Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Hoaks Menyambar Secepat Petir, ASEAN Lawan Kebodohan Digital

Hoaks Menyambar Secepat Petir, ASEAN Lawan Kebodohan Digital

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 1.850
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau kata orang tua zaman dulu, “jangan main layangan dekat gardu PLN, bisa kesetrum!”. Nah, kira-kira begitu juga kondisi anak-anak kita hari ini kalau dibiarkan berselancar di dunia maya tanpa pelindung  bisa kesamber hoaks, tersambar ujaran kebencian, dan disetrum konten negatif yang menyamar seperti edukasi padahal jebakan Batman.

Untunglah, ASEAN sekarang tak tinggal diam. Di Brunei Darussalam, dalam pertemuan akbar bertajuk 17th AMRI yang terdengar seperti nama boyband tapi isinya para menteri Indonesia tampil jadi biduan utama.

Lewat Dirjen KPM Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, Indonesia menabuh genderang perang melawan konten digital yang merusak, terutama bagi anak-anak yang belum genap gigi susunya lepas, tapi sudah lihai buka akun media sosial lebih cepat dari ayahnya nyalain kompor gas.

“Literasi digital bukan cuma bisa buka browser dan bikin status galau. Ini soal kemampuan membedakan mana fakta, mana fatamorgana digital!” tegas Bu Fifi, yang kalau dilihat dari semangatnya, cocok jadi pelatih debat digital ASEAN.

Bayangkan saja satu hoaks lahir di satu desa, menyebar ke kota, lalu nyebrang ke Malaysia naik Wi-Fi tetangga, lanjut ke Filipina naik Google Translate. Dalam hitungan menit, satu kabar palsu bisa jadi bahan keributan lintas negara. Maka, kalau hoaks saja bisa lintas batas, masa kita nangkisnya sendirian?

Inilah pentingnya keroyokan digital alias kerja sama ASEAN. Seperti main futsal lawan tim hoaks dunia, kita butuh back yang solid (regulasi), playmaker handal (media berkualitas), dan striker tajam (literasi digital publik). Jangan sampai kita kalah WO di kandang sendiri.

Indonesia pun menunjukkan jurus jitu Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Program ini bukan sekadar ngajarin cara kirim email, tapi bagaimana masyarakat bisa nyaring informasi kayak nyaring santan kalau asal tuang semua, bisa anyep. Kalau disaring dengan hati-hati, baru terasa manisnya informasi yang sehat.

Pemerintah Indonesia juga memamerkan regulasi mutakhir PP Nomor 21 Tahun 2025 tentang TUNAS, bukan singkatan dari “Tukang Ngopi Santai”, tapi Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Aturannya dirancang biar anak-anak ASEAN tidak jadi korban eksperimen algoritma atau jebakan iklan game yang ujungnya minta nomor kartu kredit orang tua.

Perlu dicatat, anak-anak hari ini itu seperti rumput muda kalau sering kena hoaks dan konten kebencian, lama-lama jadi kering dan gampang terbakar. Maka, semua pihak harus ikut nyiram dan lindungi. Jangan sampai generasi masa depan kita tumbuh di ladang digital yang penuh ranjau.

Sambut positif

Negara lain pun menyambut positif. Bahkan, saat pertemuan bilateral dengan Kamboja, Indonesia ngobrol serius soal cara menangani berita bohong. Kalau ASEAN bisa sepakat soal makanan halal dan visa bareng, kenapa soal informasi bersih dan aman kita nggak bisa bikin “ASEAN Clean Content Charter”?

Coba lihat Finlandia negara dengan skor literasi digital tertinggi di dunia. Mereka mengajarkan anak SD untuk membedakan opini dan fakta sejak masih main lego. Jepang bahkan punya kurikulum digital hygiene, sementara Korea Selatan rutin mengaudit algoritma platform lokalnya.

Kalau ASEAN ingin setara, bukan hanya urusan ekspor nanas dan pariwisata pantai, tapi juga ekspor kesadaran digital. Kita butuh regulasi yang bukan cuma garang di atas kertas, tapi juga gigit di lapangan.

Orang tua kita bilang, “mulutmu harimaumu”. Tapi sekarang harus diupdate “jempolmu macan digital”. Sekali share yang salah, bisa melukai reputasi, bahkan menghancurkan hidup orang. Maka, edukasi dan kolaborasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan dasar, seperti nasi dan sambal terasi.

