ini  memiliki banyak kegiatan  positif dalam mendukung program pemerintah salah satunya mensupport suksesnya program vaksinasi COVID-19. Tepatnya hari ini, seluruh organisasi wanita sangat gembira menjalani vaksin COVID-19. Kegiatan vaksin serentak ini disaksikan […]

  • 3 Cara Tutup Cela Korupsi Versi Gub.Sumsel

    3 Cara Tutup Cela Korupsi Versi Gub.Sumsel

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    PERINGATI hari Anti Korupsi menjadi momen penting bagi semua pihak tak terkecuali Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.  Karena itu, Iapun memilih hadir pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) yang digelar di Gedung KPK, kemarin. Dalam kesempatan wawancara, HD memberikan sejumlah masukan dan pendapat mengenai perbaikan yang dapat dilakukan pada sektor-sektor yang berpotensi menjadi tempat […]

  • 64.893 Butir Petasan Berhasil Diamankan  Polres Cilacap Selama Ramadhan 2021

    64.893 Butir Petasan Berhasil Diamankan  Polres Cilacap Selama Ramadhan 2021

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 906
    • 0Komentar

    TIM Jibom, Detasemen Gegana, Satuan Brimob Polda Jawa Tengah memusnahkan sebanyak 32.868 petasan yang terdiri dari 29.781 butir cengis, 3.087 petasan leo, dan sebanyak dua setengah kilo gram obat petasan di Lapangan Tembak Kecamatan Maos. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar setelah diurai dari selongsong, dan dimusnahkan secara terpisah supaya tidak terjadi percikan. Barang bukti […]

  • Begini Kata Konsulat AS Terkait dengan Kunjungannya ke Sumsel

    Begini Kata Konsulat AS Terkait dengan Kunjungannya ke Sumsel

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    KONSULAT Amerika Serikat (AS) untuk Pulau Sumatera Mr. Guy Margalith berjanji siap membantu mempromosikan pontensi Sumatera Selatan ke Negaranya. Menurutnya kemitraan sejak dulu telah terjalin antara AS dengan Pemerintah Provinsi Sumater Selatan. Oleh sebab itu, kemitraan yang telah terjalin selama ini antara AS dengan Pemerintah Provinsi Sumater Selatan. “Saya ucapan terimakasih kepada Pemprov Sumatera Selatan yang […]

expand_less
WordPress Archive Just Forms Advanced Justcoffee – Cafe and Coffee Elementor Template Kit JustFans – Premium Content Creators SaaS platform JustGive – Charity & Fundraising WordPress Theme Justic – Law Firm & Legal Services Elementor Template Kit Justicio – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit JUSTICO – Law Firm Elementor Template Kit Justified Image Grid Justime – Juice Bar, Smoothie & Organic Food Elementor Template Kit Justos – Law Firm & Lawyer Elementor Template Kit