Jurnalisme berkualitas juga tak boleh dibiarkan merana. Di era algoritma, berita benar kalah cepat dari gosip yang didramatisir. Maka, ajakan Indonesia agar platform digital berinvestasi dalam media sehat bukan hanya penting, tapi mendesak. Tanpa itu, demokrasi bisa tinggal nama, tergantikan konten viral tapi kosong.

ASEAN punya tanggung jawab kolektif menjaga anak-anaknya dari api konten jahat. Jangan tunggu satu rumah terbakar baru kita sibuk bawa ember. Mulailah sekarang: dari kebijakan, edukasi, sampai perlindungan. Dari Brunei kita belajar, dari Finlandia kita contoh, dari anak-anak kita dapat semangat.

Karena dunia maya bukan hutan bebas yang bisa sembarang orang pasang jebakan. Ini taman bermain dan belajar anak-anak kita. Dan tugas kita bersama menjaganya tetap terang, sehat, dan aman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palembang Peroleh Penghargaan Stranas PK Akreditasi A 

    Palembang Peroleh Penghargaan Stranas PK Akreditasi A 

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.402
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Wali Kota Palembang H.Harnojoyo menjadi Wali Kota Pertama di Pulau Sumatera berdiri di podium kehormatan menerima penghargaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) karena dinilai berhasil mewujudkan pemangkasan birokrasi zero pungutan liar (Pungli) katagori  akreditasi A dan percepatan layanan masyarakat di keur Dinas Perhubungan (Dishub)  Palembang. Piagam penghargaan ini diterima langsung Wali […]

  • Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Pupuk Bersubsidi 1,26 Juta Ton

    Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Pupuk Bersubsidi 1,26 Juta Ton

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    “Kebutuhan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di Indonesia saat musim tanam Oktober 2019 -Maret 2020 mendatang dan alokasi yang disiapkan di masing-masing produsen sesuai yang diatur dari Kementrian Pertanian, serta mengacu pada Permendag 15/M-DAG/PER/4/2013,”

  • PTP Bahas Program 5000 Dokter

    PTP Bahas Program 5000 Dokter

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    DITJEN Pendidikan Islam Kemenag bersama 38 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Program 5000 Doktor Dalam Negeri menggelar evaluasi pelaksanaan program beasiswa S3. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Amin Suyitno mengatakan evaluasi dilakukan untuk menemukan faktor internal dan eksternal yang menghambat mahasiswa penerima beasiswa dalam menyelesaikan studinya. Menurut Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini, koordinasi diperlukan […]

  • Muba Manfaatkan Bangunan Nganggur Untuk Buka Warung Seluang

    Muba Manfaatkan Bangunan Nganggur Untuk Buka Warung Seluang

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) memiliki banyak oleh-oleh khas, mulai dari kerajinan tangan hingga makanan ringan seperti keripik, kerupuk dan olahan ikan kering. Tidak ingin peluang ini dilewatkan saja, Bupati Muba Dodi Reza melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muba membuka tempat jualan oleh-oleh khas Muba yang dinamai Warung Seluang yang berada di Simpang Tugu Adipura Kayuara. […]

  • Lomba Bidar akan Masuk Kelender Pariwisata Nasional

    Lomba Bidar akan Masuk Kelender Pariwisata Nasional

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.988
    • 0Komentar

    “Dengan semakin banyak wisatawan yang hadir maka perekonomian masyarakat Palembang semakin maju, dan dampaknya bisa dirasakan baik oleh Pemerintah kota Palembang maupun masyarakat Kota Palembang,”

  • Ketemu Wapres Zambia, Jokowi Bahas Kerjasama Bidang Ekonomi

    Ketemu Wapres Zambia, Jokowi Bahas Kerjasama Bidang Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.080
    • 0Komentar

    SELEPAS menghadiri pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (25/05/2022), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima Wakil Presiden (Wapres) Zambia W.K. Mutale Nalumango. Dalam pertemuan tersebut, Presiden antara lain membahas upaya penguatan kerja sama di bidang ekonomi antara Indonesia dengan Zambia sehingga kedua […]

expand_less
WordPress Archive Just Forms Advanced Justcoffee – Cafe and Coffee Elementor Template Kit JustFans – Premium Content Creators SaaS platform JustGive – Charity & Fundraising WordPress Theme Justic – Law Firm & Legal Services Elementor Template Kit Justicio – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit JUSTICO – Law Firm Elementor Template Kit Justified Image Grid Justime – Juice Bar, Smoothie & Organic Food Elementor Template Kit Justos – Law Firm & Lawyer Elementor Template Kit